Berinkarnasi

Berinkarnasi
Kesedihan Jiang


__ADS_3

Jiang sedang berjalan-jalan keliling istana mengusir kejenuhan selama beberapa hari berada didalam kamar sebagai sikap protes tapi Zhang Han bahkan tidak perduli karena Ia sangat sibuk dengan urusan istana, jangka waktu yang ditentukan kerajaan Yan Utara tinggal 15 hari lagi, jika mereka tidak menemukan pangeran itu maka perang tidak bisa dihindari jadi untuk berjaga- jaga, Zhang Han mempersiapkan pasukan juga.


Jiang yang ditemani Yuan dan Lian keliling istana, mereka berhenti didanau tempat dulu Jiang menceburkan diri yang membuatnya kehilangan nyawa dan dia yang menggantikannya. Jiang memandangi danau itu, tiba-tiba sebuah peristiwa muncul didepannya bagaimana Jiang dulu menceburkan diri kedanau ini karena kepanasan yang tidak tau apa penyebabnya dan bibirnya terus berucap" opium."


Jiang menoleh sekitar tapi Lian dan Yuan tidak mengatakan apapun hanya dirinya yang melihat peristiwa itu, ia memperhatikan sekitar dari jauh Yuan dan Lian mengejarnya dan dari arah berbeda, Jiang melihat dua orang memperhatikannya dari jauh bagaimana dirinya akan mati.


" Zhang Luhan dan wanita serba hitam itu." gumam Jiang, ia lalu melihat Jiang akan menceburkan diri secara reflek ia berteriak " tidak, jangan lakukan." teriaknya dan peristiwa itu hilang, Yuan dan Lian terkejut melihat Jiang berteriak." nona " mereka yang sebelumnya berdiri agak jauh dibelakangnya segera mendekati Jiang.


Tanpa sadar Jiang menangis melihat peristiwa memilukan itu, ia merasa sangat sedih melihat nasib Jiang yang malang" Apa itu opium." tanyanya tiba-tiba pada Lian dan Yuan yang memegang dirinya karena ia hampir terduduk karena shock.


Satu hal Yang disesali Xiao bahwa ia tidak pernah belajar, dulu ia hanya diajari cara bertahan hidup dari dunia yang kejam, ia hanya belajar membaca dan menulis , dulu ia tidak merasakan bangku sekolah jadi ia tidak tau apa-apa tentang sejarah Tiongkok.


" Kenapa nona tiba-tiba bertanya tentang Opium?" tanya Lian.


" Jawab saja pertanyaanku." kata Jiang galak.

__ADS_1


" Opium jenis obat yang dilarang digunakan di kerajaan ini karena bisa membuat seseorang berhalusinasi dan jika berlebihan dalam pemakaian akan membunuh diri kita sendiri." ucap seseorang dibelakang mereka mereka bertiga langsung menoleh arah suara itu.


Lian dan Yuan langsung memberi hormat pada orang itu yang tak lain adalah Selir Ming Hui. Jiang hanya menatap datar orang itu.


" Kau adalah orang paling cerdas dalam jenis ilmu kedokteran tapi kau bertanya apa itu opium, sungguh menggelikan." ejeknya, Jiang memang tau sedikit tentang obat-obatan dari ingatan Jiang tapi ia tidak tau apa itu opium bahkan diingatkannya juga tidak ada ia hanya melihat gerak bibir Jiang dari peristiwa tadi saja.


Ming Hui memang orang yang jahat dalam sikap tapi sebenarnya ia memiliki hati yang baik karena ia tidak bisa menjadi permaisuri itulah awal ia membenci Jiang, itu penilaian Jiang yang dari ingatan karena Ming Hui pernah terluka karena racun ular saat mereka dulu berburu antar istri kerajaan, Jiang sebenarnya tidak ikut tetapi sebagai ratu ia terpaksa sekalipun ia tidak tau berkuda, ia tetap mencoba.


Itulah mengapa Jiang sering dipermalukan karena ia tidak bisa apapun karena lemah dan satu-satunya keahlianya adalah pengobatan dan hanya Ming Hui yang mengetahuinya, ia pun tak percaya jika tidak melihat sendiri bagaimana Jiang mengobatinya. Ming Hui tidak pernah menceritakan hal ini pada siapapun tentang hal ini.


" Dasar Sombong." Ming Hui lalu melangkah maju kearah Jiang berniat untuk mendorong Jiang kedanau, secara reflek Jiang menghindar lalu mendorong Ming Hui kedanau, ia tidak sengaja melakukannya.


Jiang terkejut, para pelayan Ming Hui berteriak, Ming Hui tidak tau berenang, Jiang terkejut karena Ming Hui tidak tau berenang jadi ia berniat melompat tapi tiba-tiba seseorang sudah melompat lebih dulu kedalam kolam. Jiang terkejut karena yang melompat adalah Zhang Han, dan dibelakangnya para menteri menggeleng kepala kearahnya, Jiang berfikir sepertinya semua orang menuduh Jiang yang sudah mendorong Ming Hui.


Zhang Han naik dengan Ming Hui didalam gendongannya, Jiang merasa sangat kesal dan marah, selain Ming Hui mengganggunya sekarang semua orang berfikir dirinya yang sudah jahat mendorong Ming Hui. Zhang Han menurunkan Ming Hui dari gendongannya.

__ADS_1


" Minta maaf." kata Zhang Han tiba-tiba, Jiang merasa dirinya tidak bersalah lalu mengapa ia harus minta maaf.


" Aku tidak bersalah, lalu mengapa aku harus minta maaf, dia ingin mendorongku, aku hanya membela diriku." ucap Jiang marah, ia tidak terima jika harus minta maaf atas kesalahan yang tidak ia lakukan.


Semua para menteri yang meihat hanya menggelengkan kepala bahkan mereka menggelengkan kepala melihat sikap Jiang tapi Jiang tidak perduli dengan semua orang.


" Aku bilang minta maaf pada selir Ming Hui." teriak Zhang Han didepan wajah Jiang, Jiang sampai mengepalkan tangannya hingga kuku buku tangannya memutih menahan amarah pada Zhang Han.


" Kau masih ingin mengatakan tidak bersalah saat semua orang melihat kau mendorong selir Ming Hui." lanjutnya., Jiang menarik nafas meredakan amarahnya.


" Aku tidak mau, aku tidak bersalah." Jiang Sampai berani menatap Wajah Zhang Han, ia bahkan meneteskan air mata karena kecewa pada Zhang Han yang bersikap tidak adil padanya. Pandangan mereka salign bertemu tapi hanya amarah yang ada dibola mata mereka.


" Lian, Yuan, berlutut." teriak Zhang Han marah masih memandang wajah Jiang. Lian dan Yuan segera berlutut dibelakang Jiang.


" Prajurit pukul Mereka berdua sampai Permaisuri Jiang Huan berlutut meminta maaf." titah Zhang Han, Kedua prajurit segera membawa papan kayu yang cukup tebal.

__ADS_1


__ADS_2