
Setelah jamuan makan itu, semua orang kembali ke kediamannya kecuali zhang Han dan Zhang Luhan, mereka berdua berbincang.
" Kakak bagaimana pengobatanmu selama 6 bulan ini." tanya Zhang Han hangat. Zhang Luhan yang ditanya masih diam,difikirannya masih sosok Jiang.
"kakak." ulang Zhang Han, membuat Luhan terkejut, lalu ia tersenyum.
" Ah, maaf aku tidak mendengarkanmu, alu sangat lelah hingga aku ingin cepat-cepat istirahat." jawab Luhan.
" Baiklah, lain kali saja ceritanya kalau begitu." kata Zhang Han lalu, Zhang Luhan meninggalkan ruangan jamuan makan itu, tapi sebelum Luhan mencapai pintu Zhang Han menghentikannya.
" Kakak, kau baik-baik saja?" tanya Zhang Han, entah mengapa ia merasa ada yang aneh dengan kakaknya hari ini. Zhang Luhan berbalik badan lalu menggelengkan kepala sambil tersenyum tapi tidak ada yang tau apa yang ada dalam fikirannya.
Zhang Luhan pergi ke kediamannya yang sudah lama ia tinggalkan untuk pergi mengobati kakinya yang dulu lumpuh.
" Akhirnya aku kembali setelah sekian lama, dengan fisikku yang kuat dan kakinya yang tidak lagi lumpuh, saatnya mengambil apa yang harusnya menjadi milikku." katanya tersenyum bangga melihat tubuhnya yang sekarang. ia lalu berjalan kearah jendela dan memandang kearah cakrawala, pandangannya sangat jauh.
" Apa yang terjadi? bagaimana Ratu Jiang Huan masih hidup? tatapan matanya dan kebingungan saat melihatku sepertinya ia kehilangan ingatannya." gumam Zhang Luhan.
__ADS_1
" Ratu Jiang kau benar-benar menarik, aku ingin mengenalmu lebih jauh." Zhang Luhan tersenyum licik.
" Berita apa yang kau bawa untukku." Kata Luhan menoleh kearah ruangan yang tidak di sinari cahaya matahari. orang itu keluar dari persembunyiannya menampakan diri dihadapan Zhang Luhan.
" Pangeran." sapa orang itu memberi hormat.
"Bai Yunfei ada di sini."lapor orang itu.
" Awasi dia, jangan sampai dia melakukan sesuatu yang merugikan, dia hanya disini sampai acara tahunan kerajaan" jawabnya Zhang Luhan, orang itu memberi hormat lalu melompat lewat jendela
Tak lama seorang prajurit berteriak dari luar." Pangeran, Kaisar Bai Yunfei datang berkunjung." teriak prajurit itu takut-takut. tapi belum Zhang Luhan menjawab, pintu sudah ditendang dari luar
" Ah, para prajurit itu menghalangiku datang, aku bisa apa pangeran." kata Bai Yunfei tersenyum licik.
Zhang Luhan sudah mengepal kedua tangannya menahan amarah, memangnya siapa dia berani membuat keonaran di kediamannya, tapi wajahnya tetap memasang wajah tenang.
" Kau tidak perlu membawa pasukan sebesar itu hanya untuk berkunjung, lihat kau membuat masalah , Bai Yunfei." kata Luhan tenang. Bai Yunfei mendengus lalu tertawa mengejek.
__ADS_1
" Simpan saja kata-katamu itu Zhang Luhan, Iblis sepertimu bertingkah sok suci." kata Balas Bai Yunfei, terlihat amarah dimatanya. pedang besar dan berat bertengger dibahunya tanpa sarung.
"Bai Yunfei, aku peringatkan keluar dari kediamanku, aku ingin beristirahat." kata Luhan lalu beranjak pergi menuju peranduannya.
" Zhang Luhan..." teriak Bai Yunfei. ia lalu berlari menuju Luhan yang berhenti melangkah, diarahkannya pedang besar itu kearah Luhan saat pedang itu akan mencapai leher Luhan, tiba-tiba pisau kecil dari arah depan melayang kearah Bai Yunfei membuatnya harus mengindari pisau itu dan membuatnya mundur beberapa langkah.
Zhang Luhan mengibaskan jubahnya, lalu menatap kearah Bai Yunfei. ia lalu berlari kearah Bai Yunfei, dan pertarungan terjadi, dan terlihat jelas ilmu beladiri Zhang Luhan lebih tinggi daripada Bai Yunfei sehingga Zhang Luhan lebih unggul. para pengawal Bai Yunfei tidak ada berani mengganggu pertarungan mereka berdua karena setiap mereka akan menyerang selalu ada pisau terbang kearah mereka dan mengenai bagian vital yang langsung membunuh ditempat.
Bai Luhan terluka dan ia sedikit memutahkan darah, Zhang Luhan berlajan kearahnya yang sedagn setengah berbaring memegangi dadanya yang sakit akibat tendangan Luhan yang kuat hingga ia memutahkan sedikit darah.
" Jangan pernah bermimpi untuk bisa mengalahkanku, sekarang keluar dari kediamanku sebelum aku kehilangan kesabaran, karena belum waktunya untukmu mati. akulah yang menentukan kapan kau harus mati." kata Luhan, lalu ia berjalan keperaduannya, terlihat para pelayan membantu Luhan membuka jubahnya dengan takut-takut, karena jika terjadi kesalahan mereka akan binasa.
Bai Yunfei berdiri di bantu para pengawalnya berdiri lalu pergi meninggalkan kediaman Zhang Luhan.
" Suatu hari nanti, kau akan merasakan apa yang aku rasakan bahkan lebih pedih, takkan kubiarkan kau menyakiti Zhang Han." kata Bai Yunfei sebelum ia benar-benar meninggalkan kediaman itu, Luhan hanya tertawa mengejek tanpa mengubris kata-katanya.
Dikediaman Jiang, ia sedang menatap kedua pelayannya yang duduk dihadapannya dengan kepala tertunduk.
__ADS_1
" Apa lagi yang tidak kalian ceritakan padaku, selain Zhang Ruyue dan Zhang Luhan." tanya Jiang sedikit kesal kepada kedua pelayannya ini.