
Di perbatasan selatan, Jiang Feng berdiri memandang peta kerajaan yang tertempel didinding dengan ukuran yang besar, ia memandang peta itu cukup lama sampai seorang ajudannya masuk memberi hormat.
" Jenderal, anda masih belum beristirahat?" tanya orang itu, ia adalah Min Yan, sahabat sekaligus teman seperjuangan Jiang Feng. Jiang Feng lalu menoleh padanya kemudian tersenyum.
" Kau masih memikirkan adikmu?"tanya Min Yan, Jiang Feng mengangguk.
" Aku punya penyesalan Min Yan, aku merasa bersalah padanya, dari kecil sampai sekarang aku tidak bisa berada disampingnya untuk melindunginya. Ia tidak pernah mendapat keadilan baik itu dirumah maupun di istana, aku menyesali hal itu. Saat aku mendengar ia hampir diracuni aku ingin sekali langsung menemuinya dan melihat keadaannya." jawab Jiang Feng, matanya sudah mulai berkaca-kaca.
" Kau sudah berusaha semampumu Feng er, Kau sudah diberi hukuman militer paling ringan dari yang mulia saat kau meninggalkan kamp militer demi melihat adikmu yang baru bangun setelah tidak sadarkan diri selama 3 bulan, aku bukan bermaksud untuk melarangmu menemuinya, selesaikan hukumanmu menjaga perbatasan selama 3 tahun, setelah selesai kau bebas menemui adikmu." jawab Min Yan. Mereka sudah bersahabat sangat lama saat pertama kali mendaftar sebagai prajurit.
Min Yan tau kegelisahan hati sahabatnya, kemanapun Jiang Feng pergi, Min Yan selalu mengikutinya. Umur Min Yan lebih tua 2 tahun darinya. Jiang Feng tidak bisa menemui Jiang Huan lagi setelah pertemuan mereka pertama kali saat Jiang Huan bangun dari kematian, ia meninggalkan kamp militer tanpa izin, menjaga perbatasan adalah hukuman paling ringan dimiliter yang diberikan Zhang Han padanya.
Zhang Han langsung mengirim Jiang Feng menjaga perbatasan selatan selama 3 tahun, tanpa sempat Jiang Feng bertemu Jiabg Huan, Jiang Feng terkenal hebat dalam memimpin pasukan yang berada dibawah komandonya, tidak akan ada yang meragukan Jiang Feng Jika sudah turun kemedan tempur, selain bela dirinya yang tinggi, tidak sedikit musuh menghindar saat bertemu dimedan pertempuran. Sangat disayangkan Zhang Han mengirim Jiang Feng keperbatasan, ia memiliki kesetian yang tinggi pada Zhang Han juga memiliki loyalitas sesama prajurit.
" Min Yan, lihat ini, aku ingin memberikan ini pada Jiang Huan saat ulang tahunnya bulan depan, bagaimana menurutmu?" Jiang Feng memperlihatkan tusuk konde emas yang indah yang berbentuk burung Phoenix di ujungnya yang ia letakkan dikotak kayu.
__ADS_1
" Sangat indah, seleramu benar-benar sangat bagus." puji Min Yan, ia ikut senang melihat hadiah yang diperlihatkan Jiang Feng.
Setiap tahun, Jiang Feng selalu mengirim hadiah ulang tahun untuk Jiang Huan, tapi tidak ada yang tau setiap hadiah yang dikirim Jiang Feng tidak pernah sampai kepada Jiang Huan, jadi dulu Jiang Huan merasa tidak pernah ada yang perduli padanya bahkan pada hari spesialnya dan itu sudah biasa baginya.
Dikegelapan Malam hutan yang tidak jauh dari benteng perbatasan selatan, sekelompok orang berbaju hitam memakai penutup mulut memperhatikan benteng itu, ia menunggu telik sandi mereka datang memberi informasi. tak lama seseorang yang berpakaian sama datang menghampiri ketua dari kelompok itu.
" Tuan." kata telik sandi itu memberi hormat padanya.
" Katakan situasinya." jawab ketuanya yang tak lain dipimpin sendiri oleh Zhang Luhan dan Ruyue.
" Kau sedang memujinya atau menyampaikan informasi? katakan dengan jelas." kata Zhang Luhan marah, ia tidak percaya jika tidak ada celah untuk masuk kebenteng, orang itu menelan ludah melihat kemarahan Zhang Han.
" Besok pagi akan ada pencarian prajurit baru, dan itu akan diseleksi, jika kita berhasil masuk kebenteng dengan memenangkan pertarungan itu untuk menjadi prajurit, kita akan dengan mudah mempelajari cara melumpuhkan benteng itu, pertandingan itu akan diadakan hanya satu hari saja dan mereka hanya memilih 50 prajurit terbaik." jawab orang itu takut-takut, Zhang Luhan mengerti.
" Besok aku akan mengirim 15 orang untuk menyamar menjadi orang biasa dan memenangkan pertandingan untuk menjadi prajurit disana, ingat orang yang terpilih harus melaksanakan tugasnya, aku ingin kalian menyelesaikan tugas itu selama 2 hari untuk mempelajari bentang itu, laporankan segera keadaan dalam benteng terutama tentang Jiang Feng." peringat Zhang Luhan, mereka segera kembali ke markas mereka dengan menyamar menjadi penduduk.
__ADS_1
Lu Xiang menggunakan pakaian serba hitam dengan penutup wajah, ia bersiap melancarkan rencananya malam ini untuk membunuh Bai Yunfei, kondisi tubuhnya sudah membaik, ia segera pergi kekediaman Jiang. terlihat prajurit berlalu-lalang menjaga kamar milik Bai Yunfei.
" Sepertinya Jiang Huan mempersiapkan segalanya sebelum pergi?" guman Lu Xiang memperhatikan situasi kediaman Jiang lewat atas atap paling tinggi dikediaman Jiang, ia mengendap bersembunyi disana.
Begitu pergantian prajurit, sehingga sedikit longgar penjagaannya, ia melompat masuk menuju kamar Bai Yunfei, Lu Xiang langsung masuk kedalam kamar itu dan segera menutup kembali pintunya, ia seperti melihat seseorang sedang berbaring dibalik kelambu ditempat tidur, tetapi tidak melihat jelas apa yang berada didalam kelambu itu.
Lu Xiang berjalan perlahan menuju tempat tidur, tapi saat pertengahan ruangan, ia tidak menyadari sebuah benang terbentang dibawah, ia menabrak benang itu sehingga semua senjata rahasia yang tersembunyi diruang itu menyerang Lu Xiang, ia berhasil menghindar semua panah dan jarum bius yang mengarah padanya, baru habis semua senjata itu menyerang dirinya, tiba-tiba lonceng berbunyi, Lu Xiang terkejut, ia segera berlari ketempat tidur untuk segera membunuh Bai Yunfei.
Begitu ia membuka kelambu, ia menarik selimut karena ia mengira Bai Yunfei ditutupi selimut, tetapi yang ia cari tidak ada melainkan bantal saja yang ditutup selimut.
" Sial...ini jebakan, aku harus pergi." Saat Lu Xiang hendak ingin pergi melompat lewat jendela, Pintu sudah terbuka, Dao-Dao dan Zhao An sudah berdiri didepan pintu dengan prajurit dibelakang.
" Ternyata apa yang dikatakan Jiang benar, pasti akan ada ular masuk untuk mematuk." kata Dao-Dao tersenyum mengejek memandang Lu Xiang, Lu Xiang menatap tajam mereka berdua lewat penutup wajahnya.
" Kau tidak akan bisa pergi dari sini dengan mudah." Kata Zhao An lalu berlari menyerang Lu Xiang.
__ADS_1