
Sudah satu bulan Xiao Na tinggal di rumah itu, Xiao Yan gelisah ia mondar-mandir di apartemennya menunggu kabar, tiba-tiba handphonenya berdering.
" Bagaimana?" tanya Xiao Yan.
" Sama sekali tidak meninggalkan jejak, selain mobilnya yang rusak karena menabrak pembatas jalan."
" Terus cari." Xiao Yan mematikan panggilan, ia memejamkan matanya.
" Xiao Na, kau dimana?" ia menghela nafas.
Xiao Na tersenyum saat melihat Yi Han memasak untuk mereka, pria itu sama sekali tidak merasa risih dengan keberadaan Xiao Na, tangannya yang lihai memegang pisau dapur itu memotong bahan untuk memasak.
" Kau tidak ingin membantu?" tanya Yi Han, Xiao Na menggeleng, ia melihat produk jualan dari handphone milik Yi Han, ia membutuhkan banyak barang keperluannya selama tinggal dirumah Yi Han.
" Jangan menyuruhku memasak, akan berbahaya."
" Kenapa?" Yi Han menoleh padanya.
" Aku khawatir dapur yang indah ini terbakar habis." Yi Han hanya menggeleng kepalanya mendengar jawaban Xiao Na.
" Kalian hanya tinggal bertiga, bibi Hong bertugas membersihkan rumah, kau memasak, Yi Huang belajar."
" Dan kau hanya menganggur."
" Aku tamu, tentu saja aku bersantai."
" Tamu? tamu harusnya membayar sewa tempat tinggal, dan bukannya berbelanja menggunakan uang pemiliknya, memeliharamu benar-benar merugikan."
" Akan kubayar sepuluh kali lipat tapi tidak sekarang, perhitungan sekali..."Yi Han hanya menggelengkan kepala, Xiao Na selesai memesan ia meletakkan kembali handphone itu dimeja, ia memandangi Yi Han.
" Apa kau sudah memiliki kekasih?"
" Kenapa?"
" Hanya penasaran."
" Kita baru kenal tetapi kau berbicara seolah kita sudah berteman lama."
" Kenapa? tidak perduli baru atau lama jika sudah berteman bukankah bisa bertanya apa saja."
" Tidak ada." Jawabnya cepat.
" Baguslah." Xiao Na tertawa kecil, ia lalu menyolek mentega yang diatas meja kemudian menyolek Kanya pada wajah Yi Han, ia tertawa.
__ADS_1
" Kau berani?" Yi Han tidak mau kalah mereka saling menyerang dengan tepung dan mentega, sayur untuk dimasak mereka saling melempar dan tertawa.
Mereka berhenti bermain saat Yi Huang datang dengan wajah kesal.
" Kalian ingin terus bermesraan atau memasak, kapan makanannya akan jadi?" Xiao Na menahan tawa melihat wajah Yi Han yang merasa bersalah pada Yi Huang.
" Sebentar lagi." Jawab Yi Han, ia mulai membersihkan bahan makanan yang berserakan.
" Mereka kira mereka sedang berbulan madu?" Gerutu Yi Huang lalu pergi tetapi masih bisa didengar mereka berdua.
Xiao Na membantu Yi Han membersihkan dapur.
" Kenapa tidak pesan saja diluar?"tanya Xiao Na.
" Makanan diluar tidak sehat, selain mengandung banyak minyak, mereka tidak memikirkan kandungan yang ada pada makanan, sama sekali tidak sehat untuk tubuh."
" Aku bertanya-tanya kau seorang dokter atau ahli gizi? cerewet sekali, bukankah sama saja yang penting makan."
Yi Han menyentil kening Xiao Na membuat gadis itu meringis sambil mengusap keningnya.
" Kau hanya tau makan saja." Yi Han memulai memasak dengan bahan baru, ia memulai dari awal. setelah satu jam semua makanan sudah disajikan.
Xiao Hongli mengerahkan semua anak buahnya mencari Xiao Na, ia khawatir jika musuh yang menemukannya dan menyiksanya maka ia akan sedih, Xiao Na adalah kesayangannya, Xiao Yan sudah dibuat pusing karena hal ini.
" Aku tidak perduli, Xiao Na harus segera ditemukan dengan cepat... perluasan pencarian dan lacak semua yang ada." perintah Hongli, mereka mengangguk, setelah itu mereka bubar.
Xiao Yan menarik Song Lan dan Feiyu keruang rahasia miliknya, hanya mereka bertiga yang berada diruangan itu.
" Bagaimana pencarian Xiao Na?" tanya Xiao Yan.
" Aku tidak mengerti, jelas-jelas dari ban mobil milik Xiao Na bahwa ia menghindari sesuatu sehingga ia menabrak pembatas jalan, tetapi apa dan kemana dia di bawa? sama sekali tidak meninggalkan jejak." jelas Chen Feiyu, Song Lan terdiam.
" Aku rasa dia dibawa ke suatu tempat dimana kita tidak akan mengiranya." jawab Song Lan.
" Tapi siapa? pertama Xiao Na terluka parah jelas dari bercak darah di mobilnya, kenapa dia tidak membawa Xiao Na kerumah sakit? orang itu jelas mengenal Xiao Na sehingga menyembunyikannya."
" Teka teki yang rumit."
Mereka bertiga termenung, dimata banyak orang Xiao Yan dan Xiao Na bermusuhan karena mereka bersaing memperebutkan posisi menggantikan Hongli nanti menjadi ketua, tetapi dibelakang mereka berdua saling menyayangi dan itu hanya diketahui oleh Feiyu dan Song Lan.
Xiao Hongli juga mengharapkan bahwa mereka berdua bermusuhan agar ia mengetahui siapa yang pantas menggantikannya, itulah mengapa mereka berdua bersandiwara didepan Hongli.
Xiao Na melihat sebuah senapan dilaci meja Yi Han, ia heran untuk apa senapan itu, saat ia melihat tenyata isinya peluru tumpul untuk menembak burung, saat ia memeriksa yang lain, ia menemukan beberapa peluru timah tajam.
__ADS_1
Ia Mencari Yi Han tetapi tidak ketemu jadi ia mencarinya dikamar dan tidak sengaja menemukan senapan itu, saat ia memeriksa pistol dan mengganti pelurunya, tiba-tiba seseorang masuk dan Xiao Na dengan cepat menodongkan pistol itu padanya.
Yi Han terkejut, ia panik tetapi Xiao Na hanya santai.
" Ap- apa yang kau lakukan?" tanya Yi Han tergagap-gagap saat ditodong dengan senapan.
" maafkan aku karena menodongkan senapan ini padamu, tapi Mari pergi ketaman hiburan dikota denganku malam ini."
" Hah? tapi kenapa kau harus menodongkan senapan itu?"
" Agar kau tidak lari kemana-mana."
" Jika aku menolak, kau akan membunuhku?"
" Ya, jawabanmu."
" Dengar, kau tidak bisa tiba-tiba langsung..." belum selesai ia bicara peluru sudah Xiao Na tembakan disamping kepala Yi Han hingga membuat pria itu syok.
" Kau sudah gila?" teriak Yi Han lalu merebut senapan itu dari tangan Xiao Na. ia kemudian memeriksa isinya.
" Kenapa begitu panik, aku hanya bercanda, jadi bagaimana? apa kau setuju?" goda Xiao Na, tetapi terlihat ekspresi panik Yi Han.
Yi Han lalu menyimpan senapan itu ditempanya, ia kemudian mengusir Xiao Na dari kamarnya.
" Keluar dari kamarku." ia mendorong Xiao Na keluar dari kamarnya dengan paksa, Yi Han menutup pintu kamarnya, Xiao Na cemberut saat ia diusir, ia menjadi kesal.
Ia menghentakkan kakinya menuju ruang tamu, Yi Huang memperhatikan Xiao Na yang tiba-tiba datang dengan wajah kesal.
" Harusnya aku tidak melesatkan pelurunya, aku jadi menyesal tidak menebak kepalanya." gerutu Xiao Na, Yi Huang yang asyik menonton tv dengan memakan cemilan melirik Xiao Na yang mengomel sendiri.
" Ada apa? tadi kalian bermesraan sekarang kau seperti ingin memakan orang." Yi Huang menoleh padanya.
" Anak kecil, kau tau apa? lebih baik tidak ikut campur urusan orang dewasa." Xiao Na meninggalkan Yi Huang dengan mulut yang masih mengomel.
" Siapa dia? ratu drama? memangnya rumah ini miliknya? mengapa dia bersikap seperti itu?" Yi Huang menjadi ikut kesal.
Tiba-tiba handphone Yi Han berdering, pria itu sedang menatap tajam senapan itu, ia sedang kesal sekarang.
" Ada apa?" tanya Yi Han berbicara pada seseorang diseberang telepon, nada bicaranya kesal.
" Ada apa denganmu? kau sedang marah dengan siapa?" tanya orang diseberang telepon. Yi Han menghela nafas.
" Kapan kau akan melancarkan rencana kita? aku sudah tidak sabar, aku tidak bisa menunggu lebih lama." lanjutnya.
__ADS_1
" Tidak mudah untuk mendapatkan kepercayaan Xiao Na, aku tau apa yang harus aku lakukan? dan jangan memerintahkanku... kita berada di perahu yang sama hanya karena tujuan kita sama, lain kali cobalah untuk tidak terus menghubungiku... aku peringatkan jangan sekali-kali kau menyentuh Xiao Na... tujuan kita menjadi urusanku." Yi Han mematikan panggilan, ia menarik nafas kemudian mengusap wajahnya.