Berinkarnasi

Berinkarnasi
Rahasia Lama


__ADS_3

Saat para tamu beristirahat, Seseorang masuk kedalam kamar Lu Xiang, ia datang dengan pakaian tebal.


" Aku akan pergi keluar." kata orang itu , Lu Xiang mengangguk, karena Lu Xiang tau kemana ia akan pergi malam ini.


Begitu orang itu pergi Lu Xiang bersiul, lalu muncul dua orang masuk kedalam, dua orang berbaju hitam datang lalu memberi hormat pada Lu Xiang.


" Pergilah kekuburan Jenderal Jiang Feng, temani putri, jangan biarkan orang lain melihatnya, tapi ingat jangan mendekatinya cukup jaga dari jarak jauh, jika kalian mengganggunya aku tidak bisa menjamin keselamatan nyawa kalian, mungkin malam ini ia akan menyiksa dirinya sendiri." ucap Lu Xiang, kedua orang itu mengangguk mengerti, setelah mereka memberi hormat mereka segera pergi.


Ada yang harus Lu Xiang lakukan malam ini, ia belum mendengar kabar tentang Zhang Luhan dan Zhang Ruyue jadi ia mengirim surat rahasia lewat burung merpati untuk menyuruh mereka datang.


Lu Xiang berganti pakaian, ia lalu datang kekamarnya Jiang Huan dan meninggalkan sesuatu disana, ia meninggal sebuah surat untuk Jiang, setelah selesai ia kembali kekediamannya menunggu Jiang akan datang menemuinya untuk melakukan negoisasi.


Jiang Huan masuk kedalam kamarnya, hari ini ia tidak melihat Lian dan Yuan, kedua pelayan setianya itu. Jiang terus memanggil keduanya tetapi tidak ada, lalu seorang pelayan lain datang memberi hormat pada Jiang Huan.


" Pelayan, dimana Lian dan Yuan?" tanya Jiang Huan, karena ia membutuhkan mereka berdua untuk menyiapkan mandinya.


" Yang mulia, mereka berdua jatuh sakit dan sedang dirawat di rumah pelayan." jawab Pelayan itu, Jiang Huan mengangguk mengerti lalu menyuruh pelayan itu pergi. Jiang masuk kedalam kamarnya, saat ia ingin membuka baju ia melihat sebuah surat diatas meja dekat peranduan.


" Nyawa kedua pelayanmu hanya sampai besok saja, jika kau menginginkan nyawa mereka, temui aku." Jiang meramas surat itu, ia tau siapa yang mengirim surat itu, ia lalu pergi kerumah pelayan untuk melihat keadaan Lian dan Yuan.


" Lian , Yuan. " panggil Jiang, Lian dan Yuan yang terbaring ingin bangun untuk memberi hormat pada Jiang tetapi segera Jiang tahan.


" Nona." jawab Lian lemah, bibirnya biru karena racun.


" Seolah Lu Xiang sangat mengetahuiku, ia meracuni orang lain dengan berbagai racun yang berbeda sehingga tidak bisa ditebak, sulit bagiku membuat penawarnya, racun mereka memerlukan waktu untuk membuatnya tetapi nyawa mereka hanya sampai besok, apakah aku akan selalu kalah melawan racun Lu Xiang?" batin Jiang, ia menggenggam tangan Lian dan Yuan yang sudah terasa dingin.


" Aku akan menyelamatkan kalian, tunggulah." kata Jiang, ia lalu pergi dari sana untuk menuju kediaman Lu Xiang.

__ADS_1


kali ini a datang tanpa sembunyi lagi, seorang pelayan memberitahukan Lu Xiang bahwa Jiang Huan ingin bertemu, saat mendengar kabar itu, Lu Xiang tersenyum senang.


" Suruh dia masuk." jawab Lu Xiang pada pelayan yang mengabarkan pesan itu. Lu Xiang tersenyum saat melihat kedatangan Jiang Huan.


" Berikan aku penawarnya Lu Xiang." kata Jiang tegas, Lu Xiang langsung tertawa keras.


" Sabar sedikit Jiang, mereka belum mati, aku ingin kau melakukan sesuatu untukku."Jiang menaikan alisnya menatap Lu Xiang.


" Kau harus kalah dalam pertandingan besok, gelar Permaisuri harus jadi milik Ming Hui.", lanjutnya.


" Apa yang kau rencanakan Lu Xiang." teriak Jiang marah. Lu Xiang tersenyum Licik.


" Apa yang aku rencanakan? kau tau jelas hal itu." jawab Lu Xiang, Jiang mengepalkan tangannya.


" Sekalipun aku tidak menjadi Permaisuri lagi, aku tidak akan membiarkan kau menyakitinya, aku akan melindunginya." kata Jiang.


" Kuharap kau memegang kata-katamu karena jika tidak, aku pasti membunuhmu." lanjutnya, ia lalu pergi meninggalkan Lu Xiang yang tersenyum.


" Maafkan aku Jiang Feng, demi balas dendaku kau jadi korban, tidak apa, hari ini aku datang untuk minum bersama, kita sudah lama tidak melakukannya bukan?" Lu Xiang membuka tutup kendi arak itu dan meminumnya, ia tidak kuat minum jadi ia hanya membawa dua buah kendi saja.


Sambil menangis, Bai Qian terus meminum arak itu hingga satu kendi dan ia sudah mabuk berat, ia akan mengeluarkan semua isi hatinya.


" Jiang Feng, aku membohongi diriku sendiri jika aku mengatakan tidak mencintaimu, bahkan hari ini rasa itu masih sama, tetapi aku tidak bisa melepaskan dendamku begitu saja, aku tidak bisa menerima cintamu karena aku tidak memiliki jalan untuk kembali."


" Kau tau, terakhir kali kita bertemu dan kau masih mengingatku dan memberikan lukisan padaku, rasanya saat itu aku merasa wanita paling bahagia karena memiliki dirimu, tetapi aku juga sadar siapa diriku, wanita penjahat seperti diriku tidak pantas untuk pria baik sepertimu. Jiang Feng, kau mengetahui semua tentang diriku dan tujuanku tetapi kau tetap melindungi ku, aku berjanji pengorbanan yang sudah kau lakukan untukku tidak akan sia-sia." Bai Qian kadang tertawa kadang menangis, saat berbicara ia sudah sangat mabuk, tinggal setengah kendi lagi arah yang ia minum.


" Aku akan segera melenyapkan Zhang Han dan menghancurkan kerajaan Qing, aku selalu mengingat semua kenangan kita bersama, aku mencintaimu tetapi kau tidak mau berdiri bersamaku untuk menghadapi Zhang Han, kau lebih memilih mendukungnya. kau menghancurkan setengah dari rencanaku dan meringkus habis pasukanku, lalu bagaimana aku tidak membunuhmu? walaupun kau tidak memberitahukan pada Zhang Han tetapi kau membantunya, aku tidak bisa membiarkan kau terus menghancurkan usaha yang sudah aku bangun bertahun-tahun." Bai Qian menangis, ia lalu berbaring dikuburan Jiang Feng, sambil memeluk papan nisan.

__ADS_1


" Walaupun aku penyebab kematianmu, mengapa aku tidak merasa senang? aku merasakan sakit luar biasa dihatiku Jiang Feng, mengapa kau melakukan ini padaku? kenapa kau membuatku jatuh cinta padamu hingga aku tidak berdaya seperti ini? mengapa?... mengapa aku harus merasakan sakit ini? mengapa?... mengapa aku harus menangisi Kematianmu? harusnya aku mengadakan pesta tetapi mengapa aku harus berakhir disini sekarang." teriak Bai Qian, ia lalu berdiri sempoyongan.


" Kenapa?..." teriaknya lagi, ia menangis tak henti-henti, ia lalu berbaring kembali sambil memeluk nisan itu dan menggenggam tanah kuburan itu. " Jiang Feng, aku selalu mencintaimu." ia langsung tertidur dan dua kendi arah itu habis.


Jiang Huan kembali kekediamannya, didepan pintu ia bertemu Dao-Dao yang sedari tadi menunggunya. " Dao-Dao." kata Jiang saat berada didepan Dao-Dao.


"Jiang." kata Dao-Dao. " Aku ingin memberitahukan sesuatu padamu." kata Dao-Dao, ia memegang lukisan itu ditangannya.


" Ayo kita mengobrol didalam." ajak Jiang lalu mereka masuk bersama, mereka masuk kedalam ruang tamu, Jiang mengawasi sesuatu, setelah merasa aman, langsung menutup pintu.


" Apa kau mendapatkan informasi?" tanya Jiang tidak sabar, Dao-Dao mengangguk. ia lalu membuka gulungan peta itu, lalu mendekatkan lukisan itu pada api dan sebuah lukisan perempuan muncul, Jiang memperhatikan dengan seksama.


" Selir Bai Qian." kata itu yang keluar dari mulut Jiang, ia tidak percaya melihat lukisan itu berada dibalik peta yang selalu kakaknya bawa kemana-mana.


" Apa hubungan kakakku dengan selir Bai Qian?" tanya Jiang Huan.


" Aku mendengar bahwa kakakmu pernah memiliki hubungan asmara dengan selir Bai Qian, tapi yang lebih mengejutkan adalah bahwa ia adalah anak angkat dari keluarga Bai, dia adalah aliansi pernikahan untuk pendukung Yang mulia bagi keluarga yang memiliki pengaruh dikerajaan. aku mendengar bahwa ia keturunan klan Shen yang satu-satunya selamat dalam peristiwa pembinasaan keluarga itu karena mereka dianggap membawa sial." jelas Dao-Dao.


" Membawa sial? maksudnya?"


" Klan Shen adalah klan yang bisa membaca perbintangan dan melihat nasib seseorang dan kemakmuran kerajaan dari garis tangan dan rasi bintang, saat itu raja terdahulu ingin diramal tetapi mereka memberitahu bahwa raja itu akan mati terbunuh, ia sangat marah mendengarnya sehingga ia membinasakan klan itu. kurasa selir Bai Qian adalah satu-satunya yang selamat dari tragedi itu."


" Lalu apa hubungannya dengan kakakku? terlihat jelas bahwa kakakku sangat mencintai selir Bai Qian, sebenarnya apa yang terjadi? apakah Bai Qian Juga ikut ambil adil dalam rencana Lu Xiang?" Jiang menyambungkan teka-teki ini.


Bai Qian terkenal tidak pernah memiliki permasalahan dengan siapapun bahkan bisa dikatakan ia tidak pernah meninggalkan kediamannya kecuali dipanggil Zhang Han, selama ini Jiang mendengar bahwa Bai Qian orang yang tertutup dan ia hanya mengetahui bahwa Bai Qian mengetahui ilmu astronomi untuk memantau alam, selain itu ia tidak pernah mendengar atau melihat Bai Qian melakukan sesuatu dan juga ia tidak pernah berbicara langsung pada Bai Qian.


" Ini menjadi teka-teki Dao-Dao, terima kasih kau sudah membantuku, kau harus selalu berhati-hati Dao-Dao mereka orang yang licik." kata Jiang, Dao-Dao mengangguk lalu pergi meninggalkan Jiang, Jiang memandang lukisan itu yang perlahan menghilang gambar lukisan itu.

__ADS_1


" Bai Qian." guman Jiang lalu menggulung lukisan itu, ia akan menyelidikinya nanti.


Hari ini saya bnyak mengupdate, jadi mungkin beberapa hari tidak dirilis, terima kasih sudah setia membaca sejauh ini, 🤗🤗


__ADS_2