Berinkarnasi

Berinkarnasi
Masalah datang


__ADS_3

Yi Han terkejut saat ia ingin membuka pintu, Xiao Na sudah ada didepan pintu untuk membukakannya, wajah bebak belur tidak bisa ia sembunyikan dari Xiao Na.


" Apa yang terjadi? siapa yang berani memukul wajah tampanmu?" tanya Xiao Na marah, Yi Han langsung menarik Xiao Na kedalam pelukannya, Xiao Na tertegun.


" Aku merindukanmu." katanya tulus, memeluk Xiao Na erat, memang sudah dua Minggu Xiao Na tidak bertemu Yi Han karena urusan Xiao Yan dan Mo Nan yang membuatnya sakit kepala.


" Apa yang terjadi?" suara Xiao Na melembut, Yi Han teringat bahwa ia harus membawa Xiao Na pada Yuo Yulong.


" Ayo cerita didalam, udara sangat dingin diluar." kata Xiao Na lalu menarik Yi Han masuk.


Xiao Na mengambil handuk kecil dan air dingin untuk mengompres wajah Yi Han yang bengkak, dan kotak p3k.


Ia dengan lembut mengobati Yi Han, Yi Han meringis kesakitan saat Xiao Na mengobatinya, Xiao Na dengan kehati-hatian mengobati pria itu, Yi Han memandang wajah Xiao Na dekat membuat jantungnya berpacu kencang, sekarang dia tidak dapat memungkiri bahwa ia sudah jatuh cinta.


" Apa yang terjadi? siapa yang melakukannya?" tanya Xiao Na sambil mengobati Yi Han.


" Jika kukatakan yang sebenarnya maka semua akan terbongkar, tetapi aku juga tidak rela menyerahkan Xiao Na, aku akan memikirkan cara lain, aku hanya memiliki waktu 3 hari ." batinnya, ia terkejut karena tiba-tiba Xiao Na menekan lukanya kuat.


" Apa yang sedang kau pikirkan?"


" Tidak ada."


" Siapa yang melakukannya padamu?"


" Aku berkelahi tadi, ada dua orang berandalan meminta uang dengan paksa, karena aku kalah aku dipukuli mereka karena menolak memberi uang."


" Aku tidak bodoh.!" gumam Xiao Na tetapi masih dapat didengar Yi Han.


" Aku tau."


" Lalu?"


" Apa lagi?" Xiao Na menjadi sangat cerewet jika melihat Yi Han terluka, itu yang membuat Yi Han menghindarinya saat ia terluka.


" Ceritakan yang terjadi?"


" Aku sudah menceritakannya, tidak ada lagi."


" Dimana preman itu? aku akan bertanya pada mereka." Yi Han membolakan matanya melihat Xiao Na.


" Gadis ini, harus tuntas sampai akar jika ingin tahu sesuatu." Yi Han tanpa sadar menggelengkan kepalanya karena tidak habis pikir pada Xiao Na.

__ADS_1


" Aku tidak tau."


" Dimana kau bertemu mereka?"


" Sudahlah..."


" Tidak bisa, aku harus menghajar mereka juga, bagaimana bisa aku membiarkan mereka membuat wajah tampanmu tidak bisa dikenali seperti ini?" Yi Han mendengus.


" Apa kau preman?"


" Bukan, aku mafia." Jawaban Xiao Na membuat Yi Han tidak bisa berkata-kata lagi.


*****


Seorang gadis menyeret koper besar ditangannya, sedari tadi ia berteriak didepan pintu pagar sebuah rumah megah, satpam yang berjaga sama sekali tidak memperdulikan gadis itu, pakaian gadis itu kotor karena banyak noda di pakaiannya.


" Hei bukankah pintu pagar ini...aku bukan pengemis, sampaikan pada tuan Mo Heng..." teriak gadis itu.


" Pergilah pengemis." kata satpam itu, Gadis itu kesal, tiba-tiba bulunya merinding saat mendengar anjing menggonggong dari balik pagar, gadis itu sangat takut pada anjing.


" Kalau kau tidak segera pergi, A Mou akan menggigitmu." teriak satpam itu, Gadis itu perlahan mundur, ia menelan ludah saat pintu pagar dibuka, anjing itu menatap lapar pada gadis itu, ia akan siap menerkam begitu tali dilepas.


" Aaaakkk..." gadis itu berlari sambil berteriak meninggalkan koper karena dikejar anjing, tiba-tiba seseorang yang sedang joging sore melihat gadis itu berlari kearahnya, dan terkejut karena tiba-tiba gadis itu langsung melompat kedalam pelukannya dan secara refleks orang itu menggendongnya karena anjing itu berlari mengitarinya.


Setelah melihat anjing itu menjauh gadis itu masih menggigil ketakutan.


" Sudah tidak apa-apa, A Mou anjing yang pintar." kata Mo Nan lalu menurunkan gadis itu, gadis itu menatap wajah Mo Nan dan ia langsung terpesona, pipinya merona karena malu seolah ia sudah melupakan hal yang paling ia takutkan tadi.


" Apa kau takdirku?" gumamnya, matanya bersinar melihat Mo Nan,


" Hah?" kata Mo Nan tidak jelas mendengar yang dikatakan gadis itu.


" Kau percaya takdir?" tanya gadis itu.


" Apa yang sebenarnya kau maksud?"


" Sebelum sampai disini aku bertemu seorang peramal, dia mengatakan aku akan bertemu seorang pemuda yang menjadi takdirku." katanya semangat, Mo Nan hanya menggeleng kepala karena ia fikir pasti gadis ini sudah gila, ia meninggalkannya


" Hei...tunggu..." gadis itu ikut mengejar Mo Nan.


" Kenapa kau mengikutiku?" kata Mo Nan saat ia sudah sampai didepan pintu gerbang rumahnya, Satpam yang berjaga segera membuka pintu dan membungkuk setengah memberi hormat, gadis itu bengong melihat Mo Nan.

__ADS_1


" Tuan muda." ucap satpam itu, ia terkejut karena gadis itu datang lagi.


" Pengemis ini lagi." ucap satpam itu spontan.


" Pengemis?" Mo Nan memperhatikan dengan teliti gadis didepannya.


" Ah bukan...aku bukan pengemis, namaku Shen Lizhu, ayahku menyuruhku untuk kesini bertemu tuan Mo Heng." jawabnya cepat.


" Kau yakin? siapa ayahmu?"


" Shen Wenzhou."


" Laporkan pada ayah, apa dia mengenal Shen Wenzhou." satpam itu mengangguk lalu segera mengambil HT untuk menghubungi pengawal yang berjaga dirumah untuk menyampaikan pesan Mo Nan.


" Aku tidak bisa membiarkan seseorang masuk begitu saja." kata Mo Nan dingin, Gadis itu sama sekali tidak berpaling menatap wajah Mo Nan, ia merasa ia sudah jatuh cinta pada pandangan pertama.


" Tampan, tinggi, cool, keren dan berwibawa...ehmmm benar-benar seksi." batinnya memberontak tidak terkendali.


Mereka hanya berdiri menunggu kabar, tak lama satpam itu datang membawa kabar.


" Tuan menunggu tamu bernama Shen Lizhu." jawabnya merasa bersalah, Mo Nan mengangguk lalu mempersilahkan Shen Lizhu masuk bersamanya, satpam itu membungkuk hormat dan sedikit mereka takut karena ia sudah mengira pengemis pada tamu tuannya.


" Setauku keluarga Shen tinggal di Italia, kenapa kau kembali ke China?" tanya Mo Nan, dia tau keluarga Shen karena Ayahnya sering menyebut nama keluarga itu, ia tadi tidak membiarkannya masuk karena ragu.


" Aku mencari ibuku yang tinggal di China, ayah khawatir aku tidak memiliki siapa-siapa disini jadi ia meminta bantuan keluarga Mo untuk membiarkan aku tinggal sementara sampai aku menemukan ibuku, ayahku tidak bisa meninggalkan Italia."


" Ibumu?"


" Dari kecil ibuku bercerai dengan ayahku, beberapa hari yang lalu aku mencari informasi dimana ibuku tinggal ternyata ia ada di China jadi aku datang kemari untuk mencarinya."


Jarak antara pagar dan rumah cukup jauh, Mo Nan melihat Lizhu sangat kelelahan menyeret koper besarnya jadi ia mengambil alih koper itu. Lizhu dengan senang hati menyerahkan koper itu.


" Jodohku memang pengertian..." ia tersenyum sumringah mengikuti Mo Nan dibelakang.


Mo Heng Terkejut melihat penampilan Lizhu, gadis itu nampak mengalami hari yang buruk dari pakaiannya yang kotor, penampilannya yang acak-acakan, walau begitu ia tetap cantik hanya saja untuk gadis sekelas Lizhu terlihat seperti ini benar-benar buruk.


Setelah menjelaskan kedatangannya dan Mo Heng juga sudah diberitahu maka Lizhu diminta beristirahat karena terlihat sangat lelah, Mo Nan sudah kembali ke kamarnya, ia dibawa pembantu rumah untuk kekamar Tamu.


Begitu sampai dikamar ia melemparkan tubuhnya diatas kasur, hari ini ia benar-benar sial, memikirkan kejadian hari ini membuatnya frustasi dari ia turun dari pesawat.


Saat Turun dari pesawat dompetnya berisi kartu kredit hilang, kini ia hanya mempunyai beberapa lembar uang, keluar mencari taksi tasnya dijambret, sehingga semua surat-surat penting hingga kartu identitas semua hilang, mencari taksi untuk sampai dirumah keluarga Mo tetapi ia diturunkan setengah jalan karena tidak mempunyai cukup uang, terpaksa ia jalan kaki, sambil berjalan sebuah mobil melewati genangan air dan air itu mengenai dirinya, tubuhnya kotor, semuanya hilang, tidak ada uang sama sekali, lapar, haus dan saat sampai ia dikira pengemis sama sekali tidak diizinkan masuk, dikejar anjing hewan paling phobia bagi dirinya.

__ADS_1


Mengingat semua itu Lizhu merasa marah tetapi saat mengingat wajah Mo Nan dia tersenyum dan lupa semua masalah saat dia datang kemari.


" Mo Nan, hah Mo Nan...dia benar-benar tipeku." Lizhu menutup wajahnya dengan selimut karena malu, ia tidak bisa mengendalikan diri saat memikirkan pria itu.


__ADS_2