
Jiang selesai mandi dan berganti pakaian, saat selesai berpakaian ia masih melihat Zhang Han berbaring diperanduan. " Sepertinya kau tidak berniat bangun dari peranduan?" sindir Jiang.
Zhang Han lalu duduk ditepi peranduan kemudian berdiri dihadapan Jiang Huan." Kau akan pergi bukan?" tanya Zhang Han, Jiang mengangguk, karena memang dirinya ingin pergi keaula untuk acara penguburan mayat Jiang Feng.
" Cepat kembali karena kita harus kembali keistana untuk menyambut para tamu yang akan datang hari ini."
" Aku tau, Aku pergi dulu, jika ingin mandi air panas sudah aku siapkan." kata Jiang tersenyum ketika ingin keluar, Zhang Han membalas senyuman Jiang, begitu Jiang pergi menutup pintu Ekpresi Zhang Han berubah, ia langsung bertumpu pada dinding didekatnya, ia sangat kelelahan karena racun dingin menyerang karena ia kehujanan semalam ditambah racun duri hitam.
Zhang duduk sebentar lalu menuju pemandian, ia berendam di air panas membuat tubuhnya sedikit membaik mengobati racun dinginnya, setelah selesai ia berganti pakaian.
Jiang yang menuju aula melihat Min Yan menuju aula juga dengan membawa sesuatu bergulung ditangannya. " Komandan Min Yan." panggil Jiang, Min Yan yang melihat Jiang Hiang memberi hormat. Jiang pernah mendengar bahwa teman terdekat Jiang Feng adalah Min Yan jadi ia sekali lihat sudah mengenalinya
" Untuk dibawa kemana itu?" tanya Jiang penasaran saat melihat gulungan yang dibawa Min Yan.
" yang mulia, ini adalah lukisan peta yang dibuat jenderal sendiri dan selalu dibawanya kemana-mana , jadi aku berniat ingin mengubur lukisan ini bersamanya." jawab Min Yan.
" Boleh aku memintanya, aku tidak memilki kenangan apapun dari kakak."
" Tentu saja." jawab Min Yan karena ia yakin Jiang Feng yang berada dialam sana akan senang jika barang kesayangannya ia berikan pada Adik tersayangnya.
" Terima kasih." kata Jiang senang lalu menerima gulungan itu.
" Yang mulia, anda mengatakan bahwa anda tidak memilki kenangan tentang jenderal? tetapi bukankah jenderal selalu mengirim hadiah ulang tahun anda setiap tahunnya?" tanya Min Yan karena Jiang Feng selalu memperlihatkan hadiahnya untuk Jiang Huan.
" Tetapi aku tidak pernah menerimanya?" jawab Jiang Huan.
__ADS_1
" Lalu kemana semua hadiah itu?"guman Min Yan, ia lalu teringat sesuatu, ia lalu mengeluarkan kotak kayu dari balik bajunya.
" Ini adalah hadiah ulang tahun anda untuk beberapa bulan lagi yang sudah jenderal siapkan, tetapi..." Min Yan tidak bisa melanjutkan kata-katanya, Jiang Huan ikut bersedih, ia lalu membuka kotak kayu itu.
" indah sekali." puji Jiang Huan, " aku akan memakai tusuk konde ini dihari ulang tahunku." jawab Jiang Huan mereka lalu bersama-sama menuju aula untuk penguburan.
Tidak ada pembicaraan lagi antar Jiang An dan Jiang Huan walaupun Jiang Huan ingin berbicara tetapi ia tahan, setelah selain pemakaman dan penghormatan ia lalu kembali kekamarnya.
" Zhang Han." panggil Jiang tetapi ia tidak menemukan Zhang Han dikamar, ia melihat surat diatas meja. Jiang membacanya.
" Aku pulang terlebih dahulu keistana karena ada hal yang harus aku urus, kau kembali keistana setelah urusanmu disini selesai."
Jiang menghela nafas, ia lalu membuka gulungan peta itu, " Apa ini peta kerajaan?" guman Jiang sambil meneliti gambar itu, ia ingin menyelidiki kematian Jiang Feng jadi mungkin lukisan ini ada hubungannya, tetapi jika difikir lagi apa mungkin karena Jiang Feng diserang dan terdapat tusukan dan goresan diperut dan lehernya.
" Kakak, aku pasti mengungkap kematianmu dan menghukum penjahatnya." kata Jiang, ia lalu menggulung kembali lukisan itu.Jiang lalu kembali keistana, ia sempat berpamitan pada Jiang An tetapi Jiang An tidak perduli sama sekali.
Jiang menuju kekediamannya, ia duduk ditaman sambil menunggu waktu untuk menyambut tamu, Bai Yinfei sudah lebih baik setelah mendapat penawar itu, ia melihat Jiang kemudian menghampirinya. Ia memberi hormat.
" Aku belum mengucapkan terima kasih padamu, terima kasih." ucap Bai Yunfei, Jiang Huan mengangguk.
" Anda sudah menemukan Wu Zhuqi?" tanya Bai Yunfei.
" Sudah, ia juga yang membantuku mencari penawarmu, Kenapa kau tidak mengatakan bahwa Wu Zhuqi adalah raja Jin Timur, Ying Zheng?"
Jiang mengetahuinya karena Yuwen Xue melihat peluit, dan mengatakan bahwa peluit itu tanda Bai Yunfei berada dalam bahaya dan ia ingin siapapun membawa peluit itu bearti Bai Yunfei menginginkan mereka membantunya, Bai Yunfei tertawa mendengar perkataan Jiang.
__ADS_1
" Aku kira kau memerlukan banyak waktu untuk mengetahuinya, ternyata aku salah
" jawab Bai Yunfei, ia tak tau jika informasi tentang dirinya sudah sampai pada Ying Zheng dan ia senang akan hal itu.
" Bearti kau sudah bertemu dengannya? kukira anda akan diculiknya."
" Apa ia berani melakukannya saat Zhang Han berada dihadapannya?"
" Zhang Han ikut?" tanya Bai Yunfei tidak percaya.
" Ummm." jawab Jiang, tak lama Dao-Dao dan Zhao An datang, Jiang tersenyum melihat mereka berdua.
" Sepertinya anda memiliki urusan, aku permisi dulu." kata Bai Yunfei saat melihat Dao-Dao dan Zhao An, Jiang mengangguk, dalam hati Bai Yunfei bertanya-tanya mengapa Zhang Han ikut juga tetapi ia tidak mau terlalu berharap Zhang Han memaafkan kesalahan yang tidak ia lakukan.
" Dao-Dao, selidiki lukisan ini." kata Jiang, ia lalu memberikan gulungan lukisan peta itu, ia memang sempat memanggil mereka saat sampai diistana. mereka mengobrol sebentar lalu Jiang pergi untuk menyambut tamh kerajaan.
Dengan mengunakan baju kebesaran Kaisar Qing, Zhang Han memang sangat menawan, saat kembali keistana ia segera meminum obatnya untuk mengembalikan kondisinya yang lemah, jadi ia tidak khawatir saat berhadapan dengan banyak orang. Jiang tidak bisa menggunakan pakaian kebesaran permaisuri kerajaan Qing karena statusnya dicabut dan hari ini ia harus melakukan pertandingan dengan selir Ming Hui untuk mengambil gelarnya kembali.
Para undangan tamu kerajaan mulai berdatangan dan mereka berkumpul diruang perjamuan, Zhang Han mengundang para raja tetangga, mereka sudah mengenal Jiang Huan yang dulu mereka kenal lemah sekarang mereka memiliki sedikit rasa hormat dan kekaguman untuk Jiang bahkan ada yang diam-diam menyukai Jiang tetapi seperti punuk merindukan bulan, tidak akan mungkin bisa memiliki jadi mereka hanya bisa menyimpan kekaguman saja.
Saat para raja raja mengobrol dan permaisuri mereka ikut meramaikan suasana, ada beberapa permaisuri tidak menyukai Jiang karena suami mereka mengagumi Jiang Huan. Tiba-tiba seorang prajurit berteriak dan mengatakan tamu datang dari kerajaan Jin Timur karena lambang bendera mereka jelas dan indentik dengan Vermilion dikening mereka, mereka tidak membawa undangan tetapi mereka dikenal tanpa memperkenalkan diri.
semua orang yang berada diruang perjamuan terkejut mendengar nama kerajaan Jin Timur kecuali Zhang Han dan Jiang Huan.
" Kerajaan Jin Timur?" kata seorang raja diperjamuan, ia juga terkejut mendengar berita itu. Tentu saja, dua kerajaan itu adalah musuh dan semua orang mengetahui hal itu jadi mereka cukup terkejut mendengar berita itu.
__ADS_1
" Apa akan terjadi perang?" tambah raja yang lain, mereka mulai bergaduh, menebak-nebak apa yang akan terjadi.
" Tenanglah semua." teriak Zhang Han, mereka semua terdiam mendengar teriakan Zhang Han, Saat Zhang Han ingin menjelaskan situasinya pintu tiba-tiba terbuka menampakkan wajah paling menawan yang dapat menandingi ketampanan Zhang Han yang mereka anggap tiada tanding dinegeri ini.