
Pagi itu Zhang Han mengadakan rapat yang hanya diikuti oleh para perdana menteri dan jenderal saja. Jiang merasa bosan, ia berfikir ingin keluar dari istana lagi bertemu teman-temannya itu.
" Lian , Yuan, aku ingin keluar istana."
" Tapi bagaimana jika Yang mulia mencari anda nona?" kata Yuan khawatir.
" Aku akan kembali sebelum orang lain menyadarinya, aku hanya sebentar saja." Jiang berganti pakaian, seperti biasa mereka menyamar, Lian memakai pakaian Jiang untuk menyamar.
Jiang berjalan-jalan dan segera kegubuk mereka, saat sampai terlihat Zhao An, dan Xuelan memasak dan Dao-Dao membelah kayu bakar.
" Apa kabar?" sapa Jiang, mereka bertiga langsung menoleh." Jiang." panggil mereka serempak.Jiang mengambil duduk dibangku bambu, mereka masih melakukan aktifitasnya.
" Jiang, bagaimana perkembangan tentang perang itu? masalah apa sehingga mereka mengibarkan bendera perang." tanya Zhao An lalu duduk diseberang meja Jiang, Jiang menuangkan teh pada cangkirnya dan cangkir yang ada di depan Zhao An.
" Mereka mengatakan bahwa pangeran mereka hilang 3 tahun yang lalu, mereka mendengar kabar bahwa pangeran mereka berada disini, jadi mereka ingin kita mengembalikan pangeran mereka." jawab Jiang sambil meminum tehnya.
" Pangeran Yan utara? Bagaimana mencarinya, bahkan kita tidak tau rupanya seperti apa? sepertinya masalah ini akan sangat sulit diselesaikan." Dao-Dao berkomentar.
" Sebenarnya ada sesuatu yang aku sembunyikan dari kalian." kata Xuelan tiba-tiba, mereka langsung menoleh Xuelan.
" Apa?" tanya Jiang.
" Ah, jangan-jangan kau sedang jatuh hati pada seseorang gadis ya? ayo mengaku, karena beberapa hari ini ku lihat kau sangat gelisah, kau takut kami tidak merestui hubungan kalian jadi kau gelisah." Kata Zhao An asal, ia tertawa mengejek Xuelan.
__ADS_1
" Benarkan? gadis mana yang memenangkan hatimu." ejek Jiang tak kalah, membuat Xuelan cemberut mendengarnya. karena memang Xuelan yang terkenal tampan sangat dingin kepada perempuan dan pengecut saat didekati wanita jadi tak heran mereka sering mengejek Xuelan. Banyak gadis mendekati Xuelan, tapi tidak ia ambil pusing sedangkan Zhao An dan Dao-Dao iri pada ketampanan Xuelan yang jarang dimiliki pria di kerajaan Qing ini juga para gadis banyak mengejar Xuelan.
" Kalian..." Xuelan langsung membuang muka dan cemberut karena ejekan mereka. Jiang tertawa kecil.
" Baiklah, apa yang ingin kau katakan pada kami." tanya Dao-Dao mengangkat masakan yang sudah matang untuk disajikan dipiring, ia sedang memasak Kue untuk cemilan mereka. saat dibuka aroma sedap menusuk hidung mereka. Dao-Dao memang pandai memasak jadi mereka biasa membantu Dao-Dao memasak untuk belajar memasak untuk hidup mandiri.
" Aku sebenarnya adalah..." belum selesai Xuelan berbicara Jiang langsung menyompol mulut Xuelan dengan kue." Nanti saja bicaranya, makan dulu nanti sudah habis oleh mereka kuenya." kata Jiang sesekali menyompol kue ke mulutnya.
Xuelan jadi ikut makan dan berhenti bercerita, karena buatan Dao-Dao sangat lezat mereka tanpa sadar sangat cepat menghabiskannya.
" Dao-Dao kau benar-benar ahli dalam memasak ya Dao-Dao, very tasty(sangat lezat)." kata Jiang tanpa sadar lalu mengacungkan jempol pada Dao-Dao.
" Kau mengatakan apa?" tanya Dao-Dao, Jiang segera menyadari ia salah berbicara karena ia menggunakan bahasa Inggris, Zhao An dan Xuelan juga menoleh Jiang karena tidak mengerti perkaataan Jiang
" Very Tasty." kata mereka serempak.
" Kalian salah mendengar, aku mengatakan sangat lezat." kata Jiang tersenyum bodoh dihadapan mereka. Mereka mengangguk karena percaya perkataan Jiang.
" oh ya Xuelan, kau ingin mengatakan apa tadi." Jiang mengalihkan pembicaran.
" Tidak Jadi, kapan-kapan saja." jawab Xuelan. mereka tidak bertanya lebih lanjut. mereka mengobrol Sampai tidak terasa kalau hari sudah sore.
" Oh ya, aku harus kembali keistana, kerena hari sudah sore, aku pulang dulu." Jiang beranjak pergi sambil melambaikan tangan, mereka membalas lambaian tangan Jiang.
__ADS_1
Jiang sudah sampai diistana, ia datang mengendap-endap karena takut ketauan, karena jika ia ketauan akan dihukum karena keluar istana tanpa izin. saat sampai dikediamannya, Jiang merasa ada yang aneh ia segera menuju kamar dan terlihat Lian dan Yuan sedang berdiri dipintu kamarnya.
Jiang heran, apa yang mereka lakukan, bukankan Lian sedang menyamar menjadi dirinya dan disuruh jangan sampai keluar kamar. Jiang mendekati mereka, terlihat wajah khawatir mereka tapi mereka tidak mengatakan apapun." Nona." panggil mereka serempak.
" Apa yang kalian lakukan disini, bukankah..." belum selesai ia bertanya seseorang meneriakkan namanya dari dalam kamar membuat Jiang sangat terkejut, ia sempat mematung mendengar suara Zhang Han yang lantang memanggil namanya dari dalam.
" Apa kau akan terus berdiri diluar Jiang." ulangnya, Jiang Huan membuka pintu kamarnya dengan wajah sedikit takut melihat kemarahan Zhang Han. Jiang sudah berdiri didepan Zhang Han dengan kepala menunduk, ia memberi hormat pada Zhang Han , kini di dalam ruangan, mereka hanya berdua.
" Apakah kau sudah sering melakukan ini?"
" Melakukan apa?" tanya Jiang pura-pura bodoh.
" Kau bukan gadis bodoh yang tidak mengerti perkataanku, Jiang, kau tau, apa hukuman jika kau keluar istana tanpa Izin?"
" Tau yang mulia, masfkan aku, tapi aku sangat bosan berada diistana."
" Bosan? hanya karena bosan kau keluar istana dan membahayakan dirimu." suara Zhang Han lantang ditelinga Jiang. " Jika kau melakukannya lagi, yang menanggung hukumanmu adalah Lian dan Yuan."
" Hah? kenapa mereka yang harus menanggungnya, aku yang bersalah, mereka hanya mendengar perintahku." Jiang terkejut langsung memandang wajah Zhang Han.
" mulai sekarang, segala kesalahanmu akan ditanggung Lian dan Yuan, jika kau melakukan kesalahan lagi, Lian dan Yuan yang akan dihukum, kau mengerti?"
Jiang terdiam tidak mengatakan apapun, Zhang Han sangat kesal melihat Jiang yang seenaknya, ia lalu meninggalkan Jiang tertunduk kembali dihadapannya. Saat Zhang Han sudah pergi, Jiang menghela nafas, sekarang ia tidak bisa keluar istana seenaknya karena sekarang Zhang Han akan mengawasinya. Jiang merasa kasihan pada Lian dan Yuan yang akan dihukum atas kesalahannya.
__ADS_1