
Tidak terasa mereka bercerita sampai sore hari, Lian dan Yuan sudah sangat khawatir dengan dengan Jiang yang belum juga kembali padahal hari mau gelap. Yuan sudah bolak balik didalam kamar dengan Lian yang sudah pusing melihat Yuan yang tidak tenang.
" Yuan, bisakah kau berhenti bolak balik seperti itu, kepala ku pusing melihatmu." Lian yang berpakaian seperti Jiang menggelengkan kepalanya, Yuan lalu mendekati Lian.
" Kenapa nona belum juga kembali, aku sangat khawatir. kau ingat saat dulu ia kembali terakhir kali sebelum jatuh kedanau? dia berteriak dan mengatakan tubuhnya terasa terbakar. aku takut itu akan terjadi lagi." kata Yuan yang sudah menangis mengingat kejadian 6 bulan yang lalu.
" Aku tau kau sangat khawatir, aku juga khawatir tapi itu tidak akan menyelesaikan masalah, jadi duduklah yang tenang, aku yakin sebentar lagi nona pasti juga akan kembali, nona yang dulu dan sekarang sangat berbeda, aku sangat yakin dia yang sekarang." kata Lian menenangkan Yuan tapi diapun sangat khawatir tapi ia tidak bisa melakukan apapun selain menunggu kedatangan Jiang.
Lain tempat, Jiang yang menyadari hari sebentar lagi akan gelap hari segera kembali keistana karena di khawatir akan ada orang yang mencarinya.
" Aku harus kembali sekarang, besok kita akan menemui orang itu." kata Jiang mengakhiri percakapan mereka.
" Kami antar." kata Xuelan ikut berdiri melihat Jiang berdiri untuk berpamitan.
" Tidak usah, kalian kembalilah kerumah kalian." ucap Jiang lalu meninggalkan mereka, mereka juga tidak berkata apa-apa lagi.
__ADS_1
Diistana saat Lian dan Yuan merasa bingung untuk melakukan apa, tiba-tiba prajurit berteriak dari luar kediaman.
" Yang mulia Kaisar Berkunjung." teriak prajurit itu dari luar kediaman, Lian dan Yuan langsung terkejut.
" Yang mulia kaisar." ucap mereka serempak, sekarang jantung mereka sudah berdegug kencang.
" Apa yang harus kita lakukan? mengapa kaisar tiba-tiba datang kemari? bagaimana ini?" Kata Yuan khawatir ia berdiri dan berjalan bolak balik lagi karena khawatir tidak tau harus melakukan apapun, tak kalah Lian lebih khawatir mereka berdua seakan diambang kematian. siapa yang berani menghentikan kedatangan kaisar?
" Lian, bagaimana ini." Yuan sudah hampir menangis, Zhang Han sudah semakin dekat menuju kamar mereka, Lian Dan Yuan hanya bisa pasrah jika mereka ketahuan, lalu tiba-tiba jendela dibelakang mereka terbuka dan Jiang masuk lewat jendela. Lian dan Yuan terkejut lalu segera membantu Jiang masuk kedalam kamar.
" Ayo cepat." ucap Jiang lalu mereka segera berganti pakaian.Zhang Han yang sudah lama mengentuk pintu tapi tak kunjung dibukakan membuatnya khawatir mungkin terjadi sesuatu padanya, Zhang Han segera mendobrak pintu, tapi saat pintu ingin didobrak, pintu tiba-tiba terbuka dan berdiri Jiang yang sudah berganti pakaian dengan Lian.
Lian dan Yuan yang sudah berganti pakaian pelayan berdiri dibelakang Jiang, Zhang Han menatap Jiang." Aku kira pintu mu bermasalah? karena kau lama sekali membukakan pintumu." ucap Zhang Han menatap Jiang penuh tanda tanya.
Jiang yang merasa ditatap menjadi salah tingkah, tapi segera ia mengendalikan dirinya agar tetap bersikap tenang." Ada apa anda datang kemari yang mulia?" tanya Jiang, Zhang Han langsung masuk kedalam tanpa dipersilahkan Jiang. Jiang yang mengikuti Zhang Han dibelakang bernafas lega setelah tadi dia sempat khawatir akan ketahuan.
__ADS_1
" Aku hanya penasaran, apa yang kau lakukan seharian ini tanpa keluar dari ke kediamanmu." jawab Zhang Han tanpa menoleh kearah Jiang.
" Anda merindukannku yang mulia?" tanya Jiang, Lian dan Yuan tersenyum sambil menundukan kepalanya, Zhang Han langsung memutar badan menghadap kearah Jiang.
" Sepertinya permaisuri memiliki kepercayaan diri terlalu tinggi hingga bisa berkata seperti ini." sindir Zhang Han lalu mendengus kesal yang jelas sekali didengar Jiang, Jiang memutar bola matanya dengan kesal.
" Lalu kalau bukan merindukan saya, untuk apa anda datang kemari yang mulia." tanya Jiang yang jelas sedang kesal Zhang Han.
" Ibu suri memintaku untuk membawamu bertemu dengannya." jawab Zhang.
" Ibu suri? ingin bertemu denganku? aku belum pernah bertemu dengan ibu suri? lalu mengapa ia tiba-tiba ingin bertemu denganku?" tanya Jiang Heran, menatap Zhang Han yang sepertinya juga heran sedang menatap dirinya.
" Ibu suri sangat menyayangimu, hanya saja ia tidak bisa berjalan jauh karena sakit yang dideritanya itulah ia tidak pernah hadir dijamuan makan maupun bertemu denganmu saat mendengar dirimu sadar setelah tidak sadarkan diri selama 3 bulan." jawab Zhang Han mengelengkan kepalanya menatap Jiang.
" Aku benar-benar tidak mengingat apapun, jadi aku tidak tau." ucap Jiang menyesal." Bagaiman aku tau ibu suri sangat menyayangi Jiang Huan, akukan menepati tubuh Jiang saja, aki Xiao Na bukan Jiang Huan, aku juga tidak tau kapan aku bisa kembali atau aku akan selamanya menempati tubuh ini." batin Jiang menghela nafasnya.
__ADS_1