Berinkarnasi

Berinkarnasi
Kesedihan yang mendalam


__ADS_3

" Mari bertemu didekat danau Pinggir kota." Bai Qian lalu merobek surat itu, ia lalu kembali kekamarnya. Zhang Han kembali kekamarnya yang diikuti Lan Huan dan Wei Chan, tak lama seorang prajurit masuk lalu memberikan sebuah surat resmi, setelah membaca surat itu, Ia menggulungnya kembali.


" Dimana Fang Yin?" tanya Zhang Han, mereka tidak melihat Fang Yin dari tadi, wanita itu tidak akan berani berkeliaran disiang hari karena ia dilarang Zhang Han keluar dari kediaman Zhang Han disiang hari.


Lan Huan dan Wei Chan menggeleng, tak lama Ying Zheng datang dengan tergesa-gesa. " Bagaimana?" tanya Ying Zheng begitu sampai dihadapan mereka.


" Jangan cemaskan disini, lebih baik kau cemaskan kerajaanmu." Ying Zheng tidak mengerti perkaataan Zhang Han, Zhang Han lalu memberikan surat resmi yang baru saja ia terima pada Ying Zheng. Ying Zheng dengan cepat membuka surat itu.


" Ini..." Ying Zheng terkejut, ia menoleh pada Zhang Han yang mengangguk mengiyakan Surat itu.


" Bawa kembali pasukanmu, kau membutuhkannya." Ying Zheng mengangguk.


" Maaf, disaat seperti ini aku tidak bisa menemanimu, aku pergi, setelah urusanku selesai aku akan membantumu." Zhang Han mengangguk, Ying Zheng segera pulang karena dalam surat itu, ibunya mengirim pesan bahwa kerajaan sedang genting karena tiba-tiba terjadi pemberontakan dikerajaan yang akan menyebabkan perperangan. Ibu Ying Zheng sudah mengira Jika Ying Zheng tidak berada diistana maka satu-satunya tempat yang ia tuju adalah kerajaan Qing karena hanya kerajaan Qing yang bisa membuat putra semata wayangnya itu takluk.


Itulah mengapa ia menulis surat resmi dan mengirimkannya pada Zhang Han.


Ying Zheng langsung pergi, Zhang Han lalu menoleh pada Lan Huan." Cari Fang Yin, tidak biasanya wanita itu berkeliaran." Lan Huan mengangguk lalu mengundurkan diri.


Zhang Han menghela nafas, ia sangat pusing memikirkan masalah ini, ia masih belum bisa menerima apa yang terjadi, tiba-tiba ia teringat seseorang. " Wei Chan, cepat panggil Zhao An." ia baru teringat Zhao An, hanya Zhao An yang dekat dengan Jiang, Zhang Han berharap Zhao An mempunyai jawabannya. Wei Chan segera mengundurkan diri.


Tak lama Wei Chan datang bersama Zhao An, Zhang Han langsung menghampiri Zhao An." Yang mulia." Zhao An memberi hormat. tampak wajah Zhao An lesu dan tak bersemangat, bahkan kesedihan jelas diwajahnya.

__ADS_1


" Apa yang terjadi sebenarnya? apa benar Jiang yang melakukan semua itu?" tanya Zhang Han bersemangat. Zhao An mengangguk.


Zhang Han langsung menarik kerah baju Zhao An. " katakan dengan jelas, kenapa Jiang melakukannya? kenapa dia meninggalkan diriku? kenapa..." teriak Zhang Han frustasi, mendengar Zhang berkata seperti itu, Zhao An naik pitam, ia lalu menatap marah Zhang Han kemudian menarik kerah bajunya, Wei Chan ternganga melihatnya.


" Kenapa kau bilang? itu semua karena dirimu..."teriak Zhao An marah, ia bahkan lupa sedang berbicara dengan siapa dirinya.


" Kau yang membuatnya melakukan semua itu, kau membuatnya mengorbankan segalanya, bukankah itu yang kau inginkan? kau mempertanyakan dirinya, Sekarang jawab aku, apa kau pernah perduli padanya? apa kau perduli saat ia hampir kehilangan nyawa hanya demi membongkar kejahatan yang ada diistana, saat ia mengorbankan nyawanya untukmu, apakah kau menghargai itu, dia mempertaruhkan segalanya demi kerajaan ini, sedangkan kau... kau bahkan tidak melakukan apapun, ia bertarung mati-matian diluar sana, tetapi kau... kau hanya bisa berteriak disini." Zhao An meluapkan kekesalannya, ia menghempaskan kerah baju Zhang Han dengan keras.


Zhang Han tertegun, Setelah beberapa saat Zhao An tersadar, ia lalu berlutut dihadapan Zhang Han. " Maafkan hamba yang mulia, kau bisa menghukumku karena bersikap tidak hormat padamu." ucap Zhao An sedikit menyesal, Zhang Han terdiam, ia lalu terduduk di kursinya.


Zhang Han terdiam." Kau benar...aku terlalu banyak menyakitinya, kau benar...baik dulu maupun sekarang aku tidak bisa melindunginya, aku hanya menempatkan dirinya dalam bahaya, aku bodoh..aku tidak berguna....." Zhang Han tertawa pahit.


Zhao An lalu berdiri mendekati Zhang Han. " Yang mulia...aku mengatakannya hanya karena aku marah, yang mulia." Zhao An menyesal mengatakan hal yang membuat Zhang Han seperti sekarang. Zhang Han lalu menepuk pundak Zhao An. " kau benar..." ucapnya tertawa gentir menahan sakit luar biasa dihatinya.


" Ia bahkan membuatmu bersumpah..." ucapnya kesal, Zhang Han tidak dapat menahan air matanya yang jatuh.


" kenapa ia melakukan semua ini.. kenapa?" Zhang Han tertawa keras tetapi air matanya tidak berhenti mengalir.


" Yang mulia." Zhao An menjadi sedih, lalu Wei Chan menarik Zhao An keluar dari ruangan itu meninggalkan Zhang Han sendiri yang tertawa seperti orang gila.


Wei Chan menutup pintunya, mereka berdua sedikit menjauh dari ruangan itu. Zhao An ingin bertanya tetapi melihat tatapan mata Wei Chan yang kesal padanya ia jadi mengurungkan niatnya.

__ADS_1


" Kalau saja aku tidak mengingat kau adalah orang kepercayaan selir Jiang, aku pasti sudah menebas kepalamu tadi." ucapnya sedikit kesal, ia lalu mengalihkan pandangannya menatap kamar Zhang Han, Zhao An tidak berani bertanya lagi.


Zhang Han langsung jatuh berlutut, ia menangis, kemudian ia memukul lantai. " Aku lemah...aku tidak berguna...aku kira aku paling kuat di negeri ini ternyata aku sekuat ranting pohon yang rapuh, aku tidak mampu menyelesaikan apa yang terjadi didalam istanaku sendiri, maafkan aku... maafkan aku..." tangan Zhang Han berdarah karena memukul lantai.


Wei Chan dan Zhao An tetap menunggu diluar, tak lama Lan Huan datang. " Bagaimana?" tanya Wei Chan saat melihat kedatangan Lan Huan. Lan Huan menggelengkan kepala.


" Tidak ketemu, tapi penjaga bilang mereka melihat Ia keluar dari kediaman ini, tetapi tidak tau pergi kemana dan sampai sekarang belum kembali." Jawab Lan Huan, Wei Chan mengangguk.


" Kenapa kalian menunggu disini?" tanya Lan Huan heran. mereka berdua hanya saling menoleh tetapi tidak ada satupun yang menjawab.


" Hei... aku sedang bertanya, kenapa kalian hanya menoleh saja."


" Tanyakan padanya." jawab Wei Chan menunjuk Zhao An, Lan Huan lalu menoleh pada Zhao An. Zhao An ragu untuk bercerita tetapi akhirnya ia menceritakan yang terjadi sampai selesai, Lan Huan langsung menarik pedangnya dari sarungnya,Zhao An terkejut.


" Aku... aku terlalu emosi..." Zhao An ketakutan melihat Lan Huan yang kesal padanya.


" Lan Huan, sarungkan pedangmu." Lan Huan menyarungkan pedangnya dengan kasar. ia lalu mendekat pada Zhao An dengan wajah garangnya.


" Kau tidak tau apapun tentang yang mulia, kau fikir selir Jiang saja yang menderita, yang mulia juga menderita karenanya." Ucap Lan Huan kesal.


" Kau tau apa yang sudah yang mulia lakukan demi selir Jiang, dia..."

__ADS_1


" Lan Huan..." teriak Wei Chan menghentikan Lan Huan membongkar semua yang mereka rahasiakan pada orang lain. Zhao An terkejut.


" Apa?" Zhao An ingin mendengar kelanjutannya, Lan Huan menutup mulutnya dan ikut berdiri bersama mereka menunggu Zhang Han memanggil mereka. pada Akhirnya mereka bertiga hening menunggu Zhang Han.


__ADS_2