
Jiang maupun Bai Yunfei tidak menyadari jika pintu terbuka kembali karena saat selir Lu Xiang memasuki ruangan pintu itu tertutup kembali. semua orang terkejut melihat Jiang bersama Bai Yunfei tapi hanya 1 orang disana yang saat ini darahnya sedang mendidih melihat pemandangan didepannya, ia tak lain Zhang han yang entah mengapa setiap melihat Jiang bersama Bai Yunfei ia merasa tidak terima.
Jiang yang pertama menyadari pintu itu terbuka." Mari kaisar Bai Yunfei." ajak Jiang lalu mereka berdua sama-sama melangkah masuk.
" Berhenti disana." teriak Zhang, suaranya menggema keseluruh ruangan. Jiang san Bai Yunfei sama-sama berhenti saat mendengar teriakkan Zhang.
" Siapa yang mengizinkan dirimu boleh datang kejamuan makan ini Bai Yunfei." kata Zhang Dingin.
Saat Jiang akan melangkah menuju meja makannya, Bai Yunfei tiba-tiba menahan pergelangan tangan Jiang, Jiang sempat terkejut begitu juga semua orang terutama Zhang yang sudah bergeretakan giginya menahan amarah.
" Lancang." teriak Zhang marah lalu ia berdiri dari meja makannya menuju Bai Yunfei yang masih memegang pergelangan tangan Jiang.
" Beraninya pengkhianat sepertimu menyentuh permaisuri kerajaan ini." kata Zhang marah, lalu ia memisahkan tangan Bai Yunfei dan Jiang secara paksa, di tariknya Jiang kebelakang punggungnya.
__ADS_1
Semua orang terkejut melihat kemarahan Zhang hanya karena tangan Jiang dipegang oleh Bai Yunfei, apakah Raja mereka sedang cemburu? para selir yang dijamuan makan saling berbisik-bisik dan menebak- nebak perilaku Zhang yang seperti tidak biasanya.
" Apa yang anda lakukan yang mulia, apa anda sedang cemburu?"guman Jiang pelan yang hanya didengar oleh Zhang. Zhang sempat tertegun, ia baru tersadar apa yang telah ia lakukan.
Saat mendengar Jiang mengatakan kalau ia cemburu membuat dirinya sedikit malu, apalagi semua orang menatap dirinya. " Apa yang aku lakukan,apakah aku benar-benar cemburu hanya karena Jiang disentuh Bai Yunfei." fikir Zhang, dirinya tidak habis fikir mengapa ia harus repot-repot menarik Jiang menyembunyikannya di belakang punggungnya.
" Silahkan keluar dari sini." kata zang dingin setelah membuang jauh-jauh fikiran tentang cemburunya itu. Lama Bai Yunfei menatap Jiang dan Zhang bergantian lalu menghela nafas kemudian meninggalkan ruangan jamuan makan itu tanpa mengucapkan sepatah katapun.
Bai Yunfei kekamarnya dan para pengawalnya hanya di ijinkan berada disekitar istana barat dan jika mereka berkeliaran mereka akan dihukum, hanya Bai Yunfei yang berani berkeliaran karena bagaimanapun peraturan yang dibuat Zhang ia tidak pernah mendengarkannya.
" Kalian tidak perlu mengkhawatirkan aku, di istana ini hanya satu orang yang perlu kita waspadai." kata Bai Yunfei memandang kearah jendela yang terbuka.
Dijamuan makan, Jiang dan semua orang yang sedang makan dikejutkan pintu yang tiba-tiba terbuka dan berdiri seseorang yang bisa dibilang cukup muda dan bisa ditebak kalau umurnya tak jauh dari umur Zhang. melihat pria itu, Zhang langsung berdiri dan berjalan kearahnya, semua orang juga ikut berdiri kecuali Jiang yang masih duduk.
__ADS_1
" Kakak, kmu sudah kembali." kata Zhang senang, lalu memeluk pria itu. Saat pria itu berpelukan Dengan Zhang, pria itu semapt menoleh kearah Jiang yang masih asyik makan dan terlihat jelas keterkejutan di wajahnya.
" Apa mungkin dia selamat." Batin Pria itu masih tidak mempercayai apa yang dilihatnya, tapi entah mengapa ia melihat ada yang berbeda dari Jiang. Zhang melepas pelukannya tpi pria itu tanpa sadar terus menatap Jiang.
" Kakak apa yang sedang kakak lihat, ayo makan dulu." ajak Zhang, Pria itu segera mengalihkan pandangannya kearah Zhang dan tersenyum tapi hatinya penuh dengan pertanyaan, ia lalu duduk di meja dekat tangga singgasana tempat untuk para keluarga kerajaan.
" kakak karena kakak sudah kembali, ayo bersulang." kata Zhang lalu menganggkat satu cangkir arak yang juga diikuti oleh Pria itu, tapi pandangannya juga tidak lepas dari Jiang yang duduk didepanya.
Jiang merasakan dari pria itu masuk ia terus diperhatikakan olehnya, apa ada yang salah dari dirinya, tapi yang pasti ia kakak kandung Zhang, fikirnya . Zhang pun dapat melihat bahwa kakaknya terus memperhatikan Jiang membuat hatinya merasa kesal,entah mengapa ia pun tidak tau penyebabnya.
Pria itu tiba-tiba berdiri lalu membawa secangkir arak ditangannya lalu berjalan kearah Jiang.
" Permaisuri Jiang Huan, selamat anda sepertinya selamat dari maut, bersulang untuk anda." ucap pria Itu tersenyum, Jiang cukup terkejut, lalu Jiang mengangkat cangkir yang berisi arak di mejanya." bersulang." jawab Jiang lalu mereka minum bersama, tapi pandangan matanya benar- benar tidak bisa ia lepaskan dari Jiang.
__ADS_1
Melihat pandangan kakaknya membuat Zhang jengah, kalau orang lain yang melakukanya akan Zhang cungkil kedua bola matanya. " Ada apa Zhang, kau sedang cemburu." seolah ada seseorang yang sedang berbicara didalam hatinya.