Berinkarnasi

Berinkarnasi
Perasaan Zhang Han


__ADS_3

" Hebat, iya bisa merasakan kehadiranku. apa benar ini Jiang Huan yang ku kenal?" tanyanya dalam hati,gadis bercadar itu masih memantau gerak gerik Jiang Huan.


" Aku tau kau masih disini, tidak perlu bersembunyi." teriak Jiang entah pada siapa, karena ia masih merasakan seseorang ada tapi tidak nampak oleh kegelapan malam.


Ditubuh Jiang adalah jiwa Xiao na, bagaimana mungkin dia seorang mafia kelas dunia yang sudah dilatih semua indra dan filingnya, mengetahui seorang musuh berada di sekitarnya sangatlah mudah baginya, tapi keberadaan orang itu tidak nampak olehnya karena banyaknya pohon yang rimbun dan ditambah hari yang sudah gelap.


Lalu tiba- tiba sebuah pisau terbang kearahnya karena lemparan seseorang, beruntung Jiang menghindari pisau itu karena ia sempat melihat cahaya perak terbang kearahnya, kalau saja pisau itu mengenai dirinya, sudah dipastikan ia akan mati ditempat karena pisau itu ditembakan kearah lehernya.


" Jangan bermain seperti anak kecil, kalau kamu memang punya kemampuan, tunjukan batang hidungmu." tantang Jiang.


" Terlalu sombong hanya karena bisa menghindari satu pisauku, tapi harus kuakui aku cukup terkejut karena belum ada yang pernah lepas dari lemparan pisauku." ucap suara itu berada dibelakang Jiang.


Jiang lalu berbalik badan, dilihantya seseorang memakai penutup wajah dan berpakaian serba hitam, dan dapat Jiang pastikan orang dihadapannya pasti perempuan karena suaranya sangat jelas dan halus.


" Tidak perlu memujiku, banyak bicara pastilah punya kemampuan." ucap Jiang tersenyum licik, orang bercadar itu menatap Jiang penuh kebencian, terlihat dari sorot matanya yang seperti ingin memakan Jiang Hidup-hidup.


" Kupastikan aku akan mengulitimu malam ini." teriaknya marah, ia lalu berlari kearah Jiang dan terdapat sebuah pisau pendek ditangannya.

__ADS_1


mereka bertarung, Jiang tidak bodoh seperti yang dikiranya, Jiang menyimpan belati dilengan bajunya, ia siap menyambut serangan yang datang padanya. saat pisau itu akan mendekatinya, segera ia tangkis dan pisau itu dapat ditahan dengan belati pendeknya.


tapi Jiang sedikit lengah sehingga ia mendapat tendangan diperutnya, ia pun termundur beberapa langkah.


" Setiap senjata memiliki mata, pisau ku ini sudah banyak memakan darah." kata orang itu tersenyum dibalik cadarnya.


" tapi kau lupa, ketajaman senjata ditentukan oleh siapa yang bisa menggunakannya dengan baik." kata Jiang lalu ia melangkah maju, mereka bertarung kembali tiba- tiba para prajurit yang berjaga mendengar keributan dan segera berlari kearah suara itu.


wanita bercadar itu melihat para prajurit berlari kearahnya, sehingga ia lengah dan kesempatan Jiang, ia lalu menggores lengan musuhnya. wanita bercadar itu segera memegangi lengannya yang terluka.


" Sial." ucapnya marah, lalu ia pergi meninggalkan tempat itu, ilmu meringankan tubuhnya sangat tinggi, sehingga para prajurit itu tidak mampu mengejarnya, Jiang hanya bisa melihat kepergian wanita itu. Jiang memang bisa beladiri tapi ilmu meringankan tubuh butuh tenaga dalam dan perlu waktu untuk melatihnya, lagipula ia juga tidak memiliki guru untuk berlatih.


" Aku baik-baik saja." jawab Jiang, tapi ia masih penasaran siapa orang yang menyerangnya. setaunya ia tidak memiliki musuh selain selir Lu Xiang tapi Jiang sudah pernah bertarung dengan Selir Lu xiang dan ia sudah mengukur kekuatan Selir Lu Xiang yang dianggapnya masih standar dan tidak kuat seperti ia bertarung dengan penyusup itu.


Jiang kembali kekediamannya dan terlihat kedua pelayannya cemas menunggu kedatangannya.


" Nona, anda baik-baik saja." tanya Lian khawatir.

__ADS_1


" Kami mendengar ada penyusup yang masuk dan kami khawatir akan keselamatan nona." kata Yuan tak kalah khawatir.


" aku baik-baik saja,kalian berdua tidak perlu khawatir." jawab Jiang lalu ia duduk di kursi yang ada didekatnya.


tak lama seseorang membuka pintu kediamannya,membuat semua yang ada diruangan itu terkejut, ia tak lain adalah Zhang Han. untuk pertama kalinya Zhang Han datang kekediaman ini.


" Yang mulia kaisar Zhang Han." kata Jiang terkejut, Lian dan Yuan sudah berlutut dihadapan Zhang Han.


" Ku dengar ada penyusup, jadi aku ingin memeriksanya." kata Zhang Han datar.


Lian dan Yuan segera meninggalkan Jiang dan Zhang berdua saja di ruangan itu.


" Apa anda mengkhawatirkan saya yang mulia?" tanya Jiang menaikan sebelah alisnya. Zhang Han seperti gugup tapi ia segera menyembunyikan kegugupannya.


" Apakah kau selalu percaya diri seperti ini permaisuri." jawab Zhang Han datar. tapi siapa yang menyangka setiap melihat Jiang , Zhang Han merasa jantungnya berpacu sangat kencang.


" Kurasa aku harus memeriksa jantungku pada tabib besok, kenapa harus berdetak kencang seperti ini." batinnya, dan sungguh entah sejak kapan ia merasa terpesona melihat kecantikan Jiang.

__ADS_1


" Aku pun harus memeriksa mataku juga." batinnya, entah mengapa ia ingin bersikap lembut pada Jiang tapi setiap bertemu Jiang yang keluar hanya kata-kata kasar dan berakhir perdebatan.


" Yang mulia, jadi ada keperluan apa anda datang kemari? anda tidak bermaksud untuk bermalam disini bukan? " tanya Jiang tersenyum paksa.


__ADS_2