
Lu Xiang memandang Zhao An dari jauh, ia lalu memanggil seseorang. " Jebak Zhao An masuk kedalam Harem istana wanita." kata Lu Xiang, orang tersebut mengangguk lalu pergi setelah memberi hormat.
Malam ini Zhao An berpatroli keliling istana, saat Zhao An berpatroli ia melihat melihat bayangan baju hitam, Zhao An curiga lalu ia mengejar baju hitam yang berlari itu, orang yang berbaju hitam itu lalu pergi menuju harem wanita, Zhao An terhenti, ia ragu untuk masuk.
" Bagaimana ini? jika aku masuk dan ketahuan, aku bisa dihukum mati, tetapi jika tidak masuk maka aku takut terjadi sesuatu pada para wanita yang berada diharem." Zhao An berfikir keras tentang hal ini.
Harem wanita adalah tempat dimana pria dilarang masuk, jika ada yang masuk tanpa izin Zhang Han maka ia pasti akan dihukum mati tanpa pertimbangan apapun, Zhao An berdiri bolak-balik berfikir sambil melihat pintu masuk harem yang tidak ada menjaganya, ia juga heran kemana penjaga harem itu.
" Lebih baik aku masuk, jika terjadi sesuatu diharem, maka akan menambah masalah." Zhao An mengumpulkan keberanian untuk masuk, saat ia sudah masuk sampai pintu masuk harem, seseorang menahan bahu Zhao An, ia menelan ludah, khawatir jika ia sudah ketahuan sebelum menemukan penjahat yang masuk kedalam harem.
Jantungnya berdebar kencang, ia perlahan membalikkan badan untuk melihat orang yang menahannya, ia menghela nafas lega saat melihat orang itu.
" Kau menakutiku setengah mati, Jiang." Zhao An menghela nafas.
" Apa yang kau lakukan diharem wanita, kau ingin dipenggal Zhang Han?"
" Apakah ada wanita diharem yang kau sukai sehingga kau rela mengorbankan nyawa untuk bertemu dengannya?" Zhao An menggeleng cepat.
" Omong kosong, aku melihat seseorang yang mencurigakan masuk kedalam harem, itulah mengapa aku mengejarnya, lalu kau sendiri, kenapa ada disini?" Zhao An heran menoleh Jiang yang tiba-tiba berada dibelakangnya.
" Ternyata dugaanku benar, ayo pergi dari sini." Jiang lalu menarik pergi Zhao An dari sana, Zhao An heran tetapi ia mengikuti Jiang yang menarik tangannya, mereka sampai ditempat yang agak sepi.
" Kenapa kau menarikku kesini? bagaimana dengan wanita diharem itu? apa kau tidak takut mereka akan disakiti dan hanya menambah masalah Zhang Han." Jiang lalu memukul kepala Zhao An, Zhao An meringis sambil mengelus kepalanya yang dipukul Jiang.
" Bodoh, apa kau tidak menyadari jika kau sedang dijebak."
" Dijebak?"
" Aku sudah menduga ini akan terjadi, setelah Dao-Dao, kau akan menjadi sasaran berikutnya, jika kau masuk kedalam harem dan ketahuan oleh para wanita diharem maka kau akan dihukum mati, Lu Xiang pasti sudah menduga bahwa aku tidak akan membiarkan Zhang Han menghukummu, aku pasti menantang Zhang Han karena kau adalah temanku, jadi Posisi Zhang Han akan berat, jika ia menghukum matimu maka aku akan membencinya seumur hidup dan jika ia tidak menghukummu maka seluruh orang dikerajaan akan menentang Zhang Han."
__ADS_1
" Jadi apapun yang akan dipilih Zhang Han akan menyakitinya." Zhao An baru menyadarinya.
" Lalu apa yang akan kau lakukan?"
" Biar aku yang masuk, kau patroli saja dan jangan melakukan apapun, aku punya rencana." Zhao An mengangguk, Jiang lalu pergi menuju harem, Zhao An lalu berpatroli lagi.
Saat Jiang masuk kedalam harem, membuat seluruh wanita diharem heran, pasalnya Jiang masuk keharem ini pertama kali, mereka menatap Jiang yang hanya melewati mereka dan tidak memperdulikan apapun. Jiang mencari orang yang dikatakan Zhao An, ia mengelilingi istana luas yang dihuni ribuan wanita itu.
" Ahhhhh, sangat melelahkan mengelilingi harem ini? aku bahkan tidak tau seluk beluk istana harem." Nafas Jiang terengah-engah karena kelelahan berjalan. ia lalu melihat seorang wanita yang ditemani satu pelayan saja, yang membuat menarik adalah ia berjalan dilorong sepi, tidak ada satupun orang melewati jalan itu dimalam hari tetapi ia melihat wanita itu berjalan ditemani satu pelayan, Jiang menghampiri wanita itu.
begitu kedua orang itu melihat Jiang, mereka memberi hormat. " Selir Jiang Huan tingkat 1." sapa mereka memberi hormat, sangat jarang bertemu nyonya harem, selain selir tingkat, wanita lain dipanggil Nyonya.
" Boleh aku tau kau siapa?" tanya Jiang heran, wanita itu lalu menganguk dan tersenyum.
" Nyonya A Niang." jawab wanita itu.
" Aku ingin bertanya? apakah kau melihat seseorang berbaju hitam masuk..." Belum selesai Jiang bertanya ia terkejut melihat dua penjaga membawa seseorang berbaju hitam dengan penutup wajah, penjaga itu menghampiri mereka dengan menggandeng orang berbaju hitam itu.
" Dia tidak akan mengatakan apapun." kata A Niang, Jiang menoleh padanya.
" Karena ia tidak memiliki lidah." Guman Jiang, A Niang mengangguk, Jiang lalu menoleh pada wanita penyusup itu lagi.
Jiang menggerakkan tangan yang ia ketahui untuk berbicara padanya, wanita penyusup itu terkejut.
" Lepaskan tangannya." Jiang menyuruh kedua pengawal itu melepaskannya, kedua pengawal itu menuruti Jiang.
" Apa tujuanmu untuk menjebak temanku?" Jiang bertanya dengan menggerakkan tangannya, wanita itu tertawa tanpa suara.
" kenapa kau begitu yakin bahwa aku akan memberitahukanmu ***hanya karena kau mengetahui cara bicara kami." Wanita itu membalas gerakan Jiang dengan senyum mengejek.
__ADS_1
" Lidahmu dipotong tetapi kau masih setia pada mereka, apa yang mereka berikan pada kalian?"
" Apa yang tidak bisa diberikan oleh orang lain, mereka adalah penyelamat dibandingkan raja kami sendiri."
" Mereka adalah pengkhianat, bagaimana kalian bisa mendukung pengkhianat kerajaan..." Jiang sangat kesal, tatapan mata mereka bertemu tetapi kemarahan yang besar diwajahnya.
" Kau mengatakan pengkhianat? Kaisar sendirilah yang sudah mengkhianti rakyatnya sendiri, ia membiarkan rakyatnya menderita kelaparan dan mati seperti binatang, aku hanya ingin menuntut keadilan."
" Kalian salah, Mereka memanfaatkan ketidakberdayaan kalian, mereka...." Jiang berhenti karena wanita itu menghentikan gerakan Jiang, ia mencoba bunuh diri dengan menggigit racun yang berada dimulutnya*** .
A Niang dan Jiang menyadari ia akan bunuh diri, segera A Niang memukul wanita itu dari belakang hingga pingsan, Jiang lalu mengeluarkan racun dari mulutnya.
" Bawa dia, aku akan melaporkan hal ini pada Yang mulia." Pengawal itu lalu membawa pergi Wanita itu, Jiang lalu menoleh pada A Niang.
" Kau bisa beladiri?"
" Tidak sehebat Selir Jiang dalam pertarungan dengan Permaisuri Ming Hui." Jiang meneliti dari atas sampai bawah.
" Aku tidak menyangka bahwa wanita Zhang Han yang lain memiliki bakat tersembunyi."
" Tetapi bakatku tak sehebat bakat selir Jiang, anda bahkan mengetahui cara bicara mereka yang sulit ditiru."
" Kau terlalu memujiku nyonya A Niang, aku heran mengapa kau bisa mengetahui gerakan tanganku, bukankah gerakan tangan ini adalah cara komunikasi para pemberontak."
" Aku tidak memujimu, aku hanya mengatakan kenyataan saja, aku orang yang tidak suka menjilat orang lain, Aku pernah mendengar tentang gerakan tangan itu karena salah satu orang kepercayaanku menjadi pengikut mereka jadi tidak perlu khawatir mengapa aku mengetahui hal ini, permisi." A Niang berniat pergi tetapi ditahan Jiang.
" Dia mengetahui banyak tentang musuh,tetapi mengapa Zhang Han tidak menjadikan ia selir karena ia sangat cerdas dan berbakat dalam beladiri bahkan ia mengetahui informasi yang sulit didapat ." Batin Jiang.
" Bagaimana kau bisa menangkap wanita tadi? aku penasaran." tanya Jiang, ia sangat penasaran dengan A Niang yang menangkap wanita itu.
__ADS_1
" Tidak perlu, aku sama sepertimu selir Jiang, aku bertugas menjaga keamanan harem, yang mulia mempercayakan hal ini padaku." A Niang lalu memberi hormat kemudian pergi.
" Mustahil...aku akan cari tau nanti, ia bahkan tidak penasaran mengapa aku datang tiba-tiba kemari? seolah ia sudah tau aku akan kemari ." Jiang memandang A Niang yang pergi, Jiang lalu menemui Zhang Han untuk melaporkan hal ini.