
Ditengah malam, lu Xiang terbangun dari tidurnya karena ia menyadari Seseorang masuk kedalam kamarnya. Lu Xiang duduk ditepi peranduannya melihat seseorang yang sedang menuangkan teh dicangkir, orang itu duduk menghadap kearah Lu Xiang.
" Putri." sapa Lu Xiang pada orang itu,
" Aku sudah meracuni Bai Yunfei dan membuat jarak kesalahpahaman Jiang dan Zhang Han, tapi sepertinya tidak akan bertahan lama, Aku sudah memutuskan untuk membunuh Jiang lebih awal."
" Apa yang terjadi? mengapa tiba-tiba seperti ini, Jika Jiang mati maka Zhang Han akan membalikan dunia untuk mencari pelakunya, dan aku yakin kita pasti tertangkap, jadi jangan gegabah untuk bertindak putri."
" Apa yang kau takutkan dari hal itu? dari awal kita sudah mengetahui resiko yang terjadi, pembalasan dendam harus tetap terjadi dan aku tidak akan menyesal jika harus mati."
" Putri...mengapa anda tiba-tiba seperti ini, Jika Jiang mati maka Zhang Han..." belum selesai Lu Xiang menjelaskan maksudnya, orang itu segera memotong pembicaraan Lu Xiang.
" Mengapa kau tiba-tiba jadi membela Zhang Han? Apa kau sudah lupa dengan tujuan awal kita? apa karena kau selama ini selalu berada disisi Zhang Han membuatmu lupa siapa dirimu yang sebenarnya." Kata orang itu marah.
" Bukan seperti itu putri, aku hanya bicara tentang apa yang terjadi jika kita gegabah dalam bertindak."
" Jangan berkilah...aku tau maksudmu, kau telah jatuh hati pada Zhang Han? sehingga kau tidak tega menyakitinya, kau bahkan membahayakan nyawamu untuk menyelamatkannya." teriak marah orang itu.
__ADS_1
" Kau sudah tau maksudku putri, aku melakukannya hanya agar Zhang Han mempercayaiku tanpa meragukanku sedikitpun."
" Kau ingin mendapatkan kepercayaannya atau hatinya? aku tidak ingin rencana yang sudah kubangun hancur hanya karena perasaanmu, biar aku ingatkan, jangan sampai itu terjadi." Ancam orang itu.
" Baik." Jawab Lu Xiang tidak ingin berdebat lagi pada orang itu.
" Untuk membuat Zhang Han hancur adalah terlebih dahulu menghancurkan hatinya, Besok pagi Jiang akan berangkat dan aku sudah mengirim pembunuh alam baka untuk menghabisi Jiang."
" Pembunuh alam baka?" tanya Lu Xiang, ia pernah mendengar pembunuh bayaran alam baka, pembunuh ini memiliki keterampilan dalam hal membunuh dan bergerak secara berkelompok dan senyap. mereka seperti hantu dan tak terlihat jika melakukan aksi mereka untuk membunuh orang yang sudah membayar mahal mereka untuk membunuh orang yang diperintahkan.
" Aku mengenal salah satu dari mereka, jangan kau tanya bagaimana aku mengenal mereka, tugasmu adalah menghabisi Bai Yunfei, jika ia mati maka mereka semua akan hancur. melempari 3burung dengan satu batu." orang itu tertawa dengan mengepalkan tangan didepan wajahnya.
" Satu lagi, perintahkan Zhang Luhan dan Zhang Ruyue untuk menghabisi kakak Jiang Feng yang berada di perbatasan selatan dengan membawa pasukan yang menyamar untuk menghancurkan benteng itu, sisanya serahkan padaku."
" Baik." jawab Lu Xiang, orang itu segera pergi sebagaimana ia datang tanpa diketahui siapapun. Lu Xiang menghela nafas berat setelah kepergian orang itu, ada rasa penolakan dalam hati Lu Xiang tetapi ia tidak mengerti apa yang sedang ia rasakan. Rasa cemas, khawatir atau senang ia tidak tau.
Zhang Han berdiri diatas benteng istana melihat semua kegiatan yang para pelayan dan prajurit lakukan, ia tidak bisa tidur jadi ia pergi kebenteng ditemani Wei Chan dan Lan Huan yang setia berdiri menemaninya dan berdiri dibelakang Zhanh Han.
__ADS_1
" Yang mulia, anda harus istirahat sekarang, anda berdiri disini sudah terlalu lama." kata Lan Huan.
" Kalian berdua ingat? dulu aku sangat tidak menyukai Jiang Huan, setiap melihat wajahnya membuatku sangat marah, apapun yang ia lakukan aku tidak perduli asal ia tidak muncul didepanku, tapi sekarang setiap aku tidak melihatnya, aku begitu merindukannya." Zhang Han tertawa mengingat kebodohannya dulu, hatinya dipenuhi kekhawatiran sehingga membuatnya tidak bisa tidur.
" Ayo kembali." ucap Zhang Han lalu ia kembali kekamarnya, Wei Chan dan Lan Huan adalah anak pelayan istana yang tumbuh besar bersamanya, mereka berdua dididik militer sejak kecil dan selalu mengikuti Zhang Han kemanapun, mereka sangat mengetahui bagaimana perihal segala sesuatu tentang Zhang Han seolah mereka hidup karena adanya Zhang Han, jadi mereka tidak bisa mengatakan apapun jika bersangkutan tentang masa lalu ataupun masalah perasaan, karena mereka tidak ingin mengingat masa lalu kelam yang dialami Zhang Han, dan untuk bisa bangkit sampai sekarang, Zhang Han harus menderita dan tidak percaya pada apapun lagi selain dirinya sendiri. Mengingat Zhang Han mencintai Jiang sudah cukup membuat mereka senang dan mereka berharap untuk kebahagiaan Zhang Han.
Jiang berangkat sebelum matahari terbit karena untuk menghindari para penjaga dan pergi dengan leluasa, ia bersiap menunggang kuda meninggalkan istana. Zhang Han bersiap mengambil kudanya untuk mengejar Jiang. Wei Chan memegang kuda Zhang Han untuk dinaiki Zhang Han.
-
" Yang mulia, apa anda yakin akan pergi? tanya Wei Chan untuk kesekian kalinya agar Zhang Han tidak meninggalkan istana.
" Jika aku sudah memutuskan tidak akan aku rubah, kau jelas tau hal itu Wei Chan." jawab Zhang Han tersenyum, Lan Huan dan Wei Chan hanya menghela nafas, mereka tidak bisa berbuat apapun untuk membatalkan niat Zhang Han. Setelah siap, Zhang Han memacu kudanya mengejar Jiang.
" Semoga mereka kembali dengan selamat keistana dan mereka datang sebelum acara dimulai." Kata Lan Huan, Wei Chan mengangguk sambil memandang Zhang Han yang semakin hilang dari pandangan mereka, lalu mereka kembali kedalam istana.
Saat kembali dari benteng, Zhang Han memberitahu untuk pergi menemani Jiang kegunung Yiling, mereka jelas terkejut mendengarnya. Mereka tidak bisa menghentikan Zhang Han jadi mereka membantu mengemaskan keperluan Zhang Han. Mereka sudah menduga Jiang akan berangkat sebelum matahari terbit, jadi mereka sudah mempersiapkan segalanya.
__ADS_1