Berinkarnasi

Berinkarnasi
Putus Pertunangan 2


__ADS_3

Xiao Yan mengajak Xiao Na kesuatu tempat terpencil dipinggir kota, desa itu hanya memiliki sedikit penduduk, desa itu berada dipinggir pantai dan terlihat bahwa mata pencaharian mereka melaut, Xiao Na tidak tau alasan Xiao Yan mengajaknya ketempat ini yang jauh dari kota, mereka sampai disebuah gang kecil yang tidak bisa dilewati mobil Xiao Yan berhenti.


" Ayo keluar." Xiao Na mengangguk lalu keluar dari itu ramah, Xiao Na menjadi heran.


" Maaf paman, saya punya banyak perkejaan dikota." jawabnya.


" ah benar-benar, semoga selalu sehat."


" ah terima kasih." lalu orang itu berlalu pergi dan pertanyaan itu silih berganti saat mereka bertemu Xiao Yan. mereka lalu melanjutkan perjalanan memasuki gang kecil.


" Sepertinya semua orang mengenalmu?" tanya Xiao Na.


" Ayo, kau akan mengerti nanti." jawabnya lalu mereka melihat sebuah rumah diujung gang itu, gang itu kecil dan tidak jauh dari jalan besar dan hanya ada satu rumah saja.


Rumah itu sederhana tetapi elegan, halaman bersih dan tanaman yang ditata rapi serta bentuk rumah dan dinilai bahwa pemiliknya tidak kekurangan apapun.


Xiao Yan lalu menekan bel rumah, seseorang wanita muda membuka pintu itu dan tersenyum bahagia saat melihat Xiao Yan dan terkejut saat melihat Xiao Na, wanita itu cukup cantik dengan rambut panjang sebahu, kulit putih bersih.


Xiao Yan langsung masuk diikuti Xiao Na, wanita itu menutup pintu dengan waspada sambil memerhatikan sekitar sebelum menutupnya, saat Xiao Na masuk terlebih anak kecil berumur tiga atau empat tahun sedang bemain dengan mainannya.


" Ayah..." anak kecil itu berteriak senang saat melihat Xiao Yan dan berlari memeluknya, Xiao Yan dengan senang hati langsung memeluk dan menggendongnya.


Xiao Na masih tidak mengerti apa yang terjadi, wanita tadi menyiapkan dua gelas minuman lalu meletakkannya diatas meja.


" Ayo A Feng bermain dengan ibu saja, ayahmu lelah." ucap wanita itu ingin mengambil anak itu dari gendongan Xiao Yan. tetapi anak kecil itu merengek dan semakin erat memeluk leher Xiao Yan.


" Ayo ikut ibu, jadi anak pintar sayang." ia mencoba membujuk kembali,


" Bermain ditempat lain dulu, oke?" Xiao Yan lalu menurunkannya dan anak itu dengan berat hati pergi bermain karena tidak berani melawan perintah ayahnya, saat wanita itu ingin mengejar anak itu Xiao Yan langsung menahannya.


" Biarkan saja, aku ingin memperkenalkamnmu padanya."


Xiao Na duduk berhadapan dengan Xiao Yan dan wanita itu, Xiao Na menunggu pernyataan Xiao Yan walaupun sudah banyak beribu pertanyaan dikepalanya.

__ADS_1


" A Li, dia Xiao Na adik baptisku." wanita itu tersenyum.


" A Yan sering menceritakan dirimu padaku." Jawabnya senang.


" Dia istriku, dan Anak kecil tadi adalah putraku." A Li langsung menyentuh pundak Xiao Yan karena takut, Xiao Na terkejut.


" Kakak..." Xiao Na tidak tau ingin berkata apa.


Tidak perlu dijelaskan penyataan pendek tadi sudah menjelaskan semuanya dari awal mereka datang,Xiao Na menghela nafas.


" Aku mengerti..." lama mereka terdiam, A Li pergi ke dapur menyiapkan minum untuk mereka, Xiao Na merasa dirinya dan Xiao Yan tidak ada bedanya, hanya saja tindakan Xiao Yan sudah jauh dibelakang ayah angkat mereka.


Setelah berbincang mereka pulang, Xiao Na lama terdiam sambil melihat keluar jendela mobil, ia berfikir jika suatu hari Xiao Hongli tau tentang hubungan Xiao Yan bukan tidak mungkin akan dihukum, paling ringan mereka dipisahkan tetapi terberatnya Xiao Yan harus membunuh istri dan anaknya sendiri menggunakan tangannya sendiri, fikirannya berkecamuk ia juga memikirkan tentang hubungannya dengan Yi Han.


Saat sampai di Mension, Xiao Hongli langsung memanggil Xiao Na, ia menceritakan pertunangan mereka yang diputuskan Mo Nan tanpa alasan, Xiao Na terkejut karena Mo Nan tidak memberitahukan apapun padanya padahal ia yang harusnya memutuskan pertunangan, bahkan tanpa sepengetahuan keluarga Mo, sekarang ia seperti buronan.


" Ha...tuan muda Mo Nan itu bahkan tidak membicarakannya pada keluarganya sendiri, aku heran dimana kurangnya putriku? tetapi aku tetap akan meminta penjelasan pada keluarga Mo karena mempermalukan keluarga kita terutama dirimu karena kau di rendahkan olehnya dengan menolaknya seperti ini."


" Tidak bisa, Jika ia memiliki seseorang yang dia cintai untuk apa repot-repot membicarakan pernikahan? mereka terlalu meremehkan keluargaku karena tidak memiliki nyonya."


" Ayah berfikir terlalu berlebihan, kurasa tuan muda Mo... dia... memiliki alasan yang tidak bisa dia katakan." pada akhirnya ia juga tidak bisa jujur bahwa ia juga tidak menginginkan perjodohan ini.


" Alasan apa yang tidak bisa ia katakan? jelas-jelas dia terlalu meremehkan keluarga kita." Xiao Hongli memukul kursi kekuasaannya karena kesal.


" Ayah aku tidak apa-apa, lebih baik kita tidak perlu memperpanjang masalah ini."


" Keluarga Mo sangat disiplin, bagaimana tuan mudanya bisa melakukan hal seperti ini? Mo Heng orang yang sangat keras menghukum, dan sekarang kudengar putranya tidak pulang ke rumah setelah memutuskan pertunangan... aku khawatir Heng tidak terkendali saat ia mengamuk pada putranya... kasihan juga anak itu. " guman Xiao Hongli tetapi masih bisa didengar Xiao Na.


Xiao Na menghela nafas sambil menyetir, ia khawatir pada Mo Nan karena ia tidak bisa dihubungi, sekarang keluarga Mo sedang mencari Mo Nan jadi Xiao Na harus menemukan Mo Nan sebelum mereka, tiba-tiba ia melihat seseorang sangat familiar, ia langsung menepikan mobilnya disebut cafe.


Mata Xiao Na tidak salah menebak, Yi Han memang sedang duduk berhadapan bersama seorang gadis, mata Xiao Na menyipit melihat mereka mengobrol, ia berdiri diluar cafe dengan wajah kesal.


Tiba-tiba seseorang menyentuh bahunya dengan secepat kilat Xiao Na menangkap tangan itu dan hendak membantingnya, untuk saja orang itu berteriak sehingga Xiao Na mengenalinya yaitu Mo Nan, Xiao Na melepaskan tangan Mo Nan, wajahnya terlihat buruk melihat Yi Han bersama orang lain.

__ADS_1


" Baru satu hari ku tinggal, dia sudah mengait wanita lain." Mo Nan memandang arah dimana Xiao Na melihat dan ternyata ada Yi Han didalam bersama orang lain.


" Tenang saja itu adalah pasiennya." karena Mo Nan datang bersama Yi Han.


" Pasien? apakah pasien harus bertemu berdua seperti itu sambil minum coffe dan bercanda, benar-benar membuat darah mendidih." ucapnya kesal, ia lalu memandang Mo Nan dan baru teringat sesuatu, ia lalu menarik Mo Nan kedalam Cafe itu.


Mo Nan terkejut karena ditarik dan juga ia menjadi perhatian banyak orang, tetapi itu bukan masalah karena ia senang walaupun hanya pergelangan tangannya digenggam,ia tersenyum kecil.


Xiao Na memilih tempat dipojok agar tidak terlalu bising, mereka duduk berhadapan Xiao Na memandang Mo Nan dengan intenst membuat Mo Nan menyengir sampai akhirnya ia menghela nafas karena tidak tahan dengan pandangan Xiao Na.


" Aku tau apa yang ingin kau katakan, tapi biar kuberitahu ini tidak ada hubungannya denganmu, ini keputusanku sendiri." ia tersenyum, Xiao Na menghela nafas berat, ia tau cepat atau lambat mereka akan memutuskan pertunangan tetapi ia tidak berharap bahwa Mo Nan yang melakukannya, membuat keluarganya sendiri malu, apa lagi tanpa alasan jelas memutuskan suatu aib bagi keluarga itu.


" Kenapa tidak mendiskusikannya lebih dulu denganku?"


" Kenapa? kau ingin menikah denganku?" Xiao Na memutar bola matanya malas, pesanan yang mereka pesan saat masuk kedalam cafe sudah datang, hanya dua gelas Starbucks dimeja.


" Dimana kau tinggal?"


" Dirumah Yi Han."


" Dia mengizinkan?"


" Tidak, dia sudah menendang aku keluar..."


" Lalu?"


" Tidak ada." Xiao Na Hampir ingin melempar Mo Nan karena kesal sebab ia masih bermain-main dalam keadaan serius seperti ini, Mo Nan terkekeh Melihat kekesalan Xiao Na yang lucu dimatanya.


Xiao Na pernah mendengar bahwa kepala keluarga Mo terlihat elegan diluar tetapi ia sangat tegas dalam hukum tidak perduli keluarga atau bukan jika bersalah tidak lepas dari hukuman dan sekarang kepala keluarga Mo pasti menggila mencari Mo Nan.


" Ayahmu pasti tidak akan melepaskanmu dengan mudah, lebih baik kau tetap bersembunyi dirumah Yi Han karena tempat itu paling aman, jika kau ikut denganku ayah angkat pasti tau dan memberitahu pada ayahmu nanti, sampai benar-benar reda kita akan berbicara pada ayahmu."


Seseorang dari kejauhan terus menatap tajam pada arah meja Xiao Na dan Mo Nan, matanya memincing, dan sekarang hatinya terasa terbakar karena cemburu tetapi ia tidak mau mengakui perasaannya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2