Berinkarnasi

Berinkarnasi
Kebenaran tentang ayah kandung


__ADS_3

Xuan, Yuan, Wei Chan dan gubernur Gu memandang pintu yang sudah tertutup rapat sejak Zhang Han masuk, Yuan menyentuh pundak Yuan.


" Biar aku salurkan tenaga dalam untuk mengobati luka kakak." Xuan memejamkan mata saat aliran tenaga dalam masuk, ia memang terluka dalam setiap ia memetik guqin untuk senjatanya, saat ia menghentikan Zhang Han ia tidak memiliki pilihan lain selain mengeluarkan guqin dan menyerangnya.


Wei Chan memandang kedua wajah kembar itu lama, mereka memiliki perbedaan rambut dan tanda lahir, juga lesung pipit dimiliki Yuan sedangkan Xuan tidak.


" Jika kau terus memandangi kami seperti itu, aku akan mencungkil matamu." ucap Yuan menyadari tatapan Wei Chan pada mereka berdua, Wei Chan berdehem lalu memalingkan wajahnya, Yuan selesai menyalurkan tenaga dalam padanya.


" Ah ...aku lupa memperkenalkannya, dia adalah jenderal besar kerajaan Qing, Jenderal Wei Chan." Xuan dan Yuan baru mengetahuinya mereka sudah mendengar tentang kedua jenderal besar itu, Xuan segera berdiri lalu membungkuk memberi hormat.


" Maafkan kelancangan adikku pada jenderal..." Wei Chan segera menahan siku Xuan agar tidak membungkuk.


" Tidak...tidak..tidak.. apa-apa...anak muda memang seperti itu jadi... tidak masalah." Wei Chan merasa tidak enak, bagaimanapun Kedua orang itu adalah pangeran yang harus ia hormati, jadi ia merasa tidak enak.


" Yuan, apa kau tidak akan meminta maaf?" tegur Xuan, Yuan segera membungkuk tetapi langsung ditahan Wei Chan.


" Pa..." Wei Chan berhenti sebelum melanjutkan kata-katanya yang hampir terlepas menyebutkan pangeran.


" Maksudku, tidak perlu...kalian berdua sudah sangat menyelamatkan kota ini, jadi seharusnya akulah yang harus memberi penghormatan pada kalian." Wei Chan segera membungkuk tetapi langsung ditahan Xuan.


" Tidak paman, kami yang muda yang harusnya memberi hormat." Xuan lalu ingin berlutut tetapi Wei Chan sudah lebih dulu bersujud didepan Xuan.


" Kumohon ... jangan memberi hormat padaku seperti ini ..."


" Paman... bangunlah...apa yang paman lakukan?" Xuan ingin membantu Wei Chan berdiri, gubernur Gu dan Yuan bengong melihat Wei Chan yang bersujud pada mereka berdua.


" Aku Wei Chan, jenderal sayap kanan memberi hormat pada pangeran Zhang Xuan dan pangeran Zhang Yuan, harusnya aku memberi hormat ini saat kelahiran pangeran." batin Wei Chan yang masih bersujud.


" Paman, anda tidak pantas melakukan ini pada kami." Xuan menarik bahu Wei Chan, Akhirnya Wei Chan berdiri. Gubernur Gu tercengang, ia sudah pernah mendengar bahwa kedua jenderal besar tidak akan pernah menundukkan kepalanya selain kepada Kaisar mereka, hari ini ia melihat bahwa jenderal itu bahkan bersujud dikaki kedua pemuda yang baru berumur 17 tahun, walaupun mereka diapresiasi sebagai pahlawan penyelamat kota, tetapi memberi sujud hanya untuk mereka mengakui sebagai bawahan.


" Tidak, kalian pantas mendapat hormatku." jawab Wei Chan tersenyum, Xuan dan Yuan menjadi tidak tau apa Yang harus mereka katakan lagi.


Sejenak mereka terdiam lalu Xuan membuka suara.


" Paman, kalau boleh aku memanggil paman?..."


" Tentu saja, kau boleh memanggilku paman, aku akan amat senang." jawab Wei Chan cepat, ia tersenyum senang mendengarnya padahal Xuan belum selesai berbicara.

__ADS_1


" Ah...terima kasih, tetapi aku ingin bertanya pada paman."lanjutnya.


" Tentang?" Xuan berdehem lalu ia menarik nafas menenangkan hatinya untuk pertanyaan yang ia ajukan.


" Tuan yang masuk menemani ibu, kenapa dia selalu menyebut nama Jiang? setauku nama Jiang adalah mantan permaisuri yang sudah tiada 16 tahun yang lalu yang merupakan istri Kaisar, apakah paman mengetahui sesuatu?" Wei Chan menelan ludah saat ditanya, Yuan hampir lupa tentang hal itu beruntung kakaknya mengingat.


Tiba-tiba Hua Rong datang dengan cemas, saat ia masuk ia mematung melihat Wei Chan berada disana, ia berniat berbalik badan tetapi segera dipanggil Wei Chan.


" Ingin kemana?" Hua Rong berbalik badan kemudian tersenyum pahit.


" Hua Rong... kenapa kau ada disini?" Yuan ikut menoleh Hua Rong, Hua Rong lalu menghampiri mereka.


" Tuan putri..." Wei Chan memberi hormat, Xuan dan Yuan memandang terkejut Hua Rong, Hua Rong menatap Xuan dan Yuan tidak enak.


" Tuan putri?..." tanya Yuan tidak percaya, Hua Rong lalu melepaskan ikat kepala yang tidak pernah ia lepaskan.


" Vermilion emas? putri dari Jin Timur." kata Xuan saat melihat Vermilion di kening Hua Rong. Yuan menatap tak percaya pada Hua Rong, ia mematung saat melihat Vermilion cantik itu, Xuan berdehem karena melihat Yuan terlalu terpaku pada Hua Rong, Yuan segera sadar lalu memalingkan wajahnya.


" Ah, paman belum menjawab pertanyaan yang diajukan kakakku tadi." kata Yuan kembali pada topik sebelumnya, ia menenangkan hatinya yang tiba-tiba berdebar.


" Sepertinya kalian sudah mengetahui sejarah selir Jiang?" Wei Chan mulai bertele-tele sambil memikirkan jawaban yang harus ia jawab tanpa membongkar identitas Zhang Han.


" Aku hanya pernah mendengar bahwa ia adalah seorang pengkhianat." jawab Yuan.


" Pengkhianat?" Tiba-tiba Hua Rong berkomentar, " Ayahku sering menyebutkan namanya sebagai wanita tangguh dan berani, kata pengkhianat jika disebutkan didepan wajah ayahku dapat dipastikan kepalanya tidak tertolong, ibuku saja takut saat menyinggung nama Jiang, dia adalah pahlawan negeri yang patut diberi penghargaan...aku hampir bosan mendengar cerita itu dari ayahku." lanjutnya terdengar kesal, Wei Chan tertawa kecil mendengarnya.


" Itu karena Kaisar Ying Zheng begitu mendambakannya."jawab Wei Chan asal.


" Hati-hati dengan perkataan paman, jika didengar ibuku, kerajaan Jin Timur bisa kebakaran." Wei Chan tersenyum.


" Tetapi bukankah kisah itu sudah menyebar di seluruh negeri bahwa dia adalah pengkhianat?" kata Yuan.


" Itu palsu..." jawab Wei Chan dan Hua Rong serentak. Wei Chan lalu menghela nafas.


" Sepertinya paman tidak berniat menjawab pertanyaan kami? setauku jenderal Wei Chan bukan orang yang suka bertele-tele, dari tadi ku perhatikan paman sengaja melakukannya." Mendengar itu, Wei Chan tersenyum pada Xuan .


" Apakah itu tampak jelas di wajahku?" Xuan masih tenang memandang Wei Chan.

__ADS_1


" Sepertinya aku tidak bisa berbohong padamu, baiklah..." Wei Chan menarik nafas panjang, lalu ia memulai bercerita tentang selir Jiang, rencana, pemberontakan, pembelot, pembunuhan semua adalah rencana bersama Zhang Han.


Mereka bersama-sama menyusun rencana, semua kebencian, permusuhan dan kemarahan didepan banyak orang adalah sandiwara semata, Tentang pemberontak itu Zhang Han sudah mengetahuinya sejak Jiang jatuh kedalam kolam, ia mulai menyelidiki hal itu, setelah itu saat pengusiran Jiang ia sebenarnya keluar istana beralasan menjemput Jiang sebenarnya memantau pergerakan musuh.


Sampai rencana mereka lakukan bersama-sama untuk menumpas musuh, sayangnya saat-saat terakhir rencana mereka berhasil, diluar perkiraan Jiang hilang jatuh dijurang.


Xuan dan Yuan mendengar cerita itu, jadi mereka mengerti bahwa selama ini cerita yang mereka baca tidak seperti yang terjadi sebenarnya.


" Tetapi apa hubungannya dengan ibu kami?" tanya Yuan.


" Karena dia adalah selir Jiang yang hilang enam belas tahun yang lalu." jawab Wei Chan, semua orang yang mendengarnya terkejut.


" Paman, kami tidak suka candaan yang seperti itu, walaupun kami tidak memiliki ayah sejak lahir tetapi..."


" Aku tidak berbohong, kalian berdua adalah putra Kaisar Zhang Han, dan yang berada didalam adalah Kaisar Zhang Han itu sendiri." jawab Wei Chan, Xuan termundur karena terkejut dan segera Yuan menopangnya agar tidak jatuh, Xuan memandang Yuan sambil memegang lengan Yuan. Xuan seperti sesak kehilangan nafas.


" Kakak..." Lirih Yuan.


" Aku baik-baik saja." jawab Xuan, lalu ia mengendalikan dirinya.


" Mengapa Kaisar Zhang Han tidak pernah mencari ibu?" tanya Xuan lirih, air matanya jatuh.


" Kami sudah berusaha mencarinya selama enam belas tahun ini, tetapi tidak ada informasi apapun tentangnya..."


" Aku tidak berharap bahwa dia adalah ayah kami." jawab Xuan, air matanya mengalir dari kedua matanya yang indah, ia seperti air yang tenang tetapi saat mendengar kebenaran itu ia tidak bisa mengendalikan dirinya. tangan Yuan bergetar hebat ia lalu menarik pedang dari sarungnya.


" Yuan..." Xuan mencoba menenangkan kemarahan Yuan.


" Kakak tau, aku selama ini aku ingin sekali tau siapa ayah kita, ingin bertanya mengapa meninggalkan ibu kita, aku bahkan berniat memenggalnya jika bertemu karena menelantarkan ibu kita dengan kondisi seperti itu membesarkan kita, tetapi ternyata ayah kita seorang Kaisar tetapi tidak mampu mencari istrinya sendiri yang sudah berkorban segalanya." ia ikut menangis memandang Xuan .


" Yang mulia juga tidak bisa berbuat apa-apa, ia bukan saja seorang suami ataupun ayah untuk kalian, tetapi ia juga penguasa negeri...ia memiliki batasan." jawab Wei Chan, Yuan lalu menarik kerah baju Wei Chan dengan marah., Wei Chan membiarkan apa yang dilakukan Yuan .


" Kalian tau apa yang sudah ibu kami alami selama ini?" Xuan lalu menggenggam pergelangan tangan Yuan yang mencengkram leher Wei Chan.


" Lepaskan, jika ingin meminta jawaban, kita harus menunggu ibu sadar, paman Wei Chan tidak akan memiliki jawaban untuk kita." kata Xuan, lama ia menatap Wei Chan lalu melepaskannya dengan kasar.


" Yuan... tenanglah..." Hua Rong sebenarnya ikut terkejut sekaligus juga senang mendengar kebenaran itu. Yuan memandang Hua Rong lalu menarik nafas panjang, mereka memandang pintu yang tertutup rapat itu, Gubernur Gu bahkan tidak berani bersuara, ia berkeringat dingin mengingat semua yang sudah ia lakukan pada tabib Shi si dan keluarganya.

__ADS_1


__ADS_2