Berinkarnasi

Berinkarnasi
Kekacauan II


__ADS_3

Menurut perkiraan Zhang Han jika mereka berdua berkuda tanpa henti maka mereka akan mencapai istana besok sore jadi mereka memacu kuda mereka tanpa henti.


Diistana Wei Chan dan Lan Huan sangat pusing memikirkan masalah yang ada diistana, mereka berdua bolak-balik memikirkannya, mereka menunggu mayat Jiang Feng yang akan datang hari ini. Lan Huan menunggu dikediaman sedangkan Wei Chan dan para menteri menunggu mayat Jiang Feng didepan gerbang istana.


Tak lama rombongan berkuda dan sebuah kereta mewah datang, mereka adalah rombongan Min Yan yang membawa mayat Jiang Feng, Min Yan langsung memberi hormat pada Wei Chan sebagai panglima tertinggi mereka dalam militer, Wei Chan Melihat mata Min Yan sudah bengkak karena banyak menangis.


" Aku belum pernah melihatmu bersedih seperti sekarang Min Yan, yang bersedih bukan hanya kau Min Yan kami semua juga bersedih." ucap Wei Chan, Min Yan mengangguk kepala, ia memang terus menangis tetapi perkaataan Wei Chan adalah sindiran baginya karena sebagai komandan pasukan bagaimana ia bisa terlihat menyedihkan seperti sekarang.


" Bawa masuk mayat Jiang Feng." perintah Wei Chan, tetapi seorang menteri menghentikannya. " Tunggu." ucap menteri itu.


" Ada apa?" tanya Wei Chan.


" Dimana yang mulia? mengapa kau terus yang datang Panglima Wei Chan? bukan maksudku tidak menghormatimu tapi keadaan sekarang dengan ketidakhadiran yang mulia membuat semua orang bertanya, apa sebenarnya yang mulia lakukan sehingga tidak bisa datang untuk menyambut jenderal Jiang Feng sebagai penghormatan terakhir." ucap menteri itu, kini semua orang mulai bertanya-tanya, apa yang dikatakan menteri itu memang ada benarnya.


Bisik-bisik diantara mereka membuat Wei Chan menghela nafas. " Apa ini waktunya untuk berdebat menteri Zhu?" tanya Wei Chan sedikit kesal, mereka dapat menebak bahwa Wei Chan sekarang sedikit marah, tetapi pangkat mereka bisa dikatakan setara karena menteri Zhu adalah menteri penasehat.


" Aku juga heran, dimana permaisuri Jiang Huan, kemarin aku tidak melihatnya dan hari ini juga ia tidak datang menyambut kakaknya, sebenarnya apa yang sedang terjadi panglima Wei Chan? apa yang sedang kau coba sembunyikan?" kata Menteri Zhu tak kalah garang, ia sudah menahan sabar dari kemarin, sebagai penasehat bagaimana ia bisa diam saja melihat semua masalah yang terjadi.


Menteri Zhu adalah orang yang jujur, ia mempertanyakan semua itu agar menutup mulut semua orang yang mulai mengkritik Zhang Han yang tidak perduli pada keadaan sekarang, Besok adalah menyambut para tamu kerajaan dan jika Zhang Han tidak ada maka para tamu akan menganggap Zhang Han merendahkan mereka dan itu akan menambah masalah, sekarang Zhang Han yang tidak datang saja sudah membuat semua orang kecewa.


" Bawa mayat Jiang Feng masuk kedalam ruang pemakaman." perintah Wei Chan tanpa menjawab pertanyaan Menteri Zhu, para prajurit lalu melaksanakan perintah Wei Chan. Menteri Zhu tidak tersinggung karena ia mengerti tidak baik membiarkan mayat itu terlalu lama diluar.

__ADS_1


Mereka berkumpul diruang pemakaman sebelum dimakamkan mayat Jiang Feng, mereka menunggu keputusan Zhang Han atas hal ini karena mayat ini akan dimakamkan dimakan militer atau membawanya untuk keluarganya sendiri yang memakamkan. saat mereka sedang berkumpul surat datang dari keluarga Jiang bahwa mereka meminta untuk memberikan mayat Jiang Feng agar mereka sendiri yang memakamkannya.


Kepala Wei Chan berdenyut setelah membaca surat itu karena keputusan itu hanya bisa diambil oleh Zhang Han. " Sekarang apa yang mulia tidak ingin datang untuk memberi keputusan ini?" tanya menteri Zhu, Keluarga Jiang adalah keluarga yang dihormati kerajaan karena untuk menghormati pertemanan mendiang raja terdahulu pada keluarga Jiang.


" Aku sudah tidak tahan lagi." kata seorang menteri ia lalu pergi menuju kediaman raja, semua menteri mengikuti dari belakang bahkan Lu Xiang, Bai Qian, dan Ye Yuan ikut juga, mereka semua penasaran apa yang sebenarnya dilakukan raja mereka sehingga tidak bisa datang.


" Kalian ingin kemana?" teriak Wei Chan marah, semua menteri berhenti, mereka lalu menoleh pada Wei Chan.


" Jika yang mulia tidak ingin datang, maka biar kami sendiri yang datang menemui yang mulia." ucap seorang menteri, mereka lalu melanjutkan perjalanan menuju kediaman Zhang Han.


Lan Huan berdiri menunggu didepan pintu gerbang kediaman, ia sebenarnya ingin melihat Jiang Feng tetapi ia tidak boleh meninggalkan kediaman jadi ia hanya bisa menunggu kedatangan Wei Chan yang membawa kabar padanya. Dari jauh Lan Huan melihat Semua orang menuju kediaman.


Lan Huan terkejut melihat mereka datang. " Sepertinya tidak akan bisa ditahan lagi."guman Lan Huan yang melihat rombongan itu semakin mendekat padanya.


" Ada apa ini? " tanya Lan Huan, tak lama Wei Chan datang berdiri disamping Lan Huan.


" Apa kalian ingin mendobrak pintu kediamanan raja? apa kalian semua ingin dihukum yang mulia?" teriak Wei Chan marah.


" Kemarahan yang mulia urusan nanti, sekarang menyelesaikan permasalahan ini lebih dulu, kami harus bertemu yang mulia." ucap menteri lain.


" Wei Chan, ada apa ini?" tanya Lan Huan yang tidak mengerti.

__ADS_1


" Perdana menteri Jiang An menginginkan agar mayat Jiang Feng diberikan pada mereka agar diurus oleh mereka." jawab Wei Chan, Lan Huan mengerti, karena pasti seluruh keluarga Jiang ingin melihat Jiang Feng, anak kebanggaan keluarga itu. jika Jiang Feng dimakamkannya dimiliter maka hanya bisa dihadiri oleh Jiang An dan Jiang Huan saja sedangkan orang lain tidak boleh masuk keistana selain mendapatkan izin raja sedangkan raja sedang tidak ada jadi tidak ada yang bisa memberi keputusan.


" Yang mulia memerintahkan untuk tidak membiarkan siapapun masuk, jadi lebih baik kalian kembali." jawab Lan Huan. Lu Xiang maju lalu berdiri dihadapan Wei Chan dan Lan Huan.


" Sampai kapan yang mulia akan mengurung diri tanpa memberi keputusan, apakah sampai menunggu mayat itu membusuk?" tanya Lu Xiang.


" Selir Lu Xiang, apa anda tidak mengerti, yang mulia tidak bisa ditemui sekarang." jawab Wei Chan tegas.


" Apa yang mulia sedang tidak berada diistana? jadi kalian berdua menyembunyikan hal ini sehingga kalian berdua mati-matian melarang kami bertemu yang mulia." jawab Lu Xiang, ia sedikit meninggikan nada suaranya.


" Selir Lu Xiang." teriak Lan Huan marah.


" Tunjukkan rasa hormatmu Lan Huan, sadari posisimu." kata Lu Xiang, ia menekan setiap kata-katanya, walaupun Pangkat Lan Huan adalah panglima tapi ia masih dibawah Lu Xiang berpangkat selir tingkat satu, jadi hanya Zhang Han yang boleh bernada tinggi saat berbicara padanya.


Mereka semua juga terkejut saat mendengar Lan Huan berteriak pada Lu Xiang, bahkan wajah pada ekpresi Lan Huan tidak bersalah sama sekali, Wei Chan hanya menoleh sekilas Lan Huan, tetapi Lan Huan seperti sedang menantang Lu Xiang.


" Tundukan pandanganmu padaku Lan Huan." kata Lu Xiang marah sambil menatap Lan Huan.


" Lan Huan." tegur Wei Chan, Lan Huan menarik nafas lalu langsung menundukkan kepalanya . " Maafkan hamba selir Lu Xiang." kata Lan Huan menundukkan kepala, tetapi tidak ada yang tau apa yang ada difikiran Lan Huan.


" Minggir." Ucap Lu Xiang, Lan Huan dan Wei Chan ingin menahannya tetapi para menteri ikut maju menemani Lu Xiang jadi mereka berdua membuka jalan.

__ADS_1


" Akhirnya ketahuan juga." batin Wei Chan. mereka berdua menutup mata karena tidak sanggup akan ketahuan rahasia yang mereka pertahankan mati-matian. Saat Lu Xiang ingin mendorong pintu untuk terbuka, tiba-tiba pintu terbuka lebih dulu dari dalam.


__ADS_2