
Zhang Han sampai istana tepat waktu, begitu ia sampai diistana ia segera kekediamannya, dan ia mendengar keributan diluar kediamanannya, ia segera berganti pakaian kebesarannya sebagai raja, Zhang Han dan Jiang berpisah saat masuk keistana agar tidak ketahuan.
Zhang Han ingin batuk tetapi ia tahan, ia menuju keributan itu, tepat saat Lu Xiang ingin mendorong pintu untuk terbuka, Zhang Han lebih dulu membuka pintunya, semua orang yang melihat Zhang Han langsung berlutut memberi hormat, Lu Xiang pertama kali bereaksi ia langsung menunduk memberi hormat.
" Zhang Han." Batin Lu Xiang tidak percaya melihat Zhang Han berdiri dihadapannya sekarang.
" Ternyata Zhang Han memang berada di istana." Batin Bai Qian.
" Mengapa kalian berkumpul dikediamanku?" tanya Zhang Han menatap semua orang, Lan Huan dan Wei Chan bernafas lega melihat Zhang Han datang, sebenarnya mereka juga terkejut melihat Zhang Han tetapi mereka bersyukur Zhang Han datang tepat waktu.
" Apa lagi yang kalian tunggu?" kata Zhang Han, ia langsung berjalan menuju pemakaman, karena ia menebak bahwa mayat Jiang Feng berada diruang pemakaman. mereka semua mengikuti Zhang Han dari belakang, Saat Zhang Han melewati Lan Huan dan Wei Chan, ia mengangguk kepala tanda bahwa semua baik-baik saja, mereka berdua membalas dengan tersenyum.
Saat mereka sampai di pemakaman, mereka sudah melihat Jiang Huan duduk didepan pembakaran dupa peti mati Jiang Feng, ia memberi penghormatan pada Jiang Feng, mereka melihat Jiang seperti tidak terurus, rambutnya acak-acakan, ia seperti habis melakukan perjalanan jauh.
" Permaisuri Jiang." panggil Selir Ming Hui dibelakangnya, Jiang masih memejamkan mata mendoakan Jiang Feng, ia menangis didepan peti mati itu. Setelah selesai semua orang baru melihat wajah sedihnya yang habis menangis.
Jiang membalikkan badannya menghadap semua orang, tapi tatapannya jatuh pada Lu Xiang, kemarahan amat besar dimata Jiang jatuh pada Lu Xiang, tapi Lu Xiang Juga menatap Jiang Huan seolah mengatakan bagaimana hadiahku?
__ADS_1
Jiang dikuasi amarah, ia lalu berlari kearah Lu Xiang dan menarik belati dibalik rambutnya, semua orang terkejut dengan tindakan Jiang yang tiba-tiba tanpa dapat dicegah lagi, ia ingin menikam Lu Xiang didepan semua orang tanpa memperdulikan keberadaan Zhang Han sebagai raja.
Tapi sebelum Jiang mencapai Lu Xiang, Wei Chan lebih dulu memblokir serangan Jiang pada Lu Xiang hingga Jiang termundur beberapa langkah, Wei Chan tidak sengaja memukul dada Jiang hingga termundur, melihat hal itu Zhang Han langsung menatap tajam Wei Chan seolah bertanya apa yang sedang kau lakukan?.
Wei Chan langsung menundukkan kepala saat ditatap Zhang Han, Wei Chan lalu menoleh pada Jiang. " Maaf permaisuri, kejahatan besar mengangkat senjata dihadapan Kaisar, juga anda menyerang tanpa sebab pada selir Lu Xiang, anda bisa dihukum akan hal itu." jelas Wei Chan, semau orang juga berfikir sama seperti Wei Chan.
" Tapi anda ditoleransi karena anda sedang berkabung untuk keluarga anda." lanjutnya memberi hormat pada Jiang, Jiang masih meneteskan air mata, ia menatap Wei Chan.
" Kau tidak tau apapun Wei Chan." teriak Jiang marah. " Dialah yang sudah membunuh kakakku, dia yang merencanakan semua hal licik ini, aku sangat yakin." kata Jiang, ia kini menangis histeris, ia sudah seperti orang gila, ia ingin menuduh tetapi perkataan tanpa bukti hanya akan mempermalukan diri sendiri.
Jiang jatuh berlutut disamping peti mati Jiang Feng, ia menyentuh peti mati itu lalu ia menangis tersedu-sedu, semua orang dapat mengerti kesedihan Jiang, Lu Xiang tersenyum melihat Jiang Huan, senyuman Lu Xiang terlihat oleh Zhang Han.
Beberapa dayang datang membantu Jiang berdiri dan beberapa prajurit berkemas untuk bersiap membawa peti mati yang berisi Jiang Feng untuk diantar pada keluarganya. Jiang Huan diantarkan kekediaman untuk berganti pakaian berkabung berwarna putih, Jiang begitu sampai diistana ia memang langsung pergi ke pemakaman Jiang Feng. Semua orang tidak bertanya tentang Zhang Han yang tidak keluar dari kediamannya karena mereka mengerti bahwa ini bukan saat yang tepat untuk bertanya tentang hal ini, yang pasti mereka lega melihat Zhang Han.
Setelah semua orang memberi penghormatan terakhir pada Jiang Feng, petinya dibawa dengan Jiang yang ikut berada didalam setelah berganti pakaian bergabung, Zhang Han Kembali kekediamannya, begitu ia masuk kekediamannya yang diikuti Wei Chan dan Lan Huan, ia langsung memuntahkan darah segar yang sedari tadi ia tahan agar tidak dilihat banyak orang.
" Yang mulia." kata Wei Chan dan Lan Huan serempak, ia langsung memegangi Zhang Han yang hampir terjatuh, tubuhnya sangat lemah, ia berdiri dari tadi agar orang lain tidak curiga dan berfikir bahwa ia baik-baik saja.
__ADS_1
" Yang mulia, apa yang terjadi?" tanya Wei Chan khawatir.
" Bawa aku kekamar." kata Zhang Han lemah, ia tidak bisa berpura-pura kuat lagi, ia sudah sangat kelelahan, dan racun dalam tubuhnya juga terus menyerang.
" Baik." jawab Wei Chan. " Lan Huan, kau pergi panggil tabib Guang." lanjutnya, Lan Huan mengangguk lalu pergi, Wei Chan langsung memapah Zhang Han menuju kamarnya kemudian membaringkan Zhang Han diperanduannya.
Zhang Han sudah tidak sadarkan diri, Wei Chan bolak-balik dikamar menunggu kedatangan Lan Huan membawa tabib Guang yang sudah merawat Zhang Han selama ini, Ia sangat khawatir melihat kondisi Zhang Han, tak lama Lan Huan datang dengan tabib Guang. Begitu ia melihat kondisi Zhang Han ia langsung memeriksa nadi Zhang Han, pucat dibibir Zhang Han terlihat jelas sekarang.
" Bagaimana?" tanya Wei Chan khawatir setelah tabib Guang memeriksa keadaan Zhang Han.
" Racun dingin yang mulia kambuh, beruntung racun itu kambuh bertabrakan dengan racun duri hitam yang mulia dapatkan, sehingga yang mulia bisa Bertahan sampai sekarang, apakah yang mulia dari gunung Yiling?" tanya tabib Guang, Wei Chan menganguk kepala. Tabib Guang adalah tabib kepercayaan mereka yang khusus merawat Zhang Han dari dulu, tidak ada yang perlu disembunyikan Wei Chan dan Lan Huan dari tabib Guang tentang penyakit Zhang Han.
" Hemmm, racun duri hitam hanya bisa ditemui digunung Yiling dan musim dingin belum terjadi, jadi musim dingin abadi hanya bisa ditemukan digunung Yiling, aku akan membuat penawar racun duri hitam, sedangkan Racun dingin yang mulia kalian hanya tinggal membiarkan ruangan ini tetap hangat, tapi untuk membuang racun duri hitam akan butuh waktu dan ia harus meminum obat rutin." jawab Tabib Guang, Wei Chan dan Lan Huan mengangguk mengerti.
Wei Chan lalu menyelimuti Zhang Han, Lan Huan mengumpulkan kayu untuk dibakar diperapian kamar Zhang Han, sedangkan tabib Guang memasak obat untuk Zhang Han. mereka sudah sepakat untuk merahasiakan hal ini pada semua orang karena jika Semua orang mengetahui Zhang Han sedang sekarat maka akan terjadi kekacauan lagi.
Jiang sudah sampai dirumah kediamanan menteri Jiang An, rumah dimana ia mendapat penyiksaan setiap hari dari saudara tiri, ibu tiri dan ayahnya, Ia juga tidak tau apa yang membuat semua orang membenci dirinya. Ayah, ibu dan saudara tirinya sudah menunggu didepan rumahnya. Ayahnya menangis saat melihat peti mati itu dikeluarkan, Tapi bersamaan Jiang yang keluar dari kereta membuat ayahnya sangat marah.
__ADS_1
" Kau adalah anak pembawa sial, dari dulu sampai sekarang, dulu kau yang menyebabkan kakekmu meninggal, Ibumu, sekarang kakakmu, semua orang yang menyayangimu mati, jika aku tau kau membawa sial untuk keluarga ini, aku pasti sudah membunuhmu sejak kau dilahirkan." teriak sang ayah Jiang An marah, ia kemudian menangis melihat peti mati itu lagi.
" Ayah angkat." guman Jiang pelan, ia terkejut karena wajah Jiang An sangat mirip dengan ayah angkatnya dari masa depan, awalnya Jiang yang melihat wajahnya diingatkan ia kira adalah ingatan dari masa depan, tetapi ia tidak menyangka bahwa wajah Jiang An benar-benar mirip dengan ayah angkatnya dari masa depan.