Berinkarnasi

Berinkarnasi
Identitas Baru


__ADS_3

Mereka berempat kini sudah berada dipenjara penyiksaan, seorang pria muda diikat ditiang dengan keadaan telanjang dada,seluruh tubuhnya penuh luka cambukan tapi tak ia tak bersuara sama sekali saat dicambuk. Zhang Han memperhatinkan wajah orang itu tapi ia tidak yakin karena oranga itu menutup wajahnya dengan kain hitam.


Zhang Han ingat bahwa orang itu mengatakan bahwa ia raja bodoh karena ia tidak mengetahui perselingkuhan yang terjadi dibelakangnya, Ia mengatakan dengan memanas manasi Zhang Han hingga percaya apa yang orang itu katakan.


" Bagaimana kau tau dia orangnya?"tanya Zhang Han penasaran.


" Saya menangkapnya saat ia akan keluar setelah menyampaikan kabar itu pada yang mulia, sama halnya dengan yang mulia menyadari seseorang sedang mengawasi kita, saya menunggu orang itu keluar dari kekediaman yang mulia." jawab Lu Xiang.


" Lalu mengapa kau tidak segera melaporkannya padaku." Zhang Han sedikit kesal.


" Saya terlambat memberitahukan yang mulia, saya terkejut anda mengambil keputusan tergesa-gesa.", jawab Li Xiang, Zhang Han hanya menghela nafasnya.


Mereka berempat melihat orang itu dari dari jauh, yang dikatakan Lu Xiang memang benar, orang itu tidak sama sekali membuka mulutnya, bagaimana di siksapun ia tidak bersuara.


" Biarkan aku yang berbicara." Zhang han mendekati orang itu, orang itu hanya menoleh Zhang Han dengan malas, tidak ada rasa takut seolah ia yakin akan ada yang menolongnya.


" Izinkan aku bertanya, aku hanya ingin kau menjawab satu pertanyaaku saja, kalau kau menjawabnya, aku akan melepaskanmu." Tawar Zhang Han, orang itu menatap wajah Zhang Han lekat.

__ADS_1


" sekalipun kau membunuhku, aku tidak akan mengatakan apapun." jawab orang itu masih bersekukuh.


" Aku tidak akan bertanya siapa dalangnya, tapi aku ingin kau datang kepengadilan membersihkan nama baik istriku agar ia bisa kembali kemari." Jawab Zhang Han


" Kau merindukannya? ckckck cinta yang indah, tapi kau adalah pria paling bodoh didunia karena tidak mempercayai apa yang dikatakan oleh wanita yang kau cintai." orang itu tertawa mengejek, kata-kata orang itu seperti tamparan yang keras untuk Zhang Han.


Wei Chan Dan Lan Huan geram mendengar kata-kata orang itu karena berani merendahkan junjungan mereka, Wei Chan mengepalkan tangannya menahan amarah. Lu Xiang yang melihat ekspresi kedua pengawal itu menggelengkan kepalanya.


" Itu adalah keahliannya, tahan amarah kalian, jika kalian hilang kendali kalian akan melakukan kesalahan yang sama seperti Zhang Han." Lu Xiang menenangkan mereka, mereka menarik nafas.


" Dimana aku?" tanya Jiang, kepalanya terasa pusing dan seluruh tubuhnya sangat sakit, lalu tiba-tiba seorang kakek tua masuk, ia tersenyum hangat melihat Jiang.


" Cucuku siapa namamu?aku menemukanmu terluka parah dihutan, apa yang terjadi padamu?" tanya Kakek tua melihat Jiang kasihan, Jiang terdiam sejenak lalu menggelengkan kepala.


" Aku tidak mengingat apapun." jawab Jiang bohong, untuk sementara Jiang harus menyembunyikan identitas aslinya, apalagi nyawanya sekarang sedang terancam, ia khawatir karena ia tidak tau mana lawan dan mana kawan jadi ia harus berhati-hati sekarang.


" Baiklah mulai sekarang namamu Xiao Bai, bagaimana? kau menyukai nama itu." tanya kakek itu senang lalu memeriksa nadi Jiang.

__ADS_1


" aku menyukainya kakek, tapi siapa nama kakek?" tanya Jiang.


" penduduk disini biasa memanggilku tabib Qi Xian, panggil saja aku kakek Xian, sekarang kau istirahat karena tubuhmu masih sangat lemah" jawab kakek Xian tersenyum lalu meninggalkan Jiang sendirian.


Jiang berbaring kembali ia memejamkan matanya lalu butiran air menetas dipelupuk matanya." Ya Tuhan aku benar-benar sangat membencinya." batin Jiang kesal.


Diistana Zhang Han sangat kesal dan hampir menebas leher penjahat itu kalau saja ia tidak mengingat orang itu sangat berguna baginya mungkin leher orang itu sudah terlepas dari badannya. Zhang Han bukanlah orang yang bisa menahan kesabaran menghadapi orang lain, sifatnya yang mudah marah dan tidak sabaran.


kini mereka berempat duduk melingkar dibangku natu yang berada ditaman kekediaman kaisar sambil memikirkan rencana apa yang harus mereka buat agar orang itu mau mengaku dipengadilan.


" Kita hanya bisa berharap orang suruhanku segera datang." Ucap Lu Xiang menopang dagu, Zhang Han, Wei Chan dan Lan Huan serempak menoleh kearah Lu Xiang. Lu Xiang yang merasa ditatap menoleh mereka.


" Kau punya rencana cadangan?" tanya Zhang Han tidak percaya.


" Ada, tapi kita tidak bisa berharap banyak, kalau aku tidak salah tebak orang itu bernama Yan Cheng si lidah racun, ia terkenal karena lidahnya bisa membuat emosi orang lain kacau, dari informasi yang kudapat, dia memiliki adik perempuan yang tidak tau keberadaanya, jadi aku menyuruh seseorang untuk mencari adiknya." jelas Lu Xiang.


mereka bertiga hanya bisa menunggu kabar yang akan datang pada mereka." Jiang Huan, aku akan segera menjemputmu, tunggulah aku." Batin Zhang Han memandang langit biru.

__ADS_1


__ADS_2