Berinkarnasi

Berinkarnasi
Pembunuhan satu malam


__ADS_3

Acara pesta sudah selesai, Jiang dan Zhang Han berada dalam satu kamar, Jiang teerbangun, ia memandang wajah Zhang Han cukup lama, ia lalu bangun kemudian menghidupkan satu lilin tetapi ia menutup hidungnya agar tidak menghirup asap lilin yang mengandung obat tidur.


Lilin itu ia letakkan didekat Zhang Han, Jiang kemudian mengambil tinta dan menulis surat, Jiang duduk menghadap Zhang Han yang tertidur pulas.


" *Aku pergi... menyelesaikan apa yang harus aku selesaikan sejak lama, takdir akan membawa kita bertemu kembali, entah itu kapan dan dimana kita pasti bertemu, kau harus percaya bahwa hatiku selalu jadi milikmu, aku selalu berada dipihakmu, jika dimasa depan ada yang meragukan diriku, kau harus yakin bahwa aku ada untuk dirimu.


terima kasih dan maaf....


selamat tinggal. Istrimu Jiang Huan*.


Jiang lalu meletakan surat itu diatas meja, ia lalu berganti pakaian serba hitam, dengan penutup wajah, pisau kecilnya ia selipkan disanggulnya dan pedang ia genggam erat, kekuatan fisik, tenaga dalam dan semua pengetahuan sudah ia miliki, ia sudah siap bertempur dan menuntut balas kekalahan yang lalu.


" Tunggulah..." guman Jiang, ia lalu keluar dari kamar menuju kediaman Lu Xiang. Saat ia berdiri dibalik tembok kediaman Lu Xiang tiba-tiba dua orang berpakaian yang sama sepertinya datang, Jiang kenal dua orang itu yang tak lain adalah Bai Yunfei dan jenderal dari


Yan Utara pasukan yang dikirim Xuelan untuk dirinya bernama Zishu.


Jiang mengangguk saat melihat kedatangan dua orang itu, mereka bertiga secara serentak memasuki kediaman Lu Xiang lewat tembok, Jiang sudah memeriksa semua orang yang bekerja dibawah Lu Xiang adalah mata-mata jadi mereka membunuh seluruh pelayan dan penjaga dikediaman Lu Xiang dilarut malam.


Tanpa menimbulkan keributan, mereka sebelumnya sudah menebarkan obat tidur dan menghabisi mereka tanpa tersisa, sehingga mayat bergelempangan dimana-mana. Jiang menyuruh mereka berdua menunggu didepan pintu, Jiang masuk sendiri kedalam kediaman.


Lu Xiang yang setengah pusing terkejut melihat kedatangan Jiang dengan pedangnya yang sudah berlumuran darah.


" Kau menggunakan cara licik ini..." Lu Xiang masih dikuasi rasa pusing , seseorang dari belakang ingin menyerang Jiang, Lu Xiang ingin menghentikan orang itu agar tidak ikut campur tetapi Jiang lebih dulu menyadari orang tersebut.


Tanpa menoleh, saat orang itu sudah dekat dan ingin menyerang, pedang Jiang yang seolah memiliki mata langsung menembus perutnya saat ia mendekat, orang itu terkejut karena serangan Jiang, ia langsung tergeletak tak bernyawa.

__ADS_1


" Jing er...." teriak Lu Xiang, Jiang lalu mendekat pada Lu Xiang kemudian menusuk dada Lu Xiang dengan pedangnya.


" Jangan khawatirkan nyawanya, tetapi khawatirkan nyawamu sendiri." Tusukan pedang Jiang semakin dalam membuat Lu Xiang merasakan sakit luar biasa.


" Obat yang ku berikan padamu berbeda, jadi rasa pusingmu bukan sama seperti mereka obat tidur, tetapi itu adalah racun yang akan membuatmu tersiksa." Lu Xiang tidak bisa menyembunyikan Keterkejutannya.


Jiang lalu mencabut pedangnya, Lu Xiang langsung tergeletak dengan darah yang merebas keluar dari tubuhnya, ia tidak memiliki tenaga untuk berdiri ataupun bergerak.


Jiang lalu mengeluarkan sebotol ramuan kemudian mengoleskan obat itu pada luka Lu Xiang yang menyebabkan Lu Xiang menjerit kesakitan. " Obat ini menghentikan pendarahan agar kau tidak cepat mati." Jiang terus mengoleskan obat itu padanya, Lu Xiang merasakan sakit luar biasa, itu seperti garam yang dioleskan pada luka.


" Aku ingin kau tetap hidup untuk melihat kehancuran yang sudah kau bangun dengan darah dan keringatmu sendiri, aku ingin kau menyaksikannya, kau akan merasakan apa itu kematian tetapi tetap harus hidup, sepanjang hidupmu kau akan menyesali segala hal, hal yang paling kau takutkan akan terjadi." Jiang lalu pergi dari sana, Lu Xiang berteriak keras hingga ia mengeluarkan air mata dan batuk darah.


Jiang kembali menyerang kediaman Bai Qian, sayangnya Bai Qian tidak berada didalam kediaman, Jiang juga tidak tahu kemana ia pergi, Jiang juga melakukan hal yang sama pada semua pelayan dan penjaga dikediaman Bai Qian. malam ini pembunuh yang dilakukan Jiang sungguh menakutkan untuk dilihat, Mereka bertiga berkerja sama menghabisi mereka.


" Ibu harus menjauhkan dirimu dari istana, karena ibu tidak ingin kau masuk dalam perebutan kekuasaan, hidup diluar istana memang berbahaya tetapi hidup dalam istana lebih berbahaya, ibu mengharapkan kau tidak akan mengalami apa yang sekarang ibu perjuangkan." batin Jiang sambil mengelus perutnya.


" Jiang... Ayo kita pergi, matahari sebentar lagi terbit." ucap Bai Yunfei, Jiang mengangguk, mereka bertiga lalu berkuda meninggalkan istana.


Pagi harinya, istana gempar dengan kejadian pembunuhan secara besar-besaran didalam istana, semua orang sibuk membicarakan hal itu, Zhang Han terbangun saat mendengar Lan Huan dan Wei Chan terus mengetuk pintu kamar dengan keras.


" Yang mulia...yang mulia..." teriak Wei Chan, Zhang Han mengerjapkan matanya mendengar teriakan Wei Chan.


Zhang Han lalu melihat sekelilingnya tetapi tidak menemukan Jiang. ia lalu bangun dan melihat sebuah surat diatas meja, setelah membaca surat itu Zhang Han terkejut.


" Jiang..." teriak Zhang Han, dengan terburu-buru Zhang Han membuka pintu sambil memanggil Jiang.

__ADS_1


" Yang mulia." Wei Chan dan Lan Huan serentak.


" Kalian melihat Jiang?" tanya Zhang Han cemas, mereka berdua menggeleng cepat.


Zhang Han kemudian memberikan surat itu pada Wei Chan. " Cari Jiang." Wei Chan dan Lan Huan membaca surat itu, mereka terkejut.


" Cepat cari." teriak Zhang Han marah.


" Yang mulia... terjadi hal mengerikan diistana." jelas Lan Huan, Zhang Han lalu menoleh padanya.


" Apa?"


" Kediaman selir Lu Xiang dan selir Bai Qian diserang, Seluruh pelayan dan penjaganya dibunuh tanpa tersisa, Selir Lu Xiang terluka sangat parah, dan ia mengatakan bahwa ia diserang oleh selir Jiang." jelas Lan Huan.


" Apa...?" Zhang Han terkejut mendengar berita itu, tak lama seseorang datang dengan tergesa-gesa menemui Zhang Han.


" Zhang Han... apa yang terjadi? kenapa semua orang membicarakan tentang pembunuhan yang dilakukan Jiang?" tanya Ying Zheng khawatir saat ia berdiri dihadapan Zhang Han.


" Apa yang sebenarnya terjadi?" Zhang Han tidak mengerti, dalam satu malam terjadi hal yang menggemparkan seluruh istana, dan itupun dilakukan oleh orang yang tidak mereka duga.


" Ayo kita pergi." Ucap Zhang Han tetapi baru ia keluar dari kediaman Jiang, seluruh menteri sudah berbondong-bondong datang menemuinya. Melihat mereka semua, Zhang Han memijit pelipisnya, ia menarik nafas panjang.


" Yang mulia." mereka serempak memberi hormat.


" Keruang rapat sekarang." Ucap Zhang Han, mereka mengangguk dan menuju keruang rapat bersama.

__ADS_1


__ADS_2