
" Ada keperluan apa Bai Yunfei datang kemari?"tanya Zhang Han, Bai Yunfei beruntung karena ia tidak memenggal kepalanya saat itu dan hanya dipenjara, kalau bukan karena ia mengingat persaudaraan mereka, Zhang Han pasti sudah lama membunuhnya.
" Aku juga kurang tau, pembawa pesan mengabariku kemarin." Jawab Lu Xiang.
Jiang mengkerutkan keningnya heran, setaunya hanya Zhang Han dan dirinya saat itu bagaimana orang lain mengetahui ia ingin bertemu Bai Yunfei, Zhang Han menatap padanya pasti mengira bahwa dirinya yang meminta Bai Yunfei datang.
Zhang Han lalu mendekati Jiang, " apa kau yang memintanya datang." bisik Zhang Han ditelinga Jiang. Jiang menggeleng cepat.
" Aku tak tidak tau, aku tidak berani melakukannya sebelum mendapat izinmu." jawab Jiang pelan hanya Zhang yang bisa mendengarnya, karena ia berbicara pelan.
" Lalu bagaimana ia bisa datang kemari?" tanya Zhang Han terlihat kesal.
" Kau bicara seperti ini seolah kau menuduhku melakukannya, aku tidak tau mengapa dia datang?" jawab Jiang menekan setiap kata yang ia keluarkan, Zhang Han menarik nafas menahan amarahnya, semua orang yang melihat mereka terheran-heran karena mereka bertengkar sesama mereka saja tanpa didengar orang lain.
" Yang mulia." Selir Lu Xiang memecahkan hening, Zhang Han menoleh padanya.
" Aku permisi dulu, karena ada yang harus aku urus." Lu Xiang memberi hormat lalu meninggalkan ruangan itu, Jiang mencoba mengejar Lu Xiang tapi Zhang Han langsung menahan tangannya.
__ADS_1
" Aku belum selesai berbicara padamu, kau ingin pergi begitu saja." kata Zhang Han kesal. Jiang langsung menepis tangan Zhang Han." Tidak ada yang perlu dibicarakan jika kau tidak percaya padaku." jawab Jiang lalu meninggalkan Zhang Han mengejar Lu Xiang.
" Selir Lu Xiang." panggil Jiang saat mereka sudah agak jauh dari ruangan itu, Lu Xiang berhenti mendengar Jiang memanggilnya.
" Ada perlu apa yang membuat permaisuri mengejar saya sampai kemari." tanya Lu Xiang bersikap manis pada Jiang.
" Apa yang kau lakukan pada ibu suri?" Lu Xiang langsung tersenyum mendengar perkataan Jiang, Ia langsung menyuruh para pelayannya menjauh, mereka semua langsung menjauh. Lu Xiang langsung mendekat pada Jiang.
" Memangnya apa yang aku lakukan? hingga membuat permaisuri mengatakan seperti itu. kau harus memiliki bukti jika ingin menuduh seseorang." jawabnya lalu pergi meninggalkan Jiang yang hanya melihat kepergiannya.
" Aku yakin kau memiliki sesuatu, hanya saja aku belum melihatnya." guman Jiang sendiri. ia sangat lelah sekarang, ia lebih baik kembali kekediamannya dan beristirahat.
" Aku ingin mengabarkan sesuatu, bawa mereka masuk." Teriak Zhang Han, dua orang memasuki ruangan rapat yang dikawal dua prajurit, semua orang terkejut melihat dua orang itu masuk yang tak lain adalah keturunan terakhir pengkhianatan kerajaan yaitu Dao-Dao dan Zhao An.
Mereka berdua memberi hormat pada Zhang Han, semua petinggi saling berbisik dan berdiskusi tentang hal itu.
" Aku ingin mengumumkan bahwa aku memaafkan keluarga mereka dan menghapus seluruh kejahatan keluarganya yang dulu, dan aku mengizinkan mereka untuk tinggal diistana, mereka akan berkerja sebagai prajurit patroli kerajaan." Kata Zhang Han, semua orang tercengang mendengar pengumuman Zhang Han.
__ADS_1
Seorang menteri ingin maju mengatakan sesuatu tetapi Zhang Han langsung memberi kode agar tidak mengatakan apapun, orang itu hanya bisa mengurungkan niatnya saja.
" Hari ini aku tidak menerima penolakan, aku melakukannya karena memilki alasan, pertama, mereka berpartisipasi dalam mencegah perang yang terjadi, kedua, saat aku keluar istana aku tinggal bersama mereka dan aku sangat mengenal baik mereka jadi, tidak ada alasan bagiku untuk tidak memaafkan mereka, lagipula mereka terbukti tidak pernah ikut adil dalam pengkhianatan terdahulu." kata Zhang Han, semua orang hanya bisa ikut menyetujui perintah Zhang Han.
" kedua, hari ini aku ingin memberitahu bahwa pemilihan Permaisuri yang ditunda akan diadakan kompetisi agar semua orang puas dan tidak ada alasan bagi mereka menolak permaisuri yang akan menang nanti. " semua orang setuju dengan dengan usul Zhang Han.
" Yang mulia, kalau boleh hamba ingin menyarankan sesuatu." kata Selir Lu Xiang yang berada dibalik tirai tipis, semua orang menoleh padanya saat ia membuka tirai.
" Hamba mengusulkan agar kompetisi permaisuri disertai acara tahunan kerajaan yang tertunda dulu saat yang mulia meninggalkan istana, semua raja tetangga kecewa saat mendengar acara tahunan kerajaan ditunda karena ketidakberadaan yang mulia diistana. jadi untuk permintaan maaf sekaligus menjalin hubungan baik antar kerajaan kita mengadakannya secara bersamaan." Saran Lu Xiang, semua orang kagum dengan kecerdasan yang dimiliki selir Lu Xiang.
Bahkan ada yang berpendapat bahwa tidak ada orang yang mampu menandingi kecerdasan selir Lu Xiang dan mereka bahkan berfikir selir Lu Xiang sangat cocok jika menjadi ratu mereka, mereka semua menganggap Zhang Han sangat beruntung memilki selir secerdas Selir Lu Xiang.
" Aku sependapat dengan selir Lu Xiang, jadi satu bulan kedepan, akan diadakan kompetisi sekaligus acara tahunan kerajaan." Semua orang memberi hormat setuju dan rapat itu dibubarkan setelah tidak ada lagi yang ingin dibahas.
Jiang tidak mendengar apa hasil dari rapat itu, saat ia keluar dari kediaman, ia terkejut melihat Zhao An dan Dao-Dao jalan-jalan diistana, Jiang terkejut lalu menarik kedua orang itu ketempat yang agak sepi, ia khawatir jika Mereka berdua dilihat prajurit maka mereka akan ditangkap.
" Mengapa kalian ada disini? kalian dengan santainya berjalan diistana, apa kalian tidak takut ditangkap." kata Jiang sambil mengawasi jika ada yang melihat mereka.
__ADS_1
" Makanya kau menghadiri rapat tadi agar kau tau, kami sekarang tinggal diistana menjadi prajurit patroli." jawab Zhao An tersenyum senang.
" Apa?" Jiang terkejut, sekarang ia menyesal tidak menghadiri rapat itu.