
" Maafkan kami nona, kami tidak mau nona terkena masalah,sungguh kami tidak memiliki niat apa-apa selain keselamatan nona." jawab Lian takut-takut.
" Keselamatan? apa hubungan keselamatanku dengan kedua nama itu." tanya Jiang semakin penasaran. Lian dan Yuan saling memandang lalu menghela nafas.
" Kami tidak tau pasti, tapi sebelum anda jatuh ke kolam, anda ketakutan dan menangis terus menerus dan anda mengatakan jangan pernah menceritakan ataupun mengingatkan nama Ruyue dan Luhan dihadapan anda. nona anda sangat takut saat itu dan anda tiba-tiba berlari karena anda mengatakan tubuh anda terasa terbakar dan anda mengatakan banyak kata-kata yang tidak kami mengerti." jawab Lian mulai menjelaskan.
" Apa yang aku katakan?" tanya Jiang semakin dibuatnya penasaran.
" Anda hanya meneriaki satu nama, Jingsi. tapi kami tidak tau apa arti yang anda katakan, lalu setelah anda mengatakannya, anda sangat pucat dan langsung jatuh kedanau karena saat itu anda sedang berdiri ditepi danau." jawab Lian.
" Kau mengatakan aku berteriak karena tubuhku terasa terbakar, lalu kau juga mengatakan kalian tidak boleh menyebutkan kedua nama itu karena atas perintahku, juga aku merasa ketakutan seakan aku melihat sesuatu." ulang Jiang mulai merangkai teka tekinya.
" Apa yang dilihat dan dirasakan Jiang pada saat itu, mengapa aku tidak mendapatkan ingatan tentang Jiang sampai sekarang, apakah jiwanya tidak ingin bertemu denganku, dan mengapa juga aku harus terdampar didunia kuno ini, benar-benar menyebalkan, apa Biddha sedang mempermainkan takdirku" batin Jiang, dirinya mulai kesal.
" Apa lagi yang aku katakan?" tanya Jiang lagi.
"Anda pernah mengatakan padaku sesuatu, anda mengatakan kasihan pangeran Bai Yunfei dia harus menanggung semuanya, anda terus mengucapkan kata itu sehari sebelum anda jatuh kedanau." kata Yuan.
" Jadi kami berfikir anda mungkin sudah jatuh hati pada pangeran Bai Yunfei , itulah mengapa kami sangat takut anda bertemu pangeran Bai Yunfei karena kejahatan besar seorang permaisuri memiliki hubungan dengan pria lain selain kaisar." lanjutnya.
__ADS_1
" Siapa suruh kaisarnya berhati kejam." jawab Jiang seenaknya.
" Nona." panggil Yuan dan Lian serempak, mereka takut juga jika ada yang mendengarkan, jiang akan terkena masalah.
" Lalu apa hal lain?" tanya Jiang kembali serius.
" Dulu anda sering keluar istana diam-diam tapi kami tidak tau apa yang anda lakukan, karena anda hanya memerintahkan untuk menjaga kediaman dan tidak membiarkan orang lain mengetahui kalau anda keluar istana."
" kalau begitu, hanya satu jawabannya, aku harus mencari tau apa yang dilakukan Jiang diluar istana dan siapa yang ia temui." batin Jiang.
" Nona." panggil Lian karena Ia melihat Jiang melamun.
" Belum larur malam, aku ingin mencari angin segar diluar." ucap Jiang lalu keluar dari kediamannya.
Dikediaman Zhang Luhan, luhan sedang duduk ditepi peranduannya sambil mengelap pedangnya yang tajam, lalu tiba-tiba seseorang berbaju hitam dan memakai penutup wajah seperti cadar masuk kedalam kamar itu lewat jendela,ia lalu melangkah mendekati Luhan.
saat jarak mereka tinggal beberapa langkah, Luhan mengarahkan pedangnya kearah perut orang yang berbaju hitam itu, tapi orang berbaju hitam itu hanya melihat pedang yang mengarah padanya lalu ia melangkah agar lebih dekat pada Luhan, dan Luhan terpaksa menarik dan memasukannya kesarung Pedangnya.
Orang berbaju hitam mencoba memeluk Luhan,tapi Luhan segera menjatuhkanya diatas peranduan sehingga posisi Luhan berada diatas tubuh orang berbaju hitam itu. Luhan membuka cadar orang itu dan terlihat wajah yang cantik dan halus dari balik cadarnya. wanita itu mulai memainkan jari telunjuknya diwajah Luhan dan tersenyum manis.
__ADS_1
" Aku sangat merindukanmu." ucapnya yang masih memandang wajah Luhan dan sesekali mengelus dagu Luhan.
" Apa kau tidak takut ketahuan." balas Luhan pada Gadis itu.
" Apa yang harus aku takutkan, mereka semua adalah orang-orang bodoh yang mudah ditipu." jawab gadis itu.
Saat gadis itu ingin mencium Luhan, Luhan segera bangkit dari atas tubuh gadis itu, lalu duduk disampingnya. gadis itu juga lalu mendudukkan dirinya disamping Luhan.
" Jiang Huan masih hidup." kata Luhan, Gadis itu terkejut mendengarnya.
"Bagaimana mungkin Dia masih hidup?" tanya gadis itu khawatir.
" Aku tidak tau, tapi untuk saat ini ia sepertinya kehilangan ingatannya, karena saat aku bertemu dengannya, terlihat jelas ia tidak mengenalku." jawab Luhan.
" Aku yang akan mengurusnya." kata gadis itu percaya diri lalu ia memakai cadarnya kembali daan meninggalkan tempat itu secepat dia datang tanpa diketahui siapapun.
Gadis itu pergi kekediaman Jiang Huan dan ia kebetulan melihat Jiang Huan sendiri di taman. Jiang Huan merasakan seseorang sedang mengamatinya, tapi ia tidak tau dimana posisi orang itu.
" Apa aku mengenalmu." Kata Jiang bicara pada udara, tapi ia tau ada seseorang disini.
__ADS_1