Berinkarnasi

Berinkarnasi
Rencana dan Tertangkap


__ADS_3

Zhang Ruyue yang berada dalam gubuknya mendapat surat rahasia, ia segera pergi menemui Lu Xiang ketika mendapat surat itu, tak lama Zhang Luhan juga datang, mereka bertiga berkumpul dikamar Lu Xiang ketika masih pagi buta.


" Ada apa kau mengirim surat rahasia kepada kami?" tanya Zhang Luhan tanpa basa-basi.


" Aku ada tugas untuk kalian berdua." jawab Lu Xiang.


" Katakan."


" Pergilah keperbatasan selatan, hancurkan benteng itu dan bunuh Jiang Feng, setelah itu kalian tidak perlu menunggu lagi, segera tinggalkan benteng setelah kalian taklukan, sisanya aku yang mengurusnya,ingat kalian harus menyamar dan jangan sampai tertangkap, bawa pasukan yang sudah kita kumpulkan." jawab Lu Xiang, ia duduk ditepi peranduan karena tubuhnya masih lemah.


" Kau bisa memikirkan cara ini dengan kondisi sekarang? pasti ada sesuatu yang kau sembunyikan?" Tanya Ruyue mencurigai Lu Xiang. Selama ini Zhang Luhan dan Ruyue hanya mengetahui bahwa mereka hanya berkerja bertiga saja tapi mereka mulai curiga dengan segala hal yang difikirkan Lu Xiang.


Orang Yang memerintah Lu Xiang tidak ingin diketahui oleh orang lain jadi ia tidak pernah mau bertemu Zhang Luhan maupun Zhang Ruyue, ia ingin Lu Xiang tidak menceritakan dirinya pada mereka berdua.


" Jangan banyak tanya, lakukan saja seperti yang kukatakan." jawab Lu Xiang.


" Aku ingin bertanya, bagaimana kau bisa merencanakan meracuni Bai Yunfei dengan kondisi seperti ini? juga aku kagum kau mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkan Zhang Han, seperti ada yang janggal disini." tambah Zhang Luhan, Lu Xiang langsung menatap tajam Zhang Luhan.

__ADS_1


" Kau ingin mengintrogasi diriku? biar aku peringatkan, dengan tubuh lemahku sekarang aku masih sanggup membunuhmu, sudah kukatakan jangan banyak bertanya dan lakukan apa yang aku perintahkan, segera kalian akan melihat pertunjukan." jawab Lu Xiang, Zhang Luhan dan Ruyue tidak ingin bertanya lebih jauh, segera mereka pergi setelah mendapat perintah.


Bagaimanapun mereka tidak menyukai Lu Xiang, mereka tidak bisa memungkiri semua rencana yang difikirkan Lu Xiang membuat mereka melupakan semua perselisihan antara mereka. Dan mereka sekarang berdiri disini juga berkat t Lu Xiang, Zhang Luhan sembuh dari kelumpuhan juga berkat tabib yang Lu Xiang berikan padanya, semua karena Lu Xiang jadi mereka tidak bisa melupakan semua Budi yang Lu Xiang berikan.


Jiang berhenti disebuah kedai untuk beristirahat sebentar, ia memakai baju biasa dan memilih meja didekat jendela, dua orang pemuda datang menghampiri Jiang karena tertarik akan kecantikan Jiang, mereka berdua langsung duduk dihadapan Jiang.


" Maaf, meja ini aku sudah memesannya, silahkan cari meja yang lain." ucap Jiang sopan, kedua orangi itu tertawa Mendengar perkataan Jiang.


" kami ingin menemani nona minum, apa tidak boleh?" kata salah seorang itu sambil menjilati bibirnya memandangi Jiang. Jiang melihat mereka berdua dengan ekspresi seperti itu menjadi jijik.


" Pergilah, aku tidak perlu ditemani." usir Jiang sopan. ia tidak ingin menimbulkan keributan jika harus bertarung dikedai ini.


Tidak heran Jiang memperhatikan mereka berdua memakai pakaian bagus dan mewah juga pengawal mereka yang menunggu didepan kedai, mereka terkenal menyukai gadis cantik , jika mereka menginginkan maka mereka harus mendapatkannya dan tidak menerima penolakan.


" Kasian wanita itu, ia akan menjadi mangsa kedua pemuda berhidung belang itu." bisik salah satu pengunjung kedai, karena kedai itu tidak bisa dibilang sepi tapi juga tak bisa dibilang ramai.


" Malang sekali nasib wanita itu bertemu mereka berdua." bisik mereka lagi. Jiang mendengar bisikan mereka karena jarak dirinya tak jauh dari orang yang berbisik. Jiang tidak memperdulikan bisikan orang disekitarnya.

__ADS_1


salah seorang pemuda itu menyentuh tangan Jiang, tanpa aba-aba Jiang langsung memotong tangan pemuda itu dengan belati pendeknya, semua orang terkejut dan pemuda yang disebelahnya ternganga tidak percaya melihatnya, darah pemuda yang dipotong tangannya terpancit diatas meja Jiang. Pemuda itu berteriak kesakitan sambil memegang tangannya yang putus yang Jiang potong sampai pergelangan tangannya.


Jiang bersikap seperti tidak terjadi apa-apa, ia sudah menahan sabar menghadapi kedua orang itu sedari tadi, tetapi mereka berdua bahkan semakin menjadi-jadi membuat Jiang kehilangan kesabaran.


" Berani sekali kau melakukannya pada kakakku." teriak marah pemuda yang diyakini Jiang adiknya pemuda yang Jiang potong tangannya, karena wajah mereka sedikit mirip. para pengawal yang menjaga dipintu kedai segera berlari masuk saat mendengar teriakan majikannya. Jiang langsung dikepung, Jiang bersikap biasa saja melihat para pengawal yang datang mengepung dirinya.


" Dia berani menyentuh tanganku, bukankah ia pantas mendapatkan hukuman itu?" kata Jiang sambil meneguk tehnya yang sudah disiapkan dari tadi, para pengunjung di kedai bahkan tidak bergerak dari tempat mereka sedari kejadian itu, mereka terlalu takut jika bergerak dan akan dibunuh pengawal jika mereka kabur, bahkan pemilik kedai menjadi serba salah dan tidak tau harus bagaimana menghadapi para anak pejabat.


Zaman ini adalah Zaman dimana beladiri hanya bisa dikuasi oleh mereka yang memiliki uang banyak, anak pejabat, dan para prajurit, juga jarang ditemui orang bisa beladiri kecuali ia keturunan bangsawan, jarang ditemukan orang awam bisa beladiri. sedangkan tenaga dalam untuk membuat seseorang menjadi lebih kuat dari mereka yang hanya belajar beladiri biasa untuk melindungi dirinya.


" Selagi aku belum membunuh kalian, pergilah, aku hanya beristirahat sebentar, bawa majikan kalian ini sebelum ia kehabisan darah." kata Jiang, para prajurit itu saling menoleh satu sama lain.


" Apa yang kalian tunggu, serang dia." teriak marah salah seorang pemuda itu. Saat pengawal itu ingin menyerang, Jiang berdiri lalu menendang meja didepannya hingga terlempar mengenai pengawal yang berada didepannya.


Jiang keluar jendela untuk bertarung karena ia tidak ingin mengganti rugi jika kedai itu hancur karena perkelahian mereka, Jiang melihat seorang pria yang umurnya tak jauh berbeda dari Jiang, ia masih berdiri didepan pintu kedai menatap dirinya dengan mata elang, Jiang memiliki firasat bahwa orang itu ingin melakukan sesuatu.


" Kau akan menerima akibatnya jika berurusan dengan keluarga Liu." kata seorang pengawal, Ini memang kota yang dikepalai walikota bernama Liu Cong dan terkenal hanya memiliki 2 putra dan satu putri. Jiang tidak mengenal mereka jadi Jiang tidak perduli.

__ADS_1


Saat Jiang sedang bertarung dengan para pengawal itu, Tiba-tiba sebuah jarum perak melayang mengenai titik akupuntur Jiang hingga menyebabkan dirinya kehilangan tenaga untuk bergerak, ia menjadi sangat lemah seolah seluruh tenaganya diserap. Jiang menetap tajam orang itu karena ternyata ia sedang menunggu kesempatan untuk menyerang Jiang saat lengah, Jiang langsung jatuh pingsan.


" Bawa dia." kata pria itu, pengawal itu langsung menggotong Jiang.


__ADS_2