
Keberangkatan mereka sudah siap, Xiao Na didampingi oleh Song Lan dan Feiyun dalam satu mobil, tiga mobil berjajar dibelakang dan dua mobil dididepan sedangkan mobil Xiao Na ditengah, setiap orang menggunakan topeng kali ini Xiao Na memilih topeng setengah Kitsune dengan ukiran indah setiap tepi mata yang memanjang melewati batas topeng.
Song Lan dan Feiyun memakai topeng Anonymous berwajah dark grey dengan gaya topeng yang menutup setengah wajah kiri dari bawah mata sehingga dibawah mata kanan sampai mulut tidak tertutup, sedangkan yang lain memakai topeng Anonymous full dengan gambar tersenyum.
Begitu mereka mendekati gerbang desa Liguai, Feiyun yang menyetir mobil segera memimpin jalan, saat sensor laser diarahkan pada mereka Xiao Na segera mengeluarkan tangannya yang memakai cincin lewat kaca mobil, segera laser itu hilang dan gerbang terbuka lebar.
Dua penjaga dengan senapan yang menggantung ditangannya melihat mereka dengan waspada, terlihat mereka bersiap siaga, pakaian penjahat dengan syal yang melilit leher dan menyembunyikan wajah mereka bukan karena takut ketahuan tetapi debu yang berterbangan hingga sulit untuk melihat, didepan mereka terdapat gerbang kawat tinggi yang mengandung listrik dan Xiao Na dapat melihat bahwa tidak akan bisa menembus penjagaan disini karena selain sensor laser ada para sniper yang tidak diketahui posisinya yang dapat membunuh mereka. hamparan Padang pasir luas dengan debu berterbangan dimana-mana.
" Mencari siapa?" tanya salah seorang dari mereka, ia melihat Xiao Na dan menaikkan sebelah alisnya, Mungkin ia berfikir ' seorang perempuan ' memilik cincin itu adalah suatu keanehan tetapi itu bukan urusan mereka.
" He Mingjue." jawab Xiao Na.
" Urusan?"
" Perdagangan senjata."
" Buka barangnya." kata orang itu, Xiao Na heran Mo Nan tidak mengatakan bahwa barang akan diperiksa, sehingga ia ragu apakah ini jebakan pertanyaan untuk mengujinya atau memang wajib dilakukan untuk pemeriksaan, ia lalu tersenyum licik.
" Sejak kapan penjaga ikut campur urusan perdagangan anggota desa Liguai?" Tatapan Xiao Na menjadi kejam pada pria itu, ia menelan ludah lalu mundur selangkah karena merasa aura membunuh, ia melambaikan tangan segera gerbang kawat besi terbuka.
Feiyun tersenyum dibalik topengnya, Xiao Na membaca gerak gerik penjaga tadi sehingga ia bisa mengambil keputusan.
" Aku tau, tadi kau sempat ragu bukan?" tanya Song Lan, Xiao Na tersenyum, mereka melewati Padang pasir yang debunya tinggi, Mo Nan sudah menjelaskan tentang desa Liguai, bahwa desa ini berada diujung padang pasir sepanjang 10 mil agar para tahanan tidak bisa melarikan diri jika mereka berhasil pun mereka akan mati kehausan.
" Kau benar?" jawab Xiao Na tersenyum.
" Lalu bagaimana kau mengambil keputusan seperti tadi?" tanya Feiyun penasaran.
" Ekspresinya waspada seperti mencurigai bahwa aku penyusup dan tangannya terus mengetuk senjata yang berarti dia sedang menguji sedangkan Mo Nan mengatakan bahwa kita hanya perlu menyebutkan nama orang yang dicari dan urusan apa, tidak menyebutkan akan diperiksa, mudah saja." jawab Xiao Na tersenyum, tapi yang sebenarnya adalah, Xiao Na belajar dari masa lalu bahwa orang penjaga tadi memperhatikan mereka didalam mobil saat Xiao Na membuka kaca mobil.
__ADS_1
Nafsu membunuh tidak ia sembunyikan sehingga Xiao Na dapat merasakannya, jika kecurigaan sedikit saja ia perlihatkan maka penjaga tadi sudah menembaknya itulah kenapa Xiao Na mengeluarkan aura membunuh dengan terang terangan menantang seolah mengatakan bahwa kau kejam, kenapa aku tidak?, Xiao Na juga melihat bahwa banyak sniper bersembunyi didalam pasir yang siap menembak ketika menerima perintah karena deru angin berbeda saat mengenai pasir dan terdapat gerakan halus jika dilihat dengan teliti, bisa dikatakan jika kau hanya memiliki nyali tapi tidak membawa otakmu maka ucapkan selamat tinggal pada ayah ibumu dan malaikat maut siap menjemput.
" Kau luar biasa." jawab Feiyu bersorak, pada akhirnya Xiao Na tidak mengatakan sebenarnya.
Mereka melihat sebuah desa dan terdapat satu jalur yang setiap kedua sisi jalur itu terdapat tembok bata merah setinggi dada orang dewasa, seseorang sedang berjaga disana, kali ini penjaga itu sedikit membungkukkan kepala sebagai tanda hormat saat melihat mobil rombongan Xiao Na berhenti, wajahnya ditutupi setengah, dibanding penjaga tadi, ia lebih sopan tetapi otot-otot lengannya tidak menyembunyikan bahwa ia orang terlatih.
" He Mingjue.", kata Xiao Na tanpa ditanya, Ia lalu kembali kedalam dan menulis sebuah alamat pada sebuah kertas kecil lalu menyerahkannya pada Xiao Na.
" Vila Singo? aku pertama kali kemari, bisa katakan dimana letaknya?" tanya Xiao Na, didepan mereka terdapat bangunan berjejer dengan setiap bangunan serupa sehingga membingungkan dan terdapat simpang jalan seperti labirin dan bangunan itu labirin itu sendiri.
Penjaga itu menatap Xiao Na sejenak lalu mengangguk, ia melihat matahari yang terik sebagai mata arah, ia membuka topeng wajahnya, terlihat bahwa ia baru berumur belasan tahun, mata hitam pekat, terlihat seperti putranya dimasa lalu.
" jalan lurus melewati sepuluh bangunan lalu belok kiri melewati tiga bangunan setelah itu tenggara tiga bangunan, maka itu sudah wilayah vila Singo."
" 1033, terima kasih." pria itu tersenyum lalu mengangguk.
" Jarang orang yang baru datang mengerti kode bangunan." katanya, karena tidak sedikit orang baru memasuki desa Liguai, apalagi sekarang banyak perekrutan anggota baru jadi ia tidak bisa mengenali satu persatu dan ia memiliki sedikit kekaguman pada orang didepannya yang sedang berbicara.
" Hanya kebenaran."
" Siapa namamu?"
" Tidak memiliki nama."
" Zhang Xuan, sekarang itu namamu, Ingat itu." Xiao Na tersenyum lalu tanpa sadar mengulurkan tangannya untuk mengelus kepalanya, pria itu terkejut tetapi tidak mengindari gerakan Xiao Na, Lebih terkejut Song Lan dan Feiyun.
Mereka berdua tidak pernah melihat Xiao Na begitu mudah implusif pada orang lain yang baru bertemu apalagi ditempat berbahaya seperti ini.
" Xuan...apa kau memiliki saudara?" tanya Xiao Na setelah beberapa saat, ia mengangguk.
__ADS_1
" Dia bekerja dibawah perintah He Mingjue, tetapi aku tidak menyukai He Mingjue tetapi adikku senang berkerja untuknya, aku tidak bisa melarangnya, aku hanya minta jangan menyakitinya saat kau memiliki perseteruan dengan He Mingjue." jawabnya, memiliki sedikit permohonan dimatanya.
Xiao Na membuka topengnya untuk memperlihatkan wajah aslinya pada Xuan, Song Lan dan Feiyun tidak sempat untuk melarangnya, mereka hanya ternganga melihat apa yang dilakukan Xiao Na.
" Ingatlah dimasa depan, jika kau tidak memiliki tempat untuk berlindung setelah kau lelah menapaki jalan ini, cari aku...Xiao Na maka pintu rumahku terbuka untuk kalian bersaudara." jawabnya lalu memasang kembali topengnya, pria itu tersenyum lalu mengangguk.
" Hidup - Bukan Untuk Mati, ingat ini password ketika kau mencariku." Xiao Na melambaikan tangan lalu jalan melaju menuju arah yang ditunjukkan oleh pria tadi.
" Kau mudah percaya padanya? kau seperti bukan Xiao Na yang kukenal? kau bahkan memperlihatkan wajahmu tanpa berfikir, jika ia memiliki niat jahat bagaimana?" tanya Feiyun tidak percaya melihat Xiao Na melakukan semuanya tadi.
" Suatu hari jika dia benar-benar datang, kalian harus menyambutnya dengan hangat." kata Xiao Na tanpa menoleh, kerinduan pada orang dimasa lalu perlahan terobati, ia tersenyum sendiri, Song Lan yang melihat ekspresi Xiao Na memijit pelipisnya.
" Apa alasannya? aku belum pernah melihatmu seperti ini, sejak kau bangun dari koma kau sedikit berubah, kehati-hatianmu juga berkurang." kata Song Lan menoleh pada Xiao Na.
" Wahhh, Kau khawatir Song Lan?" kata Feiyun, ia tersenyum menggoda Song Lan.
" Song Lan, dia dan saudaranya akan menjadi bawahan kalian paling setia jika dia benar-benar bergabung dengan kita, tidak akan ada yang lebih setia dari mereka berdua."
" Kau baru bertemu dengannya hari ini tetapi kau sudah memutuskan, kau tidak khawatir mereka akan menjadi ancaman dimasa depan jika mereka benar-benar datang padamu? bagaimana jika dia datang karena suruhan seseorang dan memiliki tujuan jahat padamu? apa yang akan kau lakukan pada mereka?"
" Tidak peduli mereka memiliki tujuan padaku atau tidak, aku tetap akan menerima mereka, Song Lan suatu hari kau akan meninggalkanku, perpisahan dan pertemuan seperti roda berputar, ayahmu sudah semakin tua, dia akan..."
" Kenapa kau membahasnya? kau suka aku pergi?" potong Song Lan sebelum Xiao Na menyelesaikan kata-katanya.
" Tidak, walaupun begitu aku juga tidak senang kau meninggalkan keluargamu, kau memiliki anggota keluarga, dulu aku merekrutmu karena kau kukira yatim piatu ternyata kau anak hilang." Mendengar itu Feiyun menahan air mata, setiap mengingat ia akan ditinggalkan sahabatnya ia merasa sedih, mereka tumbuh bersama seperti saudara.
Song Lan adalah pewaris keluarga Song, perusahaan raksasa properti, Song Lan hilang saat berumur tujuh tahun, ia bertemu Xiao Na saat Xiao Na berumur sepuluh tahun yang sedang jalan-jalan setelah pendidikan kerasnya dari Xiao Hongli, anak kecil itu menangis ditaman, tidak tahan mendengar tangisannya Xiao Na mengajaknya kemensiaon, tanpa diketahui Xiao Hongli ia tinggal bersama Feiyu, berlatih bersama.
Ketika umur Song Lan lima belas tahun ia bertemu Xiao Hongli setelah sekian lama bersembunyi dibawah tanah, saat itu Xiao Hongli langsung berteriak keras pada Xiao Na karena menyembunyikan anak hilang karena surat kabar kehilangan sudah menyebar sejak hilangnya Song Lan, jika tiba-tiba seluruh dunia tau anak itu ada padanya bukan tidak mungkin ia akan dituduh.
__ADS_1
Karena itu Xiao Na dihukum cambuk hingga ia demam selama seminggu dan bekas itu masih ada dipunggungnya sampai sekarang, karena Xiao Na bertindak tanpa sepengetahuan Xiao Hongli, karena itu juga Song Lan mendatangi keluarganya sendiri dan mengatakan bahwa ia akan kembali saat ia menginginkannya.
Mereka sudah berhenti didepan sebuah Villa bertuliskan Vila Singo ditembok kokoh depan Vila.