
Lu Xiang teringat pertemuan terakhir mereka sebelum kepergian Zhang Han, ia memberikan Dekrit kekaisaran karena Zhang Han sudah menduga akan ada kekacauan diistana jika ia pergi tiba-tiba. selir Lu Xiang menghela nafas melihat laporan hari pertama ia mengurus kerajaan, ia bahkan hampir menangis melihat laporan yang menumpuk dimejanya.
" Kalau aku tau tugas raja sebanyak ini, aku lebih memilih dipenggal karena menolak perintah kaisar untuk menggantikannya." Lu Xiang merengek melihat tumpukan itu, Lan Huan hanya tersenyum simpul menambah kekesalan dihati Lu Xiang.
Jiang yang baru bangun terkejut saat membuka pintu melihat dua orang tertidur membelakangi Jiang di anyaman bambu tempat biasa ia santai saat ini hari memang sudah terang tapi matahari belum muncul kepermukaan.
" Pengemis mana yang menumpang tidur, biasanya tidak ada pengemis didesa ini." gumam Jiang, Jiang berniat ingin membangunkannya tapi saat melihat orang itu berbalik menghadap Jiang, Jiang terbelak kaget." Yang mulia." gumam Jiang tanpa sadar. Zhang Han membuka matanya dan pertama dilihatnya adalah wajah keheranan Jiang.
Zhang Han menepuk belakang Wei Chan yang masih tertidur, Wei Chan segera bangkit dari tidurnya begitu mendapat tepukan, ia mencari Zhang Han dihadapannya tapi tidak ada, lalu ia memutar badanya terkejut melihat Jiang yang sudah menatap tajam mereka.
" Apa yang dilakukan kalian disini." Tanya Jiang dengan wajah malas Wei Chan menghela nafas, Zhang Han tidak berniat menjawab, lalu saat mereka saling diam, Dao Dao, Xuelan dan Zhao an datang.
__ADS_1
" Jiang Huan." panggil mereka serempak, Jiang, Zhang Han dan Wei Chan serempak menolah, Xuelan yang pertama menyadari keberadaan Zhang Han berenti membuat Dao Dao dan Zhao An menatap Xuelan heran, setelah menyadari apa yang dilihat Xuelan mereka menganga lebar dan secara reflek mereka berlutut memberi hormat.
" Yang mulia kaisar." sapa mereka seraya memberi hormat, Zhang Han menyuruh untuk berdiri, mereka bertiga berjalan mendekati Jiang dengan ekpresi orang bodoh karena tidak nyaman dengan kehadiran Kaisar yang paling dihormati seluruh negeri ini berada didepan mereka. mereka tidak terbiasa bertemu orang kerajaan, jadi sangat canggung. mereka bertanya-tanya mengapa kaisar ada disini dengan pakaian rakyat biasa seperti ini
" Wei Chan, apa yang terjadi? mengapa kalian berpakaian seperti ini dan tidur dihalaman rumah kakek Xian?" tanya Jiang malas membuang muka tidak ingin melihat Zhang Han.
" Permaisuri, yang mulia tidak bisa memaksa anda ikut secara paksa keistana jadi kami akan tinggal disini bersama anda sampai kerelaan hati anda untuk kembali." jelas Wei Chan menatap wajah Zhang Han yang datar yang tidak berniat ingin menjelaskan kedatangan mereka. Xuelan,Dao Dao,dan Zhao Chan ternganga mendengarnya.
" Permaisuri, yang mulia benar-benar tulus ingin meminta maaf, ia bahkan rela meninggalkan istana hanya karena rasa bersalahnya pada anda. mohon Permaisuri mengerti karena Istana sedang kosong, Yang mulia memilih meningalkan istana demi anda, jika Permaisuri kembali maka yang mulia tidak akan meninggalkan istana." jelas Wei Chan.
" Apa aku yang menyuruhnya keluar istana? tidak kan? jadi aku tidak perduli sekarang juga pergi dari sini." usir Jiang kesekian kalinya.
__ADS_1
" Yang mulia, katakan sesuatu." Bisik Wei Chan." apa anda ingin usaha anda akan sia-sia." Lanjut Wei Chan memelas pada Zhang Han agar mengatakan sesuatu.
" Sepertinya keputusanku keluar istana salah, ayo kita pergi." kata Zhang Han, Wei Chan menjadi binggung, semalam ia berkata sangat yakin sekarang ia menjadi pengecut seperti ini, Zhang Han turun dari dari anyaman bambu itu diikuti Wei Chan yang tidak tau harus berbuat apa.
"Belum berperang sudah mundur, tidak ada usaha sama sekali." gumam Xuelan pelan saat Zhang Han melewati mereka, Xuelan kira Zhang Han tidak mendengar kata-katanya. Zhang Han berhenti melangkah setelah mendengar kata -kata Xuelan.
Zhang Han menarik nafas, ai berbalik lagi lalu berdiri dihadapan Jiang membuat semua orang bingung dengan kelakuan Zhang Han. Dari semua orang Wei Chan paling heran, tidak tau apa yang difikirkan Zhang Han.
" Aku tidak perduli, mulai sekarang aku akan tinggal bersamamu disini jika kamu tidak ingin kembali istana." kata Zhang Han tegas, Jiang menaikan sebelah alisnya bingung.
" Yang mulia." Kakek Xian tiba-tiba datang dari dalam gubuk segera memberi hormat.
__ADS_1
" kakek, mulai sekarang aku ingin tinggal disini, apa kakek mengizinkan?" tanya Zhang Han, Kakek Xian tenganga mendengarnya, segera menyadarinya dan mengangguk karena tidak bisa berkata-kata lagi karena terkejut mendengar Perkataan Zhang Han yang ingin tinggal bersamanya.