
Zhang Han menghindari setiap serangan, dua lawan satu, kemampuan beladiri Lan Huan sangat kuat ditambah pria bertopeng itu membuat Zhang Han kewalahan.
Lambat Laun Zhang Han menyadari bahwa sasaran awalnya bukan dirinya, begitu menyadarinya, Lan Huan sudah berpindah tempat menyerang Jiang.
" Lan Huan.... TIDAK...." terlambat, Jiang tidak dapat dapat menghindari tusukan pisau di dadanya karena serangan kejut Lan Huan, Zhang Han sangat terkejut hingga ia lengah dan mendapat serangan dari pria bertopeng.
Zhang Han termundur, ia ingin menyelamatkan Jiang tetapi pria bertopeng itu langsung menghadang Zhang Han, Wei Chan tak jauh dari situ ikut terkejut.
" Pengkhianat..." teriak Wei Chan marah, ia ingin menyerang Lan Huan tetapi ia segera dihadang Zhang Luhan.
" Kau adalah lawanku, tidak perlu ikut campur pertarungan mereka." Zhang Luhan tersenyum licik, ia lalu menyerang kembali Wei Chan.
" Hahaha..." pria bertopeng itu tertawa keras melihat Zhang Han memandang Jiang yang sudah bersimbah darah, ia sudah tidak sadarkan diri. Lu Xiang yang melihat Jiang terkejut, ia langsung berlari mendekati Jiang tetapi Lan Huan langsung menendangnya hingga terlempar jauh, Lu Xiang sudah tidak berdaya.
" Kenapa kau lakukan ini, LAN HUAN...?" Zhang Han memandangnya tak percaya.
" Aku terpaksa melakukannya yang mulia, maafkan aku."
" Terpaksa....? kau membunuh Jiang Huan... kau tau itu..."
" Dia adalah seorang pengkhianat negara, bagaimana mungkin aku bisa disalahkan atas ini yang mulia."
" LAN HUAN..." teriak Zhang Han marah, matanya merah memandang Lan Huan.
" Kau tidak akan kuampuni..." Zhang Han lalu berlari menyerang Pria bertopeng itu dengan pedangnya, begitu ada celah ia menyerang Lan Huan, hingga terjadi pertarungan dua lawan satu.
Zhang Han memukul mundur Pria bertopeng, Ruyue terlalu terpaku dengan apa yang sudah terjadi, ia tidak tau harus berbuat apa.
" Apa yang sedang kau fikirkan? bantu aku." teriak pria bertopeng itu, Ruyue mematung, ia tidak tau, ia seperti berdiri ditebing antara dua jurang. yang satu adalah kubu kakaknya sendiri dan satu adalah kubu kekasihnya.
Jika ia membantu pria bertopeng itu dan berhadapan dengan kakaknya maka ia tidak akan bisa memaafkan dirinya sendiri, bagaimanapun ia amat menyayangi kakaknya yang merupakan satu-satunya keluarga yang ditinggal, tetapi jika ia membantu Zhang Han maka ia akan dikatakan berkhianat dan ia akan dipisahkan kembali dari Zhang Luhan dan ia tidak akan mampu menanggung semua itu, ia sudah sejauh ini.
" Apa yang harus aku lakukan?" batin Ruyue. ia masih menonton pertarungan mereka, Zhang Han terkena goresan pedang bermata dua pria bertopeng itu di lengannya, Ruyue terkejut melihat kakaknya terluka.
" Kakak..." teriak Ruyue secara refleks mengatakan itu membuat ia sudah membongkar identitasnya, Lan Huan memandang Ruyue diikuti Wei Chan yang mendengar teriakkan itu.
" Tuan putri..." Lan Huan memandang Ruyue, ia hanya sekilas dan bertarung kembali melawan Zhang Han, Melihat Zhang Han berada ditempat yang tidak menguntungkan membuatnya semakin bingung.
__ADS_1
" Luhan maafkan aku, aku harus membantu kakakku." gumannya, ia lalu masuk kepertarungan dan memblokir serangan pria bertopeng itu yang hampir mengenai Zhang Han.
" Aku tidak percaya kau juga berkhianat." pria bertopeng itu memandang Marah pada Ruyue.
" Ruyue, apa yang kau lakukan?" Zhang Luhan berteriak keras padanya, Ruyue hanya memandang Zhang Luhan, kemudian ia bersiaga menyambut serangan pria bertopeng itu.
" Aku tidak akan berbelas kasihan lagi." Pedang bermata dua itu mengkilat lalu ia berlari menyerang Ruyue, sedangkan Lan Huan menyerang Zhang Han. saat semua orang sibuk Lu Xiang mendekati Jiang dengan sisa tenaganya, ia lalu membantu Jiang menjauh dari pertarungan.
Lu Xiang lalu memeriksa nadi dan nafas Jiang apakah ia masih hidup atau tidak, saat ia memeriksa, ia terkejut, ia lalu memandang lekat wajah Jiang Huan.
" Tidak mungkin, kau..." Lu Xiang tidak melanjutkan kata-katanya karena tiba-tiba tangannya ditahan.
Ruyue terlempar dengan memuntahkan seteguk darah, Zhang Han segera membantu Ruyue.
" Kau baik-baik saja?" Zhang Han sangat khawatir dengan keadaan Ruyue.
" Aku baik-baik saja."
" Ckckc...kasihan sekali kedua saudara ini." pria bertopeng ini tertawa. Zhang Han kemudian berdiri lalu memandang pria bertopeng itu.
" Apa sebenarnya tujuanmu?"
" Hutang apa yang harus aku bayar padamu?"
" Hutang darah... nyawa harus dibayar dengan nyawa, gigi harus dibayar dengan gigi, dan darah harus dibayar dengan darah." mata pria bertopeng itu merah menahan sakit masa lalu.
" ZHAO AN...." Zhang Han memandang lekat pada pria bertopeng itu, saat nama itu disebutkan ia tertawa keras hingga air matanya keluar.
ia lalu melepaskan topeng itu memperlihatkan wajah aslinya, topeng itu ia buang sembarang tempat. ia tertawa keras seperti orang gila membuat semua orang terkejut.
" Yang mulia, Zhao An memberi hormat...oh bukan bukan... bukan Zhao An, lebih tepatnya Zhao Xinchen." ia membungkuk hormat sambil tersenyum.
" Zhao Xinchen? " Lan Huan mencoba mengingat nama orang itu.
" Dalam peristiwa pembunuhan itu, Yang sebenarnya tewas adalah Zhao An, karena saat itu Zhao An yang berada dalam kediaman sedangkan dalam istana adalah Zhao Xinchen yang nyawanya diampuni oleh yang mulia karena permintaan putri mahkota, mereka berdua bertukar tempat." Tiba-tiba sebuah suara muncul dibelakang Zhoa An.
Zhao An berbalik badan karena merasa mengenali suara itu.
__ADS_1
" Xuelan..." guman Zhao An terkejut melihat kedatangan Xuelan, ia terperangah melihat gadis yang berdiri dibelakang Xuelan tak lain adalah Yanli.
" Zhao An..." Panggil Xuelan lembut, Zhao An berdiri mematung memandang Xuelan.
" Kenapa kau lakukan ini? kau memanfaatkan kebaikanku untuk membantu Mereka yang sudah menghabisi seluruh keluargaku." mata Zhao An berkaca-kaca memandang Xuelan.
didunia ini satu-satunya orang yang paling ia hargai adalah Xuelan yang sudah ia anggap seperti adiknya. Xuelan sudah tau tentang pengkhianat Zhao An jadi sebelum ZHAO An pergi dari acara pernikahannya, Xuelan sudah bertanya dan Zhao An karena sangat menyayangi Xuelan ia menceritakan segalanya tentang rencana dan ia meminta Xuelan untuk tidak ikut campur.
" Aku membantumu untuk mengurangi dosamu, aku tidak ingin kau menjadi seperti ini yang menghacurkan segalanya bahkan mengorbankan banyak orang yang tidak bersalah." Xuelan melangkah mendekati Zhao An.
" Berhenti disana... mulai sekarang kau bukan adikku lagi, aku tidak perduli tentang hidupmu, jadi segera tinggalkan tempat ini jika kau ingin selamat." Zhao An berbalik badan membelakangi Xuelan menghadap Zhang Han.
Xuelan terdiam memandangi punggung Zhao An, ia juga amat menyayangi Zhao An sebagai kakak dan ia ingin menghentikan semua ambisi Zhao An.
" Zhao An, maafkan aku." Zhao An masih terdiam mendengar perkataan Xuelan.
" Zhao Xinchen..." Sebuah suara lagi-lagi mengejutkan Zhao An.
" Jiang..." matanya melebar melihat Jiang, ia baru mengerti bahwa semua yang terjadi adalah jebakan. ia tertawa keras, seperti orang gila, ia memandangi semua orang yang mengelilinginya.
" Kau...kau bersandiwara disini, kau berpura-pura menganggap aku adalah Saudara, ternyata kau hanya memanfaatkan kebaikanku, aku terlalu percaya, bodoh sekali..." Ia menunjuk pada Xuelan, ia tertawa seperti orang gila tetapi ia mengeluarkan air mata dari sudut matanya. Mata Xuelan berkaca-kaca memandang Zhao An.
" Bukankah kau juga melakukan hal yang sama padaku dan Jiang, berkali-kali aku memberi kesempatan padamu untuk berubah." ucap Zhang Han.
" Ternyata semua ini kau lakukan bersama-sama dengan Jiang, kalian menipu semua orang hanya untuk menunggu kesempatan seperti ini, sejak kapan kalian menyadarinya?" Zhao An baru teringat pada sesuatu, ia tertawa lagi.
" Ah haha haha.. bahkan setelah matipun ia masih menggagalkan rencanaku yang sudah kusembunyikan dengan baik.... Dao-Dao."
" Yang mulia Zhang Han, maafkan dia, biarkan aku membawanya pergi ke Yan Utara, aku berjanji bahwa ia tidak akan pernah menginjakkan kakinya dikerajaan Qing ini, ampuni nyawanya." Xuelan menanggkupkan kedua tangannya memohon pada Zhang Han. Zhao An memandang Xuelan marah.
" Kau ingin mengurungku? kau fikir kau siapa, kau bukan siapa-siapa dan aku sangat membenci orang yang berpura -pura sepertimu... sampai aku mati aku tetap membencimu sama seperti aku membenci Zhang Han." teriaknya marah.
" Majulah kalian semua, hari ini aku akan membalaskan dendamku bertahun-tahun yang lalu agar aku masih memiliki wajah untuk menghadapi leluhurku." ia bersiap, Jiang maju melangkah.
" Kau tau apa yang yang kakekmu katakan padaku saat sebelum keputusan hukuman itu dilakukan? jika ia tau apa yang kau lakukan sekarang kurasa ia hanya akan mati suri, ia akan bangkit untuk mencabuk punggungmu." Zhao An memandang Jiang tidak percaya.
" Apa?" ia terkejut mendengar perkataan Jiang.
__ADS_1
" Apa kau tau kenapa bukan Zhao An yang hidup melainkan Zhao Xinchen padahal ia tau bahwa yang berada dikediaman keluarga Zhao Adalah Zhao An, yang dibanggakan seluruh keluargamu sedangkan saudara kembarnya Zhao Xinchen adalah anak yang selalu dipukuli punggungnya karena nakal." udara terasa sesak, bagaimana Jiang mengetahui tentang hal itu.