
" Ketua, kami datang untuk membawa ketua pergi dari sini." ucap pemimpin diantara mereka.
" Chu Pei, bagaimana kalian tau aku disini? aku takut ini jebakan untuk kalian" jawab Lu Xiang dengan nafas pelan, ia sangat lemah dan kelelahan.
" Sekalipun ini jebakan, kami tidak menyesal jika harus mati." jawab Chu Pei mantap, Lu Xiang mengangguk.
Chu Pei lalu menarik pedangnya dari sarungnya kemudian menebas rantai itu dalam satu kali tebasan dan langsung putus, Lu Xiang yang hampir terjatuh segera dipapah dua orang pengawal yang ikut dengan Chu Pei.
" Ayo..."Chu Pei memimpin jalan menuju pintu masuk.
" Tunggu... jangan lewat pintu masuk." Lu Xiang berbicara sekuat tenaga agar dapat didengar mereka karena Lu Xiang lemah, Chu Pei lalu mendekati Lu Xiang untuk mendengar pendapat Lu Xiang.
" Lewat jalan rahasia...tidak banyak yang tau jalan itu." bisik Lu Xiang ditelinga Chu Pei, Chu Pei mengangguk lalu Lu Xiang memberikan instruksi agar masuk kedalam kolam yang tampak dalam yang sebenarnya adalah jalan rahasia dibawah air, hanya Lu Xiang dan beberapa orang saja yang tau, karena jalan itu adalah jalan yang ia buat bersama beberapa bawahannya karena saat pembangunan ia sendiri yang memimpin pembangunan itu, bahwa Bai Qian tidak tau jalan rahasia itu.
Mereka ragu saat melihat kolam itu, karena tampak seperti kolam penyiksaan, Chu Pei melirik Lu Xiang. " Kalau kalian percaya padaku, tidak perlu ragu." Chu Pei mengangguk, Ia lalu terjun, Lu Xiang memerintahkan untuk segera terjun, dan mereka semua langsung terjun, saat mereka berenang, mereka melihat sebuah lubang yang bisa muat dilewati dua orang, Lu Xiang menunjuk lubang itu agar mereka berenang menuju lubang itu, saat mereka melewati lubang, Lu Xiang memutar turbin kecil yang seperti tombol, seketika ruang terbuka dan lubang itu tertutup agar air tidak masuk, dan mereka segera mendarat didalam ruangan.
Mereka melewati koridor dan berjalan sampai keluar menuju hutan. " Kemana kita akan pergi?" tanya Lu Xiang saat mereka sudah keluar dari jalan rahasia, Chu Pei tidak memiliki rencana, ia lupa akan tempat persembunyian yang harus mereka tempati, Chu Pei jadi menggelengkan kepala.
" Ah...kukira kalian sudah memikirkan rencananya?" Chu Pei menggaruk kepala merasa bersalah, Lu Xiang menghela nafas, ia masih memiliki sedikit tenaga, tetapi ia tidak akan bisa melakukan perjalanan jauh.
" Kita akan menuju desa yang tak jauh dari sini terlebih dahulu, Kurasa Bai Qian tidak akan bisa mengikuti jejak kita, jadi sekarang kita bisa aman." Lu Xiang melihat sedikit kekhwatiran di wajah mereka.
Lu Xiang berjalan memimpin jalan didampingi oleh Chu Pei. " Ketua...anda baik-baik saja?" Lu Xiang mengangguk.
" Jangan khawatir, aku baik-baik saja." jawab Lu Xiang, ia tidak boleh terlihat lemah didepan para bawahannya sekalipun sakit luar biasa yang ia rasakan.
" Kita akan menuju sebuah tempat yang aman untuk sementara sampai tubuhku pulih, mungkin akan memakan waktu lama untuk pulih." Kata Lu Xiang tiba-tiba.
" Kami akan mengikuti kemanapun anda pergi." Lu Xiang mengangguk.
" Setelah ini, kumpulan mereka yang masih setia padaku, kita akan mempersiapkan perang yang akan datang." Chu Pei tidak mengerti tetapi ia tetap menganguk mendengar intruksi Lu Xiang.
*****
__ADS_1
Zhang Han sedang berganti pakaian bersama Lan Huan, mereka menggunakan pakaian berbaju pakaian biasa seorang pengelana. Wei Chan yang baru masuk terkejut melihat mereka berpakaian seperti itu. " Yang mulia?" Wei Chan bereaksi bingung memilih pakaian Zhang Han dan Lan Huan, Wei Chan lalu menoleh pada Lan Huan
" Ah...kau datang?... bagaimana penampilan kami?" Zhang Han bertanya dengan berputar-putar.
" Yang mulia...apa maksud anda berpakaian seperti ini? anda..." Wei Chan terhenti saat tiba-tiba seseorang berbicara dibelakang mereka.
" Yang mulia...aku datang."ucap orang itu, Wei Chan heran melihat Zhao An yang baru datang dan juga berpakaian seperti mereka.
" Apa yang kalian lakukan? kalian ingin kemana?" tanya Wei Chan bingung.
" Kami ingin jalan-jalan saja?" Jawab Zhang Han santai sambil membenarkan pakaiannya.
" Yang mulia...." Wei Chan butuh kejelasan, ia takut apa yang ia fikiran akan dikatakan Zhang Han.
" Wei Chan....kami bertiga akan pergi keluar...."
" TIDAK......." Teriak Wei Chan, ia sudah memotong perkataan Zhang Han sebelum ia selesai berbicara, ia sudah menebak apa yang ingin dikatakan Zhang Han, Zhang Han terbengong melihat Wei Chan berteriak didepannya.
" Beraninya kau...?" Zhang Han menunjuk-nunjuk Wei Chan.
" Dan kau..." ia menunjuk pada Lan Huan ." Kenapa kau malah mendukung yang mulia ha...." Ia tampak kesal pada Lan Huan.
" Hei....Lan Huan kupaksa." jawab Zhang Han. " Dan Zhao An setuju usulku." senyum Zhang Han mengembang menoleh Zhao An, Zhao An hanya cengir bodoh, Wei Chan hampir menangis melihat ketiga orang itu.
" Jaga istana baik-baik." Zhang Han menepuk pundak Wei Chan lalu melewatinya yang diikuti Lan Huan dan Zhao An. Wei Chan mematung sampai ketiga orang itu pergi begitu saja, Wei Chan lalu mengejar Zhang Han.
" Yang mulia, fikirkan kembali...." kata Wei Chan saat ia sudah berdiri didepan Zhang Han, ia memohon dari nada suaranya yang lemas.
" Sudah aku fikirkan, aku memiliki rencana." Ia tersenyum lalu menepuk bahu Wei chan. " Seluruh urusan disini, kau yang bertanggung jawab, jangan biarkan orang lain mengetahui ketidakhadiranku diistana, aku akan segera kembali." ia lalu melewati Wei Chan begitu saja, Wei Chan menghela nafas berat.
" Akh.... kenapa selalu aku yang ditindas..." teriak Wei Chan frustasi, ia tampak kesal, akhirnya ia keluar kediaman Zhang Han, dan memerintahkan untuk tidak memperbolehkan orang lain masik kediaman kaisar, tanpa terkecuali.
Walaupun Zhang Han, Lan Huan dan Zhao An pergi disiang bolong, mereka sudah mempersiapkan segalanya, jadi mereka menunggang kuda dan melecut meninggalkan istana tanpa diketahui orang lain.
__ADS_1
" Kemana kita akan pergi, yang mulia?..."tanya Zhao An disela-sela perjalanan mereka.
" Kesuatu tempat, jika tembakanku tidak salah, dia akan bersembunyi disana." Zhang Han sedang memikirkan seseorang, dan memikirkan suatu tempat, ia perlu bertemu dengan orang itu.
" Siapa?" tanya Zhao An lagi.
" Memangnya siapa lagi?... bukankah kau yang memberitahukan yang mulia siapa yang terlibat." jawab Lan Huan datar, Zhang Han tersenyum pada Lan Huan, Zhao An menyerit keningnya tidak mengerti.
" Memberitahukan apa? dan hubungannya apa?" tanya Zhao An bingung, Lan Huan menggeleng kepala melihat Zhao An.
" Kau yang memberitahukan yang mulia bahwa pria itu adalah Bai Yunfei, dan kita pergi ini untuk mencarinya." jawab Lan Huan sedikit kesal.
" Pangeran Bai Yunfei?... kapan aku beritahu kalau itu adalah pangeran Bai Yunfei, aku hanya mengatakan bahwa bentuk tubuhnya seperti Bai Yunfei tetapi wajahnya orang lain, aku tidak mengatakan bahwa itu pangeran Bai Yunfei." jawab Zhao An yang masih belum mengerti, Saat Lan Huan ingin berbicara lagi, Zhang Han menghentikan.
" Bai Yunfei ahli dalam membuat kulit wajah orang lain, ia ahli menyamar, jadi tidak heran jika sulit melacak keberadaannya." Jawab Zhang Han, Zhao An baru mengerti.
" Oh... kenapa berbelit-belit menjelaskannya padaku...dasar." jawab Zhao An pada Lan Huan, Lan Huan mendengus mendengar cibiran Zhao An.
Mereka bertiga berhenti disebuah kedai untuk beristirahat karena hari akan segera malam, jadi mereka akan bermalam di kedai yang memiliki penginapan. " Tiga kamar." kata Zhang Han, pemilik melihat ketiga orang itu.
" Maaf, kamar tinggal satu karena semua kamar lain sudah disewa oleh Tuan muda Situ, dan beberapa orang luar juga." jawab pemilik kedai itu, Hari sudah mulai gelap dan Zhang Han tidak memiliki tempat lain untuk pergi.
" Baiklah, kuambil." jawab Zhang Han. Zhao An menghela nafas, karena jika mereka bertiga satu kamar maka Zhao An dan Lan Huan harus tidur dilantai yang dilapisi kasur tipis.
" Ini kuncinya." Pemilik kedai itu memberikan kunci kamar berbentuk papan tag, Zhang Han lalu memberikan uang sesuai harga kamar, mereka lalu menuju kamar.
Lu Xiang berada ditempat penginapan yang sama, saat ia akan keluar kamar, ia terkejut dan masuk kembali kekamar, ia melihat Zhang Han berjalan menuju kamar penginapan lain, jantungnya seakan lepas karena terkejut melihat Zhang Han, beruntung Zhang Han tidak melihat dirinya.
Tak lama Chu Pei datang membawa beberapa makanan menuju kamar Lu Xiang, Chu Pei terkejut melihat wajah Lu Xiang yang pucat pasi.
" Ketua." ia segera meletakan makanan itu dan menghampiri Lu Xiang dengan perasaan khawatir.
" Chu Pei...periksa penginapan ini siapa saja yang menginap ditempat ini." kata Lu Xiang, ia tidak mungkin salah melihat orang.
__ADS_1
" Ada apa?"
" Lakukan saja." jawab Lu Xiang cepat, Chu Pei mengangguk segera kemudian ia keluar kamar, ia yakin ada sesuatu yang Lu Xiang khawatirkan.