
Yan Cheng menceritakan segalanya bahwa ia di perintah oleh orang tak dikenal, orang tersebut memakai cadar hitam dan dari suaranya seorang perempuan, ia juga yang mengirim surat untuk Bai Yunfei. ia melakukan semuanya karena dibayar dengan harga yang sangat mahal.
" Semua sudah jelas, mereka berdua tidak bersalah, aku perintahkan seluruh prajurit dan para menteri membantu mencari permaisuri Jiang diseluruh kerajaan Qing ini dan Bai Yunfei dibebaskan tapi ia harus dikembalikan ke kerajaan Han agar tidak terjadi hal seperti ini lagi." Suara Zhang han bergema diseluruh ruangan.
" laksanakan yang mulia." jawab semua mentri dan para jenderal yang hadir dalam rapat tersebut.
Begitu sidang berakhir dan Zhang Han selesai memberi titah, para menteri berbisik bisik sesama mereka.
" Apa yang terjadi pada yang mulia, beberapa hari yang lalu ia dengan kejam mengusir yang mulia ratu, sekarang ia mengerahkan seluruh kekuatan militer untuk mencarinya." tanya seseorang Mentri sesama mereka, ia hanya tidak habis fikir dengan yang terjadi.
" Pria muda memang seperti itu, ia dibutakan oleh cemburu hingga tidak berfikir dua kali, setelah terjadi ia menyesalinya dan kita yang terkena biasnya." jawab Seseorang menggelengkan kepalanya .
" Ya, sekarang kita harus berkerja keras mencari seseorang yang tidak tau keberadaannya, ah benar-benar merepotkan saat seseorang menyesali cemburunya." jawab seseorang lagi. ia sampai menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
" Ya sudah ayo kita bubar." mereka mulai berbubaran dan keluar dari ruang pengadilan sambil berdiskusi tentang hal ini.
Zhang Han, Selir Lu Xiang , Wei Chan dan Lan Huan berdiskusi tentang hal ini." Aku akan turun tangan sendiri untuk mencari Jiang Huan di luar istana." kata Zhang Han tiba-tiba, mereka terkejut.
" Yang mulia mohon fikirkan kembali, diluar istana sangat berbahaya kami tidak bisa mengambil resiko keselamatan anda yang mulia." ucap Wei Chan menasehati.
" Tapi aku juga tidak bisa menunggu seperti ini, aku sangat mengkhawatirkan keadaanya diluar istana." Zhang Han cemas.
" Sudah tau begitu, kenapa diusir, bukankah sangat merepotkan jadinya." gumam Lu Xiang tanpa sadar, saat ia menyadari perkaatannya ia langsung berlutut meminta ampun.
" Kalau aku tidak mengingat jasa itu, aku sudah pasti memotong lidahmu selirku, kali ini kau kuampuni, berdirilah." Tegas Zhang Han, Selir Lu Xiang berdiri lalu duduk kembali disamping Zhang Han.
Selesai mandi, Jiang membaca buku itu dan mulai mempelajarinya, ia duduk disebuah batu dekat jatuhnya air terjun dan juga jauh dari perkumpulan orang-orang mandi. Ia mulai berkonsentrasi, dan ia mulai berlatih, meringankan tubuhnya. Ilmu tenaga dalam adalah ilmu untuk meringankan tubuh dan memperkuat pukulan, itulah yang membedakan orang biasa dan orang yang memiliki tenaga dalam. tenaga dalam didapat dengan berlatih semua gerakan anggota tubuh, seperti melompat sangat tinggi juga bisa terbang dan pukulannya bisa sangat kuat dari orang biasa.
__ADS_1
Jiang berlatih sampai matahari hampir terbenam, ia mengusap keringat yang bercucuran didahinya." Dengan beladiri yang sudah aku miliki, tidak sulit untuk melatih tenaga dalam." Jiang mengepalkan tangannya tersenyum melihat hasil latihannya sehari ini." besok aku akan berlatih lagi." gumannya, ia kembali kegubuk.
" Dari mana kamu cucuku, kakek sangat mengkhawatirkabmu." kata kakek Xian saat melihat Jiang baru kembali dari pagi hari tadi.
" maaf kakek, aku habis jalan-jalan dan tidak ingat waktu." jawab Jiang polos.
" Kakek habis dari pasar, hari ini kakek melihat banyak prajurit seperti mencari seseorang, dan mereka menanyakan orang yang lewat satu persatu, mereka membawa sebuah gambar seseorang dan kakek tidak terlalu jelas melihatnya karena kakek melihat dari jauh. entah siapa yang mereka cari sampai mengerahkan militer sebesar itu." ucap Kakek Xian menggelengkan kepalanya.
Kakek Xian bercerita kejadian dipasar sambil menyiapkan makan malam untuk mereka. Jiang terdiam setelah mendengar cerita kakek Han." Apa yang terjadi? siapa yang mereka cari, besok aku akan kepasar untuk memeriksanya, tapi mengapa juga aku harus perduli tentang hal itu, aku sekarang tidak memiliki hubungan apapun dengan istana." batin Jiang, mukanya sangat malas mengingat kejadian itu.
" Ada apa Cucuku? kau sakit?" tanya Kakek Xian melihat ekpresi Jiang yang cemberut.
" Ah, tidak kakek." jawab Jiang tersenyum bodoh, kakek Xian hanya menggelengkan kepalanya. Lama kakek Xian menatap Jiang, lalu saat Jiang menoleh, kakek Xian segera mengalihkan pandangannya., Jiang mengangkat sebelah alisnya melihat sikap Kakek Xian, tapi ia tidak terlalu memikirkannya, karena ia fikir orang tua biasa bersikap aneh.
__ADS_1
" Aku rasa ia memiliki alasan tersendiri untuk tidak menceritakan identitasnya padaku, lebih baik aku menunggu ia mengatakan sendiri padaku." batin Kakek Xian, ia teringat memeriksa nadi Jiang yang tidak ada masalah apapun selain luka dalam yang dideritannya, seharusnya luka dalam tidak mempengaruhi saraf seseorang.