
Zhang Han kembali kekediamannya dengan suasana hati yang kesal, Wei Chan dan Lan Huan jadi pelampiasan kemarahan Zhang Han, mereka tidak mengerti dengan kemarahan Zhang Han yang tidak jelas.
Setelah kemarahannya reda, ia mengerjakan laporannya, ia baru ingat jika Jiang mengatakan bahwa Bai Yunfei terkena racun, ia segera memanggil Wei Chan Masuk.
" Yang mulia." Wei Chan memberi hormat pada Zhang Han.
" Kau mendengar kabar hari ini?" tanya Zhang Han memancing Wei Chan.
" Tentang pangeran Bai Yunfei?" tanya Wei Chan menebak isi kepala Zhang Han, Zhang Han menganggukan kepalanya.
" Kudengar ia terkena racun ganas, hanya rumput jamur es penawarnya yang hanya bisa ditemukan digunung Yiling." jawab Wei Chan.
" Apa? gunung Yiling?" Teriak Zhang Han marah, ia segera pergi dari ruang laporannya, Wei Chan menjadi semakin heran melihat Zhang Han yang terus berubah suasana hatinya. " Ini sudah malam, mau kemana lagi yang mulia?" gumam Wei Chan sendiri yang melihat kepergian Zhang Han.
Zhang Han menuju kekediaman Jiang, saat ini belum larut malam, para pelayan dan penjaga masih berkeliaran, mereka memberi hormat melihat Zhang Han yang melewati mereka. Jiang terkejut melihat Zhang Han yang tiba-tiba menerobos masuk kedalam kamarnya, Lian dan Yuan segera Zhang Han usir, setelah tinggal mereka berdua Zhang Han menutup pintu, para pelayan penasaran dan mereka mulai berkumpul didepan pintu untuk menguping, tapi segera Lian dan Yuan usir.
" Apakah ada hal penting sehingga kedatangan yang mulia membuat gaduh kekediamanku?" Tanya Jiang sambil mengemaskan keperluannya untuk keberangkatannya besok pagi. Zhang Han segera menarik lengan Jiang untuk menghentikan aktivitas Jiang.
" Ada apa? kenapa kau bersikap kasar padaku, lepaskan... ini sakit." kata Jiang menahan sakit dilengannya akibat genggaman tangan Zhang Han. Zhang Han sedikit merasa bersalah lalu melepaskan genggamannya.
" Kau ingin kemana mengemaskan barang seperti ini?" tanya Zhang Han
" Oh... apa saat ini kau sedang perduli padaku?"
" Ini bukan waktunya untuk kau cemburu Jiang." jawab Zhang Han menahan kesalnya. Jiang tertawa bodoh mendengar Zhang Han mengatakan dirinya cemburu, walaupun dalam hatinya itu adalah kenyataan.
" Siapa yang kau bilang cemburu? aku tidak perduli kau mencintai siapa, kau tidur dengan siapa, atau apapun itu, kau seorang raja tentu saja kau bebas melakukan apapun." Ucap Jiang kesal, tapi kata-kata yang keluar terdengar seperti Jiang sedang cemburu.
" Kau benar-benar cemburu atas kejadian tadi?" ulang Zhang Han, Jiang kesal mengakui jika ia sedang cemburu.
" Terserah kau saja, sekarang keluar dari kamarku jika kau datang hanya untuk membahas tentang cemburu, aku sedang banyak kerjaan." balas Jiang, ia ingin mengemaskan barang lagi tetapi segera ditahan Zhang Han.
__ADS_1
" Jangan katakan bahwa kau akan mengambil obat untuk Bai Yunfei?"
" Kalau itu benar, kau mau apa?" tantang Jiang.
" Aku tidak akan membiarkan itu terjadi." jawab Zhang Han tegas. Jiang menatap mata Zhang Han.
" Kau tidak akan bisa menghentikanku." jawab Jiang. Jiang kembali mengemaskan barangnya tapi segera direbut Zhang Han lalu membuangnya.
" Zhang Han." teriak Jiang marah, ia lalu ingin mengambil barangnya yang terlempar didekat pintu tapi Lagi-lagi Zhang Han menahannya.
" Aku tidak akan membiarkan kau membahayakan nyawamu."
" Sejak kapan kau perduli tentang nyawaku."
" Jangan menguji kesabaranku Jiang."
" Kau mengizinkannya atau tidak, aku akan tetap pergi."
" Aku yakin bahwa dia bukan seorang pengkhianat, suatu hari nanti aku akan membuktikan bahwa dia bukan pengkhianat, dan aku tidak akan menyesal jika harus menyelamatkan nyawanya."
" Kau akan dihukum akan hal itu."
" Aku tidak perduli."
" Jiang Huan.... apa kau tidak mengerti maksudku." teriak Zhang Han.
" Jangan berteriak padaku Zhang Han, karena itu tidak akan mengubah niatku." jawab Jiang tegas. Zhang Han benar-benar kehabisan kata-kata menghadapi Jiang.
" Apa kau tidak perduli dengan nyawamu sendiri? apa kau tau seperti apa gunung Yiling itu?"
" Aku tau, tapi aku akan tetap pergi."
__ADS_1
" Kenapa kau sangat keras kepala Jiang?"
" Sudah kau katakan, jika kau tidak perduli pada saudaramu sendiri, biar aku yang melakukannya." Zhang Han menghela nafas berat mendengar perdebatan mereka yang tidak ada habisnya.
" Apa kau akan menyerahkan nyawamu demi dirinya, kau bisa saja kehilangan nyawa jika pergi kesana, aku sempat berpikir, apakah kau sedang jatuh cinta padanya?" kata Jiang menahan amarah.
" Omong kosong apa yang sedang kau katakan?" kata Jiang menjadi kesal karena Zhang Han menuduh seenaknya.
" Lalu kalau bukan jatuh cinta, mengapa kau berani berdebat denganku demi dirinya? apakah itu bukan cinta namanya." kata-kata Zhang Han sekarang terdengar ia sedang cemburu. Jiang sekarang kini sudah kehabisan kata-kata.
" Aku sangat lelah, aku ingin istirahat." kata Jiang, ia sudah lelah berdebat yang tidak ada habisnya dengan Zhang Han. Zhang Han mendekat kearah Jiang, Jiang ingin menjaga jarak pada Zhang Han, ia mundur setiap Zhang Han melangkah maju.
" Apa yang ingin kau lakukan?" tanya Jiang khawatir, ia menebak Zhang Han akan melakukan sesuatu padanya.
" Menurutmu?" tanya Zhang Han, ia semakin dekat dan Jiang sudah buntu karena dibelakangnya sudah dinding dan Zhang Han semakin mendekat.
" Jangan coba-coba lakukan apapun padaku." ancam Jiang.
" Sayangnya, jika tidak begitu kau tidak akan berhenti." jawab Zhang Han. ia lalu menarik kain tipis diperanduan yang biasa untuk dijadikan kelambu, ia menariknya lalu mengikat tangan Jiang. Jiang meronta tetapi kekuatan mereka berbeda dan Jiang kalah telak.
Setelah selesai mengikat Jiang, ia membaringkan Jiang diatas peranduan dengan posisi tubuhnya terikat semua, Zhang Han tidak menutup mulut Jiang.
" Apa kau sudah gila?" teriak Jiang marah.
" Apa kau baru mengetahuinya?" ejek Zhang Han, ia berniat pergi.
" Jika aku tidak bisa menyelamatkan Bai Yunfei, maka kau hanya akan melihat aku mati bersamanya." kata Jiang, Zhang Han terhenti mendengar perkataan Jiang.
" Apa dia sangat penting bagimu sehingga kau rela mati demi dirinya?" tanya Zhang Han, ia marah karena Jiang berani mengancam dengan taruhan nyawanya sendiri.
" Semua aku lakukan agar kau tidak menyesal saat semuanya terungkap." Balas Jiang, Zhang Han menatap Jiang, ia lalu melemparkan pisau kecil kearah Jiang dan kain yang mengikat Jiang putus.
__ADS_1
" Pergilah, lakukan apa yang ingin kau lakukan, aku sudah tidak perduli lagi." kata Zhang Han lalu ia pergi dari kediaman Jiang, Jiang hanya menatap kepergian Zhang Han sambil melepaskan ikatannya.