
Saat mereka memasuki kamar, tabib yang dibawa Xuelan segera menghampiri Jiang tanpa diperintah, ia segera memeriksa kondisi Jiang. " Nona, bisa bantu saya untuk mencabut panah ini?" tabib itu bertanya pada Xiolin, Xiolin segera mengangguk. Zishu dan Xuelan lalu keluar ruangan, mereka harus tau privasi seorang perempuan.
" Kenapa kau tidak langsung melapor padaku, sehingga aku mendapatkan informasi ini dari orang lain." tanya Xuelan saat mereka sudah diluar ruangan, Zishu segera bersujud.
" Hamba bersalah, hamba pantas dihukum." jawab Zishu ia tidak memiliki alasan yang akan bisa membela dirinya, segalanya pasti akan tetap dipersalahkan padanya.
" Berdoalah agar dia baik-baik saja, karena aku tidak mengampuni mereka yang lalai dalam bertugas." ucap Xuelan, Zishu menelan ludah mendengar perkataan Xuelan. Semua orang tau Xuelan adalah orang yang tegas dan penuh dengan prinsip jadi mereka sangat segan dengannya.
Xiolin lalu mencabut panah itu dengan menggunakan kain dengan instruksi tabib itu, tabib itu selalu berkeringat dingin setiap saat melihat kondisi Jiang, Jiang bergerak sedikit begitu panah itu dicabut, tabib itu semakin berkeringat, Xiolin lalu mengoleskan obat seperti yang diperintah Tabib.
" Tabib, sedari tadi anda terus berkeringat, apakah kamar ini sangat panas?" tanya Xiolin setelah semua selesai ia mengganti perban seperti intruksi tabib. Tabib Guo adalah pria separuh baya dan menjadi tabib terbaik dikerajaan Yan Utara,jadi ia yang dipanggil oleh Xuelan.
" Tidak...hanya saja keberuntungan diriku tergantung nyawa wanita ini." jawabnya lesu. lalu ia meminta Xuelan untuk masuk karena ia ingin membicarakan tentang racun itu.
" Bagaimana keadaannya?" tanya Xuelan, tabib itu menelan ludah melihat ekspresi Xuelan.
" Pangeran putra mahkota, racun dalam tubuhnya sangat ganas, bahkan racun itu sudah mempengaruhi kandungannya." Ekspresi Xuelan langsung menghitam karena marah, tabib itu segera bersujud karena ketakutan.
seluruh tubuh Zishu dan Xiolin bergetar hebat, mereka tidak bisa menyembunyikan ketakutan mereka pada tuan mereka karena mereka berdua berada dibawah perintah pangeran putra mahkota, perintah adalah harga mati dan gagal dalam tugas bearti mati.
" Katakan dengan jelas." Xuelan terlihat menahan amarahnya.
" Penawaran racun ini sangat mudah, hanya saja..." ia terlihat takut mengatakan kelanjutannya.
" Hanya saja apa?..." teriak Xuelan marah, sangat jarang mereka melihat Xuelan orang yang berwajah datar ini berekspresi seperti sekarang.
" Jika hamba memberi penawarannya maka ia akan mengalami keguguran tetapi nyawa ibunya akan baik-baik saja, tetapi jika ia tidak diberi penawaran maka bayi yang berada dalam kandungan akan ikut terkena racun dan paling parah adalah bayi itu akan lahir cacat... dan wanita ini jika mempertahankan kandungannya maka hidupnya pasti menderita karena sakit, racun ini tidak membunuh dengan cepat tetapi membuat penderita mengalami rasa sakit setiap saat..." jelas tabib itu takut-takut.
" Jadi maksudmu walaupun ia tidak meminum penawar ia masih tetap hidup sampai bayinya lahir tetapi ia akan menderita karena racun ini?" tanya Xuelan datar, tabib itu mengangguk cepat.
__ADS_1
" Hamba memiliki penawarannya sekarang,tetapi itu menjadi keputusan anda, ingin menyelamatkan ibunya atau tidak." Xuelan lalu memandang Jiang, ekspresi wajahnya berubah sedih, ia lalu berjalan menuju Jiang, kemudian menggenggam tangannya, Zishu, Xiolin dan tabib itu terkejut.
Tabib itu heran, ia Sampai bertanya-tanya bagaimana pangeran mereka yang berprinsip dan taat peraturan itu bisa langsung melanggar peraturan demi menemui wanita itu saat mendengar kedatangannya dengan luka parah, Zishu dan Xiolin juga tidak menyangka bahwa pangeran mereka yang semua orang ketahui tidak pernah peduli pada apapun, bahkan banyak rumor beredar paska dia melamar pun tidak ada hal istimewa yang dilakukan pangeran mereka untuk calon istrinya.
" Jiang..." gumannya pelan. " Kau sahabat terbaik bagiku, tetapi aku tidak bisa melakukan yang terbaik untuk melindungi dirimu dan..." Xuelan tidak melanjutkan kata-katanya.
Xuelan lalu menoleh pada tabib itu. " Berapa lama kemungkinan dia untuk sadar tanpa obat penawar?"
" Satu bulan adalah waktu paling cepat untuk sadar, atau mungkin tiga bulan, enam bulan, itu semua tergantung pada kondisinya." jawab tabib itu.
" Jika aku memberi penawar padanya sama halnya aku memberi racun padanya, dia akan membunuhku jika aku lebih memilih menyelamatkan nyawanya ketimbang kandungannya." Xuelan tertawa miris.
" Jangan beri dia penawaran, tetapi aku ingin kau menekan racun itu agar tidak terlalu menyiksanya, aku yakin ia menginginkan itu juga, karena ia pernah mengatakan bahwa bayi yang ia kandung adalah masa depannya." Xuelan tersenyum tetapi dari sudut matanya keluar air mata. Tabib itu mengangguk, Zishu dan Xiolin terdiam mematung.
" Mulai hari ini aku umumkan, tidak perduli anak dalam kandungannya cacat, sehat ataupun sempurna, dimasa depan jika ia melahirkan seorang putra dan jika anak pertamaku seorang putri maka aku sudah menetapkan perjodohan untuk mereka, dan untuk sebaliknya juga, jika ia seorang putri maka ia adalah masa depan negeri ini, umur bukanlah masalah, dan jika mereka sama-sama laki-laki atau perempuan maka ia adalah saudara anakku dan diakui oleh kerajaan Yan Utara." Zishu, Xiolin dan tabib itu ternganga mendengar perkataan Xuelan, mereka bahkan lupa untuk bereaksi.
" Aku harus kembali ke istana, Zishu kau yang bertanggung jawab akan keamanan, dan kau tabib Guo, aku ingin kau tetap mengawasinya, jangan sampai terjadi sesuatu dengannya, kepala kalian adalah taruhannya, jika ia sadar segera beritahu padaku."
" Baik pangeran putra mahkota." Jawab Zishu dan tabib itu serempak.
" Xiolin, kembali keistana denganku, Putri Meng Lu terus merengek ingin bertemu denganmu, aku hampir sakit kepala mendengarnya meminta hal yang sama setiap hari." Wajah Xuelan datar mengatakan itu tetapi siapa yang tidak tau bahwa pangeran mereka sangat mencintai calon istrinya, ia lalu keluar dari ruangan diikuti Xiolin yang tersenyum mendengar perkataan Xuelan.
" Zishu segera datang keistana setelah semua beres, aku ingin mendengar apa yang sebenarnya terjadi." pesannya saat ia akan keluar ruangan.
" Baik, pangeran." jawab Zishu. Xuelan lalu pergi diikuti Xiolin.
Zishu dan tabib itu baru bisa menghela nafas lega saat Xuelan sudah pergi, sedari tadi ia takut sehingga bernafaspun ia pelan-pelan, tabib itu lalu menoleh Zishu.
" Nyawa kita masih terancam." Kata tabib itu menoleh Zishu.
__ADS_1
" Aku tidak tau apa istimewa wanita ini sehingga pangeran melanggar peraturan, membuat pengumuman yang bisa mengguncang Yan Utara, dan ia bahkan mengutamakan wanita ini dan datang secara pribadi kemari padahal ia masih dalam masa hukuman yang tertinggal 2 pekan lagi." tabib itu menggeleng tidak mengerti, tetapi Zishu tau seperti apa persahabatan Xuelan dengan Jiang, tetapi ia masih terkejut akan pengumuman yang baru saja itu.
" Tuan Zishu." Panggil tabib itu karena Zishu melamun, Zishu Tersadar.
" Ada apa?"
" Anda melamun?"
" Ah...maaf." jawab Zishu. " Aku permisi dulu." jawab Zishu lalu ia keluar ruangan.
Tabib itu segera diberi ruangan pribadi untuk merawat Jiang, Jiang bisa terkena demam yang bisa memburuk keadaan setiap saat jadi ia tidak bisa pergi jauh untuk kembali.
Xuelan yang baru menginjak pintu masuk istana, ia sudah ditunggu oleh dua orang berdiri Dengan tampang yang tidak enak untuk dilihat, Xuelan lalu menoleh pada Xiolin dan memberi kode agar Xiolin pergi terlebih dahulu, Xuelan lalu mendekati dua orang itu lalu memberi hormat.
" Ayahanda, ibunda." Xuelan memberi hormat, ibunya langsung menjewer telinga Xuelan.
" Begitu mendengar temanmu terluka, kau langsung melanggar peraturan istana dan disiplin yang kau bangun seketika langsung runtuh, kau benar-benar." ia lalu melepaskan jeweranya pada Xuelan, Xuelan mengelus terlinganya yang merah karena dijewer.
Ayahnya lalu terbatuk karena penyakit keras, Xuelan segera memegang tangan ayahandanya. " Ayahanda, beristirahatlah." Xuelan penuh kasih sayang mengelus punggung ayahnya.
" Nyawamu terancam, jika mereka tau kau keluar istana tadi, apa yang akan terjadi? sekarang kita belum mengetahui siapa orang yang ingin mencelakai dirimu, jangan membuat semua orang khawatir A-Lan, tetap diistana kau akan aman." Ucap Ayahnya.
" Aku mengerti, hanya saja aku tidak mungkin mengabaikan temanku, aku pernah berhutang nyawa padanya."
" Ayahanda dan ibundamu tau tentang hal itu, tapi fikiran juga keselamatan dirimu." Xuelan menarik nafas lalu tersenyum pada kedua orang Xuelan memang baru-baru ini mendapat serangan mendadak, ia seperti diteror akan dibunuh, itulah mengapa ia dilarang keluar, perihal hukuman sebenarnya sudah selesai, hanya saja ia dibuat seolah masih dalam hukuman sampai dekat waktu akan pernikahan dirinya, karena ia terancam dan penjagaan untuknya pun sangat ketat.
" Aku mengerti." Xuelan lalu menggenggam tangan ayah dan ibunya lalu masuk keistana bersama.
Chapter bonus hari ini
__ADS_1