
Jiang Huan malam itu tidak tau arah mana yang ia lewati, ia terus berjalan tanpa arah dan tujuan, seluruh tubuhnya sakit tapi dibandingkan segalanya, hatinya lebih sakit dari apapun. Ia sangat marah karena Zhang Han, Jiang berhenti berjalan lalu ia menangis mengingat kata-kata Zhang Han yang seperti palu memukul hatinya.
" Aku tidak akan mencari tau kebenaran apapun sekarang, aku tidak akan perduli lagi tentangmu ataupun kerajaan bodohmu itu, aku sangat membencimu, sangat membencimu Zhang han raja bodoh, pria sialan." teriak Jiang, lalu ia menangis kembali. tubuh Jiang sekarang sangat kelelahan belum lagi lukanya belum diobati. penglihatan Jiang menjadi kabur lalu ia jatuh pinsan karena kelelahan. seorang pria tua melihat seseorang jatuh pingsan saat ia berjalan. tanaman obat yang dipundakknya ia turunkan saat melihat Jiang.
" Kasihan anak gadis ini, apa yang terjadi padanya? sepertinya ia terluka." gumam Pria tua itu memeriksa nadi Jiang." aku harus segera mengobatinnya." pria tua itu lalu menggendong Jiang di punggungnya dan tanaman obat ia dalam keranjang itu ia gantung di dadanya.
Seseorang pria masih berdiri di sisi istana yang lain, ia masih memandang Jinag yang sudah hilang dari pandangan, orang yang berbaju hitam datang lalu memeluknya dari belakang membuat pria itu terkejut tapi ia tidak bergeming. dari rawut wajahnya ia masih memikirkan sesuatu, tapi tidak ada yang tau apa yang pria itu fikirkan.
" Bagaimana? satu lemparan batu dua burung langsung kena." jawab wanita yang berbaju hitam itu tertawa bahagia.
__ADS_1
" Kenapa kau berencana sendiri, aku khawatir jika ia diluar istana, kita tidak bisa mengawasinya." pria itu tak lain adalah Zhang Luhan. Gadis berbaju hitam yang memakai penutup wajah itu menaikan alisnya, ia melepas pelukan pada pria itu.
" Mengawasinya? apa kau tertarik padanya. kalau kau sampai tertarik padanya aku akan membunuhmu dan wanita itu." kata wanita itu marah.
" Hentikan omong kosongmu itu, aku khawatir jika ia berada diluar istana ia tidak akan bisa kita awasi sehingga kitak tidak tau apa yang ia rencanakan, ingat jangan sampai ada kesalahan lagi seperti dulu apalagi dia yang sekarang tidak bisa di remehkan dan kau juga sudah melihat kehebatan yang ia sembunyikan selama ini." tegas Zhang luhan.
" Dulu Jiang yang kita anggap lemah adalah paling berbahaya, karena dia , rencana yang kita rancang bertahun-tahun hampir hancur dan aku tidak ingin terjadi kesalahan yang sama." kata pria itu lalu ia masuk kekediamannya tanpa diketahui orang lain, gadis berbaju hitam itu terdiam setelah mendengar kata-kata Zhang Han.
" Aku tidak akan membiarkan rencana yang kita susun hancur, aku sangat yakin ia sudah mati sekarang, dan Zhang Han akan menyesali keputusan yang ia putuskan malam ini. ah sangat menyenangkan meluhat mereka hancur." gadis itu tersenyum bahagia lalu ia meninggalkan istana seperti biasa.
__ADS_1
Dilain sisi di istana, dipenjara bawah tanah yang dingin, Bai Yinfei terduduk disudut memejamkan matanya, tidak ada cahaya yang masuk selain hawa dingin yang sekarang ia rasakan, ia juga mendengar bahwa semua pasukan yang ia bawa dikembalikann kekerajaannya sehingga ia sekarang sebatang kara dan paling menyedihkan ia dipenjara paling dingin dan itu adalah penjara paling menyiksa karena hawa dingin.
Bai Yunfei mengingat kejadian bagaiman ia bisa berada di kediaman Jiang dan menolongnya, pada saat itu ia masih dikamar, tiba-tiba seseorang mengetuk pintu kamarnya, saat dibuka tidak ada siapapun, lalu sebuah anak panah mengarah padanya, ia terkejut lalu menghindari anak panah itu,di panah itu terdapat surat yang digulung, Bai Yunfei mencari siapa pengirim surat tapi tidak ada orang lain.
Saat ia membuka gulungan surat itu, tertulis bahwa Jiang sedang dalam bahaya, Bai Yunfei pernah berjanji pada dirinya bahwa ia akan melindungi Zhang Han dan orang yang dekat dengan Zhang Han, saat ia berada disana, Jiang sudah terluka dan ia segera menolongnya dan itulah yang terjadi sehingga ia bisa berada ditempat ini.
Zhang Han yang berada dikamarnya merenung dengan apa yang terjadi, ia juga mengingat kejadian bagaimana ia melihat Jiang dalam pelukan Bai Yunfei. Zhang Han mendapat kabar dari seseorang misterius bahwa permaisuri dan Bai Yunfei sedang berduaan di kekediaman permaisuri, Zhang Han terkejut. Dulu sebelum Jaing jatuh kedanau, ia juga sering mengatakan bahwa Bai Yunfei tidak bersalah tapi semua bukti mengarah pada Bai Yunfei. Semua orang berasumsi bahwa Jiang jatuh hati pada Bai Yunfei tapi tidak ada bukti.
Zhang mempercayai kabar itu, ia membawa pasukannya dan ia benar-benar tidak menyangka dengan apa yang ia lihat, ia dikuasai marah, cemburu, kesal melihatnya sehingga ia tidak berfikir sehat lagi dan semua terjadi.
__ADS_1