
Kedua masalah yang sedang dihadapi Zhang Han masih belum bisa ia selesaikan, Zhang Han membubarkan rapat kerajaan karena percuma mengadakan tapi tidak memiliki solusinya. sudah larut malam tapi Zhang Han masih larut dalam lamunannya diruangannya.
Wei Chan dan Lan Huan setia menemani Zhang Han." Yang mulia, sebaiknya anda beristirahat, sudah larut malam, anda perlu menjaga kesehatan juga."kata Lan Huan, Zhang Han mengibaskan tangannya, memberi kode agar mereka pergi, mereka saling menoleh lalu memberi hormat dan pergi dari ruangan Zhang Han.
Setelah mereka pergi Zhang Han keluar dari ruangannya menuju kekediaman Jiang, saat sampai ia langsung masuk kekamar Jiang. terlihat Jiang tidur pulas, ia naik kepanduan tidur Jiang. Jiang tidur miring menghadap arahnya, Zhang Han tersenyum melihat Jiang tidur dengan damai.
jarak wajah mereka sangat dekat, bahkan deru nafas Jiang yang teratur dapat Zhang Han rasakan mengenai wajahnya." Aku merasa kau bukan Jiang yang ku kenal dulu, tatapanmu, cara bicaramu bahkan sikapmu sangat bertolak belakang, tapi aku tidak perduli, karena sekarang aku mulai mencintaimu dan aku ingin mendapatkan hatimu." gumamnya pelan didepan wajah Jiang.
Zhang Han mengelus wajah Jiang, Jiang yang tertidur membuka matanya malas karena merasa wajahnya seperti ada yang menyentuh, Jiang langsung membulakkan matanya saat mengetahui Seseorang berada di peraduannya, secara refleks ia langsung menendang orang tersebut sampai terjatuh.
Zhang Han menjerit.", mengapa kau menendangku." jerit Zhnsg Han, Jiang terkejut mendengar suara Zhang Han.
" Itu salahmu, mengapa mengagetkan seperti itu dengan tiba-tiba datang ke kamarku larut malam begini." kata Jiang sedikit merasa bersalah karena menendang Jiang. Zhang Han berdiri lalu naik lagi keatas peranduan.
" Apakah seorang suami tidak boleh tidur dikamar istrinya."
" Tentu saja boleh, hanya saja kita tidak benar-benar suami istri, aku kembali keistana bukan berarti aku sudah memaafkanmu."
" tidak benar-benar suami istri? apa maksudnya?"
" iya, karena... aku tidak menyukaimu." jawab Jiang cepat lalu menutup dirinya dengan selimut.
Zhang Han hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Jiang." Aku datang karena aku ingin berbagi beban fikiranku padamu." Zhang Han berbaring disamping Jiang menghadap langit-langit kamar, Jiang yang mendengar perkataan Zhang Han perlahan-lahan membuka selimutnya.
__ADS_1
Jiang membuka selimut dan ikut menatap langit-langit kamar seperti Zhang Han." kenapa kau tidak menemui selir Lu Xiang saja, bukankah dia sangat cerdas, dia pasti memiliki solusinya." Jiang berbicara santai hanya ketika tidak ada orang lain didekat mereka jadi Jiang tidak berbicara formal.
" Aku tidak tau, aku hanya mengikuti kata hatiku hingga sampai kesini." katanya menoleh Jiang Huan.
" aku mengerti masalahmu, tapi mengapa kau tidak langsung mengangkat selir Ming Hui menjadi permaisuri, aku tidak masalah menjadi selir, dan masalahmu akan selesai karena pendukung dibalik selir Ming Hui cukup kuat bukan."
Zhang Han memalingkan wajahnya menghadap langit-langit kamar kembali.
" Bukan itu permasalahannya, sekarang para menteriku terbagi menjadi dua kubu, yang satu mendukungmu dan satu mendukung Ming Hui, aku tidak tau alasan perdana menteri Wang Dao tiba-tiba mendukungmu,setauku dulu saat pengangkatanmu pertama ia tidak perduli, mereka berdua memiliki posisi penting kerajaan ini, jika aku memilih satu akan akan terjadi pertikaian diantara mereka, jadi kehancuran kerajaan bukan berasal dari serangan musuh tapi dari dalam kerajaan itu sendiri."
" Aku mengerti, kalau begitu buat kompetisi, siapa yang pantas menjadi permaisuri ditentukan oleh kompetisi itu, bagaimana?"
Zhang Han tersenyum. " Kenapa kau tersenyum, apa kata-kataku sangat lucu." kata Jiang heran.
" Bagaimana pangeran mereka sampai kemari, jika ia menggunakan kappangeal, harusnya perlabuhan negara mengetahui jika ada kapal asing datang."
" Itu yang sedang aku fikirkan, jika kita tidak bisa menemukan pangeran mereka, perang tidak bisa dihindari, karena mereka pasti menuduh kita yang telah menyembunyikan pangeran mereka kalau pun kita beralasan mengatakan tidak ada, jika suatu hari mereka menemukan pangeran mereka berada disini, masalah akan semakin parah."
" Satu-satunya cara adalah memastikan pangeran mereka benar-benar ada di kerajaan ini atau tidak, begitu?"
" Iya, karena mereka mendengar kabar kalau pangeran mereka berada disini, pangeran mereka hilang 3 tahun yang lalu."
Jiang mengangguk mengerti." sudah larut, kau perlu istirahat juga, besok kita fikirka lagi." Zhang Han tersenyum mendengarnya, ia lalu mendekat kearah Jiang.
__ADS_1
" Kau sedang perhatian padaku?" kata Zhang Han ditelinga Jiang, Jiang memutar bola matanya dengan malas, lalu memutar badannya membelakangi Zhang Han
" Aku sudah mengantuk, tidak ada urusannya perhatian padamu." Kata Jiang datar , ia tersenyum tipis dan mulai memejamkan mata. Zhang Han tersenyum mendengar penuturan Jiang lalu ikut tertidur.
Zhang Han merasa lehenya sedang dipeluk, ia terbangun dan membuka matanya, Kepala Jiang sudah berada disela lehernya dalam posisi memeluk dirinya. Zhang Han tersenyum licik, ia memeluk balik Jiang lalu melanjutkan tidurnya.
Pagi hari masih diposisi sama, Jiang yang pertama kali bangun langsung terkejut karena berada dalam pelukan Zhang Han. Ia lalu memukul dada Zhang Han napahingga Zhang Han terbangun.
" Kenapa kau memukul dadaku, sakit tau." Zhang Han mengeluh dipukul Jiang.
" Karena kau berani mengambil kesempatan saat aku tidur." balas Jiang galak.
" mengambil kesempatan? kau yang terlebih dahulu memelukku dan hampir membuka bajuku, kau bahkan ingin memperkosaku." Zhang Han melebih-lebihkan, Jiang yang mendengarnya merasa sangat malu.
" Benarkah aku melakukan itu?"
Zhang Han mengangguk yakin, Jiang menjadi malu." Maafkan aku, aku tidak sadar saat melakukannya." kata Jiang bersalah, Zhang Han tersenyum senang.
" Tidak masalah, aku bisa memaklumi, Baiklah aku pergi dulu." Zhang Han berdiri hendak keluar." tunggu." Panggil Jiang. Zhang Han berhenti, terlihat wajah gelisah Jiang yang menggigit bibir bawahnyate
" Jangan ceritakan pada siapapun." cicitnya.
" Tenang, aku bisa menjaga rahasia." Zhang Han keluar dari kamar tapi senyumnya tak bisa lepas dari bibirnya.", Dia percaya begitu saja " gumam Zhang Han saat keluar kamar, ia tersenyum senang.
__ADS_1