Berinkarnasi

Berinkarnasi
Rencana Ying Zheng


__ADS_3

Jiang langsung terjatuh berlutut, ia terisak hingga dadanya terasa sesak setelah Zhang Han pergi, ia membohongi dirinya sendiri tentang perasaannya, tetapi rasa benci dan amarah dalam hatinya tidak bisa membuat ia merasa lebih baik. Bayangan dendam dan rasa cinta dihatinya bertempur didalam fikirannya, selama ini tidak mengetahui pasti perasaannya sendiri, dulu saat ia bersama Zhang Han, hatinya seperti dikuasai yang membuatnya dirinya seperti mencintai Zhang Han, dan Ia tidak mengerti apa yang terjadi.


Hari ini Zhang Han mengatakan apa yang ia lihat didiri Jiang, dan Jiang merasakan apa yang dikatakan Zhang Han adalah benar, jadi ia tidak menolak apa yang dituduhkan padanya karena Jiang tau Zhang Han adalah orang yang jeli.


Seseorang dalam kegelapan malam segera pergi setelah melihat apa yang terjadi, ia memasuki ruangan Lu Xiang. " Darimana saja kau, Jing Er?" Wanita itu lalu masuk dan berganti pakaian seorang pelayan, ia kemudian menyisir rambut Lu Xiang.


" Nona, aku melihat mereka berdua bertengkar." Ucapnya sambil menyisir, Lu Xiang langsung berdiri kemudian memegang tangan Jing er, pelayan yang sangat ia sayangi seperti adiknya sendiri. Ia lalu berdiri menghadap Jing er kemudian menggenggam tangannya.


" Kau boleh melakukan apapun, tapi jangan pernah mendekati Jiang, dia berbeda dengan yang dulu, dia mungkin tidak bisa menyakitiku secara terang-terangan tanpa bukti, tetapi nyawamu tidak ia perhitungan demi balas dendam, Aku.. takutt...." Lu Xiang memegang dadanya yang terasa sesak.


" jangan khawatir, ia tidak menyadari diriku." Jing er menenangkan Lu Xiang yang khawatir padanya, Jing er adalah pelayan sekaligus tangan kanan dan adik bagi Lu Xiang, ia sangat berharga bagi Lu Xiang.


Jing er adalah pelayan yang ia bawa dari rumahnya, pelayan yang menemaninya dari kecil dan Lu Xiang sangat menghargai Jing Er, Lu Xiang sangat melarang Jing er ikut terlibat dalam hal yang ia lakukan, karena jika nanti ia hancur ia tidak mau Jing er ikut hancur, baginya Jing er adalah penenang saat ia terpuruk.


" Jangan pernah lakukan hal itu lagi, sekali ia menyadari dirimu ia pasti mengejarmu, bersikap seperti biasa yang kau lakukan." Jing Er mengangguk mengerti. Lu Xiang menepuk tangannya lembut lalu menyuruhnya beristirahat.


Kedatangan Ying Zheng mengejutkan Wei Chan, Lan Huan dan Fang Yin yang tiba-tiba masuk kedalam kediaman Zhang Han, mereka melihat Zhang Han mengikuti Ying Zheng dari belakang.


" Kaisar Jin Timur? apa yang dia lakukan disini?" Lan Huan pertama bereaksi, Ying Zheng langsung duduk dimana tempat biasa Zhang Han duduk, dan Zhang Han hanya membiarkannya.


" Yang mulia, ini..." Wei Chan berniat bertanya tetapi Zhang Han memberi kode untuk berhenti bertanya. mereka memandang Ying Zheng yang duduk dihadapan mereka.


" Jangan memandangku seperti itu, aku bukan makanan untuk kalian santap sehingga kalian berliur seperti itu." Ying Zheng berniat ingin bercanda tetapi mereka semakin memandang Ying Zheng aneh, Ying Zheng menjadi salah tingkah, ia tercengir.


" Tidak lucu ya?" Ying Zheng lalu memilah tumpukan laporan yang ada dimeja, mereka terus memandang Ying Zheng, Ying Zheng menghela nafas.

__ADS_1


" Baiklah... aku mengerti, tatapan kalian seperti ingin membunuhku saja." ucapnya, ia lalu berdiri dan menggeser meja sehingga terlihat peta pasir dimeja, mereka memang mengetahui tentang peta itu karena Zhang Han pernah memperlihatkannya, tetapi mereka heran bagaimana Ying Zheng mengetahui tentang peta rahasia ini.


Jujur saja mereka bertiga kecuali Zhang Han terkejut melihat Ying Zheng mengetahui rahasia peta raja mereka. " Andaikan dulu benar-benar terjadi perperangan antara Jin Timur dan kerajaan Qing, mungkin pemenangnya sulit ditentukan, karena Kaisar mereka sendiri sudah mengetahui rahasia musuh." komentar Lan Huan, Wei Chan membenarkan perkataan Lan Huan, mereka ngeri jika benar-benar terjadi, mungkin keadaan sekarang berbeda.


Ying Zheng tertawa kecil, ia lalu mengambil tongkat kayu kecil sebagai penunjuk untuk menjelaskan tentang peta pasir.


" Kalian tidak tau, kaisar kalian lebih licik dari ular." Ying Zheng sedikit melirik Zhang Han yang berada didepannya.


" Pasukanku berada diluar perbatasan dipimpin oleh Ling Long, mereka menunggu perintahku untuk masuk." Ying Zheng menjelaskan kedatanganya, mereka lagi-lagi dibuat heran, Zhang Han mengangguk, mereka bertiga menoleh pada Zhang Han untuk meminta penjelasan.


" Akan aku jelaskan setelah acara besok, sekarang lebih baik kalian istirahat untuk menyambut acara besok." Mereka sebenarnya penasaran tetapi mereka segera bubar karena perintah Zhang Han.


Kini hanya mereka berdua dalam ruangan itu, Ying Zheng lalu menjelaskan apa yang ia lihat selama dalam perjalanan. ia menunjukan letak peta dan tempat-tempat yang akan menjadi markas musuh, dan belum ada tanda-tanda pemberontak dari musuh.


" Ada satu hal yang tidak aku mengerti." ucap Ying Zheng setelah menjelaskan segalanya.


" Apakah perdagangan saat ini sedang naik secara drastis? kulihat banyak kapal berlabuh dan saat kutanya mereka mengatakan untuk berdagang." Zhang Han tidak tau karena ia tidak mendapatkan laporan tentang perdagangan yang berada dipasar.


" Aku akan memeriksanya nanti, kalau itu memang benar maka mereka tidak menyadari bahaya yang mengancam."


" Entahlah, aku merasa itu bukan para pedagang tetapi sebuah pasukan, ya sudah... lupakan." Ying Zheng tidak mau menebak hal yang tidak pasti. Zhang Han akan menyelidiki hal ini, apalagi saat seperti ini karena keadaan memang terlihat damai tetapi ibarat cuaca yang cerah menunggu badai datang.


Ying Zheng datang untuk menjawab surat yang diminta Zhang Han, tetapi Zhang Han tidak menyangka bahwa Ying Zheng datang secara pribadi, Zhang Han mengirim surat kedua yang meminta pasukan untuk perang yang akan datang, Zhang Han sudah menjelaskan secara singkat apa yang terjadi dan ciri-ciri musuh sehingga Ying Zheng sedikit mengetahui tentang itu.


Saat Ying Zheng berkunjung, ia mempelajari setiap ciri-ciri musuh dan mencari tau apa yang terjadi dan mengunjungi tempat-tempat sehingga ia mengetahui apa yang terjadi diluar istana, dalam surat Zhang Han tidak mengatakan tentang banyaknya kapal berlabuh sehingga ia tidak terlalu perduli tentang itu.

__ADS_1


Zhang Han memang meminta seseorang untuk mengetahui apa yang terjadi diluar istana selagi ia datang kekerajaan Qing sebagai penjawab pesan Zhang Han, tetapi ia tidak menyangka jika Ying Zheng datang sendiri.


Ying Zheng lalu menutup kembali meja itu untuk menutupi peta rahasia yang sudah ditandai, Zhang Han lalu memandang Ying Zheng.


" Biar kutebak, kau datang pasti memiliki tujuan, karena aku sangat yakin kau... tidak akan melakukan sesuatu jika itu tidak menyangkut dirimu sendiri." Zhang Han sangat penasaran kedatangan Ying Zheng secara pribadi, karena ia tau Ying Zheng bukan orang yang suka ikut campur, apalagi itu tidak menyangkut dirinya.


Ying Zheng tersenyum, ia lalu berjalan menuju Zhang Han kemudian menepuk pundak Zhang Han. " Aku selama ini terlalu dibuai harapan sehingga aku tidak menyadari bahwa ada yang lebih mencintaiku melebihi cintaku pada Jiang, kini aku menyadarinya dan aku ingin memperbaiki itu, aku tidak ingin yang terjadi padaku terjadi padamu juga, jadi aku memutuskan untuk membantumu memperbaiki hubungan kalian." Ying Zheng tersenyum penuh makna.


" Jangan berputar-putar, aku tidak mengerti maksudmu." Ying Zheng lalu tertawa.


" Aku memiliki solusi permasalahanmu, kau ingin mendengarnya?" Ying Tidak ingin menjelaskan maksud dari perkataannya.


Ying Zheng lalu berbisik ditelinga Zhang Han, Zhang Han langsung menjauh karena terkejut mendengar solusi yang menurut Zhang Han bisa membahayakan dirinya jika Jiang mengetahui hal itu.


" Tidak.... kau tau apa yang akan terjadi jika itu sampai disadari Jiang? dia bisa menikamku." Zhang Han membayangkan hal itu.


" Fikirkan lagi... fikirkan keberhasilannya, ia akan mengatakan apa yang ingin kau dengar, bukankah kau ingin tau isi hatinya?" Zhang Han kembali memikirkan perkataan Ying Zheng.


" Tapi...itu membahayakan nyawaku, aku lebih takut kemarahannya dibandingkan turun di Medan perang, Kau tau... kemarahan wanita adalah racun mematikan bagi prianya."


" Kalau begitu, kau tidak akan mengetahui selama-lamanya hati sesungguhnya dari Jiang."


" Apa tidak ada cara lain?" Wajah Zhang Han memelas.


" Tidak ada, sudahlah... gunakan cara itu."

__ADS_1


" Apakah kau yakin dia akan mengatakannya?"


" Tergantung bagaimana kau melakukannya nanti." Ying Zheng tersenyum penuh makna, Zhang Han terlihat ragu tetapi ia tidak mempunyai pilihan lain.


__ADS_2