
" Nona, nama Bai Yunfei sangat tabu disebutkan dalam istana ini." jawab Lian takut-takut ada yang mendengar mereka.
" Tapi mengapa anda tiba- bertanya tentang pangeran Bai Yunfei." tanya Yuan penasaran.
" Aku baru saja bertemu dengannya." jawab Jiang sambil memakan makanannya yang ada di atas meja.
" Di mana." tanya Lian penasaran.
" Dikediaman Kaisar Zhang." jawab Jiang enteng.
" Ya dewa, petaka apa yang akan terjadi besok." ucap Lian tidak sadar.
" Memangnya ada apa? cepat ceritakan siapa Bai Yunfei." kata Jiang tegas.
" Pangeran Bai Yunfei adalah adik Kaisar Zhang dari ibu berbeda, Ibu kaisar Zhang adalah ratu kerajaan terdahulu sedangkan Ibu Pangeran Bai Yunfei adalah seorang pelayan ratu bernama Bai Chiang. Kaisar terdahulu meniduri pelayan itu dalam keadaan mabuk, Ratu sangat marah dan mau tidak mau ibunya di angkat menjadi selir saat mengandung pangeran Bai Yunfei 5 bulan."
" Saat pangeran Bai Yunfei lahir, yang mulia Zhang berumur 1 tahun, dulu yang mulia Zhang sangat menyayangi pangeran Bai Yunfei, walaupun yang Mulia Zhang lebih diistimewakan dan pangeran Bai Yunfei seperti anak yang tidak dianggap, yang mulia sangat menyayanginya dan membagi apapun yang diberikan orang lain kepada Bai Yunfei."
" Saat yang mulia berumur 18 tahun dan Pangeran Bai Yunfei 17 tahun, hari itu adalah hari paling kelam dalam sejarah, karena pada hari itu bertepatan dengan akan diangkatnya putra mahkota, saat selesai penyerahan putra mahkota, sang kaisar terdahulu mati ditusuk pedang dan pedang itu adalah milik pangeran Bai Yunfei dan juga ia sendiri yang melakukanya." jelas Lian panjang lebar.
__ADS_1
" Lalu mengapa dia menyebut dirinya kaisar kerajaan Han, apakah dia membangun kerajaannnya sendiri setelah melakukan pembunuhan." tanya Jiang lagi.
" Kerajaan Han adalah kerajaan kecil, bahkan kerajaan itu lebih kecil dari ibukota kerajaan Qing ini, tapi itu bukan kerajaan sebenarnya yang orang fikirkan, itu seperti tempat pengasingan untuk pangeran Bai Yunfei." jawab Lian
" Bagaimana kau bisa mengetahui semua itu."tanya Jiang .
" Itu rumor yang beredar tentang pangeran Bai Yunfei, dan tentang kerajaan Han itu aku sendiri mendengarnya dari ibu suri saat bercerita pada kuburan mendiang ibu pangeran Bai Yunfei." jawab Lian menyakinkan.
" Tapi aku seperti merasa bahwa sejarahnya tidak mudah seperti yang diceritakan, mungkin ini ada hubungannya dengan kematian Jiang Huan,tidak mungkin mati hanya jatuh kedanau, ia seperti memintaku memecahkan teka teki rumit ini." fikir Jiang.
Lama Jiang berfikir, apa semua hubungan masalah lalu dengan dirinya hingga ia harus menghadapi takdir ini dan memecahkan semua teka teki yang sangat membingungkan, Jiang sempat berteriak frustasi membuat kedua pelayannya panik.
" Bearti kesimpulan saat ini, Bai Yunfei dibenci Zhang karena membunuh mendiang raja terdahulu karena bukan ia dijadikan putra mahkota, dan siapa yang membunuh Jiang , atas motif apa dia dibunuh, bukankah Jiang hanya ratu yang tidak dianggap dan lemah bukanlah Jiang bukan sebuh ancaman, kecuali Jiang mengetahui suatu kebenaran yang besar." fikirJiang frustasi sambil menyambungkan semua teka-teki.
" Ini benar- benar membuatku gila." teriak Jiang frustasi.
" Hanya ada satu cara, Aku ahrus bertanya sendiri pada Bau Yunfei itu." batin Jiang.
" Nona Jiang, hari mulai larut, lebih baik anda istirahat sekarang."Kata Yuan membuyarkan lamunan Jiang. Jiang mengangguk, Jiang sudah dari tadi selesai makan, dan ia kembali keperanduannya untuk beristirahat karena mereka bercerita tidak menyadari waktu.
__ADS_1
Saat matahari baru muncul dan Jiang sedang merias diri, tiba- tiba Lian datang tergesa-gesa masuk.
" Nona, pangeran Bai Yunfei datang berkunjung untuk mengajak anda minum teh di pagi hari." Lapor Lian, tak lama seorang prajurit dari luar pintu kamar berteriak.
" Yang mulia ratu, Kaisar Bai Yunfei datang berkunjung." teriak prajurit itu dari luar.
" Katakan untuk menungguku ditaman." jawab Jiang dari dalam.
" Bai yang Mulia Ratu." jawab prajurit itu.
" Lian cepat bantu aku." kata Jiang, Lian segera membantu menata rambut Jiang.
" Aku tau kamu khawatir Lian, tapi percaya padaku, aku akan baik-baik saja." kata Jiang, Lian yang mendengarnya hanya bisa pasrah, dia khawatir nonanya akan terkena masalah.
" Saya khawatir yang mulia kaisar Zhang akan menghukum nona, karena larangan siapapun yang mengajar bicara Pangeran Bai Yunfei bicara akan dihukum, itulah mengapa setiap pangeran Bai Yunfei datang, selalu bertengkar dengan yang mulia kaisar karena keputusan kaisar itu." jawab Lian memperingatkan.
Jiang mengangguk mendengarkan cerita Lian,selesai menata rambut, jiang segera menemui Bai Yunfei ditaman untuk minum teh bersama.
" Maaf membuatmu lama menunggu kaisar Bai Yunfei." ucap Jiang saat ia berada dibelakang Bai Yunfei yang sedang menikmati pemandangan. Bai Yunfei memutar badannya lalu tersenyum kearah Jiang.
__ADS_1