Berinkarnasi

Berinkarnasi
Zhang Han yang menjemput


__ADS_3

Wei Chan pulang keistana dengan tangan kosong, ia melaporkannya pada Zhang Han semua yang terjadi, ia bahkan sempat berdebat dengan Jiang Huan tapi Jiang Huan bersikukuh tidak akan pulang jadi ia terpaksa pergi dari sana.


" Apa alasannya dia tidak ingin pulang?" tanya Zhang Han bingung." Apa ia benar-benar marah? kata-kataku memang menyakitkan tapi." Batin Zhang Han sampai tidak berniat ingin mengatakannya.


" Wanita mana yang dihina sedemikian rupa tidak akan marah yang mulia, anda bahkan mempermalukannya dan menghinanya didepan umum pasti ia sangat marah dan tidak akan mudah untuk kembali keistana." jawab Lu Xiang yang juga berada di samping Zhang Han yang juga mendengar laporan dari Wei Chan.


" Baiklah, aku sendiri yang akan meminta maaf padanya dan membawanya pulang." Kata Zhang Han, Lu Xiang setuju." persiapkan keberangkatanku." lanjutnya.


Jiang Huan sedang merebus herbal ditemani tiga temannya karena kakek Xian pergi mencari obat, kakek Xian juga sudah mengenal tiga teman Jiang itu karena Jiang sudah mengenal mereka padanya.Jiang melamun karena teringat mimpinya semalam bertemu Jiang yang dibilang sangat singkat. ia mengingat kata-kata Jiang semalam bahwa Jiwanya tidak bisa bertemu dengan Xiao Na karena itu harga yang harus ia bayar karena mengundang jiwa Xiao na berinkarnasi.


Jika Xiao na ingin mendapat semua ingatan tentangnya, ia harus segera menemukan ruang Jingsi yang bahkan tidak diberitahu dimana letaknya, saat ia bertanya bertanya bagaimana ia bisa mati ia hanya menjawab opium setelah itu ia langsung menghilang membuat Xiao na semakin bingung.


Dao Dao yang melihat Jiang melamun dan tidak sadar kalau obatnya tumpah karena meluap menegur Jiang, Jiang segera tersadar lalu mengangkat obatnya dari tungku.

__ADS_1


" Ada apa? mengapa kau melamun?" tanya Dao Dao.


" Apa itu opium?" Tanya Jiang. yang juga didengar Xuelan dan Zhao An.


" Apa kau kecanduan opium?" Xuelan langsung asal tebak, Zhao An langsung menegur Xuelan karena asal berbicara.


" Opium itu sejenis obat yang biasa digunakan para tentara militer yang terluka parah untuk meringankan sakitnya dengan cara dibakar jika sesuai anjuran tabib, jika berlebihan menyebabkan seseorang bisa kecanduan atau kehilangan nyawa, karena efeknya seperti membuat seseorang berhalusinasi atau tubuh terasa terbakar jika dosisnys sangat tinggi." jelas Dao Dao.


" Opium sangat dilarang dikerajaan ini kecuali untuk pengobatan,Tapi mengapa kau bertanya tentang opium?" Xuelan tidak bisa menyembunyikan penasarannnya.


" Jiang." Saat Xuelan ingin bertanya tiba-tiba pasukan kerajaan datang membuat mereka terkejut dan mereka sampai berdiri melihat pasukan yang berada dihalaman rumah itu, Dao Dao, Xuelan, dan Zhao An keluar rumah untuk melihat siapa yang datang, melihat ketiga temannya tidak masuk, Jiang ikut keluar rumah dan melihat pasukan besar.


" Siapa?" tanya Jiang, mereka bertiga menggelengkan kepala. lalu seseorang keluar dari tandu paling mewah itu, semua orang berlutut memberi hormat saat ia keluar dari tandunya, kecuali Jiang Huan yang tidak berniat untuk berlutut memberi hormat.

__ADS_1


" Jiang, tunjukan hormatmu." Zhao An menarik-narik baju Jiang untuk menyuruhnya berlutut tapi Jiang tidak bergeming, dia bahkan menatap Zhang Han geram.


Jiang maju beberapa langkah menuju Zhang Han hingga jarak mereka tinggal satu meter jauhnya." Aku tidak tau yang mulia paling berkuasa rela meninggalkan istana demi menjemput seorang penjahat." " Sindir Jiang Huan menatap Zhang Han tajam.


" Aku datang." belum selesai Zhang Han mengatakan keinginannya, kakek Xian datang dan segera berlutut memberi hormat, Zhang Han menoleh sedikit lalu melanjutkan kata-katanya.


" Aku datang ingin meminta maaf dan membawamu kembali keistana." belum selesai ia mengatakan niat kedatangannya Jiang segera memotong kata-kata zhang Han.


" Aku tidak ingin kembali, pergilah." usir Jiang, ia lalu membalikan badan membelakangi Zhang Han untuk tidak ingin berdebat lebih jauh dengan Zhang han.


" Jangan keras kepala permaisuri Jiang Huan." geram Zhang Han, Jaing lalu memutar badannya menghadap Zhang Han lagi.


" Permaisuri? kurasa gelar itu sudah dicabut yang mulia beberapa waktu lalu, ah biar aku ingatkan bukan itu saja kau bahkan." Kata Jiang terhenti, ia tidak sanggup melanjutkan kata-katanya, ia bahkan menunjuk didepan wajah Zhang Han, kakek Xian sangat takut melihat Jiang berani menunjuk didepan wajah kaisar, Jiang sangat kesal melihat wajah Zhang Han sampai ia membuang muka.

__ADS_1


" Pergilah, bahkan jika dewa turun kebumi untuk memohon padaku kembali keistana, aku tidak akan kembali." lanjut Jiang menahan emosi, Zhang Han menatap Tajam pada Jiang tapi ia tidak kehilangan harga dirinya didepan banyak orang memaksa Jiang kembali. lama Ia menatap Jiang akhirnya ia memilih masuk ketandu lagi dan memerintahkan kembali keistana.


__ADS_2