
Begitu sampai dikerajaan, semua pasukan disambut meriah oleh semua orang, seluruh penduduk mengelu-elukan nama Zhang Han dan Jiang. Mereka tidak menyangka bahwa permaisuri yang mereka kenal lemah dan tidak berguna hari ini menyelamatkan mereka dari perang besar itu.
Diistana Zhang Han disambut oleh para selir berpangkat seperti, Lu Xiang,Ming Hui, Ye Yuan, dan Bai Qian. " Selamat yang mulia." hormat mereka ketika Zhang Han berjalan melewati mereka dan Jiang mengikuti Zhang Han dibelakang.
Zhang Han berhenti didepan selir Lu Xiang. " Bagaimana keadaan ibu suri selir Lu Xiang?" tanya Zhang Han.
" Sangat buruk, kata tabib seluruh tubuhnya lumpuh karena sakit keras yang diderita ibu suri sudah sangat lama dan sekarang semakin parah." jawab Lu Xiang. Zhang Han sangat mempecayai selir Lu Xiang, segala sesuatu diistana ia percayai pada Lu Xiang karena kinerjanya yang luar biasa.
Bahkan dulu Zhang Han berfikir kalau bukan karena janji yang ayahnya buat mungkin ia sudah menjadikan Lu Xiang Permaisurinya.
Zhang Han segera kekamar pergi kekediaman ibu suri diikuti Jiang, begitu sampai ia langsung memasuki kamar ibu suri yang sedang diperiksa oleh tabib dan dua orang pelayan berdiri diruangan itu untuk melayani ibu suri jika butuh sesuatu.
" Ibunda." panggil Zhang Han, ia langsung duduk ditepi peranduan ibu suri yang sedang berbaring. Matanya terbelak kaget lalu ia menangis melihat Zhang Han, Jiang memberi hormat, ibu suri seakan ingin mengatakan sesuatu tapi tidak berdaya, ia hanya bisa mengeluarkan air mata yang seakan mengisyaratkan kesedihannya.
" Tabib, apa yang terjadi pada ibunda? sewaktu aku pergi ia masih baik-baik saja, lalu mengapa tiba-tiba kondisinya memburuk? apa ia salah telah memakan sesuatu?" tanya Zhang Han khawatir, tabib itu memberi hormat lalu menjawab pertanyaan Zhang Han.
__ADS_1
" Hamba sudah memeriksanya, tidak ada yang salah dengan kondisi ibu suri, hamba rasa karena penyakit ibu suri yang sudah sangat lama mulai kambuh dan memperburuk kesehatan ibu suri." jawab Tabib itu takut-takut salah bicara kepala jadi taruhan.
Ibu suri hanya menangis mendengar penuturan tabib itu, tak lama Selir Lu Xiang, Ming Hui, Ye Yuan san Bai Qian datang, reaksi ibu suri langsung berubah, terpancar ketakutan dimatanya dan hanya Jiang yang menyadari reaksi itu, Jiang ikut memandangi kedatangan empat orang itu. mereka lalu memberi hormat pada Zhang Han dan Ibu suri.
" Mengapa reaksi ibu suri seperti itu ketika melihat kedatangan mereka? Apakah ada hubungannya dengan salah satu diantara mereka?" batin Jiang, ia masih terus memperhatikan jatuh kepada siapa pandangan ibu suri.
" Pelayan, siapa yang terakhir kali bertemu ibu suri sebelum keadaannya memburuk?" tanya Zhang Han pada kedua pelayan itu, karena Zhang Han mengenali mereka yang selalu melayani ibu suri. kedua pelayan itu saling menoleh lalu berlutut.
" Mohon ampun yang mulia, Selir Ye Yuan." Jawab salah seorang pelayan itu.
" Selir Ye Yuan?" tanya Zhang Han tak yakin.
" Lu Xiang." Guman Jiang pelan, ia yakin karena bola mata Ibu suri terus menatap orang itu, walaupun keempat wanita itu berdiri bersama, feeling seorang mafianya tidak mungkin salah karena ia belajar menguasai 6 indranya agar tajam mengalisis sesuatu.
Zhang Han lalu mendekati keempat wanita itu lalu berdiri dihadapan selir Ye Yuan. " Ada keperluan apa kau bertemu ibu suri, selir Ye Yuan?" tanya Zhang Han, Selir Ye Yuan segera memberi hormat.
__ADS_1
" Hamba memang bertemu ibu suri malam itu, kami hanya berbincang dan minum teh bersama, saat itu kondisi ibu suri masih baik-baik saja, hamba benar-benar tidak melakukan apapun, keesokan paginya hamba terkejut mendengar kondisi ibu suri yang sudah seperti ini." jawab Ye Yuan sedikit takut, karena walaupun ia berasal dari keluarga militer, ia tetap takut jika berhadapan dengan Zhang Han, karena tidak segan-segan Zhang Han memengal kepala orang yang mengkhianatinya.
Zhang Han menghela nafas berat, ia juga tidak bisa menuduh tanpa bukti, ia lalu duduk ditepi peranduan lagi, ibu suri kembali menangis seakan ia ingin mengatakan ada seseorang disana yang sedang bersandiwara." Ibunda, maafkan aku karena menjadi anak yang tidak berbakti." Zhang Han menggenggam erat tangan ibu suri lalu menciumnya.
Zhang Han kemudian berdiri, giliran Jiang memegang tangan ibu suri, itu sebenarnya trik Jiang untuk memeriksa nadi ibu suri, Jiang terkejut." Racun ular air." fikir Jiang, ia lalu menatap Mata Ibu suri seolah bertanya apakah ia terkena racun dan ibu suri menangis seakan menjawab bahwa yang difikirkan Jiang sangat tepat.
Jiang tidak tau cara membuat penawar racun itu karena racun ular air tidak berbau dan berwarna juga sulit diprediksi bahkan oleh tabib terbaik kerajaan. sebenarnya tidak berbahaya racun itu jika terkena sekali atau dia kali , tapi jika diberikan terus menerus racun itu bisa melumpuhkan seluruh organ tubuh dan hanya orang yang sangat mengenal baik tentang racunlah yang bisa memikirkan rencana seperti itu.
Diingatkannya, Jiang tidak mengetahui tentang obat membuat racun itu karena belum pernah ada orang yang terkena racun ini sebelumnya karena memang tidak berbahaya jadi ia tidak tau membuat penawarnya. Jiang menyesal karena ia juga tidak bisa berbuat apa-apa walaupun ia memiliki ingatan tentang obat-obatan tapi ingatan itu hanya sebagian saja jadi ia hanya menghela nafas berat.
Selir Lu Xiang mendekati Zhang Han lalu menyentuh pundak Zhang Han membuat Zhang Han menoleh padanya. " Yang mulia, ada yang ingin aku sampaikan." kata selir Lu Xiang, Ibu suri semakin takut melihat Zhang Han dan Lu Xiang yang lagi-lagi disadari oleh Jiang.
" apa yang ibu suri takutkan pada selir Lu Xiang? bukankah ia sangat menyayangi selir Lu Xiang, apa yang dilakukan selir ini hingga ibu suri bereaksi seperti ini." batin Jiang.
" Apa itu?" tanya Zhang Han.
__ADS_1
" Pangeran Bai Yunfei dalam perjalanan kemari yang mulia." jawabnya, Zhang Han terkejut ia langsung menoleh pada Jiang. Jiang tak kalah terkejut dengan kabar itu apalagi ia melihat Zhang Han langsung menatap padanya.
...kabar baik, bonus chapter lagi buat kalian, mumpung malming ini hujan deras dan aku gk ada kerjaan πππ selamat malming yang punya pacar, yg jomblo diem aja dirumah nanti cuma menuhin jalan raya klau keluarπππ. bercanda ya...