Berinkarnasi

Berinkarnasi
Pemberontak II


__ADS_3

Pasukan Jiang sudah ditunggu oleh pasukan Bai Yunfei dan Xiolin yang selesai melaksanakan tugasnya, saat melihat keadaan Zishu yang terluka, Bai Yunfei heran lalu menghampiri Jiang.


" Obati dulu Zishu." Jiang tau Bai Yunfei ingin bertanya tetapi Jiang tidak ingin membahasnya. Bai Yunfei segera mengintruksi dua prajurit untuk membantu Zishu menemui tabib untuk diobati. " Bagaimana Xiaojiu?" tanya Jiang lagi.


" Sesuai rencana." jawab Bai Yunfei, Jiang mengangguk. Mereka sudah sampai diperkemahan, tiba seseorang prajurit berlari dan langsung memberk hormat pada Jiang dan Bai Yunfei.


" Jenderal, terdapat pasukan yang besar diluar hutan, mereka membawa bersama bahan pangan dan berteriak bahwa mereka ingin bertemu jenderal Jiang." Lapor prajurit itu.


Jiang teringat bahwa ia pernah mengirim surat pada Ming Hui jika ingin mengirim pasukan maka ia harus berteriak diluar hutan bambu dan jangan masuk dulu karena Jiang sudah memasang jebakan dan akan mengenai mereka jika tidak tau jalan.


" Kau bawa beberapa orang dan tuntun mereka masuk kemari,mereka adalah pasukan bantuan untuk kita." jawab Jiang, prajurit itu segera mengangguk dan mengundurkan diri.


" Kiriman dari siapa?" tanya Bai Yunfei.


" Pasukan itu datang terlambat, harusnya mereka datang kemarin sehingga kita tidak kekurangan pasukan, mereka akan berguna nanti untuk perang selanjutnya." Jawab Jiang bicara sendiri.


" Jiang... aku bertanya?" kata Bai Yunfei


" Ming Hui." jawab Jiang lalu meninggalkan Bai Yunfei untuk masuk kedalam tenda.


" Ming Hui? bagaimana..?" Bai Yunfei ingin bertanya lebih lanjut tetapi sudah ditinggal Jiang, ia hanya menggeleng lalu pergi kembali ke tendanya.


Pagi harinya Kabar itu segera menyebar keseluruh istana, semua menteri sudah menunggu Zhang Han hadir dirapat untuk membahas hal ini, Zhang Han tau hal ini tidak bisa ia hindari jadi ia hanya bisa menghadapi semuanya. Zhang Han memasuki ruangan pengadilan dengan ekspresi yang tidak enak dilihat, ia masuk diikuti Wei Chan dan Lan Huan.


Seluruh orang memberi hormat saat Zhang Han duduk di singgasananya. " Semoga yang mulia panjang umur." ucap mereka serempak sambil memberi hormat. Zhang Han memandang wajah mereka semau lalu menarik nafas panjang.


" Yang mulia." seorang menteri maju. sebelum menteri itu melanjutkan apa yang ingin dia katakan, Zhang Han lebih dulu menghentikannya.


" Aku tau apa yang ingin kalian katakan." jawab Zhang Han.


" Lalu kenapa anda masih belum bertindak?" jawab Mentri yang lain.


" Benar yang mulia, Selir Jiang jelas sudah melakukan pemberontak dan anda sudah melihatnya sendiri." timpal menteri yang lain.


" Yang mulia, jangan melibatkan perasaan, Yang bersalah harus dihukum, dia jelas penghianat dan harus dijatuhkan hukuman, anda harus menangkapnya entah ia hidup ataupun mati." jawab menteri yang lain.


" Jika anda bersikap tidak perduli hanya karena ia selir anda maka tidak ada keadilan lagi dikerajaan ini dan orang-orang akan mentertawakan hukum kerajaan ini." kata Mentri yang lain lagi

__ADS_1


" Kalau begitu, kau saja yang jadi raja." ucap Zhang Han, seluruh menteri langsung bersujud.


" Yang mulia tarik kata-kata anda." ucap mereka serempak, mereka lalu berdiri kembali, mereka terkejut mendengar kata-kata Zhang Han.


" Menteri Wang, kau adalah penasehat, bagaimana kalau kau saja menggantikan aku menjadi raja?"Menteri Wang segera bersujud memohon ampun.


" Yang mulia, dengan sikap anda seperti ini, itu tidak akan menyelesaikan masalah." ucap seorang menteri lagi .


" Lalu kalian ingin aku melakukan apa?" teriak Zhang Han marah memukul keras singgasananya


" Yang mulia... mohon tenang." ucap mereka serempak.


" Yang mulia, anda secara sukarela melepaskan selir Jiang dan membebaskannya begitu saja, saat musuh didepan mata anda tidak bertindak, mohon untuk anda membedakan apa yang harus diutamakan." jawab menteri lain.


" Lalu kau ingin aku membawa mayatnya keistana untuk dihukum,ia lebih memilih mati ketimbang untuk kembali, kau ingin aku menghukum anakku yang bahkan belum lahir." balas Zhang Han marah.


" Bukan begitu maksud saya yang mulia, selir Jiang memanfaatkan anak dalam kandungan untuk membuat anda bingung." Mendengar itu Zhang Han langsung mencabut pedangnya, semua menteri langsung bersujud memohon ampun melihat kemarahan Zhang Han.


" Yang mulia." selir Lu Xiang keluar dari tirai lalu berdiri ditengah pengadilan.


" Rencana apa yang kau miliki?" batin Zhang Han.


" Katakan." ia lalu menyarungkan pedangnya kembali.


" Selir Jiang sangat dekat dengan Zhao An, bagaimana jika kita memancing selir Jiang dengan mengabarkan bahwa Zhao An akan dihukum mati dengan alasan bahwa ia berkerja sama dengan pengkhianatan, maka kabar itu pasti sampai padanya."


" Bagaimana jika ia tidak terpancing untuk datang?"


" Maka kita benar-benar akan menghukum mati Zhao An karena ia membantu selir Jiang untuk merahasiakan tempat persembunyian mereka, akan lebih baik lagi Jiang memakan umpannya."


" Hal itu belum jelas selir Lu Xiang, belum tentu Zhao An tau persembunyian Jiang." jawab Zhang Han.


" Belum mencoba, tidak akan tau hasilnya, kalaupun Zhao An tidak tau, Zhao An adalah tangan kanannya, tidak mungkin jika ia tidak tau rencana Jiang."


" Kau terlalu banyak berspekulasi selir Lu Xiang."bunuh


" Kau ingin membunuh dua burung dengan satu batu, luar biasa." batin Zhang Han, Ia lama memandang Lu Xiang.

__ADS_1


" Rencana selir Lu Xiang sangat bagus." ucap para menteri senang.


" Mohon dipertimbangkan yang mulia." ucap mereka serempak.


" Aku tidak setuju." ucap Ming hui tiba-tiba. semua orang tertuju pada Ming Hui, selama ini mereka tau setelah Ming Hui menjadi Permaisuri ia hampir tidak pernah memutuskan sesuatu bahkan untuk ikut campur ia tidak mau, sehingga orang kadang menganggap dirinya tidak ada.


" Mengapa kita harus mengorbankan Zhao An, selir Jiang sepertinya tidak memiliki masalah dengan yang mulia tetapi ia memiliki masalah dengan orang lain, setiap kejadian sejak pembunuhan terjadi, mengapa hanya dikediaman selir Lu Xiang dan selir Bai Qian. "


" Apa maksud dari perkataan permaisuri?" tanya Lu Xiang tajam menatap Ming Hui.


" Tidak ada maksud apapun, aku hanya asal berkata saja." Jawab Ming Hui akhirnya.


" Ini bukan urusanku, aku rasa tidak perlu ikut campur." batin Ming Hui, ia menghembuskan nafas berat.


" Jika anda tidak tau lebih baik tidak usah ikut campur, permaisuri..." ucap Lu Xiang.


" Kau berani bicara tidak sopan padaku selir Lu Xiang, jangan samakan sikapmu pada selir Jiang dengan diriku."


" Maaf jika perkataan Saya menyinggung anda." Lu Xiang menunduk hormat, Ming Hui membuang muka.


" Kau benar-benar lupa siapa dirimu Ming Hui, kau terlalu sombong sekarang, kita lihat berapa lama kau bertahan di tahtamu" Batin Lu Xiang


" Aku putuskan untuk mengerahkan semua pasukan dan telik sandi untuk mencari keberadaan selir Jiang tanpa mengorbankan nyawa orang lain." ucap Zhang Han akhirnya, ia lalu keluar ruangan, semua menteri dan yang hadir dirapat menunduk hormat sampai Zhang Han melewati mereka


Zhang Han kembali kekediamannya diikuti Wei Chan dan Lan Huan, Zhang Han sedang kesal.


" Kemana sebenarnya Fang Yin? wanita itu, saat dibutuhkan seperti ini ia tidak ada." ucap Zhang Han kesal.


" Aku akan mencarinya lagi yang mulia." Ucap Wei Chan.


" Tidak usah, percuma.. sepertinya ia tidak ada diistana ini." ucap Zhang Han akhirnya.


" Lalu apa rencana anda sekarang." tanya Lan Huan.


" Wei Chan, kau selidiki kejadian semalam, Jiang mengatakan orang lain yang melakukannya, aku percaya itu, kau harus mendapatkan bukti yang bisa membuat Jiang tidak bersalah." Wei Chan mengangguk lalu memberi hormat, ia lalu mengundurkan diri.


" Kerahkan seluruh telik sandi rahasia kita, cari keberadaan Jiang tanpa diketahui orang lain, ia harus kita temukan secepatnya sebelum orang lain " ucap Zhang Han, Lan Huan mengerti lalu mengundurkan diri. Zhang Han mengusap wajahnya.

__ADS_1


" Apa sebenarnya tujuanmu." ucap Zhang Han berbicara sendiri.


__ADS_2