Berinkarnasi

Berinkarnasi
Penyiksaan Lu Xiang


__ADS_3

Lu Xiang terkejut saat tiba-tiba ia yang sedang tidur disiram air dingin satu ember, ia mengangkat kepalanya melihat orang yang menyiram air padanya.


" Lihatlah dirimu sekarang Lu Xiang, dulu kau dipuja dan dihormati tetapi sekarang kau seperti tikus kotoran, pengorbananmu tidak ada yang akan perduli, kau kehilangan nyawapun tidak ada yang perduli." Bai Qian tersenyum mengejek pada Lu Xiang, Lu Xiang menatap orang didepannya sekali lagi penuh kasih sayang.


" Aku tidak bisa membohongi diriku sendiri bahwa aku masih menganggap kau saudariku, sekeras apapun kau menyiksaku aku tidak akan pernah bisa membencimu."


" TUTUP MULUTMU...." teriak Bai Qian marah, ia tidak mau mendengar perkataan Lu Xiang tentang persaudaraan, ia sudah merasa Lu Xiang telah berkhianat padanya.


" Kalau kau memang saudariku, kau tidak akan mengkhianatiku, kau tidak akan berakhir seperti ini..." mata Bai Qian merah menahan amarah, Lu Xiang tertawa, barisan giginya yang putih tampak terlihat, tetapi sudut bibirnya sudah mengering darahnya.


" Aku tidak menyesal, kau boleh menyiksaku sesuka hatimu...jika itu bisa meredakan kebencian dihatimu, bahkan kau boleh membunuhku, tapi jika aku sudah lolos dari sini, aku pastikan kita akan bertemu di Medan pertempuran." Lu Xiang masih memandang Bai Qian yang tertawa mendengar perkataannya.


" Pertempuran apa katamu? apakah setelah kau lolos kau akan menemui Zhang Han dan mengatakan segalanya, lalu memerangi diriku? hahaha...kau terlalu naif..., ah...aku lupa memberitahukan padamu." Lu Xiang tidak mengerti perkataan Bai Qian, memang benar apa yang dikatakan Bai Qian, jika ia lepas maka orang yang pertama kali ia temui adalah Zhang Han.


" Ini."Bai Qian tersenyum lalu mengeluarkan sebuah surat yang distempel dan tertera jelas bahwa Lu Xiang resmi bercerai dengan Zhang Han , mata Lu Xiang terbelak terkejut membacanya.


" Kau..." Lu Xiang tidak tau apalagi yang harus ia katakan, surat itu sudah menghancurkan hatinya, tanpa ia sadari air matanya turun dari pelupuk matanya, bibirnya bergetar hebat.


" Oh...tidak, kau menangis?..." Bai Qian mengusap Pipi Lu Xiang untuk menghapus air matanya, ia tersenyum senang melihat Lu Xiang. Lu Xiang menolak disentuh Bai Qian, jadi ia menjauhkan wajahnya dari Bai Qian.


"Ck ck ck...kasian sekali." ucap Bai Qian tersenyum, Lu Xiang tidak tau apa yang ia rasakan sekarang, serasa dunianya sudah hancur berantakan, Zhang Han adalah harapan terakhirnya untuk hidup, tetapi sekarang direnggut.

__ADS_1


" Kau tau...saat aku menulis surat palsu ini atas namamu, dia langsung percaya...dan langsung menceraikamu." Bai Qian tertawa keras, Lu Xiang tau, peniru tulisan paling unggul adalah Bai Qian, ia cukup melihat tulisan seseorang satu kali maka ia pasti bisa menirukan sama persis sehingga sulit untuk dibedakan palsu atau asli.


" Apa lagi yang aku harapkan didunia ini, apakah ini balasan dewa untukku atas semua yang sudah aku lakukan?" batin Lu Xiang, ia menangis, Lu Xiang tidak bisa menahan air matanya yang segera tumpah.


" Ikuti aku seperti dulu, aku masih menginginkan dirimu, penawaranku masih berlaku untukmu, Lu Xiang... jangan jadi bodoh karena cinta." Bai Qian kini serius mengatakannya, Lu Xiang masih menangis, ia terlalu sedih sekarang.


" Lu Xiang..." Bai Qian mengguncang tubuh Lu Xiang yang menangis tertunduk.


" Apalagi yang kau harapkan dariku Ruizhen, aku sudah kalah oleh dunia ini... tidak ada lagi alasan diriku hidup." Lu Xiang kemudian tertawa, ia sudah seperti menjadi orang gila.


" Tidak Lu Xiang, dunia mungkin kejam... tetapi kita tidak akan pernah tunduk pada dunia, kita adalah penguasa, dunia yang harus tunduk pada kita, kita pantas untuk dipuja, merekalah orang yang sudah merenggut hidup kita yang harus bertekuk lutut memohon ampun... mereka harus membasuh kejahatan mereka dengan darah mereka untuk memberikan dosa mereka pada nenek moyangku... MEREKA HARUS MEMBAYARNYA..." Teriak Bai Qian, ia mengepalkan kedua tangan hingga buku-buku kukunya memutih menahan kebencian dihatinya.


" TIDAK AKAN PERNAH...tidak akan kumaafkan mereka, bahkan jika jiwa leluhurku bangkit memohon, tidak akan pernah...kau tau bagaimana rasanya hidup tetapi mati?..." Bai Qian menatap Lu Xiang penuh dengan kebencian.


" Rasanya Seluruh tubuhmu dicabik-cabik, kau ingin mati tetapi kau harus tetap hidup demi mereka yang berkorban untukmu agar kau bisa membalaskan dendam mereka." Bai Qian mengatakan itu tepat didepan wajah Lu Xiang, dan jarah wajah mereka sangat dekat hingga Lu Xiang bisa melihat kebencian yang amat besar yang belum pernah ia lihat dimata Bai Qian, selama ini Bai Qian selalu bisa menyembunyikan perasaannya sendiri, tetapi ia tidak menyangka bahwa kebencian itu seperti kobaran api yang menyala dan sulit dipadamkan.


" Aku tidak bisa mengatakan apapun untukmu lagi." Lu Xiang menundukkan kepalanya, tiba-tiba ia merasakan perih didadanya yang ternyata ditusuk oleh Bai Qian dengan pisau kecil, Lu Xiang menatap Bai Qian tidak percaya, Bai Qian menghacurkan inti spiritual Lu Xiang.


Inti spiritual adalah letak dimana tenaga dalam berkumpul untuk mensalurkan seluruh tubuh, jika ia hancur maka orang itu sudah seperti orang biasa, kini ia hanya mengandalkan beladiri yang tak seberapa, jika ia berhadapan dengan orang yang memiliki tenaga dalam, maka ia akan kalah telak, dan inti spiritual hanya bisa dilatih satu kali saja seumur hidup, dan letaknya bervariasi.


Seketika tubuh Lu Xiang melemah, kini ia tidak lagi memilki tenaga dalam, yang bearti ia sudah seperti orang biasa. " Ini adalah awalnya milikku..." ia menekan pisau itu semakin dalam, Lu Xiang menjerik keras, dan ketika pisau itu dicabut, Nyawa Lu Xiang serasa melayang tetapi itu tidak akan membunuhnya.

__ADS_1


" Akh........." teriaknya, Air mata Lu Xiang jatuh menahan sakit disekujur tubuhnya, kehancuran inti spiritual seperti mematahkan semua tulangnya, kulitnya seakan dicabik-cabik, ia menagis menahan sakit.


" Sudah pernah aku katakan, bahwa aku lebih kejam dari yang kau fikirkan." Bai Qian kemudian berbalik badan ingin pergi


" Kenapa tidak kau bunuh saja aku, aku sudah tidak berguna untukmu lagi, untuk apa kau pertahanan aku seperti ini?" ucap Lu Xiang, nafasnya putus-putus. Bai Qian berhenti.


" Aku paling benci pengkhianatan, aku tidak akan membuatmu mati dengan mudah, aku ingin kau menyaksikan Zhang Han mati dibawah kakiku dan memohon ampun untuk hidupnya." jawab Bai Qian tanpa menoleh padanya. Lu Xiang tertawa, ia memuntahkan seteguk darah.


" Bermimpilah...kau hanya berharap hujan turun dilangit cerah." Lu Xiang tertawa hingga giginya yang merah karena darah tampak dan mengalir dari sudut mulutnya.


" Satu hal yang aku yakini, kau tidak akan mempunyai kemampuan meruntuhkan langit, karena pilar yang menopangnya kokoh."


" Kau akan melihat siapa yang akan berdiri paling akhir." Ucap Bai Qian lalu ia segera pergi meninggalkan Lu Xiang.


Lu Xiang hanya memandang kepergian Bai Qian, baru setelah Bai Qian pergi kekuatannya langsung runtuh, ia merasa kakinya tidak mampu lagi menompang dirinya untuk berdiri, ia sangat lemah, bibirnya pucat dan pecah-pecah. setiap Bai Qian datang ia akan menyiksa Lu Xiang tetapi tidak membiarkan Lu Xiang mati, Lu Xiang mengadah keatas sebab cahaya matahari masuk melalui celah atap yang sudah dilubangi seseorang.


" Turunlah..." Lu Xiang sudah menyadari orang itu sedari tadi, hanya saja orang itu menunggu Bai Qian pergi.


Orang itu langsung turun diikuti beberapa orang, mereka memakai pakaian serba hitam dan penutup wajah, mereka melompat dari atap. " Ketua..." ucap semua orang itu serempak memberi hormat pada Lu Xiang saat ia sudah berdiri dihadapan Lu Xiang.


Saya memiliki waktu senggang beberapa hari ini, jadi saya akan menulis sebanyak yang saya mampu, terima kasih terus setia membaca , selamat menikmati dan selamat menunaikan idul Fitri yang tinggal beberapa hari lagi🙏

__ADS_1


__ADS_2