Berinkarnasi

Berinkarnasi
Cerita Bai Yunfei


__ADS_3

Jiang kembali kekediamannya, ia melihat Bai Yunfei menikmati teh ditaman, Jiang menghampiri Bai Yunfei. Bai Yunfei yang melihat Jiang memberi hormat. Jiang menyuruh Bai Yunfei duduk begitu juga Jiang duduk dihadapan Bai Yunfei.


" Aku hanya ingin memastikan sesuatu padamu." Kata Jiang, ia tidak lagi basa-basi.


" Apa itu?"


" Kenapa kau berbohong padaku tentang kematian Zhang Ruyue, dulu kau mengatakan kau tidak mengetahui siapa yang membunuhnya dan kau dituduh melakukannya, padahal kau melihat semua kejadian itu." kata Jiang, ia lalu menuangkan teh dicangkirnya dan menyeruput sedikit tehnya. Bai Yunfei menatap mata Jiang, ia kemudian tersenyum.


" Sepertinya ingatanmu sudah kembali." ia berdiri lalu membelakangi Jiang memandang kekediaman Jiang. " Untuk mengacaukan ingatanmu."


" Maksudmu?" Jiang menaikan sebelah alisnya tanda tidak mengerti. Bai Yunfei lalu membalikkan badan menghadap kearahnya.


" Aku tau, walaupun aku tidak tinggal diistana, aku selalu mendapatkan kabar tentang istana ini, kau sudah pernah mencoba sekali membongkar kedok mereka, tapi apa yang kau dapatkan? kematian, walaupun kau yang sekarang berbeda, tidak akan mudah menangkap mereka, jadi kau tidak perlu ikut campur lagi." Kata Bai Yunfei menghela nafas menatap Jiang.


" Itu alasanmu? kau kira aku akan mendengarkan kata-katamu? aku tidak akan membiarkan mereka menghancurkan Zhang Han walaupun aku harus mati sekali, dua kali atau bahkan ribuan kali, selama aku hidup tidak akan kubiarkan."


" Apa yang sedang kau fikirkan? kau kira kau sudah kuat untuk melindunginya? Zhang Han tidak mudah percaya pada orang lain, ia lebih percaya apa yang ia lihat dibandingkan apa yang ia dengar, jadi walaupun kau berusaha menyakinkan Zhang Han tentang kejahatan Lu Xiang tanpa bukti, dia tidak akan percaya."


" Kau mengetahuinya?


" Sudah aku katakan, walaupun aku tidak disini, aku selalu mengetahui kabar tentang istana ini."

__ADS_1


" Lalu apa tujuanmu datang kekerajaan ini? secara kebetulan aku memang meminta Zhang Han untuk mengundangmu datang, tetapi Zhang Han tidak setuju lalu bagaimana kau datang tiba-tiba tanpa diundang."


" Aku memang mendapat surat darimu." Bai Yunfei lalu mengeluarkan sebuah surat dari balik jubahnya lalu memberikannya pada Jiang, Jiang heran lalu ia membaca surat itu. Itu memang tulisan tangannya tapi ia tidak pernah menulis surat untuk Bai Yunfei.


" Aku tidak pernah menulis surat untukmu, tapi tulisan tangan disurat ini seperti tulisan tanganku, siapa yang sedang mencoba mengadu domba diriku dengan Zhang Han?"


Jiang hanya berfikir satu-satunya orang yang bisa melakukannya hanya Lu Xiang, tapi bagaimana tulisan surat itu mirip tulisan tangannya.


" Kau pasti berfikir itu dilakukan Lu Xiang? tapi siapa yang berkerja sama dengannya perlu diselidiki, dia tidak mungkin berkerja sendiri."


" Ceritakan padaku kejadian 7 tahun yang lalu dimana kejadian berdarah itu terjadi, jangan berbohong apapun lagi kepadaku, siapa yang sedang berkonspirasi disini agar aku mengetahui siapa yang bisa dipercaya dan siapa musuh dalam selimut."


" Sepertinya hanya kau yang bisa melindungi Zhang Han, aku akan menceritakan semuanya padamu."


Dikerajaan diadakan pengangkatan putra mahkota, Pangeran Zhang Luhan adalah putra sulung tetapi ia hanya putra angkat yang ditemukan raja saat berburu dihutan, satu-satunya putra darah sah raja ada pada Zhang Han. Saat itu sesuai janji, Zhang Han sudah menikahi Jiang Huan karena pernikahan terjadi saat Zhang Han berumur 17 tahun.


Zhang Ruyue pernah mengajukan permohonan agar ia menikah dengan Zhang Luhan, tetapi raja terdahulu tidak menyetujuinya karena Zhang Luhan walaupun bukan saudara sedarah tetapi ia sudah dikenal sebagai pangeran kerajaan ini, jadi Zhang Luhan belum menikah pada masa itu padahal menurut aturan dirinya sebagai anak sulung harus lebih dulu menikah, tapi tidak ada yang mempermasalahkan hal itu.


Saat hari pengangkatan, semua orang berfikir bahwa Zhang Luhan yang akan menjadi putra mahkota karena ia putra sulung dan juga prestasi Zhang Luhan dimedan tempur membuat namanya harum, tetapi siapa sangka bahwa Raja sudah memutuskan bahwa Zhang Han adalah putra mahkota.


sehari setelah pengangkatan tiba-tiba istana diserang oleh kelompok tak dikenal, saat itu raja diruangannya, Zhang Han sedang berlatih dan Jiang hanya duduk ditepi memandang Zhang Han dari jauh sambil memperhatikan Zhang Han berlatih. tiba-tiba sekelompok orang menyerang Zhang Han,tidak perlu waktu lama mereka segera dibabat habis Zhang Han karena kekuataan mereka kecil apalagi Zhang Han pada saat itu bersama beberapa jenderal dan dua sahabatnya Wei Chan dan Lan Huan yang terkenal haus darah karena mereka sudah terbiasa berperang bersama Zhang Luhan.

__ADS_1


Zhang Han segera menyadari sesuatu setelah mereka menghabisi semua penjahat itu. " Ayahanda... mereka pasti mengincar raja, ayo." Teriak Zhang Han memerintah, mereka segera mengikuti Zhang Han dan menghabisi siapapun musuh yang mereka lewati.


Bai Yunfei pada saat itu sedang berjalan melihat sekelompok orang menuju kediaman raja, ia segera mengejar kelompok itu, dan siapa sangka saat itu Bai Yunfei melihat Zhang Luhan menusuk raja menggunakan pedang, Bai Yunfei berteriak marah, lalu Zhang Ruyue datang, Zhang Luhan berlari kearah Zhang Ruyue dengan belati pendek ditangannya.


" Tidak...." teriak Bai Yunfei, jarak Zhang Luhan dan Zhang Ruyue semakin dekat, Bai Yunfei sangat tahu bahwa Zhang Han sangat menyanyangi adik perempuannya itu lebih dari apapun, jika Zhang Ruyue mati ia pasti sangat terpukul, apalagi Mereka mengetahui bahwa Zhang Ruyue tidak bisa beladiri.


Zhang Luhan langsung menikam dada Zhang Ruyue lalu ia langsung melarikan diri, Bai Yunfei segera berlari menangkap tubuh Zhang Ruyue yang hampir terjatuh, sebelah tangannya mendekap tubuh Zhang Ruyue dan sebelahnya memegang belati itu.


" Yue er..." panggil Bai Yunfei, matanya sudah berkaca-kaca melihat Zhang Ruyue yang sudah tidak sadarkan diri.


" Bai Yunfei...." teriak Zhang Han marah, matanya berkilat tajam menatap Bai Yunfei, ketika ia sampai ia sudah melihat bergelimpangan mayat, apalagi ia melihat mayat raja tak jauh dari dimana Bai Yunfei menikam Zhang Ruyue, karena memang nampak posisi Bai Yunfei sedang menikam Zhang Ruyue.


Bai Yunfei yang mendengar teriakan Zhang Han terkejut. " Bukan aku." Guman Bai Yunfei, ia menggelengkan kepala, ia bahkan tidak bisa menahan air matanya jatuh karena melihat sekelilingnya.


" Apa yang sudah ayahanda dan Zhang Ruyue lakukan sehingga kau membunuhnya?" teriak Zhang Han, ia sudah dikendalikan kemarahan, ia berjalan menuju Bai Yunfei, Jiang yang saat itu datang bersama Zhang Han juga tidak mengerti dengan apa yang terjadi. tak lama Zhang Luhan bersama beberapa prajurit datang.


" Zhang Han, maaf aku terlambat." kata Zhang Luhan, Bai Yunfei yang melihat Zhang Luhan dikuasi kemarahan, ia lalu berlari menuju Zhang Luhan untuk menyerangnya. tapi Zhang Han menahan dirinya dan langsung menyerang Bai Yunfei hingga terpukul mundur beberapa langkah.


" Kau fikir aku akan mengampuni nyawamu." teriak Zhang Han, ia secara membabi buta menyerang Bai Yunfei karena kemarahan.


" Bukan aku yang melakukannya, Zhang Luhan yang sudah melakukannya." teriak Bai Yunfei marah, tapi Zhang Han yang melihat dirinya berada ditempat itu, sehingga tidak percaya apa yang dikatakan Bai Yunfei.

__ADS_1


Mereka bertarung dan Zhang Han mendominasi pertarungan, ketika melihat Bai Yunfei memuntahkan darah karena kalah darinya membuat hati Zhang Han sedikit melunak, Zhang Han memiliki kasih sayang untuk Bai Yunfei sebagai saudara, tetapi fakta bahwa Bai Yunfei menjadi pengkhianat membuat kesedihan Zhang Han tidak bisa dibendung lagi, ia kini kehilangan semua orang yang ia sayangi saat ini dan hatinya benar-benar hancur, Zhang Han lebih percaya apa yang ia lihat dibanding apa yang ia dengar.


__ADS_2