Berinkarnasi

Berinkarnasi
Keadaan yang tidak baik


__ADS_3

Lu Xiang menyambut serangan Zhao An, mereka bertarung menggunakan tangan kosong, tak lama Dao-Dao datang membantu Zhao An, Lu Xiang terkena pukulan didadanya oleh Zhao An, ia meringis kesakitan karena mengenai tepat pada lukanya yang belum pulih seutuhnya.


" Aku harus segera pergi dari sini." Batin Lu Xiang, ia lalu memukul mundur Dao-Dao dan Zhao An, begitu ada kesempatan ia segera melompat lewat jendela lalu pergi dari sana. para prajurit berniat mengejar Lu Xiang, tetapi segera dihentikan Dao-Dao.


" Tidak usah dikejar, lebih baik kalian kembali ke pos penjagaan." perintah Dao-Dao.


Zhao An mendekati Dao-Dao. " Ada apa? kenapa tidak dikejar, jika ia tertangkap pasti kita mengetahui siapa orang itu." tanya Zhao An heran dengan keputusan Dao-Dao.


" Aku takut itu jebakan, jika kita mengejarnya lalu orang lain yang datang saat kita tidak ada, bukankah hanya menambah masalah? aku yakin dia pasti akan Kembali lagi untuk mencobanya." jawab Dao-Dao.


" Kau benar, aku harusnya tidak gegabah." jawab Zhao An, ia tersenyum, mereka kembali kekamar lain dimana Bai Yunfei dipindahkan, mereka ingin melihat kondisi Bai Yunfei, saat mereka masuk tabib sedang memeriksa keadaan Bai Yunfei.


" Kondisinya semakin memburuk, ia tidak akan bisa bertahan lama, semoga yang mulia Jiang segera kembali membawa obatnya." Kata tabib itu menarik nafas berat, Dao-Dao dan Zhao An hanya bisa berdoa agar Jiang tidak menemui rintangan dan kembali segera.


Lu Xiang memegang lukanya yang berdarah lagi karena terkena pukulan Zhao An, ia meringis kesakitan. " Sial." teriaknya marah, ia lalu mengambil obat dilaci mejanya, ia mengoleskan obat itu pada lukanya, sambil menggigit kain di mulutnya ia menahan rasa perih dan sakit karena efek obat itu. keringat dingin mulai bercucuran dikeningnya karena menahan sakit pada lukanya.


Setelah reda rasa sakitnya, ia menarik nafas, luka pada dadanya sudah tidak berdarah lagi.


" Kau sangat kejam pada dirimu sendiri, kau harus mengoleskan obat yang paling kejam untuk lukamu sendiri." kata seseorang diruangan itu, Lu Xiang tidak menyadari orang itu sudah berada diruangannya.


" Sejak kapan kau datang?" tanya Lu Xiang, ia menutup lukanya dengan kain bersih. orang itu lalu mendekati Lu Xiang dan membantu menutup mengikat kain untuk menutup lukanya.

__ADS_1


" Sejak tadi." jawab Orang itu, Lu Xiang lalu menuangkan teh pada cangkir lalu menyodorkan teh pada orang itu, orang itu meminum teh itu dalam sekali teguk.


" Aku ingin bertanya, kenapa aku tidak melihat Zhang Han datang hari ini? tidak biasanya ia seperti ini. " tanya orang itu, Lu Xiang Juga heran tapi ia juga tidak tau penyebabnya.


" Mungkin ia sedang banyak kerjaan, jadi ia tidak menemuiku hari ini." jawab Lu Xiang.


" Sepertinya ada yang tidak beres, kau selidiki hal ini." kata orang itu, Lu Xiang mengangguk, orang itu lalu pergi. Lu Xiang menarik nafas, ia lalu menuju peranduan untuk beristirahat karena ia sangat kelelahan.


Jiang terbangun karena seseorang menyiram air pada wajahnya, begitu ia membuka mata, terik matahari mengenai wajahnya, tangan dan kakinya diikat ditiang, ia berusaha melepaskan diri tetapi seluruh tubuhnya merasa sakit dan rasa lapar menyerang.


Begitu banyak orang menonton dirinya yang diikat, ia dipertontonkan didepan umum. Seseorang berada dipanggung seperti dirinya, tubuhnya tinggi, dan usianya sudah separuh baya.


" Wanita ini berani menentang pejabat negara, dia berani memotong tangan putra sulung walikota kita, jadi walaupun seluruh tubuhnya dipotong-potong tidak akan bisa membayar kesalahannya, hari ini akan disaksikan semua orang bagaimana hukuman bagi orang yang berani melawan pejabat negara." teriak orang itu, seluruh warga berbisik-bisik.


Zhang Han sampai pada kedai itu, ia sedikit terlambat saat mengejar Jiang karena ia menolong seseorang yang perlu bantuannya, Zhang Han melihat kuda milik Jiang, ia lalu turun dari kudanya menuju kedai yang dekat dengan Jiang mengikat kudanya.


Zhang Han masuk kedalam kedai, tetapi kedai itu sepi, ia tidak melihat pengunjung satupun, dan juga kota ini sepi karena hanya satu atau dua orang saja berlalu lalang. " Kemana semua orang?" tanya Zhang Han sendiri.


Ia lalu masuk kedalam kedai yang sedang dijaga gadis muda, Zhang Han mendekati meja gadis muda itu yang berada dikasir.


" Nona boleh aku bertanya, mengapa kedai ini sepi? juga kemana semua penduduk kota ini?" semuanya terlihat sepi." tanya Zhang Han bingung.

__ADS_1


" Semua orang berkumpul di alun-alun kota, kudengar seorang gadis cantik memotong tangan putra walikota, jadi walikota menangkapnya untuk dihukum mati dan dipertontonkan kepada semua orang." jawab gadis itu sopan, ia sempat terpesona akan ketampanan Zhang Han yang jarang dimiliki oleh orang kebanyakan.


" Mengapa gadis itu memotong tangan putra walikota ini?" tanya Zhang Han penasaran.


" Aku tidak tau, ayah tidak memberitahukan hal itu, ia hanya menyuruhku menjaga toko saja." jawab Gadis itu malu-malu.


" Baiklah, terima kasih." jawab Zhang Han, ia ingin pergi dari kedai itu tetapi segera dihentikan Gadis itu.


" Tunggu, anda tidak ingin minum dulu, biar aku temani?" tanya Gadis itu, Zhang Han menggelengkan kepala.


" Tidak, aku ada urusan." jawab Zhang Han lalu ia menuju alun-alun kota, sebelum itu ia sempat bertanya dimana alun-alun kota, Zhang Han penasaran siapa gadis yang berani memotong tangan anak pejabat negara, ia memacu kudanya menuju alun-alun kota.


" Hari ini kepala wanita ini akan dipenggal." teriak pria paruh baya itu, " Kasian gadis itu, ia harus mati muda." bisik warga. " Sayang sekali, ia sangat cantik tetapi ia harus berakhir seperti itu." bisik yang lain, Jiang benar-benar tidak berdaya, tubuhnya sangat lemah dan ia hanya berharap seseorang datang menolong dirinya.


" Zhang Han." guman Jiang pelan, entah kenapa ia sangat berharap Zhang Han datang menolongnya saat kondisi seperti ini, " mengapa aku hanya memikirkan pria itu." lanjutnya, ia tertawa kecil mengingat kebodohannya yang berharap Zhang Han datang menolongnya.


Dengan rambut yang sudah acak-acakan, ia peris seperti tahanan penjahat dengan kejahatan paling berat hukumannya, ia sudah tak berupa lagi seperti apa, ia sudah seperti gembel juga. Zhang Han lalu turun dari kuda, ia mendekati kerumunan itu dan berdiri paling depan. Karena posisi Jiang yang tertunduk dan rambut panjangnya menutup wajahnya, Zhang Han tidak bisa melihat wajah Jiang.


" Apa kesalahannya wanita itu?" tanya Zhang Han pada seseorang pria didekatnya, matanya mencari kesana kemari karena ia mengira Jiang pasti datang ketempat ini.


" Kemarin putra walikota mengganggunya, ia lalu memotong tangan putra walikota itu, makanya ia ditangkap." Jawab Orang itu, Zhang Han mengangguk, ia lalu memandang wanita yang sedang terikat itu.

__ADS_1


" Aku merasa mengenal wanita ini?" batin Zhang Han, tapi segera fikiran itu ia buang jauh-jauh karena ia tidak tau siapa yang sedang diikat.


Pria paruh baya itu lalu mencengkeram dagu Jiang, sehingga wajahnya dilihat semua orang, Zhang Han yang pertama kali melihat wajahnya langsung melempar pedangnya sehingga tangan pria itu terputus, dan pedangnya tertancap ditiang lain, semua orang terkejut atas kejadian itu dan pria paruh baya itu berteriak kesakitan. Semua orang langsung menoleh pada Zhang Han, ekpresi Zhang Han sekarang sangat buruk menahan amarah.


__ADS_2