
Jiang akhirnya dapat keluar dari gubuk itu untuk menghirup udara segar setelah 3 hari berbaring tak berdaya, pagi itu ia melihat kakek Xian merebut obat herbal, Kakek Xian tersenyum melihat Jiang sudah lebih baik.
" Kakek tingal disini sendirian? anak, atau mungkin cucu kakek tidak punya?" tanya Jiang karena ia belum melihat orang lain yang tinggal bersama kakek Xian.
" Kakek dulu mempunyai cucu seumuran denganmu, tapi ia sudah tiada." kakek meneteskan air matanya mengenang sang cucu.
" Apa yang terjadi padanya?" tanya Jiang penasaran.
" Ia terlalu mencintai negara ini sehingga ia rela mati demi negara daripada mempelajari obat-obatan." jawab Kekek Xian ia tersenyum, Jiang teringat sesuatu.
" Kakek, dimana aku bisa belajar tenaga dalam?"
" tenaga dalam? kau ingin mempelajari tenaga dalam, kakek tidak tau tapi kakek mempunyai buku untuk belajar tenaga dalam, setau kakek seseorang bisa belajar tenaga dalam harus ada gurunya bukan lewat buku kecuali ia sangat berbakat." jawab Kakek Xian Jiang terdiam lalu ia tersenyum.
" Tidak masalah kek, aku akan membacanya saja." jawab Jiang, kakek Xian lalu masuk kegubuk, saat keluar ditangannya sudah ada sebuah buku.
" Ini." kakek Xian menyodorkan buku itu pada Jiang,Jiang melihat sampul bukunya tertulis ilmu tenaga dalam.
__ADS_1
" Kakek, aku ingin mandi, dimana aku bisa pergi mandi." tanya Jiang.
" Diujung jalan ini akan ada persimpangan, lalu pilih jalan menuju hutan karena ditepi hutan ada air terjun yang dibawahnya sungai, banyak anak gadis di desa ini mandi disana." jawab Kakek itu menunjuk jalan didepan mereka.
" terima kasih kek, aku akan kesana." Jiang lalu pergi ketempat yang ditunjuk oleh kakek itu.
Diistana keempat orang itu yang tak lain, Zhang Han, Lu Xiang , Wei Chan dan Lan Huan termenung karena belum juga mendapat kabar dari orang suruhannya.
" Yang mulia, anda bukanlah orang yang suka menunggu seperti orang bodoh seperti ini, apa yang anda sembunyikan dari kami?" tanya selir Lu Xiang, beberapa hari ini menurutnya Zhang Han seperti orang tidak berguna sama sekali, tidak memiliki kecerdasan yang biasa ia tunjukkan dulu. apalagi ini menyangkut perasaannya, ia lebih memilih merindukan daripada bertindak dan pengambilan keputusannnya sangat tergesa-gesa.
" Selir Lu Xiang, kau tau mengapa aku sangat menyukaimu, karena kau satu-satunya wanita yang cerdas yang aku miliki, lalu untuk apa aku harus berkerja keras." jawab Zhang Han tersenyum lalu meneguk teh yang berada dihadapannya.
Tiba-tiba seorang prajurit berlari lalu ia memberi hormat pada keempat orang itu.
" Dia sudah kembali." lapor prajurit itu. Selir Lu Xiang tersenyum mendengarnya.
" Mari yang mulia." Lu Xiang lalu mengajak mereka untuk bertemu orang yang mereka tunggu selama ini.
__ADS_1
Mereka pergi kekediaman selir Lu Xiang, dan benar seseorang berbaju hitam menutup wajah sedang berdiri menghadap jendela membelakangi mereka di ruang tamu itu dangan seorang gadis ditanganya yang tidak sadarkan diri. orang itu segera memberi hormat saat melihat kedatangan empat orang itu.
" Apa itu gadisnya?" tanya selir Lu Xiang pada orang itu. orang itu mengangguk, Lu Xiang mengerti. Wei Chan lalu menggendong gadis itu mereka sekarang menuju ruang penyiksaan dimana Yan Cheng berada.
Yan Cheng terkejut saat melihat keempat orang itu datang tapi bukan mereka alasannya melainkan gadis dalam gendongan Wei Chan, wajahnya sekarang sangat merah karena marah, bahkan rasa sakit sekujur tubuhnya yang ia rasakan selama 3 hari ini tidak sebanding apa yang dilihatnya.
" Aku tidak percaya kalian mengetahui kelemahanku." gumam Yan Cheng saat Zhang Han sudah berdiri dihadapannya, sedangkan Lu Xiang, Wei Chan dan Lan Huan meniaga jarak padanya.
" Kau pasti terkejut." kini rawut wajah Zhang Han berubah, Yan Cheng heran dimana wajah kemarin yang memelas padanya kini berganti wajah ketegasan dan wibawa seorang raja, ia merasa merinding saat melihat Zhang Han sekarang.
" Bersiaplah." Gumam Zhang Han. lalu ia meninggalkan ruangan itu, yang diikuti mereka bertiga.
" Kau hanya mengatakan itu, tidak memaksanya?" tanya Lu Xiang saat mereka keluar dari ruang penyiksaan.
" Mari kita keruang pengadilan sekarang." ucap Zhang Han tanpa menjawab pertanyaan Lu Xiang, Lu Xiang tidak lagi bertanya, mereka berempat menuju ruang pengadilan, sedangkan gadis itu mereka tinggalkan di penjara penyiksaan menemani Yan Cheng.
Zhang Han sudah duduk disinggasananya, para menteri heran karena diadakan rapat mendadak lagi, kini mereka sudah berkumpul menunggu apa yang akan dikatakan oleh kaisar mereka.
__ADS_1
" Aku mengadakan rapat ini untuk membahas masalah penting, bawa orang itu kemari." perintah Zhang Han, lalu pintu terbuka dan Yan Cheng yang sudah dirantai dibawa prajurit kedalam ruang pengadilan, semua orang bertanya-tanya, siapa orang ini.