
Shen Lizhu ikut masuk kedalam rumah sesaat setelah Mo Nan dan Xiao Na masuk, Xiao Na disambut hangat Mo Heng, Xiao Na melihat Lizhu yang berdiri tepat didepannya membuat ingatan masa lalu kembali, begitu teringat ia langsung tersenyum.
" Paman, siapa dia?" tanya Xiao Na, Lizhu mengangkat sebelah alisnya menatap Xiao Na, Mo Heng tersenyum.
" Dia anak sahabat lama, namanya Shen Lizhu."
" Shen Lizhu dia Xiao Na, calon menantu dirumah ini."
Wajah Lizhu terlihat datar tetapi hatinya dibakar cemburu, ia mengulurkan tangan.
" Lizhu."
" Xiao Na." balas Xiao Na, melihat wajah Xiao Na Lizhu menjadi kesal dengan senyuman itu.
" Ayo duduk."
Xiao Na duduk disebelah Mo Nan, Mo Heng duduk disebelah Lizhu, mereka hanya sedikit mengobrol tentang apa yang dipatuhi Xiao Na setelah menikah nanti, Xiao Na hanya mengangguk tetapi didalam hatinya ingin segera pergi dari tempat ini.
Sekitar dua jam, akhirnya Xiao Na menghela nafas lega, ia akhirnya selesai dengan urusan keluarga Mo , kupingnya hampir berdarah mendengar ocehan Mo Heng, tetapi tidak masalah hari ini suasana hatinya sedang bahagia.
Ia tidak sabar bertemu Yi Han dan menceritakan bahwa kebenciannya selamat ini hanya salah paham, apalagi ada sesuatu yang pasti ia dan Yi Han bisa bersatu yaitu Lizhu, wanita yang ditunggu Xiao Na, dia seperti Fei Shushu yang akan menjadi perisai Mo Nan.
Xiao Na diantar keluar, ia melihat Lizhu yang berdiri dari jauh melihat mereka, Xiao Na ingat Jiang hanya pernah melihat selir Fei satu kali, Xiao Na menghampiri Lizhu.
" Lizhu, terima kasih kau datang." katanya lalu pergi, Lizhu yang tidak mengerti perkataan Xiao Na menganggap Xiao Na sudah gila.
*****
Yi Han duduk bersebrangan dengan seseorang yang memakai topi hitam menyembunyikan wajahnya dari banyak orang yang duduk dicafe itu.
" Ding Wei, apa rencana selanjutnya?"tanya Yi Han, ia bertanya tentang penyelamatan adiknya.
" Orang Xiao Na sudah mengepung markas itu dua hari yang lalu, di benar-benar cepat bergerak saat menyangkut dirimu." Yi Han tersenyum mendengar berita itu, ia menyeruput kopi dan ia juga sudah menebak bahwa Xiao Na pasti mencari tahu apa yang terjadi padanya beberapa hari yang lalu saat wajahnya bebak belur.
" kau sudah menduganya?"
" Mustahil dia tidak tau identitasku, dia hanya pura-pura tidak tahu untuk membiarkan aku tetap disampingnya."
" Lalu apa rencanamu sekarang?"
" Aku mungkin akan melepaskan dendam ini." Ding Wei tidak percaya mendengarnya, ia merasa senang dan sedih bercampur aduk saat mendengar sahabatnya mengatakan itu.
" Kau yakin? selama ini kau bertahan demi membalaskan dendam, tapi aku senang karena kau tidak tersiksa lagi karena masa lalu."
" Yoo aku terkejut, kau biasanya tidak seperti ini."
" Apa? aku senang bearti kau mencintai Xiao Na." Yi Han tersenyum.
" Aku dulu tidak menyadari perasaanku, sekarang aku yakin bahwa aku mencintainya dan melepas dendam juga sumpahku."
" kapan kau berencana mengungkapkan perasaan itu."
__ADS_1
" Besok, aku akan melamarnya dan mengajaknya menikah..."
" Waw, secepat itu? aku tidak menyangka kau lebih cepat dari yang ku kira."
" Aku ingin memulai semuanya dari awal, walaupun ia sudah tau identitasku, aku ingin mengatakan semuanya dan memulai hubungan yang baru tanpa terjebak masa lalu, hanya Yi Han sekarang dan hanya Xiao Na..., aku akan membeli rumah kecil didesa, rumah kecil untuk keluarga kecil, aku akan menanam sayuran dan buah-buahan, ketika matang Xiao Na akan memetiknya, aku juga akan mengajarinya memasak, kau tau? masakannya sangat buruk sampai terasa sakit perut, tapi tidak masalah selama itu Xiao Na maka aku akan menerimanya dengan senang hati." Yi Han tertawa kecil memikirkan rencananya sendiri.
" Aku mendukungmu dan pangeran pasti mendukungmu juga." Yi Han mengangguk tersenyum bahagia mendapat dukungan sahabatnya.
" Tapi bukankah besok Xiao Hongli akan melakukan pertukaran barang secara langsung? apakah Xiao Na tidak ikut mengawal?" lanjutnya. Yi Han menggeleng.
" Ku rasa ia tidak ikut, aku sudah mengirimkan pesan padanya untuk datang dan dia bersedia."
" Dia wanita yang cerdas, kau sungguh beruntung mendapat cintanya, semoga besok semua berjalan dengan lancar." Yi Han mengangguk, Setelah itu Ding Wei pergi, Yi Han hanya melihat Ding Wei pergi dari dinding kaca cafe. Mereka sama-sama diadopsi hanya saja Ding Wei didikan langsung Yuo Yuxian sedangkan dirinya didikan Yuo Feng, mereka seperti saudara.
*****
Xiao Na akan memulai operasi penyelamatan Yi Huang besok, walaupun ia tidak ikut, Feiyu dan Song Lan sudah cukup untuk melakukan tugas itu, besok juga bertepatan dengan pengantaran barang oleh Xiao Hongli secara langsung bearti penjagaan ketat dan mengerahkan banyak orang untuk penjagaan.
Xiao Na sudah meminta izin untuk tidak ikut, ini adalah pertama kalinya ia tidak ikut Xiao Hongli, biasanya selalu ada musuh yang ingin merebut barang tetapi tetap dapat diatasi.
Keesokan harinya, Xiao Hongli dikawal oleh orang bawahan Xiao Yan dan walaupun Xiao Na tidak ikut ia tetap memberikan penjagaan ketat jadi ia mengirimkan sebagian pasukan elit yang dibawah perintah Xiao Bai dan Xuan.
Sedangkan setengah pasukan elitnya yang lain ikut dalam operasi penyelamatan Yi Huang karena akan menggempur markas besar Yuo Yulong, Xiao Na berniat akan bakar habis markas itu karena kesal.
Setelah memberi perintah penyelamatan Yi Huang dan mengantar pergi Xiao Hongli Xiao Na tidak sabar bertemu Yi Han, setelah orangnya menyelamatkan Yi Huang dia akan menceritakan semua yang terjadi masa lalu orang tua Yi Han, dan dia bersiap setelah semua selesai ia akan memutuskan semua hubungan dan hanya ingin hidup bahagia bersama Yi Han tanpa terjebak masa lalu, kebahagiaan yang dia inginkan punya keluarga kecil, dia juga sudah bersiap walaupun Xiao Hongli akan marah tetapi pria tua itu tidak akan tega membunuhnya.
" Keluarga kecil, kebahagiaan kecil, hanya menginginkan itu, aku lelah setiap hari harus menghadapi senjata, darah, dan orang-orang serakah." gumamnya sambil memacu mobilnya menuju rumah Yi Han.
Ia sibuk menata makanan, tiba-tiba bel rumah berbunyi, jantung Yi Han berdebar ia menarik nafas untuk menenangkan diri karena ia tau bahwa yang datang adalah Xiao Na.
Yi Han sebenarnya juga takut bahwa Xiao Na akan menolaknya, tetapi ia tidak akan menundanya lagi, Yi Han tersenyum menyambut Xiao Na yang datang.
" Hai." sapa Yi Han.
" Hai." Balas Xiao Na, ia merasa berbeda saat Yi Han bersikap lembut seperti sekarang.
" Kau sakit?" tanya Xiao Na saat masuk kedalam rumah.
" Apa?"
" Kau berbeda? kau terlihat aneh dan itu membuatku gelisah, bersikaplah seperti biasanya, cuek dan dingin." Xiao Na tersenyum sambil menepuk bahu Yi Han.
Xiao Na menuju ruang tamu saat Yi Han menutup pintu, Xiao Na terkejut dengan meja kecil yang dihiasi lilin yang menyala dan banyak makanan juga anggur tertata rapi dimeja, dua kursi berhadapan, lebih tepatnya makan malam romantis, Xiao Na melirik jam ternyata pukul 08:00 Am, setiap operasi akan dilakukan malam hari.
Setengah jam yang lalu Xiao Na memberi perintah untuk melakukan penyelamatan dan Xiao Hongli masih dijalan menuju tempat.
" Apa ini?" mata Xiao Na berbinar-binar melihat kejutan kecil, ia lalu menatap Yi Han dengan senyum bahagia.
" Kejutan, kau senang?" Xiao Na mengangguk.
" Klau begitu ayo kita makan." Yi Han lalu menarik kursi untuk mempersilahkan Xiao Na duduk, Xiao Na dengan senang hati menerimanya, ia juga duduk dihadapan Xiao Na.
__ADS_1
" Ini tampak romantis? apa terjadi sesuatu? kau tidak seperti biasanya?"
" Apa?" Jantung Yi Han semakin berpacu rasa berdebar karena ia akan segera menyatakan cinta pada Xiao Na untuk pertama kalinya.
" Apa semua berjalan dengan baik hari ini? "
" Maksudmu?"
" Kau terlihat berbeda, kau lebih perhatian dan itu membuatku... Senang." Xiao Na tertawa, Yi Han hanya tersenyum.
" Ayo makan." Xiao Na mengangguk, Xiao Na mulai makan dengan lahap sedangkan Yi Han makan dengan pelan sambil memikirkan bagaimana menyatakan cintanya.
Akhirnya sampai selesai makan Yi Han belum mengatakan apapun, seolah semua keberaniannya sudah lenyap, semua perkataannya tercekat di tenggorokan, sampai melihat Xiao Na menuangkan anggur pada gelasnya, Yi Han dengan keberanian penuh meneguk anggur itu lalu menatap Xiao Na dalam.
" Xiao Na, aku ingin mengatakan sesuatu?" kata Yi Han.
" Katakan."
" Aku..." Tiba-tiba sebuah notif masuk di HP Xiao Na membuat Yi Han berhenti bicara.
" Semua berjalan lancar." Xiao Na tersenyum membaca pesan dari Song Lan, lalu menatap Yi Han.
" Aku juga ingin mengatakan sesuatu."
" Apa?" tanya Yi Han.
" Aku..." tiba-tiba handphone Xiao Na berdering, sebuah panggilan masuk.
" aku ingin mengangkat telepon sebentar." ia berdiri sedikit menjauh dari Yi Han, panggilan itu dari Xuan.
" Ada apa?"
" Kami disergap."
" Apa? bagaimana dengan ayah?"
" Tuan besar baik-baik saja, hanya saja..." Xiao Na bernafas lega mendengar ayahnya baik-baik saja.
" Hanya saja apa?" tanya Xiao Na, terdengar suara tercekat menahan sedih membuat hati Xiao Na tidak tenang.
" Xiao Bai..."
" Ada apa dengan Xiao Bai?" Xiao Na menjadi tidak sabar.
" Xiao Bai mati..." bagai ditikam jantungnya, sesaat Xiao Na kesulitan bernafas ia bahkan mati rasa dan tidak mampu menopang dirinya sendiri sehingga sedikit terhuyung.
" Xiao Na." Yi Han terkejut melihat Xiao Na terhuyung, ia tidak tau berita apa yang Xiao Na dengar tetapi itu seperti pukulan untuk Xiao Na.
" Siapa yang melakukannya?" air matanya tidak tertahan, dia bersumpah akan membalas kematian Xiao Bai.
" Pangeran Ketiga keluarga Yuo Feng..." Xiao Na secara refleks berbalik badan menatap Yi Han, ia menggenggam erat handphone itu, air mata sedih dan kecewa menatap Yi Han.
__ADS_1
" Kau merencanakannya?" kemarahan, kekecewaan, kesedihan Dimata Xiao Na yang menatap dirinya membuatnya tidak mengerti apa yang terjadi.