Berinkarnasi

Berinkarnasi
Kasus Jiang Huan


__ADS_3

Zhang Han meneliti sup teratai dalam mangkuk itu" Mengapa ia menyebutkan bahwa ini pemberian dariku, sangat aneh." Zhang Hn mengangkat mangkuk itu, tidak sengaja sup itu terjatuh dari tangan Zhang Han dan jatuh kerumput.


Tak lama rumput yang hijau itu mati setelah sup itu terjatuh, Zhang Han dan Jiang terkejut melihatnya." Racun." kata Zhang Han dan Jiang serempak.


" Siapa yang berani meracunimu?" tanya Zhang Han pada Jiang.


" Aku juga tidak tau." kata Jiang menggelengkan kepala.


" Apa mungkin Ming Hui? karena hanya dia alasan satu-satunya yang memilki motif membunuhmu agar ia menjadi permaisuri." kata Zhang Han asal menebak kemungkinan yang ada.


" Tidak, aku rasa bukan, kalau dia yang melakukannya pasti sudah dari dulu ia lakukan, kenapa baru sekarang ia melakukannya? Kenapa menunggu sekarang?" Jiang berfikir kemungkinan yang ada, Jiang berfikir walaupun Ming Hui orang yang kasar dan suka berbuat usil padanya, tapi ia yakin ia tidak memiliki hati yang kejam hingga ia berbuat seperti ini.


" Lalu siapa yang melakukannya, aku akan menyelidiki kasus ini." Kata Zhang Han,


" Prajurit..." teriak Zhang, dua orang prajurit langsung menghadap Zhang Han setelah memberi hormat.


" Panggil Wei Chan, Lan Huan, Dao-Dao dan Zhao An kemari." perintah Zhang Han, kedua prajurit itu memberi hormat lalu pergi menjalankan perintah Zhang Han.


Ditempat lain, Zhang Luhan hanya mendengar semua kabar itu, ia lalu pergi menemui Selir Lu Xiang, Ya selama ini mereka berkerja sama sampai tahap seperti ini semua karena kerja keras Lu Xiang, satu-satunya rencana yang belum tercapai adalah menggulingkan Zhang Han dari tahtanya.


" Rencana apa yang sedang kau lakukan? begitu banyak masalah hingga menimbulkan kecurigaan nantinya." kata Zhang Luhan, Lu Xiang yang sedang merias diri tidak memperdulikan perkataan Zhang Luhan. tak lama wanita berbaju hitam masuk keruangan itu juga.


" Apa yang kau rencanakan? kau bahkan melibatkan ibu suri." teriak Gadis itu marah.


" Pelankan suaramu Ruyue, apa kau berniat memberitahukan semua orang kalau kalian ada disini, ini masih sangat siang." jawab Lu Xiang tanpa menoleh padanya.

__ADS_1


" Kau..." Ruyue berniat menyerang Lu Xiang tapi segera ditahan Zhang Luhan. Lu Xiang selesai berias lalu menghadap mereka.


" Kau tidak pernah berubah Ruyue, kau perlu belajar mengendalikan emosimu." katanya tersenyum.


" Kau jangan mengajariku Lu Xiang, katakan apa yang kau rencanakan?" teriauk Ruyue marah.


" Aku ingin orang-orang terdekat Zhang Han mati, aku ingin melihat Zhang Han menderita, dan semua akan dimulai dari orang terdekatnya." jawab Lu Xiang, tatapan matanya penuh amarah.


" Tapi aku melihat Jiang mulai curiga padamu, seperti yang lalu, dia menjadi hambatan rencana kita." kata Zhang Luhan menambahkan.


" Jiang yang sekarang berbeda, dia sulit kita hadapi, dia akan membongkar semua rencana kita nantinya." Kata Ruyue.


" Kalau bukan kau yang memperingatkannya, semua tidak akan terjadi, tapi tidak masalah, aku akan sedikit bermain-main dengannya." jawab Lu Xiang tersenyum licik.


" Aku berniat ingin membunuhnya hari ini, tapi sepertinya gagal, tapi akan selalu ada hari berikutnya." lanjutnya,


Wei Chan, Lan Huan, Dao-Dao dan Zhao An sudah berdiri didepan Zhang Han dan Jiang, mereka memberi hormat. " Yang mulia." kata mereka serempak.


" lihat." tunjuk Zhang Han pads rumput yang telah ditumpahi sup, mereka mengamati. " Racun." kata Wei Chan yang lebih dulu menyadarinya. Zhang Han mengangguk.


" Sup ini hampir dimakan oleh Jiang, jika aku tidak bertemu mungkin dia sudah berbaring ditanah beserta batu nisan tertulis namanya." kata Zhang Han.


" Kau mengatakan, seolah kau berharap aku cepat mati." Kata Jiang. " Aku lihat kata-katamu semakin kejam Zhang Han." lanjutnya, Zhang Han terkekeh geli melihat Kemarahan Jiang yang menurutnya lucu, mereka bahkan lupa jika ada orang lain didekat mereka.


" Aku hanya bercanda." kata Zhang Han tertawa geli, Wei Chan berdeham membuatnya sadar.

__ADS_1


" Aku ingin kalian menyelidiki kasus ini dalam 3 hari harus sudah mendapatkan pelakunya." kata Zhang Han, mereka mengangguk mengerti.


" Aku menyetujui apapun cara kalian untuk bisa menangkap pelaku itu." lanjutnya.


"Aku yakin, pelayan tadi pasti melarikan diri sekarang, segera laksanakan."


" Baik." jawab mereka serempak mereka memberi hormat lalu meninggalkan Zhang Han dan Jiang.


Sebenarnya Zhang Han menginginkan Dao-Dao dan Zhao An tinggal diistana untuk menjadi mata-matanya diistana untuk melihat dan memantau setiap orang diistana dan diluar istana, juga melihat apa saja yang dilakukan oleh mereka karena setau Zhang Han, Dao-Dao seorang informan handal dan Zhao An sipetarung handal pasti membantu perkerjaan Zhang Han.


Wei Chan memulai perkerjaan mereka, ia mengumpulkan semua pelayan diistana untuk dikumpulkan, semua pelayan heran untuk apa mereka dikumpulkan bahkan para pelayan dari harem ikut dikumpulkan, lebih dari 50 ribu pelayan dikumpulkan dihalaman istana. Dao-Dao dan Zhao An tercengang melihat pelayan sebanyak ini membuat mereka berdua menggelengkan kepala.


" Sebanyak ini... untuk mencari satu orang?" kata Dao-Dao mengelengkan kepala sambil menunjuk lukisan pelayan yang sebelumnya Jiang menyuruh seseorang melukis pelayan yang mengantar sup itu.


" Ayo kita periksa." kata Zhao An, Dao-Dao mengikuti Zhao An dan mereka dibantu oleh beberapa prajurit yang bisa dipercaya. Mereka memeriksa pelayan itu satu persatu dari wajahnya.


saat mereka masih memeriksa, seorang prajurit berlari kearah We Chan, ia langsung berlutut dihadapan Wei Chan." hormat pada panglima." Kata prajurit itu. Ada Apa?" kata Wei Chan. " Kami menemukan lima orang pelayan masih belum berkumpul, jadi kami menangkap mereka." lapor prajurit itu.


Ya Wei Chan dan Lan Huan adalah panglima perang yang memiliki pangkat paling tinggi dalam militer, mereka mengendalikan semua prajurit dalam kerajaan, semua berada dalam perintah mereka, tidak ada yang dapat menggerakan prajurit tanpa izin dari raja ataupun mereka berdua.


" Bawa mereka kemari." kata Wei Chan, kelima pelayan itu langsung digiring para prajurit dan langsung berlutut dihadapan Wei Chan.


" Kenapa kalian tidak berkumpul saat aku menyuruh semua pelayan berkumpul tanpa terkecuali." tanya Wei Chan pada pelayan yang tertunduk kepala sambil berlutut dihadapan Wei Chan. kelima pelayan itu ketakutan sambil menangis


" Tidak ingin menjawab..." Wei Chan langsung mencabut pedangnya, Kelima pelayan itu langsung bersujud memohon ampun.

__ADS_1


Dao-Dao dan Zhao An teringat saat keluarga mereka dieksekusi, ia menjadi ikut ngeri saat Wei Chan mencabut pedangnya, jadi mereka masih trauma kejadiaan lalu. mereka melanjutkan memeriksa pelayan karena Wei Chan bisa mengatasi sendiri masalah itu.


__ADS_2