Berinkarnasi

Berinkarnasi
Bola Jiwa dan Ayah Angkat


__ADS_3

Jiang masih berdiri dipanggung, saat Zhang Han mendekat dan berniat ingin naik panggung, para penjaga yang berjaga disekitar panggung langsung menghentikan langkahnya membuat semua orang heran mengapa perempuan itu tidak dihentikan.


" Bisa berbicara sebentar." tanya Jiang, Chu Chiang mengerutkan kening heran menatap Jiang.


" Tuan besar ada didalam, tuan sudah sangat lama ingin bertemu dengan anda, saya tidak berani menemani anda berbicara nona." Chu Chiang lalu memberi kode pada pelayan untuk membawa Jiang bertemu dengan orang yang harusnya ia temui. Zhang Han hanya melihat kepergian Jiang yang dibawa oleh pelayan.


Jiang dibawa keruangan yang megah, Jiang memandang semua benda yang ada diruangan itu dan kembali rasa sakit menyerang kepalanya.


" ayah angkat, hari ini aku harus memberitahu yang mulia."


" Tapi aku khawatir dengan dirimu, sangat berbahaya."


" yang mulia juga dalam bahaya, aku takut nyawanya terancam." Percakapan itu secara samar berputar dikepala Jiang, kepalanya sangat sakit sampai seseorang masuk kedalam ruangan itu dan segera menghampiri Jiang yang kesakitan.


" Jiang, kau baik-baik saja?" pria gembul yang memiliki wajah sangar yang pertama kali dilihat Jiang saat rasa sakit kepalanya mulai hilang. Jiang terkejut saat melihat pria itu ia sampai mundur tiga langkah, pria itu menatap Jiang sendu membuat Jiang tidak tega melihatnya." Maaf aku tidak mengenalmu jadi aku hanya waspada pada orang asing." Jiang merasa bersalah melihat pria gembul itu menatap dirinya sedih.


" Aku sudah menunggu lama untuk kau datang kemari,aku kira akan banyak memakan waktu hingga bertahun-tahun, tapi aku tidak mengira kau datang secepat ini." kata pria gembul itu tersenyum hangat membuat Jiang heran dengan apa yang pria gembul itu katakan.

__ADS_1


" Kau tau siapa aku?" tanya Jiang heran.


" Kau tidak mengenalku bearti Jiang berhasil mengundang jiwa seseorang entah dari dimensi mana." perkataan pria gembul ini membuat Jiang tidak percaya mendengarnya, bearti pria itu tau bahwa Jiwa yang bersemayan ditubuh Jiang bukanlah Jiang yang asli.


" Kurasa ia mengundang jiwa yang tepat, kau memiliki kekuatan tubuh yang kuat dan kurasa kaulah yang akan mewujudkan semua yang menjadi mimpi Jiang untuk menciptakan kedamaian seluruh kerajaan ini."


" Aku tidak mengerti maksud anda? apakah anda tau tentang diriku?mengapa Jiang mengundang Jiwaku, dan apakah aku bisa kembali ke keduniaku? katakan padaku tuan."Jiang tidak bisa mengontrol emosinya, ia bertanya dengan nada tinggi, ia berharap ia bisa Kembali ke kedunia yang seharusnya, ia terlalu terbawa perasaan saat seseorang mengetahui bahwa ia bukan jiwa yang berasal dari dunia ini.


" Jiang mengorbankan setengah jiwanya untuk mengundangmu, aku tidak tau apakah kau bisa kembali kekeduniamu."pria gembul itu menghela nafas, lama ia menatap Jiang yabg berkecamuk dengan fikirannya, tanpa ia sadari ia meneteskan air mata.


" Tuan, anda menangis?" tanya Jiang, ap yang menyebabkan pria ini menangis melihat dirinya, ptrai gembul yang ditegur itu segera mengusap airmatanya." Ah maaf, aku terlalu terharu melihatmu." pria itu menjadi salah tingkah.


" Aku dari masa depan, kalau boleh tau,Bagaimaba Jiang bisa mengundang jiwaku tuan." Jiang penasaran bagaimana jiwa seseorang bisa diundang untuk memasuki t


tubuhnya.


" Bola jiwa."

__ADS_1


" Bola jiwa? apakah bola jiwa yang dimaksud adalah ruang keheningan yang kucari untuk mendapat ingatan tentang Jiang Huan."


" Ya, Bola jiwa itu menyerap separuh Jiwa Jiang yang berarti separuh ingatan Jiang, Jiang sudah menduga ia akan dibunuh jadi ia sudah mempersiapkan semuanya hanya saja ia tidak tau kalau ia akan dibunuh begitu sampai diistana." pria gembul itu meneteskan air mata.


" mengapa orang baik harus mati sia-sia." Pria itu tidak lagi bisa membendung airmatanya.


" lalu dimana separuh jiwanya?"


" mengundang jiwamu, sebagai bayaran mengundang jiwamu, jiwanya harus pergi.jadi kau hanya akan melihat separuh ingatan Jiang tapi itu akan membantu dirimu, lambat laun kau akan memiliki semua ingatannya."


" Saat ia menggunakan bola jiwa, saat tugasku disini selesai, apakah aku bisa kembali kekeduniaku?" Jiang berharap ia bisa kembali, ia merindukan dunianya, ia rindu ayah angkatnya, rindu kekasih yang iya cintai, semua yang ada diduniannya ia rindukan.


" Kau ditakdirkan untuk datang kemari, sekarang jalani apa yang ada, jika memang kau ditakdirkan tidak bisa kembali atau kau bisa kembali kekeduniamu tidak ada yang tau, akupun tidak mengetahui caranya." jawab Pria gembul itu." Namaku Tian Zofan, panggil aku ayah angkat, karena kau adalah putri angkatku, dan satu hal jangan pernah kau mengatakan pada orang lain tentang jiwamu karena tidak akan ada yang percaya dan kau hanya akan dikatakan orang ,sudah gila." lanjutnya menatap Jiang nanah. ia menghela nafas lagi.


" Ayah angkat, apakah karena aku memiliki liontin ini karena aku adalah anak angkatmu dan kata yang mulia ini adalah liontin yang barang siapa memilikinya memiliki saham disini?" tanya Jiang, pria itu mengangguk.


" Bagaimana Jiang yang terkenal lemah dan tidak berguna bisa datang ketempat ini dan memilki saham dan menjadi anak angkatmu tuan?"

__ADS_1


" Ceritanya panjang." Tian Zofan menghela nafas lalu mulai bercerita.


__ADS_2