Berinkarnasi

Berinkarnasi
Informasi


__ADS_3

Jiang kembali kekamarnya, ia melihat tabung perak diatas meja, ia baru ingat kalau ia belum membaca surat dari Xuelan, ia lalu duduk dikursi dan membuka tabung itu untuk membuka isi suratnya.


" Jiang, pernikahanku dipercepat 3 bulan kedepan, sebagai putra mahkota aku harus menikah terlebih dahulu agar naik tahta, ayahanda sakit keras, ia memintaku agar pernikahan dipercepat, sebenarnya belum siap menjadi raja, aku takut bahwa aku tidak mampu memimpin, andaikan kalian ada disini menemaniku pasti aku tidak akan merasa seperti sekarang. Aku mengirim surat ini untuk memberitahukan tentang pernikahanku, jadi aku mengharapkan kehadiran kalian ya... akan sangat menyenangkan melihat kalian lagi. salam rindu Yu Xuelan."


Jiang lalu menulis surat untuk membalas surat Xuelan, ia lalu memasukkan surat itu ketabung lalu ia keluar untuk mengirimkan pesan pada pengirim pesan, karena dalam surat itu ada hal penting yang ia katakan, untuknya ia menggunakan tinta apel yang diberi Zhang Han, jadi ia menggunakan itu saat menulis pesan rahasia.


Malam ini Jiang berniat membalas dendam pada Zhang Han hari ini, sedangkan acara ulang tahunnya besok, jadi malam ini ia akan mengerjai Zhang Han. Jiang tidur bersama Zhang Han, saat tengah malam Jiang terbangun dari tidurnya, ia lalu membangunkan Zhang Han juga.


" Yang mulia." Jiang menggoyangkan tubuh Zhang Han agar terbangun, Zhang Han membuka mata malas.


" Ada apa?" ia sangat lelah dan mengantuk.


" Aku ingin makan permen loli."


"Hah? ditengah malam begini?" Jiang mengangguk kepala, Zhang Han terlihat kesal sambil melihat wajah Jiang.


" Apa kau tidak mau mencarikannya untuk anakmu ini?" Jiang cemberut sambil mengelus perutnya.


" Permen loli hanya dijual siang hari, siapa yang mau membuatnya ditengah malam begini? besok saja ya."


" Tidak, anakmu ingin memakannya sekarang." bentak Jiang, Zhang Han menghela nafas panjang.


" Dimana aku harus mencarinya?"


" Apa kau mau anakmu ngiler?" Zhang Han menggeleng.


" Kalau begitu, ayo cari." Dengan berat hati Zhang Han sambil menguap ia berjalan keluar kamar.


" Anakmu ingin kau sendiri yang mencarinya, jangan menyuruh orang lain untuk mencarinya, harus permen loli yang dijual dipasar karena rasanya sangat lezat ." teriak Jiang sebelum Zhang Han belum jauh dari kamar, beruntung Zhang Han masih mendengar perkataan Jiang.


Dengan mata mengantuk,ia keluar istana sendirian, harusnya ia beristirahat karena besok hari besar acaranya, tetapi ia terpaksa keliling pasar yang sepi tidak ada orang lain itu untuk mencari tau siapa orang yang biasa berjualan permen loli dipasar.

__ADS_1


Permen loli adalah permen yang rasanya asam manis dan berwarna merah cerah, ia biasanya banyak dijual dipasar. Jiang berfikir karena permen loli sulit didapat pada malam hari karena permen itu tidak tahan lama jadi hanya dijual dipasar pada siang hari.


Zhang Han lama berjalan dipasar tetapi tidak ada orang lewat untuk bertanya, tak mengkhianati hasil, seseorang nenek lewat, Zhang Han menghampirinya lalu bertanya dimana rumah orang yang berjualan permen loli, pertanyaan itu adalah hal mudah jadi nenek itu menunjukkan jalan.


Zhang Han segera pergi kerumah yang dikatakan nenek itu, sesampai dirumah itu, ua mengetuk pintu, lalu seseorang dari dalam membuka pintu, pria terlihat segar tetapi Zhang Han merasa aneh karena orang tersebut tidak mengatakan apapun.


" Permisi tuan, boleh saya minta bantuannya?" Zhang Han memperhatian orang itu dengan teliti, ia tidak mengatakan apapun tetapi ia membuka pintu seperti mempersilahkan Zhang Han masuk.


" Anda tinggal sendiri?" tanya Zhang Han, orang itu menggelengkan kepala, lalu keluar seorang wanita yang Zhang Han yakini adalah istrinya, ia tampak memperhatikan Zhang Han.


" Maaf, suamiku bisu jadi ia tidak bisa bicara." jawab wanita itu, Zhang Han menganguk mengerti tetapi ia sangat curiga pada mereka.


" Ada apa Tuan datang ditengah malam begini?"


" Ah maaf mengganggu? istriku sedang mengidam, ia ingin makan permen loli, kudengar kalian pandai membuat permen loli jadi mohon bantuannya." wanita itu menoleh pada suaminya.


" Baiklah." jawab wanita itu, ia lalu pergi ke dapur ditemani suaminya, tidak ada percakapan diantara mereka lagi, Zhang Han curiga dan benar saat ia memasak loli ia berbicara menggunakan tangan dan suaminya tidak memiliki lidah, Zhang Han melihat semuanya karena ia bersembunyi mengintip mereka.


" Tidak memiliki lidah?" batin Zhang Han, ia lalu duduk kembali diruang tunggu sampai mereka memasak loli, tak lama mereka datang dengan sepuluh batang loli ditangannya, Zhang Han berterimakasih setelah itu ia permisi dan membayar permen itu.


" Kau mencariku?" Orang itu berbalik dan senyum khas miliknya sudah memberitahukan Zhang Han siapa dia, Zhang Han lalu berjalan dan orang itu mengikutinya dari belakang yang tak lain adalah Fang Yin.


" Berita apa yang kau bawa?" disela-sela perjalanan mereka.


" Kenapa kau masuk kedalam rumah itu?"


" Aku menyuruhmu menjawab bukan balik bertanya." Fang Yin merasa tidak senang mendengar perkataan Zhang Han, ia lalu berhenti, Zhang Han menyadari perubahan Fang Yin.


" Aku bukan orang yang pandai membujuk orang lain yang sedang kesal, aku tidak punya waktu untuk itu." kata Zhang Han, Fang Yin menghela lalu mengejar Zhang Han yang berada jauh didepannya.


" Apa aku tidak mendapatkan hadiah atas kerja kerasku? perkataanmu sungguh tajam." Ia cemberut, Zhang Han meliriknya sebentar lalu fokus pada Jalan.

__ADS_1


" Sudah berapa lama kau mengikutiku?"


" Sejak pertama kali kau masuk dalam rumah itu."


" Kenapa?"


" Kau tidak tau bahwa rumah tadi adalah salah satu markas mereka? kau tidak lihat bahwa ada seseorang tidak memiliki lidah." Zhang Han terhenti mendengar perkataan Fang Yin.


" Jadi tadi adalah markas musuh?" Fang Yin mengangguk mantap, pantas saja ia curiga, ia memiliki pemikiran tentang sesuatu hal, ia akan membahas hal ini nanti didalam istana.


" Informasi apa yang kau miliki?"


" Yang kau inginkan." Zhang Han menganguk.


" Kuharap aku mendapatkan hadiahku." ucap Fang Yin begitu mereka berpisah didepan istana karena jalur yang mereka masuki berbeda.


Zhang Han lalu menemui Jiang, Jiang tersenyum senang melihat kedatangan Zhang Han, tak banyak bicara Zhang Han segera keluar kamar, Jiang merasa ada yang berbeda jadi ia menahan Zhang Han.


" Ada apa?" Zhang Han menoleh saat Jiang menahan pergelangan tangannya saat ia ingin keluar kamar. Zhang Han lalu menggenggam tangan Jiang dan tersenyum.


" Ada masalah penting yang akan aku bahas dengan Wei Chan dan Lan Huan, kau istirahatlah, nanti aku akan menemuimu setelah urusanku selesai." Jiang menganguk, Zhang Han lalu melepaskan tangannya kemudian keluar.


Begitu Zhang Han datang, Wei Chan, Lan Huan dan Fang Yin sudah berkumpul, Saat masuk istana Zhang Han memerintahkan pada seorang prajurit untuk menyuruh Wei Chan dan Lan Huan keruangannya. Wei Chan dan Lan Huan memberi hormat saat melihat kedatangan Zhang Han, hanya Fang Yin seperti tidak memiliki rasa sopan santun dan Zhang Han tidak masalah tentang itu.


" Berita apa yang kau bawa?" Fang Yin tertawa kecil mendengar perkataan Zhang Han, Ia lalu berjalan mendekat pada Zhang Han dan jarinya menyentuh dada bidangnya, dengan memasang wajah menggoda, Wei Chan dan Lan Huan berbalik badan karena sangat tidak sopan melihat saat raja mereka sedang bermesraan.


" Bukankah aku harus mendapatkan hadiahku dulu sebelum aku menjawabnya?" wajah menggoda Fang Yin benar-benar bisa membuat seseorang terbuai., tapi tidak berlaku untuk Zhang Han.


" Panggilan untuk Wanita penggoda memang pantas kau miliki Fang Yin, tapi sayangnya itu tidak berpengaruh padaku." Zhang Han menahan pergelangan tangan Fang Yin yang menyentuh dadanya ia lalu menghempaskan tangan Fang Yin.


" Berhenti bermain-main." Fang Yin terlihat cemberut.

__ADS_1


" Apa kau tidak tergoda sama sekali? tidak asyik sekali." ia memonyongkan mulutnya cemberut, Wei Chan dan Lan Huan berbalik lagi menghadap mereka lagi.


" Katakan." Fang Yin menghela nafas berat lalu mulai serius dan bercerita semua informasi yang ia dapatkan.


__ADS_2