
" Jangan bermain-main denganku, cepat katakan siapa kamu? atau kau ingin merasakan tajamnya belatiku ini" ucap Jiang menakuti orang itu, dan orang itu meneliti setiap wajah Jiang dan berfikir apa dia salah orang, tapi tidak mungkin dia salah orang karena semirip apapun seseorang pasti ada perbedaan tapi dia yakin didepannya adalah orang yang sangat dikenalnya.
" Jiang Huan ini aku, apa kau lupa." jawab orang itu menunjuk nunjuk dirinya sendiri.
" Siapa, aku tidak mengenalmu."
" Xuelan, Xuelan, Xuelan teman baikmu, apa kau ingin membunuh sahabat yang selalu membantumu ini." ia sedikit kesal.
" Aku kira kau sudah mati karena jatuh k danau." kata Xuelan dan terdengar penyesalan dari suaranya. Jiang lalu menarik belatinya dan mensarungkannya kembali.
" Aku kehilangan Ingatanku." jawab Jiang.
" Pantas saja kau tidak mengenalku, tapi bagaimana kau bisa hebat seperti tadi, jujur aku terkejut saat kau membanting pria itu tadi." Kata Xuelan bersemangat.
" Ayo cari tempat yang nyaman untuk mengobrol, dan juga banyak yang ingin aku tanyakan" lalu mereka berdua pergi kesebuah kedai kecil yang tak jauh dari mereka bertemu tadi.
" Aku mendengar kau sakit parah selama 3 hari sebelum kau jatuh kedanau." tanya Xuelan saat mereka sampai di kedai dan sudah memesan meja untuk mereka berdua juga posisi mereka yang dekat dengan jendela untuk memantau diluar.
" Kamu mengetahui identitasku sebenarnya." tanya Jiang.
__ADS_1
" Bagaimana aku tidak mengetahuinya, kita ini teman lama, Xuelan pria paling tampan di ibukota Qing ini." jawabnya tersenyum bangga, Jiang memutar bola matanya malas.
" Aku tau, hanya kaisar yang ada di hatimu." katanya tiba-tiba, saat melihat ekpresi malas Jiang. Memang Jiang akui wajah Xuelan cukup tampan hanya saja dibanding Zhang Han, Zhang Han lebih tampan.
" Aku tidak mengingat apapun, aku terkenal lemah dan tidak berguna, bagaiman aku bisa mengenalmu dan mempunyai keberanian untuk keluar istana? apa yang aku cari diluar istana ini." tanya Jiang memulai cerita.
Xuelan menelisik seluruh wajah Jiang untuk mencari kebenaran apakah Jiang sedang berkata jujur.
" Kau benar-benar tidak mengingat apapun?" Tanya Xuelan menyakinkan, Jiang menggelengkan kepalanya. Xuelan menghela nafas.
" Akan kita bahas nanti, tapi sekarang mari kita rayakan atas keselamatanmu dari maut." Xuelan menuangkan arak ke cangkinya dan cangkir Jiang dengan semangat. mereka lalu meminun arak mereka dengan gembira.
" Aku tidak tau, kau tidak pernah menceritakan tentang liontin itu, tapi Dao Dao mungkin tau." jawab Xuelan cepat.
" Dao Dao? siapa lagi itu."
" Wah kau benar-benar lupa pada segalanya, tidak masalah, aku akan membantumu mengingat segalanya dan tujuanmu keluar dari istana ini." kata Xuelan lalu tersenyum bahagia. " ayo kita cari Dao Dao." lanjutnya.
Setelah Xuelan membayar minumannya mereka keluar dari kedai itu." Berapa banyak teman yang aku punya selain kau." tanya Jiang disela-sela perjalanan mereka.
__ADS_1
" 3 orang, aku, Dao Dao, dan Zhao An, sekarang mungkin Zhao An sedang bersama dengan Dao Dao, mereka pasti sangat terkejut dan bahagia bertemu denganmu" jawab Xuelan bersemangat.
Mereka sampai disebuah pondok bambu dan terlihat dua orang pemuda lainnya dihalaman pondok itu, yang satu sedang memasak dan yang satu sedang membelah kayu dengan kapaknya. Kedua pemuda itu segera menghentikan aktifitasnya saat melihat kedatangan Xuelan dan Jiang, jelas dari wajah mereka terkejut melihat kedatangan Jiang yang tiba-tiba.
" Jiang Huan." teriak mereka bersamaan lalu mereka berlari kearah Jiang, mereka berdua berdiri dihadapan Jiang dengna ekpresi bodoh, mata mereka berdua berkaca-kaca melihat Jiang.
" Boleh aku memelukmu, aku sangat merindukanmu." ucap salah satunya, dan satunya menganggukan kepalanya.
" Hentikan, Jiang kehilangatan ingatannya, dia tidak mengenal kalian berdua." kata Xuelan, kedua pemuda itu terkejut lalu memperhatikan Jiang dari atas sampai bawah.
" Yang sebelah kananmu bernama Dao Dao dan disebelahnya Zhao An." jelas Xuelan, Jiang menganggukan kepala lalu tersenyum kearah mereka berdua.
" Ayo masuk Jiang." ajak Dao Dao bersemangat, Jiang tersenyum lali menganggukan kepala.
sekarang mereka berempat sudah duduk melingkar dengan meja persegi di depan mereka,mereka sudah berkumpul didalam pondok itu sekarang, mereka bertiga menatap Jiang dengan Serius, membuat Jiang tersenyum aneh kearah mereka bertiga.
" Biar aku bertanya terlebih dahulu." kata Dao Dao membuka suara, yang lainnya mengangguk.
" Jiang Huan aku sangat senang kamu selamat, aku kira kita tidak akan bertemu lagi dan menyelesaikan misi kita yang belum selesai." kata Dao Dao dan matanya mulai berkaca-kaca lagi.
__ADS_1
" Aku sadar setelah 3 bulan lamanya, saat aku sadar aku tidak mengingat siapa diriku dan apa yang terjadi, aku tidak tau." jawab Jiang menghela nafasnya,