
Lan Huan belum berniat ingin memberitahukan identitasnya, ia lalu menoleh pada Zhang Han dan mengangguk, Zhao An orang yang peka jadi ia mendekati Zhang Han kemudian memelintir kebelakang tangan tuan muda itu, Wei Yanli ingin marah tetapi tidak jadi karena cengkraman itu lepas dan Zhao An mendudukkan tuan muda itu dikursi.
" Turuti kami, kau akan baik-baik saja jika kau menjawab jujur." bisik Zhao An, tuan muda itu dengan cepat mengangguk, jadi Zhao An dapat tenang melepaskan tangannya. Yanli hanya bisa melihat dari jauh karena ia dihalangi oleh Lan Huan, asalkan tidak disakiti, ia tidak masalah. Lu Xiang sudah menghilang tanpa mereka semua sadari, ia sudah keluar dari penginapan itu, Zhang Han pun tidak tau kapan mereka pergi dan kenapa terburu-buru.
" Coba ulangi yang kau katakan tadi tentang selir Jiang, siapa yang menyebarkan rumor bahwa itu anak orang lain?" Zhang Han terlihat marah saat mengatakan bahwa itu anak orang lain.Tuan muda itu menelan ludah menatap Zhang Han, ia menoleh pada Yanli tetapi gadis itu bahkan tidak bisa menolongnya, mendekati Mereka saja ia tidak bisa.
" Aku tidak tau, aku hanya mendengar beberapa hari lalu berita itu tersebar." jawabnya jujur, ia merasa takut. Zhang Han dan Zhao An terdiam.
" Kudengar selir Jiang mengandung anak dari Kaisar Jin Timur, Ying Zheng.... hanya itu saja yang kudengar, aku bersumpah..." ucapnya lagi, ia hampir menangis memandang dua orang itu.
Tiba-tiba segerombolan orang masuk, kali ini terlihat dari pakaiannya yang mewah, seseorang muncul diantara mereka mendengus saat melihat Zhang Han mengintrogasi tuan muda itu, tuan muda itu tertunduk saat orang itu datang dan memandang dirinya.
" Benar-benar sampah." ucap orang yang baru datang itu, " Tapi kau memang pantas mendapatkannya, tidak berguna." lanjutnya, ia lalu memandang Zhang Han, Zhao An, Lan Huan dan terakhir Ia melihat Wei Yanli.
" Siapa dia? tanya Zhao An penasaran, karena sifatnya yang angkuh dan Sombong saat datang.
" Kakakku, Situ Jianan..." jawab tuan muda itu. " Namaku Situ Taoran." jawabnya lemah.
" Aku tidak bertanya namamu." jawab Zhao An ketus, dijawab seperti itu Situ Taoran semakin kecil hati.
" Lepaskan anak lemah itu, kasian dia... apakah kalian tidak melihat wajah bodohnya." pria itu tertawa keras sambil menggeleng kepala, Situ Taoran hanya tertunduk, Zhang Han lalu menoleh pada Situ Taoran.
" Ah... ternyata kau rupanya...putra keluarga Situ yang membawa aib, karena selain dari ibu seorang gadis biasa kau juga pada hari kelahiranmu terjadi bencana dimana wabah penyakit dan gagal panen terjadi secara besar-besaran dikota ini." ucap Zhang Han, karena saat itu ayah Zhang Han meminta Zhang Han mempelajari ketatanegaraan, kebetulan saat itu terjadi bencana dan Zhang Han diminta untuk mengantarkan bahan pangan pada mereka dan mendengar cerita bahwa semua penduduk kota ini menuduh bahwa karena anak kelahiran walikota yang membawa sial..
__ADS_1
Situ Taoran semakin tertunduk, ia sebenarnya tidak berani melakukan sesuatu yang membuat masalah tetapi ia ingin membuktikan dan ingin diakui oleh orang lain , itulah mengapa ia mengganggu Lu Xiang. ayahnya sangat mencintai dirinya tetapi selain ayahnya tidak ada orang lain lagi, ibunya sudah tiada saat melahirkan dirinya, ibu tirinya suka menyiksa hanya karena ia tidak bisa bela diri, kakaknya juga suka menyiksa dirinya.
" Bawa aku bertemu ayahmu." Ucap Zhang Han.
" Hah?..." Situ Taoran terkejut, ia memandang Zhang Han lama sampai ia menoleh pada kakaknya.
" Ayah sudah lama jatuh sakit, sekarang yang mengurus kota ini adalah kakakku." jawabnya lemah.
" Pantas saja ia berani bersikap sombong." celetuk Zhao An.
Situ Jianan memerintahkan anak buahnya menyerang Zhang Han untuk membawa adiknya kemari, Zhang Han kesal dibuatnya, padahal ia belum selesai bertanya, hingga terjadi perkelahian, Lan Huan dan Wei Yanli bertarung menghajar mereka, Wei Yanli tidak bisa membiarkan tuan mudanya yang lemah itu ditangkap mereka, Zhang Han hanya menonton, ia malas ingin bertarung.
Zhang Han menjauhi pertarungan, ia kembali kemejanya dan duduk sambil minum teh, Situ Jianan yang melihat Zhang Han santai segera memerintahkan pengawalnya menghajar Zhang Han. Tetapi pengawal itu tidak bisa mendekati Zhang Han karena Zhao An lebih dulu menghadang mereka. Situ Taoran menjauhi pertarungan, ia dilindungi oleh Wei Yanli
Situ Jianan kesal melihat empat orang itu, ia menarik pedangnya kemudian mendekati Wei Yanli, ia sudah lama membenci gadis yang melindungi adiknya, sejak Wei Yanli datang dan menjadi pengawal Pribadi adiknya, ia tidak bisa lagi menyiksanya sesuka hati, jadi ia berniat membunuh Wei Yanli disaat seperti ini.
Lan Huan menyerang dengan terampil, selain ilmu pedang dan beladiri hebat, tenaga dalamnya cukup kuat hingga tak perlu lama membuat Situ Jianan penuh luka diseluruh tubuhnya, sabetan pedang dibahu, lengan, belakang, punggung, dan kakinya membuat banyak luka diseluruh tubuhnya, tetapi tidak akan membunuhnya sebab bukan daerah vital yang ia serang, Situ Jianan berdiri bertumpu pada pedangnya, Lan Huan mendekati pria itu.
" Kau tau siapa gadis yang ingin kau serang? dia adalah istriku, Lan Huan...", Bisiknya ditelinga Situ Jianan, Seketika tubuhnya membeku, ia sampai melupakan luka-luka ditubuhnya, ia secara refleks menoleh Zhang Han, Zhang Han hanya tersenyum sambil mengangkat cangkir ditangannya. Siapa yang tidak mendengar dua nama jenderal kuat dikerajaan Qing, dan Situ Jianan menebak bahwa yang sedang bersantai adalah kaisar, karena siapa yang bisa bersikap seperti itu selain ia memiliki status tinggi.
" K-a-u..." Situ Jianan kehilangan kata-kata, ia menelan ludah, ia sedang memikirkan hukuman apa yang akan ia terima nanti, ia langsung jatuh terduduk. " Hentikan." Teriak Situ Jianan, semua orang berhenti, pengawal itu kembali melindungi Situ Jianan.
Situ Jianan tidak tau harus bereaksi seperti apa setelah semua yang terjadi, sikap sombong, semena-mena, hinaan, cacian, perintah,semua berputar dikepalanya, ia tidak dapat membayangkannya, Ia lalu duduk berlutut dengan kepala tertunduk.
__ADS_1
" Ampuni aku..." Hanya kata itu yang keluar dari mulutnya, semua yang ada terkejut karena ia adalah orang yang paling sombong, dan ia tidak akan pernah berlutut memohon ampun sekalipun ia akan mati, karena harga diri lebih tinggi dibanding nyawanya. Zhang Han berjalan mendekati Situ Jianan.
" Berdirilah, bawa aku bertemu ayahmu." Kata Zhang Han, ia dengan cepat mengangguk, Situ Taoran ternganga melihat kakaknya langsung patuh, ia bertanya-tanya apa yang dikatakan Lan Huan hingga membuat kakaknya yang sombong tiada tanding itu tunduk, Wei Yanli juga ikut heran, bagaimana tuan muda yang keras kepala bagai batu itu tunduk hanya dengan satu bisikan, ia sampai penasaran apa yang Lan Huan katakan, Pengawalnya lebih heran lagi sampai mereka ternganga lama, sadar saat Situ Jiang berdiri.
" Silahkan ikut aku." Situ Jianan tidak banyak berkata, ia orang yang peka, ia tidak akan mengatakan identitas Lan Huan dan Zhang Han karena ia tau sejak tadi tidak ada yang menyadari bahwa mereka adalah orang penting.
Perlu beberapa Jam kekediaman keluarga Situ, Situ Jianan langsung memerintahkan untuk menyiapkan hidangan, ia membawa Zhang Han, Lan Huan, dan Zhao An paviliun angsa putih untuk menyebut tamu istimewa, Situ Taoran dan Wei Yanli menggaruk kepala melihat bagaimana Situ Jianan menghormati mereka.
" Bawa Ayah kemari." Kata Situ Jianan menyuruh Situ Taoran, ia mengangguk lalu pergi, Situ Jianan tidak berani pergi begitu saja untuk mengobati lukanya, lagipula ia masih mampu berdiri jadi ia menunggu ayahnya datang,
Tak lama, nyonya dan Ayahnya datang, menteri Situ terdiam sesaat memandang Zhang Han , sedang berfikir mencoba mengenali orang didepannya, ia batuk-batuk karena sakit dan saat Zhang Han tersenyum, ia baru teringat dan seketika bersujud, tetapi tidak ada suara yang keluar, ia terlalu syok melihat kedatangan Zhang Han, nyonya istrinya tidak kenal jadi ia bingung. Kepala Mentri itu kemudian berdiri, ia melihat sekitar.
" Taoran...Jianan...Wei Yanli...kalian pergilah dulu, Jianan...obati lukamu." ucap Kepala menteri itu, mereka bertiga memberi hormat kemudian pergi.
Setelah mereka pergi, Kepala keluarga Situ memberi hormat." Yang mulia Kaisar." ucapnya, Seketika nyonya Situ berlutut, ia terkejut.
" Tidak perlu terlalu formal, aku sedang menyamar." Mereka berdua mengangguk mengerti. suami istri itu lalu duduk dihadapan Zhang Han.
" Apa yang sedang Yang mulia cari disini?" tanya Mentri Situ, ia kembali terbatuk-batuk, ia orang yang tidak ada basa-basinya.
" Aku mencari seseor..." Zhang Han terhenti saat Tiba-tiba seorang pelayan pria masuk membawa minuman untuk meraka, pelayan itu sempat terhenti saat melihat Zhang Han, tetapi ia memberanikan diri untuk masuk mengantar minuman , Zhang Han melirik pelayan itu, Pelayan itu menyuguhkan minuman, lalu berniat pergi.
" Tunggu..." Zhang Han menghentikan pelayan yang ingin pergi itu. pelayan itu tertunduk. " Tuan memanggil saya?" kata Pelayan itu memberi hormat, tangannya berkeringat dingin tetapi tidak ada yang menyadarinya, tidak ada yang tau bahwa ia sedang khawatir akan sesuatu.
__ADS_1
" Kantong wewangianmu jatuh." ucap Zhang Han lalu mengambil kantong wewangian itu didekat kakinya. pelayan itu kemudian mendekat lalu mengambil wewangian itu dari tangan Zhang Han.
" Terima kasih." ucapnya kemudian memberi hormat, Zhang Han mengangguk, tetapi begitu pelayan itu keluar, Zhang Han meneguk teh kemudian tersenyum, ia lalu menoleh Lan Huan, " Apakah dia?..." Zhang Han mengangguk, Lan Huan mengerti lalu ia menarik Zhao An pergi dari sana.