
Kini Jiang dan Bai Yunfei diruangan pengadilan, para perdana menteri dan para pejabat kerajaan sudah berkumpul, mereka bertanya-tanya mengapa diadakan rapat dilarut malam begini dengan Jiang Dan Bai Yunfei yang berdiri sebagai tersangka, Zhang Han menatap mereka berdua dengan tajam lalu mengedarkan pandangannya pada semua orang yang berada di ruangan itu.
" Kalian pasti bertanya-tanya mengapa aku mengadakan rapat sekarang karena aku ingin menghukum dua orang yang melakukan kejahatan besar dikerajaan ini." Zhang Han menatap Jiang dan Bai Yunfei geram, kalau bukan karena memikirkan dirinya kaisar, ingin rasanya ia memenggal kepala Jiang dan Bai Yunfei sekarang karena sudah mengkhianatinya.
" Kedua orang ini berselingkuh dibelakangku, hukuman apa yang pantas untuk mereka berdua" lanjut Zhang Han menahan emosinya. Jiang Huan dan Bai Yunfei kini hanya bisa menerima semua keputusan peradilan.semua orang yang ada diruangan terkejut lalu mulai kasak kusuk berbisik sesama mereka untuk memutuskan hukuman karena ini menyangkut harga diri seorang ratu kerajaannya. seseorang laki-laki setengah baya maju 2 langkah dari barisannya lalu memberi hormat pada Zhang Han
" Yang mulia, saya sebagai menteri pengadilan bersaran, karena yang mulia Jiang Huan adalah seorang ratu, kita perlu menjaga harga dirinya jadi saya hukuman untuk Yang mulia ratu adalah diusir dari istana dan gelar permaisuri dicabut darinya, untuk Kaisar Bai Yunfei dipenjara bawah tanah yang paling dingin seumur hidupnya." kata pria separuh baya itu lalu lalu memberi hormat, yang lain berbisik-bisik dan berdiskusi lalu menganggukan kepala. beberapa orang melangkah keluar dari barisan.
" Kami menyetujuinya yang mulia." jawab mereka serempak lalu diikuti oleh yang lain bahwa mereka setuju pendapatan Mentri pengadilan itu. Zhang Han menarik nafasnya, lalu memejamkan matanya, Jauh dilubuk hatinya paling dalam, hatinya sekarang sangat terluka melihat Jiang berselingkuh dibelakangnya dan hatinya benar-benar hancur, ia ingin meluapkan amarahnya sekarang tapi ia tidak tau harus bagaimana.
__ADS_1
Di hatinya ingin rasanya ia memaafkan Jiang, menghukum Jiang melukai batinnya, tapi ia marah, benci, dan kesal melihat Jiang lebih memilih pria lain dibandingkan dirinya.
" sudah di putuskan, permaisuri Jaing Huan akan diusir dari istana dan gelar permasurinya dicabut, dan ia harus meninggalkan istana ini sebelum matahari terbit, dan Bai yunfei akan dihukum dipenjara dingin dibawah tanah seumur hidupnya." ucap Zhang Han memutuskan peradilan. semua orang lalu membungkuk memberi hormat keputusan Zhang Han.
" Yang mulia, buka mata Hatimu, aku tidak pernah mengkhianatimu, bahkan niat pun tidak ada, tapi kau menuduhku dengan keji, kau menuduhku wanita rendahan,kau meremehkan kesetiannku, saat semua kebenarannya terungkap, kau akan menyesali semuannya." batin Jiang, kini Jiang meneteskan air mata kesedihan dan patah hati karena keputusan Zhang Han yang tanpa mencari tau kebenarannya.jujur ia mungkin mencintai Zhang Han tanpa ia sadari, tapi hari ini Zhang Han merendahkan kesetiannya dan merendahkan harga dirinya membuatnya sangat marah.
Jiang sebelum dibawa pergi oleh prajurit, Jiang menatap Wajah Zhang Han , dan mereka saling berpandangan. air mata Jiang berlinang di pipinya membuat hati Zhang Han merasa bersalah." Apa keputusanku sudah tepat." batinnya sambil memandang Jiang yang sudah dibawa pergi prajurit begitu juga Bai Yunfei yang dibawa kepenjara.
" Lian, Yuan, sudah berhenti menangis, aku hanya pergi dari istana buka kealam baka." Hibur Jiang supaya kedua pelayannya itu berhenti menangis.
__ADS_1
" Bagaiman anda masih bisa bercanda dalam keadaan seperti ini nona." Kata Lian yang masih belum berhenti menangis.
Setelah semuanya selesai, Jiang diantar kedua pelayannya dan para menteri menunggu didepan gerbang mengantar kepergian Jiang dari istana, saat Jiang sudah berdiri didepan gerbang istana, ia melihat sekitar dan menoleh Zhang Han uang berdiri gagah di benteng depan pintu gerbang dan mereka saling berpandangan dan saat melihat wajah Zhang Han yang acuh membuat hatinya sangat sakit sekaligus kesal.
Jiang lalu memutar badannya meninggalkan istana tanpa menoleh lagi dan ia meneteskan air matanya lagi., Lian dan Yuan menangis semakin menjadi dan mereka baru berenti menangis saat Jiang sudah hilang dari pandangan mereka. para menteri bubar dan Lian dan Yuan kembali karena ia tidak boleh terlalu lama di situ jika tidak ingin dihukum.
Zhang Han masih menatap kepergian Jiang yang sudah hilang dari pandangannya, Lu Xiang sang selir masih setia berdirimeniaga jarak beberapa langkah dibelakang Zhang Han.
" Yang mulia, sudah larut malam." Ucap Lu Xiang menyadarkan Zhang Han lalu memutar badan menghadap kearah Lu Xiang.
__ADS_1
" Mengapa hatiku sangat sakit selir Lu Xiang." gumam Zhang Han.
" Anda adalah kaisar, anda harus bisa mengendalikan diri anda." jawab Lu Xiang menenangkan.