Berinkarnasi

Berinkarnasi
Dikejar


__ADS_3

Kakek Xian sebenarnya sedang berbohong tidak melihat orang yang sedang dicari para prajurit itu, ia sebenarnya terkejut bahwa yang ditolongnya adalah seorang permaisuri, ia mengetahui saat mendengar berita bahwa permaisuri diusir dari istana, awalnya ia tidak tau karena ia tidak pernah melihat permaisuri, tapi hari ini prajurit menunjukan gambar permaisuri yang dicari untuk dibawa pulang.


Kakek Xian melihat dengan jelas gambar Jiang disana, ia tidak memberitahukan kepada prajurit itu karena ia fikir jika memang Jiang ingin mengungkap identitasnya, dari awal ia tidak akan memilih berpura-pura hilang ingatan. jadi kakek Xian akan membiarkan apapun yang menjadi alasan Jiang berbohong padanya.


" Cucuku, besok bisa kau pergi kepasar untuk mengantarkan obat herbal pada pedagang kaya di kota bernama tuan Qiu Wang, besok kakek harus mencari herbal dihutan." kata Kakek Xian saat mereka sudah selesai makan.


"Baik kek." jawab Jiang, Kakek Xian mengangguk, Jiang lalu membereskan sisa makanan yang masih bisa disimpan untuk besok. " Besok aku ingin melihat apa yang terjadi di ibu kota." Batin Jiang .


Semua melapor pada Zhang Han bahwa Permaisuri tidak ditemukan dan akan dilanjutkan pencarian besok, Zhang Han kecewa mendengar semua laporannya, ia bahkan memerintah untuk mencari sampai keluar ibukota bila perlu kelubang tikus sekalipun Zhang han tidak perduli.


" Dimana sebenarnya kamu Jiang Huan." batin Zhang han memandangi langit malam dari jendela kamarnya dan ditempat lain Jiang melakukan hal yang sama.


Fikiran Zhang Han kemana-mana sampai seorang pelayan menyadarkannya dari lamunan dan melaporkan bahwa Zhang Luhan ingin bertemu, Zhang Han menganggukan kepalanya pada pelayan itu.

__ADS_1


" Yang mulia." sapa Zhang Luhan lalu memberi hormat saat memasuki kamar, Zhang Han tersenyum melihat kedatangan Zhang Luhan.


" Jangan bersikap terlalu sopan(formal) seperti itu kakak." Zhang Han lalu mengangkat lengan Zhang luhan yang memberinya hormat untuk tidak membiarkannya terlalu lama seperti itu.


" Ayo silahkan duduk." Zhang Han mempersilahkan Luhan duduk di bangku kayu yang tak jauh dari peranduannya." apa yang membawa kakak kemari dilarut malam begini." tanya Zhang Han.


" Maafkan saya yang mengganggu istirahatmu yang mulia, saya ingin meminta izin untuk mencari Yang mulia ratu Jiang Huan besok jika di izinkan." kata Zhang Luhan tanpa basa-basi lagi.


" Saya sama sekali tidak merasa direpotkan yang mulia." jawab Luhan.


" Kakak, diluar istana sangat berbahaya bagi keluarga kerajaan, aku tidak mau sesuatu terjadi pada kakak."


" Baiklah kalau begitu, aku tidak akan memaksa, sudah larut malam, saya permisi dulu yang mulia." Zhang Luhan memberi hormat lalu meninggalkan ruangan, Zhang Han memandang kakaknya sampai hilang dari pandangannya.

__ADS_1


Zhang Luhan kembali kekamarnya, ia duduk dijendela memandangi langit." Zhang Han tidak mengizinkan aku mencari Jiang, terus cari Jiang dan bunuh untuk menghindari Masalah dimasa depan, jika memang ia sudah mati bawa jasadnya dihadapanku. sebelum ia ditemukan kirimkan kabar pada dia." Zhang Luhan berbicara pada seseorang yang bersembunyi diruangan yang gelap disamping peranduannya, itu adalah ruang rahasia yang tidak diketahui oleh orang lain.


orang yang tidak tampak itu mengangguk, ia bekerja seperti bayangan tidak terlihat ia lalu pergi menggunakan jalan rahasia. Zhang Luhan tersenyum sambil memikirkan orang yang akan datang keistana ini dan kedamaian istana akan segera berakhir.


Jiang sebenarnya tinggal didesa yang terpencil di sudut ibukota, penduduk disitu bahkan sangat sedikit dibanding penduduk desa lain jadi banyak yang tidak tau tentang desa itu. Jiang menuju ibukota dengan meneteng obat herbal yang harus ia kirim pada pedangan kaya tuan Qiu Wang


itu.


Pagi hari pasar sudah sangat ramai dan Jiang sudah mempersipkan agar ia tidak dikenali, ia memakai cadar sehingga orang mengira ia berwajah jelek, dan benar banyak para prajurit berkeliling sambil membawa pister wajahnya." Aku seperti seorang penjahat yang paling dicari." gumam Jiang, menggelengkan kepalanya saat melihat para prajurit bertanya pada para warga yang lewat sambil membawa gambar dirinya. Jiang yang memiliki indra yang tajam dari penglihatan sampai pendengaran.


Jiang terkadang bersembunyi dan melewati jalan yang sepi agar menghindari para prajurit, walaupun ia melewati jalur berbeda yang diperintahkan kakek Xian agar ia tidak tersesat, ia bisa mengingat karena ia pernah berkeliling dan ia ingat letak rumah yang diberitahu kakek Xian. Saat sedang bersantai sambil bernyanyi riang, tiba-tiba 5 prang prajurit melihatnya melewati jalan sepi dan curiga.


" Berhenti." teriak prajurit itu dibelakang Jiang, Jiang terkejut lalu berhenti, Jiang tetap membelakangi para prajurit itu, para prajurit itu mendekati Jiang, Saat jarak mereka tinggal beberapa langkah Jiang langsung berlari, para prajurit itu semakin curiga lalu mengejar Jiang.

__ADS_1


__ADS_2