
Sesuai ucapan Reza mereka terlambat, kapal yang akan berlayar mendekati tempat tujuan sudah pergi. Tatapan mata Reza tajam melihat Boy yang masih bernyanyi santai memotret pemandangan yang sangat indah.
"Boy, masih bisa bernyanyi. Sekarang bagaimana caranya kita bisa pergi ke sana?" Reza mengumpat kasar melihat Boy.
"Reza kamu lebih baik tenang, sejak kapan kamu menjadi orang yang emosian?" Kai menatap aneh.
"Kita tidak bisa lewat laut, juga udara, berarti kita bisa melewati darat." Rinda menatap yang lain meminta pendapat.
"Bagaimana bisa lewat darat, mereka berada di sebuah pulau?" Tari menggaruk kepalanya.
Boy tersenyum menghirup udara segar, langsung lompat dari atas batu, berjalan mendekati Lian yang menunduk kepalanya.
Empat mobil mewah sudah bersusun, Lian langsung melangkah mendekat, berbicara sebentar, menerima kunci mobil juga beberapa berkas penting.
Lian memberikan kunci mobil kepada Boy, Reza, Miko dan Maxi. Boy mengambil surat menyatakan dia dan Berlian sepasang suami istri, Reza dan Mentari juga pasangan suami istri.
"Apa ini Boy? kejadian di dalam hotel masih kurang gila?"
"Boy, kenapa Kai berpasangan dengan Miko, dia pengawal Rinda?" Kai melihat punya Rinda yang terbalik.
"Tidak penting siapa pasangan, intinya tugas kak Miko dan Maxi menjaga kalian berdua."
Boy menceritakan rencana dengan Berlian, mereka hanya perlu datang sebagai pengusaha muda yang memiliki kekuasaan, bukan menyamar untuk menyelidiki.
Menuju ke sana memiliki jalan rahasia bawah tanah, sebenarnya mereka bukan berada di sebuah pulau, tapi kota kecil yang penuh kekayaan alam, tapi ditutupi, dikuasai oleh satu orang.
Reza menatap Boy, dari mana Boy mengetahui semuanya, tidak ada orang yang bisa keluar membawa informasi apapun, pulau ini menjadi tempat wisata.
Saat tengah malam Boy keluar bersama Berlian, mengejar orang yang ingin mengawasi kamar Reza.
Berlian berhasil merampas satu mobil, mengejar mobil mewah yang meninggalkan hotel, tidak begitu jauh dari pusat kota, Boy mematikan lampu mobil, mengikuti masuk hutan, sampai tiba di lorong, Lian melarang Boy melanjutkan karena berbahaya.
Akhirnya Lian tahu jalan rahasia masuk ke pulau yang mereka inginkan, langsung cepat kembali ke hotel, Lian membobol sebuah komputer, membuat identitas mereka semua, agar bisa mudah masuk.
__ADS_1
Orang yang bisa melewati jalan rahasia, sudah pasti para pejabat tinggi, juga pengusaha besar, berkuasa, juga orang yang terlibat, juga mengetahui rahasia dibalik pulau, bisa jadi juga mereka memang mencari beberapa orang kaya yang terkenal untuk dibawa ke sana, melakukan investasi menjanjikan.
Selama ini Boy terkenal sebagai pebisnis yang terkenal, tidak memegang nama Chrispeter dan Arnold.
"Baru perkiraan, bagaimana jika salah?" Reza menatap Boy dan Lian.
"Tidak punya pilihan, orang hebat dipandang menggunakan dua hal, kuat dengan diam, dan kuat dengan menyerang, jika kita tidak bisa masuk secara baik-baik, berarti masuk secara paksa." Lian tersenyum melihat Reza.
Semuanya masuk mobil masing-masing, Boy meminta Lian yang menyetir mobil.
"Kenapa harus aku?"
"Karena status kamu wanita simpanan, semua orang mengenal aku sebagai seorang pebisnis yang belum menikah." Boy tersenyum menatap Lian.
"Seharusnya tuan meminta saya menjadi sekretaris tuan, atau pembantu sekalian." Lian melangkah masuk mobil, menutupnya dengan kuat.
"Jika kamu sebagai pembantu, kita tidak bisa satu kamar, terlalu beresiko!" Boy teriak menatap Lian di dalam mobil.
"Terserah Tuan, anggap saja aku wanita malam!" Berlian masih menjawab lantang.
Semuanya kebingungan melihat pertengkaran Boy dan Lian, entah apa yang menjadi masalahnya, pertengkaran yang tidak penting, identitas apapun yang mereka gunakan tidak akan menjadi pusat perhatian.
"Kenapa mereka bertengkar? tidak mungkin mereka punya waktu bertanya kamu simpanan atau bukan?" Kai menggelengkan kepalanya.
Miko tertawa, Kai benar juga target mereka sebenarnya soal uang, kedatangan mereka juga sama seperti orang lain mencari keuntungan.
Empat mobil melaju dengan kecepatan tinggi, Boy tidak berhenti tertawa melihat Lian balapan dengan Reza, melihat Boy yang tidak berhenti tertawa, mobil langsung di rem cakram, Boy menahan tubuhnya agar tidak terbentur.
Tatapan mata Boy tajam, beraninya seorang pengawal mengerjainya. Mobil masuk area hutan, Boy melihat ke sekitar memang sangat tenang, gerbang yang mereka lihat tadi malam tidak ada lagi.
Lian menahan tangan Boy yang ingin keluar, memintanya untuk menunggu, pasti ada sesuatu rahasia yang tidak diketahui tersembunyi.
Setiap orang yang masuk pasti dengan alasan yang menguntungkan, Boy setuju memilih untuk mengawasi.
__ADS_1
Rinda diam melihat sekitar, Maxi juga mengawasi dengan tajam, tas make up Rinda keluar, dia mengeluarkan sebuah benda yang dia gunakan untuk menebalkan bulu matanya.
Maxi melihat Rinda aneh, masih sempat untuk berdandan, Rinda menerbangkan benda yang baru saja dia gunakan.
Mengendalikan dengan jam mewah yang dia gunakan, melihat sekitar tempat. Maxi tersenyum melihat kelicikan juga kepintaran seorang Rinda.
Reza melihat benda yang Rinda keluarkan, langsung mengambil kecamatan, melihat ke arah terbangnya benda kecil berwarna hitam.
"Tari, minta Rinda menyambungkan layarnya kepadaku. Kode aku RZ, aku ingin mencari kode masuk gerbang, minta Boy mengalihkan perhatian.
Mentari melakukan yang diperintahkan Reza, senyum Reza terlihat. Kai dan Miko melangkah keluar, Kai melewati mobil Reza, mendekati sebuah pohon, dari atas pohon Kai kaget melihat ular yang sangat besar.
Miko langsung menarik Kai, hewan peliharaan yang memang menjadi penunggu tempat, juga sebagai peringatan agar tidak ada yang datang.
"Kembali ke mobil sekarang Kai." Miko mendorong Kaira yang langsung melangkah masuk, memberikan ponselnya pada Boy.
Miko langsung mundur, melangkah pelan ke arah mobil.
Boy tersenyum, adik-adiknya memang sangat hebat, paket komplit. Rinda yang centil tapi bisa membuat benda aneh, Reza yang tidak pemarah, bisa mengendalikan jaringan, Kai yang pendiam seorang dokter bedah yang hebat. Dia juga bergelar profesor muda.
Berlian mengumpat kasar, Boy tertawa melihat gerbang terbuka dengan begitu mudahnya. Mereka hanya perlu memancing ular turun, karena di tubuhnya ada rantai yang terhubung.
Mobil Boy langsung masuk ke dalam, diikuti oleh tiga mobil, turunan tajam masuk area bawah tanah. Lian gemetaran, bersyukurnya Boy sempat meminta tukar posisi, jika tidak sudah berguling-guling mobil.
Lampu mobil di matikan, Boy melaju dengan kecepatan tinggi, Lian berkeringat dingin, ini pertama kalinya dia masuk area bawah tanah bisa dimasukin oleh kendaraan roda empat.
Tiga mobil di belakang Boy juga mematikan lampu, kecepatan tinggi tidak ada ketakutan sama sekali.
"Pengalaman yang luar biasa, bisa juga mereka membuat tempat seperti ini, berapa banyak orang yang mereka pekerjakan untuk membangunnya, setelah bangunan selesai, pasti mereka semua disingkirkan." Rinda merasakan kasihan.
"Bawah tanah yang luar biasa." Kaira tersenyum.
"Kamu pernah masuk area bawah tanah seperti ini Kai?" Miko melihat Kaira.
__ADS_1
"Aku dan Maxi pernah membangun untuk tempat persembunyian, juga pembuatan penawar virus, tapi tidak semenakutkan ini."
***